Mendadak Nikah 2 (Married By Accident)

Mendadak Nikah 2 (Married By Accident)
MBA8


__ADS_3

Setelah beberapa saat, menu pesanan Doni pun datang.


Kedua mata Khey lagi - lagi terbuka lebar saat mendapati menu yang tersaji di hadapannya.


Sepiring sushi rol dengan aneka toping memanjakan matanya. Serta pizza dengan ukuran sedang disertai toping yang beragam di setiap irisannya.


Khey menelan salivanya yang mulai menggenang di dalam mulutnya.


"Jangan cuma diliatin aja ... makan gih." Doni membukakan sumpit kemudian menyerahkan pada Khey.


Khey tersenyum kecil. "Habisnya cantik banget tampilannya, memanjakan mata."


"Rasanya juga memanjakan lidah ... cobain cepet. Elo pasti ketagihan." ucap Doni lalu menyuapkan satu potong sushi ke dalam mulutnya.


Khey pun mengikuti, dengan mengambil satu potong sushi rol dan memasukkan ke dalam mulutnya.


Khey mengunyah sushi di dalam mulutnya dengan tidak berhenti mengerjapkan mata seolah menikmati rasa sushi yang memanjakan lidahnya.


"Beneran ... enak banget yang." Khey menilai rasa pada menu tersebut dengan mata yang berbinar setelah menelan satu potong sushi rol.


"Gila ... yang punya resto juara banget. Desain oke, cozy abis ... suasana nyaman, makanannya pun enak." Khey memuji resto yang didatanginya sambil memindai resto yang semakin penuh dengan pengunjung.


"Apa gue bilang ... suka kan?" Doni tersenyum manis.


"Iya sukak! suka banget malah ... kapan - kapan ke sini lagi ya yang ...." ucap Khey pada sang kekasih. Kemudian Khey ganti mengambil potongan pizza dengan toping smoke beef dengan keju mozzarella yang meluber.


Emm ... Khey mengunyah potongan pizzanya dengan mata berbinar.


"Pelan - pelan aja, gak ada yang bakal ngerebut sayang." Doni terkekeh melihat Khey yang menikmati potongan pizza dengan antusias.


"Dibilangin pelan - pelan juga, belepotan kan ...." Doni mengusap sisa keju mozzarella yang masih menempel pada sudut bibir Khey. Lalu dengan tanpa jijik Doni menjilat ujung ibu jarinya yang terdapat bekas keju mozzarella Khey.


"Doni ... jijik tau, bekas gue juga!" Khey setengah berseru kaget melihat aksi sang kekasih.


Doni tersenyum tipis. "Ga papa ... bekas cewek gue kan?! anggep aja ciuman."


"Ck ... apaan sih, gak usah mulai deh." Khey tersipu. Selalu saja Doni bersikap mesum jika hanya berdua dengannya. Tak jarang Doni menginginkan perlakuan lebih darinya, seperti mengajak ciuman bibir. Beruntung Khey masih bisa menjaga batasan pacaran secara wajar.


Hehehe ...


Doni terkekeh karena berhasil menggoda Khey, hingga gadisnya itu memunculkan semburat rona merah seperti apel malang pada kedua pipi cabinya.


Membuat Doni gemas, ingin sekali mencium pipi cabi dengan semburat merah tersebut. Bahkan menggigitnya kalau diperbolehkan empunya.


Namun karena Doni tahu jika pemilik pipi cabi tersebut tidak bakal memberikan izin dirinya untuk menciumnya, maka Doni mencubit kedua pipi bak apel malang tersebut dengan kedua tangannya hingga membuat empunya meringis kesakitan.


πŸ“πŸ“πŸ“


"Kok ke taman sich yang ... katanya mau ngajakin nonton?!" Khey bertanya heran dengan kedua alis mata saling bertaut.

__ADS_1


Setelah menyelesaikan acara dinner ringan mereka, kedua pasangan remaja ini memang melanjutkan acara malem minggunya.


Namun entah mengapa mobil Doni malah berhenti di taman kota, bukan membawa mereka ke bioskop seperti janjinya pada Khey sore tadi.


"Nyari oksigen gratis dulu, biar kagak engap. Bosen gue kalau pergi ke tempat - tempat rame kek gitu." Doni beralasan.


"Tapi kan elo udah janji ngajakin gue nonton malem ini yang ... lagian bisa buat cuci mata juga setelah enam hari kita di rumah aja disibukkan sama tugas sekolah." Khey mengingatkan dengan sedikit memelas.


"Nontonnya kapan - kapan aja, gue kepengen berduaan sama lo." ucap Doni sembari mengetikkan sesuatu pada ponsel pintarnya.


