
"Wow... temen lo horang kaya Fab?" Bella memandang takjub pada villa di depannya yang nampak seperti mansion yang selama ini hanya Bella lihat di film barat yang ditontonnya.
Bella memindai juga memindai sekitar parkiran yang dipenuhi oleh mobil mobil mewah. Bahkan mobil BMW miliknya pun terlihat biasa diantara keberadaan mobil mewah tersebut.
Meskipun Bella tergolong anak orang kaya namun Bella tau jika kekayaan keluarganya tidak sebanding dengan pemilik perhelatan ulang tahun yang didatanginya dengan Fabian tersebut.
"Dia seorang model." Fabian seolah menjawab ketakjuban Bella pada tempat yang didatanginya.
"Ini rumahnya?" Bella penasaran.
"Bukan ini milik kakeknya..."
"Wow... berarti dia sudah kaya dari moyangnya ya." Bella dengan terperangah.
"Bisa dibilang begitu. Ayo masuk." Lagi lagi Fabian berjalan mendahului Bella, namun kali ini dengan kedua tangan yang membekap rangkaian bunga segar untuk Nina yang telah dibelinya saat perjalanan menuju ultah Nina.
"Ayo gue kenalin sama yang ulang tahun." Fabian dengan mengiringi langkah kaki Bella.
Bella mengangguk dan berjalan membersamai langkah Fabian.
"Hai Nin..." Fabian menyapa empunya pesta.
Nina yang semula berdiri membelakangi Fabian pun memutar tubuhnya saat mendengar suara tidak asing menyapanya.
"Fabian akhirnya elo datang juga... gue tunggu tunggu dari tadi." Nina dengan senyum berbinar menghambur pada tubuh jangkung Fabian, tanpa peduli dengan sekitar atau bahkan keberadaan Bella yang berdiri di samping Fabian.
Beruntung rangkaian bunga segar yang dibawa oleh Fabian cukup besar hingga membuat tubuh keduanya tidak saling memeluk.
"Nin ada durinya nih..." Fabian dengan salah satu tangan menahan bahu Nina. Fabian tahu jika gadis itu akan memeluknya meskipun di depan orang banyak.
Nina pun terpaksa mengurungkan niatnya untuk memeluk Fabian dengan wajah yang sedikit kesal.
"Happy birthday Nin..." Fabian tersenyum dengan menyerahkan rangkaian bunga mawar warna warni ke hadapan Nina.
Nina yang sempat menekuk wajahnya kesal pun berubah berbinar. Rangkaian bunga mawar segar itu pun berpindah tangan pada kedua tangan Nina.
Nina pun tidak berhenti mencium rangkaian bunga segar di tangannya.
"Nin kenalin ini temen gue." Fabian dengan sengaja menarik pinggang Bella untuk mendekat padanya, seolah ingin menunjukkan pada Nina jika dirinya tidak sendiri.
Nina yang semula tersenyum berbinar pun menyurutkan bibirnya, memindai sinis pada Bella yang lengannya terlihat menempel pada lengan Fabian akibat Fabian masih belum melepaskan tangannya dari pinggang Bella.
Sialan ngapain Fabian bawa cewek segala sih... Nina geregetan dalam hati cemburu akan keberadaan Bella yang terlihat sebagi kekasih Fabian.
"Nin ini..." Belum Fabian menyelesaikan ucapannya, Nina memotong ucapannya.
"Nanti aja kenalannya, keburu malem. Elo mau perform buat gue kan...?" Nina sembari menarik salah satu tangan Fabian yang terbebas untuk menuju piano besar yang telah disediakan sebelumnya.
Nina tidak ingin mendengar suara Fabian yang pastinya akan mengenalkan gadis itu sebagai kekasihnya. Sungguh Nina tidak rela, hatinya panas saat ini. Padahal Nina telah menyusun rencana untuk mengungkapkan perasaannya pada Fabian dan menjadikan anak sultan tersebut menjadi kekasihnya.
Bella yang sejatinya hanya memiliki hubungan sebagai teman dengan Fabian tidak mampu menahan Fabian, dirinya hanya mematung di tempatnya berdiri. Bella dapat menangkap jika gadis yang sedang berulang tahun tersebut memiliki rasa pada Fabian.
__ADS_1
Meskipun Bella merasakan cubitan kecil pada sudut hatinya saat gadis model itu membawa Fabian menjauh darinya, namun Bella mengagumi keberanian gadis itu karena tanpa malu menunjukkan rasanya pada Fabian yang Bella sangka adalah orang biasa saja. Apalagi di sana juga terdapat kedua orang tua Nina yang sepertinya juga welcome terhadap Fabian. Tidak seperti saat pertemuan Fabian dan keluarganya dulu yang menghina dan mengejek Fabian, hingga membuatnya harus merelakan hatinya untuk memilih Doni yang menurut keluraganya berada dalam level yang sama dengan dirinya.
