Mendadak Nikah 2 (Married By Accident)

Mendadak Nikah 2 (Married By Accident)
MBA84


__ADS_3

"Khey..." Fabian dengan merapatkan tubuhnya pada Khayyara.


Khey pun menoleh ke arah Fabian.


Cup...


Kedua mata Khey membola saat Fabian mendaratkan bibir tebalnya pada pipi gembulnya. Jantungnya seolah berhenti berdetak.


Jackson, Alya dan Rhea tak kalah terkejut.


Mereka bertiga melongo tak percaya saat melihat aksi Fabian yang berani mencium pipi Khey di hadapan mereka. Hanya Farrel yang terlihat biasa, karena dirinya sudah pernah melihat yang lebih dari itu sebelumnya.


Belum selesai akan keterkejutan tersebut. Dengan cueknya Fabian langsung berdiri dari duduknya, berdiri di belakang punggung Khey. Membungkukkan setengah tubuhnya dan memiringkan ke sisi tubuh Khey yang lain dengan telunjuk yang menyentuh pipi sebelah kanan Khey.


Khey pun menoleh, dan sekali lagi...


Cup...


Kali ini pipi sisi kanan Khey yang mendapat ciuman bibir dari Fabian.


Belum hilang rasa terkejutnya, Khey harus dihadapkan dengan ciuman Fabian yang berulang pada pipi kanannya.


Kali ini bukan hanya jantungnya yang berhenti berdetak, melainkan seluruh tubuhnya terasa mati rasa seolah berhenti bernafas. Waktu seolah berhenti, hingga tubuh dan otaknya ikut membeku.


Dengan santai Fabian kembali duduk ke tempat duduknya semula.


"Yang lo maksud gercep kek gitu kan Jack..." Fabian dengan senyum tengil tanpa peduli dengan wajah Khey yang merona merah menahan malu serta tubuh yang menegang sempurna.


Bagaimana Khey tidak malu jika Fabian menciumnya di depan teman temannya dengan santai. Meskipun ini bukan ciuman yang pertama dari Fabian, namun tetap saja saat ini mereka berada di sekolah.


"Gila lo Fab... sejak kapan lo jadi tukang sosor kek gitu..." Jackson berucap dengan mulut toanya.


"Elo kan yang minta..." Fabian tetap saja santai dengan senyum tengilnya.


Farrel tersenyum tipis dengan tidak berhenti menggelengkan kepala berulang.


"Cari mati dia..." gumam Farrel dalam hati. Farrel pun tidak mengetahui jika saat ini Khey sudah berpisah dengan sang ketua osis.


"Ya tapi kan nggak..." Jackson tak dapat berkata kata dengan aksi Fabian barusan. Dirinya hanya bisa menggelengkan kepala dengan mulut yang menganga.


Meskipun Jackson tahu Fabian adalah sosok yang tengil bin jahil namun dirinya tidak menyangka jika Fabian bakal seberani itu. Apalagi menurut pengetahuannya Khey adalah pacar sang ketos Doni.


"Temen lo tu Rell... udah sinting dia..." ucap Jackson sembari memiringkan telunjuk di keningnya.


"Temen lo jugak..." Farrel santai.

__ADS_1


"Khey... elo nggak papa kan?" Alya dan Rhea hampir serempak saat mendapati raut wajah syok sahabatnya. Apalagi Khey masih terlihat membeku akibat keterkejutannya.


"Khey..." Kali ini Rhea dengan menggoyang telapak tangan Khey yang berada di atas meja.


Khey terlihat tergagap.


"Eh iya..." sahut Khey seperti orang linglung.


"Elo nggak papa kan?" sekali lagi Rhea bertanya .


"Eh, ah... iya gue nggak papa kok." Khey sedikit terbata karena merasa canggung dengan ulah Fabian.


"Bian tanggung jawab lo, udah bikin cewek orang linglung kek gitu... Ntar dia nagis, ngadu sama pak ketos tau rasa lo..." Jackson.


Fabian pun menoleh ke arah Khey, untuk melihatnya. Khey memang terlihat membeku. Bahkan pipinya masih sedikit menggembung, sepertinya Khey benar benar linglung. Namun menurut Fabian, Khey terlihat menggemaskan.


Melihat hal itu bukannya menghentikan aksinya pada sang isteri, Fabian malah kembali merapatkan tubuhnya dengan wajah mengunci sudut bibir Khey yang menyisakan lelehan coklat.


Cup...


Fabian mengecup sudut bibir tersebut dengan singkat, menghapus sisi lelehan coklat yang masih tertinggal di sana.