"Siapa sih ... perasaan dari tadi elo sibuk ngetik mulu deh ...." Khey kesal. Karena semenjak keluar dari resto yang mereka kunjungi Doni terlihat tidak menghentikan jemari tangannya mengetik pada layar datar 6 inchi di tangannya.


Doni menghela nafas pendek.


"Temen - temen basket gue, ngajakin nongkrong." sahut Doni setelah mengirimkan chatnya lalu memasukkan benda pipih 6 inchi tersebut ke dalam saku celananya.


"Beneran?!" Khey seakan tidak yakin dengan jawaban sang kekasih.


"Bener sayang ... turun yuk." Doni membuka pintu mobilnya untuk mengajak Khey segera turun. Doni tidak ingin memberikan kesempatan pada Khey untuk bertanya lebih banyak.


Khey mengangguk.


Kedua tangan mungilnya meraih gagang pintu mobil dan membukanya.


Doni yang telah keluar lebih dulu, berjalan memutari mobil depannya lalu meraih tangan Khey yang juga telah keluar dari dalam mobil.


Kedua pasangan dengan status pacaran itu berjalan beriringan dengan jemari tangan yang saling bertautan, serta berayun.


Khey memindai pemandangan taman kota yang di tumbuhi banyak tanaman hias serta lampu taman yang berderet rapi memberikan sinar terang pada taman hijau tersebut.


Heemmm ...


Khey menghirup oksigen dalam - dalam kemudian menghembuskannya secara perlahan.


Ternyata benar ucapan Doni sang kekasih, di sini dirinya dapat menghirup oksigen gratis sepuasnya.


Hidungnya terasa lega, nafasnya plong dan lagi otaknya berasa refresh.


Ternyata sesuatu hal yang sederhana seperti ini dapat membuatnya terasa ringan, seolah beban hidupnya yang merasa sepi dan hampa tanpa kehadiran sosok kedua orang tua yang dicintainya terangkat begitu saja.


Kedua orang tuanya memang selalu sibuk, tanpa mau peduli bahwa dirinya juga membutuhkan komunikasi serta interaksi antara satu sama lain. Meskipun kedua orang tuanya selalu saja beralasan bahwa mereka sibuk bekerja dengan embel - embel sayang terhadap keluarga terutama pada ketiga anaknya, nyatanya mereka selalu saja tidak ada waktu untuk sekedar bertanya kabar maupun makan bersama.


Sungguh orang tua yang egois, keluarga yang aneh menurut Khayyara.


"Suka kan?!" tanya Doni sembari menatap raut wajah terpejam Khey dari samping seolah gadis itu menikmati oksigen bebas yang dapat dia raup sepuasnya.


Khey membuka kedua bola matanya lalu menoleh pada asal suara di sisi kanannya.


"Suka." Khey mengangguk dengan tersenyum senang.

__ADS_1


"Lanjut jalan yuk ... gue tunjukin tempat yang bagus banget si sana." ajak Doni sambil menunjuk arah depan.


Khey pun kembali mengangguk lalu melajukan kaki jenjang berbalut celana jins panjang itu untuk mengikuti langkah kaki sang kekasih.


Setelah beberapa saat mereka berjalan bersama dengan bergandengan tangan, akhirnya sampailah mereka pada sebuah danau kecil yang berada agak masuk ke dalam taman kota.


Khey membuka matanya dengan lebar. Lagi - lagi hari ini Khey mendapatkan pemandangan yang memanjakan matanya.


Doni tersenyum melihat wajah sang kekasih yang melebarkan senyum berbinar senang.


"Gimana suka?" Doni bertanya seraya menoleh dan sedikit menunduk pada wajah sang kekasih.


"Suka ... suka banget malah." sahut Khey masih dengan tersenyum senang.


"Duduk situ yuk ...." Doni menunjuk pada bangku taman yang terletak pada pinggir danau.


"Tapi yang," Khey terlihat ragu untuk beranjak.


"Kenapa?"


"Gelap ... gak ada orang, takut." cicit Khey lirih sembari memindai keadaan sekitar yang memang remang - remang, karena lampu taman disekitar banyak yang mati.


"Gak usah takut, ada gue kan ....?!" ucap Doni menenangkan.


😍😍😍😍


...Selamat Hari Raya Idul Fitri...


...1442 H...


...Mohon Maaf Lahir dan Bathin...


...πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»...


...πŸ’πŸ’πŸ’...


My beloved readers, tengyu so much for :


Like πŸ‘πŸ»


Vote πŸ”–


Rate ⭐⭐⭐⭐⭐


Komen πŸ’‹


Tambahkan favorit ❀


Salam halu dari author yang narsis abishh πŸ’ƒπŸ»πŸ’ƒπŸ»πŸ’ƒπŸ»

__ADS_1


__ADS_2