
Bella segera berdiri dari duduknya seraya memegangi pipi bekas tamparan Khey dengan sorot mata marah pada Khayyara.
"Apa yang elo lakukan hah..." Bella dengan berteriak serta mengiringinya dengan tatapan nyalang pada Khey.
Sebuah reaksi yang lumrah karena disaat sedang asyik menikmati makan siang bersama sang kekasih tiba tiba saja wajahnya di tampar oleh Khey tanpa sebab.
Bukannya menjawab, Khey kembali mendaratkan kelima jemarinya pada pipi Bella yang lain dengan lebih kuat. Hingga membuat wajah Bella menoleh ke arah sebaliknya.
"Khey!" pekik Doni dengan beranjak dari duduknya.
"Elo apa apaan sih." lanjut Doni tak terima akan tamparan yang Khey berikan pada Bella. Apalagi tamparan itu hingga dua kali mendarat pada pipi kekasihnya.
"Sayang sakit" lirih Bella dengan menggelayut lengan Doni manja. Satu tangannya memegang pipi bekas tampar Khey yang terakhir.
Doni pun mengusap lembut pada bekas tamparan Khey di pipi sang kekasih. Kemudian kembali mengalihkan pandangan pada Khey.
"Cuihh... dasar rubah." Khey berdecih melipat tangan di depan dada. Tidak ada rasa sakit atau cemburu saat Doni menunjukkan kemesraan di depan matanya. Karena memang Khey sudah tidak memiliki rasa pada lelaki itu.
"Maksud lo apa nampar cewek gue hah?" Doni dengan nada tinggi tak terima.
"Itu nggak seberapa dibandingkan dengan perbuatan yang ia lakukan sama suami gue." Khey tak kalah meninggi. Khey sudah tidak peduli lagi jika saat ini banyak pasang mata pengunjung restoran yang memperhatikan pertengkarannya dengan Doni dan Bella.
Kening Doni sedikit mengerut saat mendengar ucapan Khey. Awalnya Doni menyangka jika Khey tengah cemburu kepadanya. Nyatanya tidak, kalu tidak salah dengar Khey menyebut kata suami beberapa saat lalu. Namun Doni berfikir jika ia salah dengar. Dalam hati bertanya tanya apa yang sebenarnya menjadi alasan Khey menampar kekasihnya. Karena selama ini Doni berfikir jika Bella dan Khey seharusnya tidak saling mengenal.
Fabian yang tengah berdiri tak jauh di belakang Khey dengan Farrel, berusaha menahan diri untuk tidak mendekat dan ikut campur.
Fabian memilih diam bukan karena tidak gentle atau tidak peduli pada Khey. Namun dia ingin tahu apa maksud Khey mendaratkan kelima jarinya pada pipi Bella. Dan juga melihat keberanian gadis bar bar itu menyelesaikan masalah yang telah dibuatnya.
Fabian sangat tahu jika Khey memiliki alasan kuat saat menampar Bella.
"Lo nggak ada niatan buat misahin mereka Bi..." lirih Farrel dari belakang punggung Fabian.
Fabian menggeleng.
"Biarin Ara meluapkan emosinya Rell." ucap Fabian terdengar sangat santai. Tidak ada sedikit pun nada khawatir dalam ucapannya.
Farrel mengernyit bingung, kemudian setelahnya mengikuti pandangan mata Fabian yang tak putus pada ketiga sosok yang tengah beradu mulut di depannya.
"Maksud omongan lo apa Khey, apa yang dia lakukan sama lo?" Doni masih dengan nada tinggi. Bahkan lelaki itu terlihat menjadi tameng untuk kekasihnya yang menyembunyikan diri di balik punggung Doni.
"Hey rubah... jawab pertanyaan cowok lo. Kasih tau dia apa yang telah elo lakuin ke gue dan juga suami gue." Hardik Khey pada Bella.
__ADS_1
"Gue nggak ngerti maksud lo." Bella dari belakang punggung Doni dengan tubuh yang terlihat gemetar.
"Nggak usah pura pura lupa deh lo. Gara gara elo, suami gue babak belur." Khey masih dengan nada emosi di dalamnya.
"Tuttunggu... tunggu... apa tadi yang lo bilang Khey... Elo sama suami llo.. Gue nggak salah denger kan?!" Doni memastikan jika pendengarannya tidak salah. Karena telah tiga kali Khey mengucapkan kata suami gue.
