Mendadak Nikah 2 (Married By Accident)

Mendadak Nikah 2 (Married By Accident)
MBA35


__ADS_3

FLASHBACK ON....


Braakk...


Fabian keluar kamar dengan membanting pintu cukup keras. Tubuh lelahnya seakan membuatnya tidak dapat menahan emosi yang membakar otaknya hingga ubun ubun akibat tingkah polah dan ucapan Khey yang di luar batas menurut Fabian.


Huh...


Fabian menghembuskan nafas kasar dengan menyandarkan tubuh jangkungnya pada dinding samping pintu kamar milik Khey.


Kemudian terlihat menghirup oksigen dalam lalu mengeluarkannya secara perlahan begitu berulang kali untuk membuang emosi yang masih bersemayam di otaknya.


Beberapa saat Fabian melakukannya hingga pendengarannya menangkap isak tangis dari dalam kamar yang sudah dapat dipastikan bahwa Khey sedang menangis sekarang.


Suara tangisan itu begitu menyayat hati Fabian. Fabian pun dengan sengaja menempelkan telinganya untuk mendengar suara tangisan yang disertai dengan ungkapkan rasa marah Khey tersebut.


Fabian mulai menyesali tindakan kasar yang sempat dilakukan olehnya beberapa saat lalu tersebut.


"Sorry Khey bukan maksud gue untuk menyerang lo tadi..." gumam Fabian lirih dengan masih bersandar pada dinding luat kamar.


Beberapa saat berdiri di sana Fabian merasa lelah, karena seharian memang tubuhnya belum merasakan istirahat.


Ingin kembali ke kamar, takut Khey masih emosi dan mereka akan bertengkar lagi. Akhirnya Fabian memilih menuruni tangga untuk menuju kamar tamu yang letaknya di bawah.


Setelah kedua kaki Fabian menginjak lantai bawah Fabian membelokkan tubuhnya ke dapur untuk mengambil minum. Dengan segera dirinya mengambil gelas lalu menuangkan air mineral dan segera meminumnya untuk membasahi kerongkongannya yang terada kering.


Setelah selesai Fabian pun kembali beranjak untuk meneruskan niatnya maengistirahatkan tubuhnya di kamar tamu.


Namun baru saja beberapa langkah, Fabian mendapati kedua mertuanya terlihat sedang berdebat. Bukan, bukan berdebat melainkan sedang bertengkar. Sepertinya mereka sudah bertengkar sejak beberapa saat lalu.


Fabian pun memilih menyembunyikan tubuhnya di balik tembok yang tidak dapat terlihat oleh kedua mertuanya. Bukan maksud Fabian untuk menguping namun dirinya tidak ingin membuat kedua orang tua dari Khayyara tersebut tidak nyaman nantinya.


Namun karena posisinya yang tidak terlalu jauh dan kondisi malan yang yelah larut bahkan telah menjelang pagi. Maka Fabian pun dapat menangkap pertengkaran mereka dengan jelas.


Entah benar ataupun tidak, ternyata kondisi hubungan rumah tangga kedua orang tua Khey sedang tidak sehat. Hal itu Fabian duga dari pertengkaran mereka yang menyebut sebuah fakta perselingkuhan. Entah benar ataupun tidak, fakta ini yang membuat Fabian kembali menyesali tindakannya memaksa Khey beberapa saat lalu.

__ADS_1


Fabian tidak bisa membayangkan jika Khey mendengar ataupun melihat hubungan orang tuanya yang tidak baik baik saja.


Beberapa saat Fabian menunggu, akhirnya pertengkaran kedua mertuanya berakhir dengan papa mertuanya memasuki kamar tamu yang hendak Fabian tuju. Sedangkan mana mertuanya kembali ke kamar utama.


Fabian pun menaiki tangga dengan hati hati, takut jika langkah kakinya menimbulkan suara. Fabian memutuskan kembali ke kamarnya dengan Khey.


Ceklek.


Fabian membuka pintunya perlahan, lalu menutupnya kembali dengan hati hati agar tidak bersuara.


Melangkahkan kaki perlahan menuju almari pakaian untuk mengambil baju. Fabian meraih kaos lengan panjang dan memakainya.


Lalu setelahnya Fabian mendekati ranjang, ternyata Khey sudah tertidur.


Fabian memandang miris tubuh Khey yang meringkuk dengan hanya menggunakan bra berwarna hitamnya saja karena memang Fabian tadi melepaskan baju atas Khey dengan paksa.


