Mendadak Nikah 2 (Married By Accident)

Mendadak Nikah 2 (Married By Accident)
MBA70


__ADS_3

Doni memasuki kedai coklat langganan Bella kekasihnya, sembari membuka chat yang beberapa saat lalu diterimanya dari sang kekasih.


Doni membaca ulang pesanan yang dikirimkan kekasihnya melalui chat agar tidak ada kesalahan dalam membelikan pesanan dang kekasih.


Namun saat Doni hendak menunjukkan chat kekasihnya kepadanya salah satu penjaga kedai coklat, Doni mendapati sosok gadis yang tak asing di salah satu sudut meja kedai. Gadis itu duduk berhadapan dengan seorang anak laki laki yang memunggunginya.


Doni mengayunkan langkah kakinya mendekat untuk memastikan jika pandangan matanya tidak salah mengenali sosok tersebut.


Hek.


Doni terhenyak, menghentikan langkah kakinya saat mendapati sosok itu adalah benar Khey. Doni mengepalkan kedua tangan, rahangnya mengeras serta sorot matanya memerah menahan marah.


Saat Doni ingin melanjutkan langkah kakinya untuk lebih dekat lagi tiba tiba saja ponsel yang masih di dalam genggaman tangannya bergetar. Mau tak mau Doni mengurungkan niatnya dan memilih menganggkat panggilan tersebut karena panggilan itu dari Bella kekasih yang telah dipacarinya semenjak masih SMP.


Bella bisa dikatakan sebagai kekasih sah Doni, karena hubungan Bella dengan Doni sudah direstui oleh kedua orang tua mereka masing masing. Bahkan kedua pihak keluarga telah mengukuhkan keduanya dengan pertunangan resmi, meskipun keduanya masih dalam status pelajar.


Kedua orang tua Bella dan Doni saling mengenal satu sama lain dan sudah merasa cocok karena kedua keluarga tersebut merasa berada dalam level yang sama.


Dan Bella adalah sosok gadis yang pernah mengisi hati Fabian. Namun karena Bella lebih memilih Doni, Fabian pun lebih memilih mundur.


Dan lagi orang tua Bella lebih mendukung Bella untuk memilih Doni ketimbang Fabian, karena orang tua Bella memandang Doni lebih baik dan satu level dengan mereka tanpa mengetahui jika keluarga Fabian sebenarnya jauh lebih mampu ketimbang keluarga Bella maupun Doni.


Keluarga Bella memandang Fabian rendah karena penampilan Fabian yang biasa jauh berbeda dengan penampilan Doni.


Walaupun sebenarnya sudut hati Bella memilih Fabian namun dirinya tak kuasa menolak keinginan kedua orang tuanya yang memandang harta dalam memilih pasangan untuknya.


"Iya... bentar, ini lagi diambilin sama mbaknya. Matiin dulu aja, biar mbaknya bisa cepet selesai. Iya... iya... gue langsung pulang. Udah ya, dadah sayang..." Doni mengakhiri panggilan telfon dari kekasihnya. Doni pun segera memberikan ponselnya pada pelayan toko dengan membuka chat dari Bella tentunya.


Sialan lo Fab... kenapa sih gue selalu berurusan sama lo... Doni membatin kesal kemudian berlalu meninggalkan kedai coklat dengan menahan amarahnya.


πŸ“πŸ“πŸ“


Khey menikmati black forest di depannya dengan tidak berhenti memandangi Fabian yang sedikit menunduk karena fokus pada ponsel pintarnya.


"Enggak usah liatin gue segitunya, gue nggak bakalan ilang." Fabian masih dengan menunduk, membuat Khey gelagapan.


"Enggak kok, siapa juga yang liatin wajah jelek lo." Khey ketus.


"Wajah jelek ini yang nantinya bakal bikin adonan dedek bayi di perut lo Ra..." Fabian santai.


Sontak ucapan vulgar Fabian membuat kedua mata Khey membulat. Lalu Khey melirik ke sekitar, beruntung tidak ada orang lain di dekat mereka.

__ADS_1


"Bian... kalau ngomong jangan semaunya gitu napa... entar ada yang denger nggak enak." Khey mendengus sebal.


Fabian hanya terkekeh, tanpa peduli dengan kekesalan Khey.


Sejenak tidak ada percakapan di antara keduanya, Khey fokus menikmati black forestnya sedang Fabian asyik dengan benda pipih di tangannya.


Khey pun menjadi penasaran akan keasyikan Fabian yang fokus pada ponselnya tanpa menjahilinya.


"Bian..."


Hmm.... Fabian tanpa mengalihkan pandangan dari layar ponselnya.


"Elo nggak mau makan ini?" tanya Khey disela dirinya memasukkan potongan black forest ke dalam mulutnya.


Fabian hanya mengggeleng sebagai jawabannya.


"Elo nggak lapar?" Khey berusaha mencari topik pembicaraan agar Fabian tidak hanya fokus pada ponsel pintarnya.


Sepertinya Khey sedikit tidak nyaman dengan keacuhan Fabian.


