Mendadak Nikah 2 (Married By Accident)

Mendadak Nikah 2 (Married By Accident)
MBA49


__ADS_3

Cairan bening itu tidak berhenti mengalir membasahi kedua pipi putih bak pualam seorang Khayyara, hingga isakan lirih lolos dari bibirnya. Siapapun yang mendengarnya pasti akan merasakan kesakitan di dalamnya.


Khey memukul mukul pelan dadanya yang terasa sesak, tidak menyangka jika diabaikan oleh Fabian tengil rasanya akan sesakit ini.


Bahkan saat Khey memergoki Doni berpelukan dengan cewek lain beberapa hari kemarin Khey tidak merasakan hal itu. Kenapa hanya karena Fabian tidak menuruti keinginannya untuk pulang bersama malah membuatnya tidak dapat menahan air matanya. Sungguh hatinya merasa diobrak abrik saat ini.


Apa yang sesungguhnya terjadi pada dirinya.... Khey pun tidak dapat memahami isi di hatinya.


"Tadi pacarnya ya non?" Tetiba bapak pengemudi menginterupsi Khey yang masih terisak.


Khey mengangguk tanpa berucap kata, namun sang pengemudi dapat menangkap gerakan kepala Khey dari kaca mobil di depannya.


Khey tidak ragu mengangguk mengiyakan karena Fabian memang benar adalah kekasihnya, kekasih halalnya.... iya bukan?! Jadi tidak salah kan kalau dirinya mengakui Fabian sebagai pacarnya kepada sang pengemudi grab yang sudah berumur tersebut.


Entah mengapa Khey merasa nyaman saja berbicara dan mengakui hal itu kepada pengemudi tersebut.


"Pacarnya ganteng non."


Khey pun mau tak mau tersenyum tipis, walaupun bulir bening masih saja setia melewati pipi pualamnya. Dalam hati membenarkan ucapan pengemudi berumur tersebut.


Entah mengapa hari ini suami tengilnya itu memang terlihat amat sangat tampan, tampan yang sempurna menurut Khey.


Tidak tidak hanya dirinya saja yang mengakui hal itu, bahkan hampir seluruh penonton pertandingan basket pun mengakuinya. Dan satu lagi jangan lupakan kedua sahabatnya yang biasanya sebal dengan Fabian tengil, keduanya pun mengakui ketampanan Fabian tengil yang mengalahkan Doni ketua osis SMU Gama.


Khey mengusap pipi basahnya dengan telapak tangannya, dan gerakan itu terlihat oleh sang pengemudi di depannya.


"Ini non..." pengemudi tersebut mengulurkan kotak tisu ke belakang, dimana Khey duduk.


"Terima kasih pak" Khey sembari menerima kotak tisu tersebut, lalu mengambil beberapa lembar dan mengusapnya pada pipi basahnya.


"Enon sama masnya putus?" Tetiba sang pengemudi bertanya kembali, seolah kepo dengan Khey yang menangis.


Khey menggeleng.


"Enggak pak." sahut Khey dengan suara seraknya.


"Kenapa menangis non, masnya tadi seperti sayang banget sama non."

__ADS_1


"Ah... bapak bisa aja. Kalau sayang gak bakal bikin pacarnya nangis kan pak..." Khey dengan senyum getir.


"Tapi beneran keliatan sayang lo non, buktinya masih mau pesenin grab buat enon. Sempat nungguin juga." pengemudi itu merasa yakin karena interaksi pasangan remaja itu terlihat tidak biasa, apalagi saat ekor matanya mendapati Fabian yang masih tak beranjak dari tempatnya saat beliau menjalankan mobilnya meninggalkan tubuh jangkung tersebut.


Lagi Khey tersenyum samar.


"Lagi ribut?" pengemudi paruh baya tersebut kembali bertanya.


"Iya." Khey mengangguk.


Boleh kan kalau Khey menganggap jika dirinya sedang ribut dengan kekasih halalnya. Toh kenyataannya, hatinya memang meributkan sikap Fabian yang seolah abai kepadanya.


Padahal Khey hanya menginginkan waktu Fabian untuk pulang bersamanya dan berbagi banyak cerita atas keberhasilannya membawa tim basket sekolahnya menjadi juara.


Khey sungguh tidak menyangka akan hal itu.


Bagaimana sosok tengil suaminya itu memiliki kemampuan bermain basket yang tidak bisa diragukan lagi. Khey dapat melihat dengan jelas bagaimana perform Fabian saat saling berebut bola bundar oranye itu hingga berhasil memasukkannya ke dalam ring.


Fabian bermain basket layaknya, pemain basket profesional. Tapi kenapa selama ini sosok tengil itu seolah menyembunyikan kemampuannya, bukankah dengan kemampuannya tersebut seharusnya dia bisa bergabung dengan tim basket sekolahnya.


Dan jika saja suami tengilnya itu bergabung dalam tim basket sekolahnya, sudah dapat dipastikan akan menggeser kedudukan Doni sebagai ketua tim basket, Khey yakin akan hal itu.


Khey menggelengkan kepala berulang, mencoba mengusir pikiran yang sempat berkelebat menghampiri otaknya.