Tanpa Bella ketahui jika sebenarnya Fabian adalah anak sultan. Meskipun saat ini Fabian memakai setelan jas mewah dari butik yang sama dengannya namun Bella menyangka jika Fabian hanya menyewa seperti yang dilakukan olehnya. Karena memang butik yang mereka kunjungi beberapa saat lalu juga menyewakan baju koleksi mereka.
Fabian yang telah ditarik kuat oleh Nina akhirnya duduk di hadapan sebuah piano besar yang telah disiapkan sebelumnya. Fabian memang telah berjanji pada Nina untuk menyumbangkan suara dalam pesta ulang tahun sang sahabat.
Fabian menggerakkan kesepuluh jemarinya untuk pemanasan sebelum menyentuh tuts piano di hadapannya. Kemudian mengambil nafas dalam dan membuangnya perlahan.
Setelahnya terdengarlah alunan merdu hasil dari tuts piano yang ditekan oleh Fabian.
Beberapa saat setelahnya terdengar suara bass dari Fabian yang melantunkan lagu perfect milik Ed Sheeran, mengiringi alunan nada dari piano yang diketuknya.
I found a love for me
Oh darling, just dive right in and follow my lead
Well, I found a girl, beautiful and sweet
Oh, I never knew you were the someone waiting for me
'Cause we were just kids when we fell in love
Not knowing what it was
I will not give you up this time
But darling, just kiss me slow, your heart is all I own
And in your eyes, you're holding mine
Barefoot on the grass, listening to our favourite song
When you said you looked a mess, I whispered underneath my breath
But you heard it, darling, you look perfect tonight
Well I found a woman, stronger than anyone I know
She shares my dreams, I hope that someday I'll share her home
I found a love, to carry more than just my secrets
To carry love, to carry children of our own
We are still kids, but we're so in love
Fighting against all odds
I know we'll be alright this time
Darling, just hold my hand
__ADS_1
Be my girl, I'll be your man
I see my future in your eyes
Baby, I'm dancing in the dark, with you between my arms
Barefoot on the grass, listening to our favorite song
When I saw you in that dress, looking so beautiful
I don't deserve this, darling, you look perfect tonight
Baby, I'm dancing in the dark, with you between my arms
Barefoot on the grass, listening to our favorite song
I have faith in what I see
Now I know I have met an angel in person
And she looks perfect
I don't deserve this
You look perfect tonight
Suara Fabian terdengar merdu, enak di dengar. Membuat yang hadir terpana, serentak mereka terdiam dan berhenti dari aktivitas mereka semula.
Fabian menyanyikan lirik lagu tersebut dengan wajah yang tersenyum berbinar, menambah kadar ketampanan Fabian yang semakin membuat para tamu terpesona.
Sesekali Fabian memandang Nina untuk menyampaikan pesan yang tersirat dari lagu yang dinyanyikannya. Fabian memang menghayati lirik lagu tersebut namun tidak bermaksud menyampaikan ataupun menunjukkan bahwa itu lagu yang khusus dipersembahkan olehnya untuk Nina.
Karena sesungguhnya lagi itu adalah keinginan Nina. Ninalah yang meminta Fabian untuk menyanyikannya.
Dan Fabian hanya menurutinya, bagaimanapun hari ini adalah hari bahagia sang sahabat. Tidak ada salahnya Fabian menuruti keinginannya.
Sorak sorai bergemuruh memenuhi ruangan di dalam pesta yang lumayan luas tersebut. Semua tamu menyanjung suara merdu serta ketampanan Fabian yang sempurna. Mereka tidak berhenti berdecak kagum akan penampilan luar biasa Fabian.
Bahkan terdengar seruan beberapa orang yang meminta Fabian menyanyikan lagu kembali untuk menghibur mereka.
Bella yang baru kali ini mendengar suara merdu Fabian pun berdecak kagum dengan tidak memutus pandangan dari sahabat yang pernah memiliki rasa untuknya tersebut.
Senyum suka cita menghiasi wajahnya.
Akan tetapi tiba tiba saja Bella merasakan sebuah tangan kekar menarik pergelangan tangannya kuat. Bella yang sedari awal memandang Fabian pun membalikkan tubuhnya cepat membuat tubuhnya mau tak mau mengikuti sang pemilik tangan kekar yang membawanya menjauhi dari kerumunan penikmat pesta ulang tahun Nina.
Bella dengan jalan yang sedikit kesulitan mengikuti langkah kaki panjang tersebut hingga keluar ruang pesta.
Bella merasakan pegangan tangan itu tidak asing. Bahkan sosok yang memunggungi dan menariknya itu terlihat familiar. Karena kondisi lampu yang remang remang membuat Bella tidak sepenuhnya dapat melihat dengan jelas pada sosok di depannya.
Hingga akhirnya saat keduanya telah berada cukup jauh dari pintu masuk ruangan pesta, sosok lelaki yang menarik paksa Bella tersebut membalikkan tubuhnya.
__ADS_1
"Sayang!" pekik Bella dengan wajah pias.
βπ»βπ»βπ»βπ»