Mendadak Nikah 2 (Married By Accident)

Mendadak Nikah 2 (Married By Accident)
MBA94


__ADS_3

"Kak... kakak mau bukain pintunya nggak?" lagi Septi berteriak. Dan tetap saja Khey kekeh dengan pendiriannya.


"Kalau kakak nggak mau bukain pintunya, kata kak Bian dia mau tidur di kamar Septi aja... Septi juga mau kok, nggak nolak dipeluk sama kak Bian!!!" Teriakan Septi sontak membuat kedua mata Fabian membola.


"Sept... elo gila... Gue gak ngomong gitu..." ucap Fabian dengan kedua mata melebar tidak menyangka akan kelakuan adik iparnya.


Septi terlihat tak acuh bahkan menyuruh Fabian diam dengan memberi tanda menutup mulut dengan jari telunjuk di depannya.


Ceklek...


Bunyi kunci pintu dibuka membuat Septi segera berlari memasuki kamarnya, menutup pintu kamarnya dengan rapat. Meninggalkan Fabian dengan wajah cengonya.


"Masuk..." Khey dengan nada memerintah muncul dari balik pintu kamar.


Fabian syok... menelan ludahnya kelat, seolah tak mampu mengeluarkan sepatah kata pun. Raut wajah Khey sungguh sangat tidak bersahabat. Sepertinya semua bakal makin runyam.


Entah Fabian harus kesal atau berterima kasih pada Septi. Yang pasti ide gila adik iparnya beberapa saat lalu mampu membuat Khey membukakan pintu untuknya.


"Arra... saiyang... ggue nggak..." Fabian dengan tersendat berusaha menjelaskan kondisi yang sebenarnya.


Namun ucapan Fabian dipotong Khey dengan cepat.


"Masuk nggak..." Khey melakukan pergerakan seolah hendak menutup pintu kamar kembali.


"Masuk dong yang..." Fabian segera melesat masuk sebelum Khey berubah pikiran kembali.


"Yang gue bisa jelasin..." Fabian saat keduanya telah berada di dalam kamar.


"Nggak usah. Gue udah tahu!" Khey ketus lalu membaringkan tubunya pada ranjang. Tak peduli dengan Fabian yang baru saja pulang. Padahal sebelumnya Khey selalu menyiapkan baju ganti untuk Fabian.


Kali ini Khey merasa sangat kesal, entah mengapa. Cemburu mungkin, Khey tidak tahu arti kekesalannya pada Fabian.


Tring...


Ponsel Fabian berbunyi menandakan adanya pesan masuk.


Septi


Berhasil kan


Fabian tersenyum setelah membaca pesan dari Septi.


Fabian


Iya masuk kamarnya berhasil


Tapi mode singa nya on


Fabian dengan memberikan emoticon tepok jidat pada pesannya.


Septi


Yang penting berhasil kan...


Selanjutnya tugas kakak buat


bikin singa betinanya jinak


Septi mengirimkan pesan dengan tertawa terbahak namun tanpa mengeluarkan suara. Tak lupa menyisipkan emoticon tertawa pada pesannya, seolah mengejek dan menertawai penderitaan Fabian.


Fabian


Tau nih


Tremor gue


Wajah kakak kek mau nelen gue idup idup


Septi


Yah baru segitu...


Cemen lo kak...


Kasih kissing korea ntar juga jinak


Fabian


Apaan tu kissing korea

__ADS_1


??


Septi


Ciuman pakek mulut


Gitu aja nggak tau


Nonton noh drakor biar pinter


kek gue....


wkwkwkkkkk


Fabian terkekeh kecil saat melihat balasan dari adek iparnya.


Njirrr bocah zaman sekarang emang hisshh... Fabian menggumam lirih dengan berdesis setelah membaca pesan Septi.


Fabian


Masih bocil lo


Nggak boleh nonton kek gitu


Septi


Generasi cyber mah bebas...


Udah cepetan jinakin itu singa betina


kagak usah bahas gue


Jangan lupa gocapnya ditunggu


hehehehe


Fabian


Duit aja lo cepet kagak lupa


Fabian membalas pesan Septi sembari mendaratkan bokongnya pada ranjang. Wajah tampannya tetap menyunggingkan senyum efek pesan yang dikirimkan adik iparnya. Ternyata Septi tak kalah jahil dari dirinya.


Sesaat Fabian melupakan keberadaan Khey yang memperhatikannya dengan memasang wajah masam.


Fabian sudah memiliki nomor rekening Septi saat pergi bersama beberapa hari lalu jadi dia tidak perlu menanyakannya lagi.


Belum sampai menutup aplikasi akun bank pada ponsel pintarnya terdengar teriakan Septi dari kamar sebelah.


"Kak Bian makasih... ini banyak banget, Septi jadi cinta dehhh. Kalau kak Ara nggak mau sama kak Bian, Septi siap nungguin dudamu..."


Teriakan Septi sontak membuat Fabian kaget, Khey pun tak kalah terkejut mendengarnya.


Perlahan kepala Fabian menoleh ke belakang.


Hek...


Khey menatapnya dengan sorot mata bak laser yang siap mengujamnya, menguliti hidup hidup tubuh Fabian.


"Apa maksudnya itu Bi??" Khey dengan melotot saat bertanya.