"Fabian!!!" seru Alya, Rhea serta Jackson hampir serempak.


Khey melotot. Tiba tiba jantungnya berdetak kencang, udara di sekitarnya terasa panas. Ingin rasanya menabok wajah tengil suaminya, namun apalah daya tangannya tak mampu berayun.


"Bian... elo cium cewek orang bro..." seru Jackson dengan menoleh ke kanan dan ke kiri. Beruntung di sana hanya ada segelintir murid yang lain, itu pun murid laki laki. Setidaknya lidah cowok tidak selemas lidah cewek.


Fabian tetap cuek. Tersenyum manis dengan tetap memandangi wajah Khey tanpa sedikit pun rasa bersalah.


"Fabian lo gila!!" kali ini Rhea yang berseru.


"Nggak usah pada ribut ngapa, orang yang gue cium nggak papa kok. Iya kan say..." Fabian dengan mengerlingkan salah satu kelopak matanya pada Khey.


Khey hanya mampu mengeram, tidak merespon maupun menyahuti Fabian tengil.


"Khey elo sama Fabian? Terus Doni...?" Rhea dengan membekap mulutnya dengan tangan.


"Khey single so nggak papa kan kalau gue gercep sama dia, dari pada keburu ada yang deketin." Fabian masih dengan memandang Khey dengan wajah tengilnya.


"Elo sama Doni...??" Alya memberi tanda sebuah hubungan yang berakhir dengan tangannya.


Khey mengangguk pelan.


"Good girl..." seru Alya dan Rhea bersamaan dengan mengacungkan kedua ibu jari mereka.

__ADS_1


Khey mengerutkan kening, memandang aneh pada kedua sahabatnya.


"Segitu bahagianya mereka denger gue putus dari Doni." ucap Khey dalam hati.


"So kalian berdua jadian nih ceritanya?" tanya Jackson terdengar menyelidik.


"Enggak..." Khey.


"Iya..." Fabian.


Jawaban keduanya serempak meskipun berbeda jawaban. Hal itu membuat Kedua sahabat Khey dan Jackson saling pandang, kecuali Farrel.


"Rel... lo bisa jelasin nggak?" Jackson ke arah Farrel yang sedari tadi terlihat santai, seolah hubungan aneh antara Khey dan Fabian merupakan hal yang sudah diketahuinya.


"Ngapain minta penjelasan ke gue... noh tanya tersangkanya. Di depan elo kan...?!" Farrel mengarahkan pandangan pada Khey dan Fabian.


Jackson pun memalingkan wajahke arah Khey yang masih terlihat canggung dan Fabian yang tetap saja santai dengan senyum tengilnya.


"Kita emang pacaran... iya kan say..." ucap Fabian setelah mendapatkan pandangan Jackson yang seolah meminta penjelasan darinya.


Khey mendelik tanpa mampu bersuara. Di satu sisi dia berstatus suami isteri dengan Fabian tengil, di sisi yang lain Khey merasa masih terlalu awal untuk memproklamirkan hubungannya dengan Fabian. Mengingat dirinya baru saja putus dari Doni kemarin.


"Nggak usah di jawab, gue tau kok elo masih malu malu mau..." Fabian dengan kekehan.


"Auw..." teriak Fabian dengan meringis karena dengan segera Khey memberikan cubitan pada pahanya.


Flashback kemarin...


"Kalau gitu gue boleh dong cari cowok lagi Bi?"


"Maksud lo?" Fabian melihat Khey dengan sorot mata yang terbuka lebar. Melotot tepat ke arah manik mata Khey tepatnya.


"Gue boleh kan cari cowok lagi buat ngelupain Doni?" Khey dengan polosnya bertanya seraya mengerjapkan kedua matanya pelan.


Pletak...


Fabian dengan sengaja menyentil kening Khey lumayan keras setelah gadis itu mengakhiri kata tanyanya.


Khey mengusap keningnya dengan bibir mengerucut. "Sakit tau Bi..."


"Makanya kalau ngomong jangan asal. Elo tu udah punya suami, ngapain cari cowok lain lagi...." Fabian dengan tegas.


"Ya kan ini masa remaja gue Bi... Masak berakhir jomblo. Sayang kan cewek secantik gue dianggurin..." Khey dengan tanpa dosa sembari mengusap keningnya yang habis disentil Fabian tengil.


"Elo nggak nganggur. Ada gue yang bakal bikin lo kerja lembur tiap malem..." Fabian menyahut dengan seenaknya.

__ADS_1


"Bian... elo ngeselin!" Khey dengan tidak berhenti memukul dada bidang Fabian tengil.


😍😍😍😍


__ADS_2