Sepertinya gadis itu tidak peduli dengan tubuhnya yang setengah telanjang dan memilih menangis hingga tertidur.


Fabian menarik selimut yang berada di bawah kaki Khey hingga menutupi dada gadis yang masih terdengar mengeluarkan isak tangisnya sesekali. Efek dari membawa tangis hingga tertidur.


Fabian lalu merebahkan diri di sebelah Khey, mencoba untuk menutup mata. Menghilangkan rasa lelah dan kantuk yang kembali menyerang.


Dengan sedikit ragu Fabian memiringkan tubuhnya menghadap Khey. Mengambil nafas dalam lalu menyingkap helaian rambut hitam yang menutupi wajah Khey.


Ada rasa sesak di hati Fabian saat memandangi wajah sembab Khey yang masih basah oleh sisa air mata.


"Sorry..." ucap Fabian lirih lalu mengecup lama kening Khey.


Tanpa diduga, Khey semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Fabian. Bahkan menyusupkan wajah pada dada bidang milik Fabian. Hingga menghadirkan sensasi lain yang membuat seluruh tubuh Fabian bergetar hebat.


Fabian bukan tidak memahami arti dari gelenyer aneh yang mengggetarkan seluruh tubuhnya tersebut, bagaimanapun hal itu sungguhlah normal menimpa jika kulit tubuhnya bersentuhan dengan kulit Khey isterinya.


Dengan menahan nafas dalam Fabian berusaha menahan dengan sekuat tenaga. Apalagi tanpa diduganya Khey semakin menggerakkan tubuhnya mendekat bahkan hingga membuat selimutnya menyingkap dan menunjukkan kulit putih mulusnya yant tidak berbalut baju.


Keringat dingin mulai mengucur ke seluruh tubuh Fabian. Hawa dingin yang semula menusuk hingga ke tulangnya berganti dengan rasa gerah yang menggulirkan butiran butiran keringat ke sekujur tubuhnya efek pelukan Khey yang semakin mengerat pada tubuhnya.

__ADS_1


Dengan hati hati Fabian berusaha melepaskan tangan Khey dari pinggangnya dan sedikit menjauhkan tubuhnya dari Khey.


Fabian pun beranjak duduk setelah berhasil menjauh dari Khey. Dengan segera melepas kaos lengan panjang dari tubuhnya untuk mengurangi keringat yang membasahi tubuhnya.


Plak...


Tanpa Fabian duga, tangan Khey kembali mendarat pada tubuh Fabian. Bahkan tangan ramping itu dengan santai menumpu di atas junior Fabian. Membuat Fabian mengeram. Dan lagi saat wajahnya menoleh ke arah Khey, Fabian mendapati selimut yang menutupi tubuh Khey menyingkap hingga mempertontonkan tubuh bagian atasnya yang hanya terbalut bra hitam.


Lagi lagi Fabian harus menahan nafasnya dalam. Jakunnya bergerak naik turun saat mendapati dua gunung kembar yang sedikit menyembul dari dalam bra berwarna hitam yang sangat kontras dengan kulit putih Khey.


"Kenapa gak pakek baju dulu sih Ra... elo gak tau apa kalau gue juga laki laki normal." Fabian mengeram sembari menahan degup jantungnya yang berdetak tak karuan.


Meskipun Fabian seringkali menggoda Khey dengan kemesuman tingkat dewa namun ternyata dirinya juga tidak sanggup jika harus dusuguhi pemandangan tubuh molek Khey seperti ini.


"Untung wae lo merem, coba posisi lo melek kek gue... bakalan gue terkam hidup hidup lo..." gumam Fabian dengan buru buru menepis pikiran jeleknya.


Fabian pun tanpa pikir panjang segera memakaikan kaos lengan panjang yang dilepas dari tubuhnya ke tubuh Khey.


Setelah berhasil membalut ylrubuh Khey dengan kaosnya dan menarik selimut hingga menutupi dada Khey, Fabian pun kembali merebahkan tubuhnya di sisi Khey.


"Ya Allah... izinkan aku tidur nyenyak walau cuma satu jam saja." gumam Fabian sesaat sebelum memejamkan kedua bola matanya.


FLASHBACK OFF....


😍😍😍😍


My beloved readers, tengyu so much for :


Like πŸ‘πŸ»


Vote πŸ”–


Rate ⭐⭐⭐⭐⭐


Komen πŸ’‹

__ADS_1


Tambahkan favorit ❀


Salam halu dari author yang narsis abishh πŸ’ƒπŸ»πŸ’ƒπŸ»πŸ’ƒπŸ»


__ADS_2