"Enggak Ra..."


"Enggak usah sok sokan perhatian kalau cuma ngerasa bersalah karena udah morotin gue. Gue ikhlas kok. Lagian elo kan isteri gue, sudah jadi tanggung jawab gue untuk membuat elo seneng." Lagi Fabian tanpa memutus pandangan dari ponselnya, bahkan tangannya terlihat bergerak mengetik pada layar benda pipih tersebut.


"Gue cuma nanya, bukan berarti gue perhatian sama lo!" Khey ketus.


Fabian terlihat terkekeh kecil, namun tetap saja dengan masih fokus pada ponsel pintarnya. Karena tanpa memandang pun Fabian sudah dapat membayangkan wajah kesal isterinya.


Sejujurnya Khey penasaran dengan apa yang membuat Fabian tidak mengalihkan pandangan matanya dari layar benda pipih tersebut. Hingga akhirnya khey pun mengingat cerita kedua sahabatnya sewaktu di sekolah tadi, yang mengatakan jika mereka kemarin bertemu dengan Fabian bersama seorang gadis ysng mengaku sebagai kekasihnya. Terbersit rasa curiga dalam diri Khey jika saat ini Fabian mungkin sedang asyik menghubungi gadis itu.


"Bi... elo kemarin pergi ke mana?" Khey mencoba menyelidik. Di luar statusnya yang juga memiliki kekasih, Khey tetap saja ingin memastikan ucapan sahabatnya.


"Enggak ke mana mana."


"Jangan bohong..."


"Gue nggak bohong, gue di rumah kan... nggak kerja juga. Malah nemenin lo nonton drakor."


"Sebelum itu Bi, siangnya... sepulang sekolah."


"Nggak ada, cuma ke rumah Bunda doang."

__ADS_1


"Elo nggak ngemol?" Khey memilih memperjelas pertanyaannya agar Fabian tidak menutupi kebenarannya.


Fabian mengernyit mendengar pertanyaan isterinya. Sesaat mengingat jika dirinya bertemu dengan Alya dan Rhea kemarin, mungkin saja kedua sahabat isterinya itu telah bercerita tentang pertemuannya dengan dirinya dan Septi.


Fabian pun meletakkan ponsel pintarnya. Sejenak memandangi Khey, mungkinkah gadis di depannya ingin mengulik kebenaran darinya.


Terbersit ide pada otak Fabian untuk menjahili Khey.


"Elo pengen gue jujur atau bohong?" Fabian terlihat santai.


"Jujurlah... mana ada isteri yang suka dibohongi." Khey dengan nada satu oktaf lebih tinggi.


"Oh gitu. Gue harus jujur ya kalau gitu..."


"Ya iyalah... pakek nanya lagi..." Khey mendengus.


"Iya gue ngemol kemarin, habis pulang sekolah."


"Sama siapa?" Khey mengunci pandangan matanya pada Fabian.


"Bukane elo udah dapet cerita dari dua sahabat lo... so udah jelas kan kalau gue pergi sama siapa. Harus gue perjelas lagi dari mulut gue kalau gue pergi sama pacar baru gue gitu maksud lo..." Fabian tetap saja santai dan sangat tau kalau ucapannya membuat Khey tegang.


Sesungguhnya benar jika Khey kaget dan ucapan Fabian tersebut membuat tubuh Khey sedikit menegang. Namun karena tidak ingin Fabian mengetahui, Khey berusaha menutupinya.


"Iya sih, tapi gue pengen mastiin aja kalau apa yang gue denger salah." Tanpa sadar Khey mengungkapkan isi hatinya.


Fabian tersenyum smirk namun tetap saja berpura pura mengeryit. "Elo ngarepnya apa, lo milih gue bohongin elo dan tidak mengakuinya gitu...? Sayangnya gue pilih jujur Ra, gue emang jalan sama cewek gue... daripada ngajakin elo, elonya juga pasti nggak mau." Jelas saja Fabian berbohong saat ini, karena dia ngemol dengan adik iparnya. Mengerjai Khey memang menyenangkan menurut Fabian. Dengan begitu Khey akan menyadari sedikit demi sedikit rasanya untuk Fabian.


"Elo serius sama ucapan lo Bi? Enggak nolongin gue kan?" Khey dengan tatapan menyelidik.


"Enggaklah... emangnya elo suka bohongin gue."


Glek.


Jawaban Fabian menohok hati Khey hingga membuat gadis itu terdiam sesaat.


"Tapi Bi... bukane elo nyuruh gue putusin Doni, terus kenapa elo malah nyari cewek lain?" Khey memberanikan diri mempertanyakan kelakuan Fabian yang seperti membalas dendam terhadapnya.


"Tapi elo kan gak niat putusin dia, buktinya tadi elo pacaran di parkiran kan... salah kalau gue juga cari pacar?"


Hek... Khey kembali tercekat.

__ADS_1


Fabian mengunci tatapan matanya pada Khey saat berbicara, hingga membuat gadis itu tak mampu berkutik.


😍😍😍😍


__ADS_2