Mendadak Nikah 2 (Married By Accident)

Mendadak Nikah 2 (Married By Accident)
MBA 188


__ADS_3

"Rell... udah!"


Fabian memanggil sahabatnya dari dalam ruangan setelah merapikan pakaiannya dan juga pakaian Khayyara yang sebelumnya sangat berantakan.


Momen intimnya bersama Khayyara terpaksa harus ia tunda setelah terpergok Farrel beberapa saat lalu. Meski dalam hati Fabian mengumpat kesal namun dia memilih mengakhiri niat mesumnya karena Khey merasa tidak nyaman setelah kehadiran Farrel.


Sebelumnya Farrel tak sengaja memasuki ruangan tanpa mengetuk pintu lebih dulu, dia lupa akan keberadaan pasangan suami istri yang bisa saja melakukan adegan intim di ruangan tersebut.


Farrel hanya fokus untuk mengambil beberapa berkas yang hendak digunakan untuk melakukan orderan dengan suplier penyedia kebutuhan restoran.


Namun sayang saat Farrel membuka pintu dan melangkahkan kaki memasuki ruangan, matanya menemukan Fabian yang menindih tubuh Khey di atas sofa ruangan. Sofa panjang yang biasa Farrel gunakan untuk menerima tamu, baik itu suplier maupun kunjungan dari berbagai pihak yang menunjang kemajuan restoran.


Sontak Farrel memekik menyebut nama Fabian sebelum kembali keluar dan menutup pintu dengan teramat kesal.


Kedua mata lajangnya ternodai oleh aksi mesum pasangan suami isteri yang berumur tak jauh darinya tersebut.


Mulut Farrel tidak berhenti mengumpat setelah sampai di balik pintu. Dia tidak menyangka akan memergoki aksi mesum sahabatnya, padahal beberapa menit lalu keduanya terlihat bertengkar hebat.


"Ngapain di sini sih, hotel bapak lo kan bisa. Tinggal pilih yang suite biar dapet menikmati kasur yang empuk juga pemandangan indah. Dari pada sofa sempit kek gitu." Farrel menggerutu kesal dengan mencari berkas berkas yang ia butuhkan. Meski saat ini posisi Farrel tengah berhadapan dengan pasangan mesum di depannya, namun Farrel tidak berkeinginan untuk menatap sahabat dan istrinya tersebut. Farrel memilih menunduk, menyibukkan diri mencari berkas yang dibutuhkannya.


"Bini gue lagi pengen sensasi yang berbeda Rell, yang menantang katanya."


Sontak kalimat yang diucapkan Fabian itu membuat Khey yang semula duduk memunggungi Fabian karena malu pada Farrel segera membalik tubuhnya kasar.


"Gue nggak ngomong gitu Bi." Khey mengeram kesal, menyertainya dengan raut wajah yang terlihat ingin menelan Fabian hidup hidup.


Fabian hanya terkekeh. Mendorong bahu Khey agar kembali bersembunyi di balik pungungnya.


"Lama amat sih Rell, elo nyari apaan sih... Lo sengaja lama lama kan Rell..."


Sontak membuat Farrel mendelik tajam ke arah Fabian. Bisa bisanya Fabian mengucapkan kata yang terdengar mengejek tersebut. Padahal gara gara aksi mesum Fabian beberapa saat lalu lah yang menjadi penyebab Farrel tidak dapat menemukan berkas yang dibutuhkannya.


Bayangan mesum pasangan di depannya yang saling tindih tak mau hilang dari pelupuk mata Farrel. Membuat lelaki remaja itu tidak dapat berkonsentrasi untuk segera menemukan berkas berkas yang dibutuhkan.

__ADS_1


Bisa bisanya Fabian menuduhnya sengaja berlama lama di dalam ruangan yang masih menguarkan aroma percintaan pasangan suami isteri yang mencemari otak lajangnya.


"Sebaiknya elo pergi aja deh Bi, ajak bini lo kemana gitu. Kalian berdua menganggu konsentrasi gue bekerja." Usir Farrel pada sahabatnya. Farrel tidak ingin otaknya semakin tercemar.


"Elo ngusir kita Rell?"


