Mendadak Nikah 2 (Married By Accident)

Mendadak Nikah 2 (Married By Accident)
MBA80


__ADS_3

"Don lepasin gue, sakit tau nggak... gue nggak bisa nafas." Khey dengan meronta, karena merasa bekapan Doni membuatnya tidak bisa bergerak dan kesusahan untuk bernafas.


"Gue nggak bakalan lepasin lo, sebelum lo janji gak bakalan kabur lagi dari gue." Doni memastikan, masih mengunci tubuh Khey dengan kedua tangannya. Doni tidak ingin kecolongan untuk yang kedua kalinya. Doni ingin Khey menjelaskan arti chatnya semalam yang meminta putus darinya.


"Iya, gue bakalan stay di sini. Tapi lepasin gue dulu." Khey menghentikan gerakan tubuhnya yang memberontak. Khey harus menuruti kemauan Doni agar masalahnya dengan sang ketos segera berakhir.


Perlahan kedua tangan Doni mengendur lalu melepas tubuh Khey dengan sempurna.


Heh... heh...


Khey menyibak rambut hitamnya ke belakang dengan berusaha mengatur nafasnya agar normal kembali.


Posisi Khey dan Doni saat ini sama sama berdiri dengan saling berhadapan, dengan jarak tentunya.


"Mau lo apa sekarang?" Khey ketus, tanpa mau memandang wajah tampan yang satu tahun lebih telah menemani harinya tersebut.


Khey merasa jijik memandang wajah tersebut, apalagi saat melihat wajah itu Khey kembali mengingat aksi ciuman dahsyat Doni dengan seorang gadis pada malam itu. Membuat Khey kecewa dan menorehkan luka di hatinya. Ternyata perangi Doni tidak seperti yang dibayangkan Khey selama ini.


Cowok tampan yang terkesan angkuh dan dingin tersebut ternyata sama saja dengan cowok playboy di luaran sana yang hanya mengedepankan nafsunya saja. Khey sadar jika penilaiannya terhadap Doni selama ini salah.


Doni menghembuskan nafas kasar.


"Kenapa lo minta putus lagi? Jelasin sama gue alasannya!" terdengar kemarahan dalam nada bicara Doni.


Khey memejamkan kedua mata sesaat, berusaha sekuat tenaga untuk tidak meluapkan kemarahannya pada Doni. Sedetik kemudian kembali membuka mata dan menghembuskan nafas pendek.


"Karena lo selingkuh dari gue." Khey menjawab tegas dengan berusaha menahan gemuruh di dadanya. Tidak mungkin Khey tidak merasakan sakit saat mengungkapkan kalimat tersebut.


Doni tersentak kaget mendengar pernyataan Khey, namun sebisa mungkin menutupi rasa kagetnya dari Khey. Agar gadis itu tidak mencurigainya.

__ADS_1


"Gue...selingkuh dari lo... siapa yang buat cerita itu sama lo..." Doni dengan mengernyit heran.


"Gak ada yang kasih tau gue." Khey dingin.


"Bagaimana bisa lo bilang gue selingkuh, lo masih curiga sama cewek yang gue peluk di gor waktu itu?" Doni berusaha menelisik pernyataan sang kekasih.


Doni sengaja tidak menyinggung tentang dia yang meninggalkan Khey saat berada di pesta ulang tahun Nina. Karena Doni telah memberikan alasan pada Khey melalui chat malam itu juga. Doni tetap menutupi keberadaannya dengan Bella malam itu.


"Nggak usah pura pura bodoh deh Don." Khey masih saja ketus. Khey sengaja mengganti panggilan sayangnya pada sang kekasih, calon mantan kekasih lebih tepatnya.


"Maksud lo apaan sih yang, gue nggak ngerti..." Doni berusaha tidak terpancing dengan ucapan Khey.


Khey mendengus.


"Cerita sama gue, kenapa lo ninggalin gue gitu aja waktu di ulang tahun Nina?" Khey dengan bersidekap dada, menatap sinis pada sang ketos tampan.


"Gue telfon lo, tapi lo nggak angkat telfon dari gue yang. Elo kek sengaja matiin handphone lo buat ngehindarin gue. Gue bener kan?" Semalam Doni memang menghubungi Khey namun Khey mengabaikannya dan memilih mematikan ponsel pintarnya.