"Nggak." jawab Khey singkat
"Memangnya lo udah nikah?" Doni dengan tatapan meyelidik tak percaya.
"Nagapin gue ngadi ngadi, gue bukan pembohong seperti lo." sinis Khey pada Doni.
Doni tersenyum remeh.
"Siapa dia? Siapa cowok bodoh yang mau nikahin cewek barbar seperti kamu?"
Doni tidak yakin jika Khey bisa mendapatkan lelaki yang lebih baik darinya. Karena Doni sangat paham dengan tingkah barbar gadis manja di depannya.
"Tanya cewek lo." sahut Khey beralih menatap Bella yang seketika itu mendelik mendengar Khey mengarahkan jawaban kepadanya.
"Sayang... kamu kenal?" seketika Doni berubah lembut saat bertanya pada Bella. Membuat Khey berdecih.
"Elo?!"
Doni dengan terbelalak saat mengetahui Fabian yang menikahi mantan kekasihnya.
"Iya, kenapa?" Tatap datar Fabian.
"Heh... gue nggak nyangka... Tapi cocok sih, kalian sama sama orang buangan." Doni semakin meremehkan Khey dan Fabian. "Yang cewek bekas gue, yang laki buangan cewek gue. Hehehe...." lanjut Doni dengan terkekeh mengejek.
"Lebih baik gue jadi cewek buangan tapi punya harga diri, daripada cewek lo yang tidak punya harga diri. Mau maunya digrepe ***** sampek mbelendung, padahal belum nikah. Pakek ngaku ngaku suami gue jadi bapaknya lagi." Khey dengan tajam ke arah Bella.
Wajah Doni terlihat mengeras.
"Jangan asal tuduh lo." Doni dengan tatapan tidak suka pada Khey.
"Gue nggak nuduh, gue ngomong apa adanya. Tanya tu sama cewek lo, orangnya ada kan?!"
Mendengar kalimat yang dilontarkan Khey, membuat Doni menolehkan kepala pada gadis yang berdiri menggelayut lengannya.
Bella menggeleng cepat.
__ADS_1
"Nggak usah ngeles lo, ngaku aja." timpal Khey cepat.
"Nggak yang... gue enggak..."
"Ck... dasar rubah licik berbulu domba. Elo juga kan yang sengaja ngirim foto foto lo sama Fabian buat bikin gue panas." nyalak Khey saat mendapati reaksi Bella yang mengelak dari perbuatannya.
Lagi lagi Doni memberikan tatapan bertanya pada Bella kekasihnya.
Dan Bella tetap mengelak dengan menggelengkan kepala.
"Udah jujur aja lo, daripada gue yang bongkar, malu kan lo..."
"Yang..." Doni masih dengan tatapan tertuju pada kekasihnya.
"Ggue...."
"Elo sengaja kan menggunakan perut bunting lo buat ngedapetin suami gue..." tuduh Khey pada Bella.
"Enggak ngapain gue melakukan itu..." sanggah Bella pada tuduhan Khey kepadanya.
"Masih aja lo nggak mau ngaku, mau gue lebih perjelas lagi kalau lo melakukan itu dengan tujuan untuk menjebak Fabian buat menikahi lo dan mendepak dia karena lo tahu Fabian lebih tajir dari dia." Khey dengan menunjuk Doni saat berbicara.
"Engggakk... gue nggak gitu yang..."
"Cih... malah syuting azab..." Khey dengan membuka tas selempangnya, meraih ponselnya dari sana lalu menunjukan nomor Bella yang telah mengirimi banyak foto kebersamaan nya dengan Fabian di depan wajah Doni.
Tubuh Bella pun semakin gemetar dengan wajah pias.
"Masih mau ngelak lo..."
"Yang gue nggak nyangka lo ngelakuin ini, elo tau kan alasan gue ngedeketin dia?" Doni dengan tatapan tak percaya pada kekasihnya. Doni berkata seperti itu karena dia telah mengatakan dengan jujur kenapa Doni bisa berselingkuh dari Bella.
"Elo berdua emang cocok. Rubah dapat serigala, sama sama licik. Ayok sayang kita pulang."
Khey mengelayut tangan Fabian dan menarik tangan kekar sang suami untuk mengikutinya setelah mengejek Bella dan Doni.
Farrel pun tak lupa ikut pergi dari sana.
"Gue nggak nyangka elo bisa sepicik itu Bell...." Doni dengan rahang mengeras kemudian meninggalkan Bella begitu saja.
ππππ
__ADS_1