"Lagi ribut saja mesra, pasti masnya sayang banget sama non..." ucap pengemudi tersebut karena beliau memang sempat melihat saat Fabian mencium kening Khey. Bukan maksud mengintai, akan tetapi memang pengemudi tersebut menangkap kejadian itu tanpa sengaja.


"Ah bapak bisa aja." membuat Khey tersenyum tipis dengan rasa hangat yang menjalar pada kedua pipi pualamnya. Khey sedikit mengingat Fabian saat mencium kening walau hanya singkat. Entah mengapa walau hanya ciuman singkat pada keningnya namun Khey merasa jika ciuman itu terkesan dalam baginya.


"Dalam sebuah hubungan itu kesalahpahaman biasa terjadi non. Apalagi laki laki itu banyak yang nggak peka."


"Maksud bapak?" Lagi lagi entah mengapa Khey merasa nyaman saat berbicara dengan pengemudi grab yang sudah berumur tersebut.


"Kaum lelaki itu berfikir dengan logika non, bukan dengan hatinya. Jadi kalau non memiliki keinginan dan menyampaikannya hanya dengan tanda tanpa menjelaskan dengan detil, kaum lelaki itu gak bakal paham non. Termasuk bapak jugak. Isteri bapak saja sering marah kalau bapak tidak ngeh dengan maksudnya."


"Maksudnya bapak gimana ya?" Khey terdengar menuntut penjelasan.


"Contoh kecilnya ya non, kami lelaki itu kalau bertanya, mau makan apa terus dapat jawaban terserah ya kita bakal ngasih apa aja tanpa peduli kesukaannya apa, yang tidak disukai apa. Yang penting makan ya makan aja. Nah sedangkan kalau perempuan saat ngomong terserah itu, mereka sudah membayangkan bakalan dibawa ke tempat yang romantis, atau diajak restoran favoritnya atau setidaknya diajak ke tempat makan yang menyediakan menu kesukaanya. Pokoknya bayangan perempuan itu sudah indah aja..." pengiriman tersebut terkekeh kecil.

__ADS_1


"Pokoknya ya non, kalau ngomong sama kaum lelaki itu harus jelas, lugas, jangan berbelit belit enggak usah pakek bahasa isyarat segala... biar lelakinya ngerti." Masih dengan kekehan.


"Ah bapak bisa aja..." Mau tak mau Khey pun terkekeh kecil, melupakan sejenak kejadian beberapa saat lalu yang sempat membuat hatinya seakan koyak.


Obrolan ringan dengan pengemudi paruh baya tersebut sedikit mengobati rasa sedihnya.


Jika saat ini Khey telah mendapatkan obat untuk luka tidak berdarahnya karena ternyata Fabian tega mengabaikan keinginannya, berbeda dengan Fabian.


Cowok bertubuh jangkung, berkulit putih dan memiliki wajah baby face tersebut memilih tidak beranjak dari tempatnya berdiri, setelah melepas kepergian sang kekasih halal.


Fabian menatap kepergian grab pesanannya yang telah membawa Khey menjauh untuk mengantarkan gadis itu pulang, hingga mobil itu menghilang dari pandangan matanya.


"Sorry Ra... Gue lakukan ini demi kebaikan lo." bibir tipis itu menggumam lirih dengan tidak menyurutkan padangannya ke arah mobil yang telah menghilang tertutup kendaraan di belakangnya.


Sesungguhnya Fabian tau benar jika Khey mengharapkan dirinya pulang bersama dengan gadis itu, meskipun Fabian tidak tahu alasan pastinya hingga membuat gadis barbarnya itu terlihat sangat ingin pulang bersamanya.


Sesungguhnya alasannya akan merayakan kemenangan bersama teman teman basketnya bukanlah alasan mutlak. Fabian bisa saja tidak bergabung bersama mereka dan mengantarkan isterinya pulang.


Namun Fabian juga mempunyai alasan tersendiri saat memutuskan memilih mengabaikan gadis itu. Dan membiarkan gadis itu pulang sendiri.


Fabian ingin Khey berfikir dan memahami hatinya sendiri, mengingat gadis itu sudah berstatus sebagai isterinya. Fabian ingin Khey menyadari jika status pernikahannya bukanlah main main. Biarlah gadis itu belajar menempatkan diri sebagai seorang isteri dan menyadari perasaannya tanpa paksaan maupun campur tangan darinya. Hingga suatu saat nanti hati Khey perlahan menujunya tanpa Fabian memaksa.


Fabian memilih menyadarkan istri barbarnya dengan cara lain, tanpa memaksa maupun menuntut gadis itu untuk mencintainya. Biarlah semuanya mengalir mengikuti alur yang sudah Tuhan tetapkan untuknya dan Khayyara.


😍😍😍😍


My beloved readers, tengyu so much for :


Like πŸ‘πŸ»


Vote πŸ”–


Rate ⭐⭐⭐⭐⭐


Komen πŸ’‹


Tambahkan favorit ❀

__ADS_1


Salam halu dari author yang narsis abishh πŸ’ƒπŸ»πŸ’ƒπŸ»πŸ’ƒπŸ»


__ADS_2