Khey menarik salah satu sudut bibirnya, mencibir ucapan Doni yang malah memutar balikkan keadaan.


"Iya, gue sengaja matiin handphone gue. Karena gue gak mau lagi berurusan sama playboy kadal buntung kek elo lagi." Khey dengan mata yang memerah tanda marah.


"Yang... maksud lo dengan ngomongin gue playboy itu apa? Gue nggak selingkuh dari lo, sumpah..." Doni bahkan berani bersumpah untuk meyakinkan Khey.


"Simpan sumpah lo itu buat cewek lain Don, gue udah nggak percaya lagi sama lo." Khey dengan sudut mata yang menggenang. Rasa sakit di hatinya tidak dapat tertahan lagi, apalagi Doni dengan pedenya tidak mengakui kelakuan bejatnya.


"Gue nggak ada cewek lain selain lo yang, percaya sama gue."


"Don gue bukan gadis bodoh yang bisa lo bohongin terus menerus. Gue punya mata, gue bisa lihat elo ciuman sama cewek lain. Dan elo menikmatinya." ucap Khey dengan bibir yang bergetar.

__ADS_1


Ucapan Khey sontak membuat kedua bola mata Doni melebar. Doni tidak menyangka jika Khey melihat aksi mesumya dengan Bella semalam.


Akan tetapi bukan Doni namanya jika dia mengakui begitu saja perbuatannya semalam.


"Yang... itu semua nggak seperti yang lo lihat. Dia yang maksa gue dan narik gua keluar dari sana." Doni memberikan alasan agar Khey mempercayainya.


"Oh... cewek itu yang narik lo buat keluar, dan elo... dengan badan lo yang segede ini nurut gitu aja, nggak bisa nolak gitu...?" Khey dengan tatapan


meremehkan pada Doni. Khey memandang Doni dari ujung sepatu hingga ujung kepalanya berulang.


Khey tidak menyangka jika kekasih ketosnya yang terkenal pintar dan berwajah rupawan tersebut adalah playboy capa teri yang ternyata tidak berkelas saat memberikan alasan untuk membela diri.


"Yang... percaya sama gue, gue enggak bermaksud kek gitu. Di paksa gue..." Doni tetapa saja membela diri.


"Don... gue bukan cewek bodoh yah... Mana ada cowok yang berstatus punya pacar, lagi jalan sama ceweknya terus ngilang gitu aja sama cewek lain. Asyik ciuman bibir, dan nggak nolak malah menikmati. Gue punya mata Don... Gue nggak nyangka ternyata elo serendah itu..." Khey dengan bola mata yang berkilat marah, bulir bening yang membendung sudut matanya perlahan mengalir tanpa bisa Khey cegah.


"Sorry yang gue khilaf... lagian gue cowok normal, mana mungkin gue nggak terbawa arus saat cewek itu nyium gue brutal. Apalagi gue nggak pernah sekalipun dapat nyium lo..." Doni tetap membela diri dan berbalik menyalahkan Khey.


"Oh gitu... jadi elo pacaran agar supaya bisa memuaskan ***** lo aja. Dasar cowok bajingan lo Don. Gue mau hubungan kita berakhir sekarang, elo bebas sekarang. Kita sudah tidak punya hubungan lagi!!" putus Khey dengan beranjak pergi.


"Yang... nggak bisa gitu dong. Dengerin penjelasan gue dulu... " Doni kembali mencekal tangan Khey. Doni tidak ingin hubungannya dengan Khey berakhir begitu saja.


"Tidak ada yang perlu dijelasin lagi Don, gue udah tahu semuanya. Simpan saja bujuk rayumu buat cewek lain, gue. Gue... elo... kita sudah berakhir." Khey dengan tidak dapat membendung bulir bening yang mengalir deras membasahi kedua pipi pualamnya.


"Lepasin tangan gue..." Khey memohon.


"Nggak! Gue nggak izinin elo ninggalin gue!" Doni dengan mencekal kedua tangan Khey kuat. Membuat Khey pun meringis di sela isakannya.


😭😭😭😭

__ADS_1


__ADS_2