Fabian meringis saat mendapati pertanyaan Khey dengan sorot mata membunuhnya. Perlahan merutuki kejahilan Septi yang sepertinya sengaja melakukan itu.


Fabian harus berpikir cepat untuk segera menjinakkan singa betina yang siap menerkamnya tersebut.


"Jawab Bi..." Khey benar benar siap menelan Fabian hidup hidup.


"Hehehe... itu..."


Seett...


Tiba tiba Khey merampas ponsel pintar milik Fabian yang berada dalam gengaman tangan kanannya.


Dengan segera membuka ponsel milik Fabian.


Kedua mata Khey melebar dengan mulut menganga saat membaca notifikasi bahwa telah terkirim uang sejumlah lima juta rupiah dari rekening Fabian ke rekening Septi adik perempuannya.


"Bi... elo...?!" Khey menoleh ke arah Fabian seakan tidak percaya dengan penglihatannya.


Fabian hanya mampu terdiam, menggaruk belakang kepalanya meski tidak merasa gatal. Sepertinya memilih pasrah dengan apa yang akan dilakukan Khey padanya adalah pilihan yang terbaik saat ini.

__ADS_1


"Septi balikin duit gue!!" Khey berteriak karena Fabian hanya diam saja.


Bukan mengamuk pada Fabian, Khey memilih menyerang adik perempuannya yang tak kalah tengil dari suaminya


"Enggak... itu duit kak Bian bukan duit lo!" tanpa disangka Septi menyahut teriakan kakak perempuannya.


Khey yang sudah tersulut emosi, hatinya semakin memanas dan dia sudah tidak mau menahannya lagi. Segera beranjak dari ranjang hendak menemui adiknya, melabraknya mungkin.


Baru saja turun dari ranjang.


Grep...


Fabian mendekap kuat tubuh khey dari belakang.


Khey menoleh ke belakang dengan raut wajah kesal. "Bi..."


"Udah Ra... nggak usah dibuat masalah. Ikhlasin aja..."


"Maksud lo... gue harus ikhlas gitu, adek gue dapat duit lima juta dari elo." Khey dengan wajah garangnya.


"Ikhlasin aja kak... lo baik baikin tu suami lo biar elo dapat lebih dari gue..." Septi berucap kata dengan berteriak seolah tahu jika kakaknya tidak ikhlas jika suaminya memberi uang kepadanya.


"Denger tu kata Septi... bener dia."


Ucapan Fabian sontak membuat Khey segera membalik tubuhnya menghadap Fabian.


Kini posisinya keduanya saling berhadapan, masih dengan kedua tangan Fabian yang melingkar erat pada tubuh ramping Khey.


"Lima juta elo kasih ke Septi, sementara gue isteri lo... dan elo nyuruh gue ikhlas?! Yang bener aja Bi..." Khey merasa tidak terima dengan ucapan Fabian yang menyuruhnya merelakan transferan tersebut.


"Lima juta itu bukan lima ratus ribu. Elo bela belain jadi tukang parkir sampek malem, bisa ya elo ikhlas gitu aja..." Khey berucap kata dengan terengah, Khey tidak bisa menutupi kekesalannya.


"Elo nggak ikhlas duitnya atau elo cemburu sama Septi?"


Jleb...


Khey membeku sesaat.


Peka banget sih jadi orang... Khey merutuki Fabian dalam hati.


"Gue nggak ikhlas duitnya... Sorry ya gue nggak bakalan cemburu sama adek gue sendiri..." Khey membuang wajahnya dengan kesal. Menutupi rasa panas yang tetiba meyergap wajahnya, membuat wajah putih itu memerah karena malu.


"Yakin?!" Fabian menggoda dengan senyuman tengilnya.


"Nggak sekali enggak tetep enggak. Lagian ngapain gue cemburu, nggak ada alasannya..." Khey menepis tangan Fabian dari tubuhnya lalu berjalan kembali ke ranjang sebelum Fabian mengetahui isi hatinya yang sebenarnya.


Khey pun merebahkan tubuhnya di atas ranjang dengan posisi miring memunggungi Fabian untuk menetralkan detak jantungnya yang berdegub kencang.


Slep.


Tangan kekar Fabian menyusup tubuh Khey dari belakang.


"Gue suka kok kalau elo cemburu..." bisik Fabian di dekat telinga Khey.


Deru nafas hangat dari mulut Fabian membuat seluruh tubuh Khey menegang.


😍😍😍😍


...Welcome 2022...


...Happy New Year...


...My Beloved Readers...


...πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰...


...πŸŽ†πŸŽ†πŸŽ†πŸŽ†πŸŽ†πŸŽ†πŸŽ†...


...πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰...


Sejenak mari kita panjatkan puji syukur kepada Allah SWT yang telah menganugerahi kita semua kesehatan, kebahagiaan serta umur panjang sehingga kita masih dipertemukan lagi di tahun 2022.


Semoga kita semua mendapat kemuliaan dipermudah rezekinya serta senantiasa dikelilingi oleh berkah dan barokah dari sang maha pencipta Aamiin...


Tank's a lot untuk para readers yang sudah setia mantengin karya receh othor....


Kritik saran, gemes emes sampai yang julid othor tetap berucap tengkiyu so much...


Tanpa kalian semua othor mah gak ada jejak ceritanya

__ADS_1


muaaaaaacccchhhhhhhh


❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀


__ADS_2