"Iya. Kenapa? Nggak boleh? Nggak mau pergi?" Farrel dengan menatap Fabian menantang. Bukan maksud Farrel benar benar menantang pada pemilik restoran tempatnya bekerja tersebut. Melainkan Farrel benar benar merasa kesal padasahabat sekaligus bosnya tersebut.


"Lo pengen bulan depan nggak terima gaji?!" Fabian tidak sungguh sungguh mengancam karena dua sengaja mengerjai Farrel.


"Nggak papa gue ikhlas, habis itu gue daftar jadi ob di hotel ayah biar mata gue nggak tercemari aksi mesum lo berdua." Farrel dengan santai. Karena dia sangat tau jika Fabian hanya menjahilinya.


"Kalau gitu gue dengan senang hati nginep di sana dan minta lo buat ngeberesin bekas percintaan kita, iya kan yang..." Fabian meminta persetujuan pada Khey dengan kekehan jahil.


"Bi... bikin tambah malu aja sih." dengus Khey sebal dengan tingkah absurd sang suami.


"Sebaiknya kita pulang aja, daripada besok gue nggak punya muka lagi di depan Farrel." Khey setengah berbisik dengan menyembunyikan wajahnya dari Farrel. Khey benar benar sangat malu karena aksinya ditindih Fabian terpergok oleh Farrel.


"Tu Khey aja tau diri, kenapa lo nggak punya malu sih Bi." rupanya Farrel masih mendengar bukan Khey pada Fabian.


Bukannya marah, Fabian malah makin terkekeh.


"Bilang aja lo jadi pengen Rell. Ayo sayang kita pulang. Kasian Farrel, ntar jadi horny..." Fabian mengejek sahabatnya tanpa rasa bersalah sedikitpun.


"Sialan lo Bi..."


Umpat Farrel pada pasangan suami istri yang telah berlalu keluar dari ruangannya.


*


*


*

__ADS_1


"Elo jahat bnget sih Bi. Kasian Farrel tau nggak." ucap Khey saat keduanya tengah berada di dalam lift untuk turun.


"Ngapain kasian, itung itung gemblengan buat dia biar semangat nyusul kita." Fabian terkekeh santai.


"Nggak mungkin lah Farrel bakal nikah muda kek kita. Mereka nggak punya alasan seperti kita."


"Kenapa nggak bisa sayang... Farrel sana Rhea saling mencintai, itu cukup menjadi alasan buat mereka menikah."


"Nggak mungkinlah Bi, mereka masih pengen kuliah dan menata masa depan." sanggah Khey karena dua pernah membahas itu dengan Rhea sahabatnya.


"Itu bisa dijalani bareng bareng setelah menikah. Menikah bukan halangan untuk meraih masa,depan cerah sayang." Fabian menarik Khey keluar dari lift saat pintu terbuka.


"Loh bukannya kita mau pulang Bi?" Khey bingung saat baru turun satu lantai Fabian membawanya keluar lift. Padahal seharusnya masih dua lantai lagi untuk mencapai lantai dasar, dimana kendaraan Fabian terparkir di sana.


"Kita makan dulu, gue laper." Fabian berganti merengkuh pinggang Khey dengan posesif. Seolah menunjukkan bahwa Khey adalah miliknya. Khey menurut meski sebenarnya dia agak risih, jujur saja Khey belum terbiasa bersikap mesra dengan Fabian jika tengah berada di luar rumah.


Setelah beberapa langkah berjalan, Khey menghentikan langkahnya saat menemukan sosok Bella dan Doni duduk berhadapan dalam satu meja.


Detik berikutnya, melepaskan rangkulan tangan Fabian dan mengambil langkah lebar mendekati meja Bella dan Doni.


"Ra..."


Pekikan panggilan Fabian, Khey abaikan begitu saja. Gadis itu terlihat semakin mempercepat langkah kakinya hingga...


Plak...


Tangan kanan Khey telah mendarat pada pipi Bella tanpa aba aba.


Membuat Bella, Doni dan juga Fabian yang tengah menyusul Khey terbelalak kaget.


"Bi... bini lo ganas juga..." pelan Farrel tetiba telah di belakang tubuh Fabian.


😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2