Mendadak Nikah 2 (Married By Accident)

Mendadak Nikah 2 (Married By Accident)
MBA 178


__ADS_3

"Bian!"


Seruan dari balik punggung memanggil namanya, membuat Fabian menoleh ke belakang.


Fabian segera menghentikan langkah kakinya lalu membalik tubuh segera saat mendapati Farrel berlari tergesa ke arahnya.


"Ngapain lo lari lari kek dikejar banteng gitu?" Fabian.


"Lo udah liat mading sekolah belum?" Farrel berseru dengan ngosngosan mendekati Fabian.


Belum juga Fabian sempat menjawab.


"Muke lo kenapa Bi?"


Melihat wajah Fabian yang masih menyisakan sedikit luka lebam, Farrel bertanya dengan melotot khawatir. Bak seorang kekasih yang khawatir, Farrel mengulurkan tangan hendak menyentuh wajah Fabian.


Namun dengan cepat Fabian menepisnya.


"Don't touch me."


Farrel berdecak kesal.


"Lo nggak ngehargain perhatian gue."


"Gimana gue bisa menghargai, orang luka ini gara gara lo. Dasar temen lucknut lo." Fabian sengaja membalas Farrel yang telah mengatakan pada Khey bahwa dirinya masih memiliki rasa pada Bella.


Semalam Khey telah menceritakan pertemuannya dengan Doni. Maksud dan tujuan Khey menemui Doni, juga penyebab Khey meminta bertemu telah dijelaskan Khey secara rinci.


Khey juga menceritakan bagaimana dia bertemu Farrel dan mengungkapkan kembali apa yang Farrel katakan tentang dirinya.


"Gara gara gue? Maksud lo gimana sih Bi, kok gue bingung sih." Farrel bukan pura pura. Namun dirinya benar benar tidak tahu apa yang Fabian maksud.


"Elo kemaren ketemu sama bini gue kan di restoran?!"


Fabian mengucapkan kalimat itu tentu saja dengan memperhatikan kondisi sekitar sebelumnya. Meski dirinya dan Khey adalah pasangan suami isteri yang sah namun Fabian tidak ingin membuat kehebohan di sekolah.


Farrel terlihat berfikir.


"Kalian berdua..." Farrel dengan kedua mata melebar sempurna. "Hebat bener bini lo bisa bikin lebam kek gini Bi..." Farrel menyangka Fabian dan isterinya bertengkar karena ucapannya pada Khey kemaren. Dan Fabian kalah dari pergulatannya dengan Khey.


"Khey ikut tekwondo Bi?" Farrel dengan terkekeh tanpa rasa bersalah.


Pletak.


"Malah ngetawain gue ini bocah." Fabian menjitak kepala Farrel hingga membuat sahabatnya itu meringis kesakitan.

__ADS_1


"Tega lo Bi." Farrel mengusap bagian kepala yang terkena jitakan Fabian.


"Elo yang tega sama gue."


"Habisnya gue kesel lihat Khey ketemuan sama Doni, mana duduknya deketan kek orang pacaran. Gue gertak aja biar dia tau diri kalau udah punya suami." Ungkap Farrel jujur karena memang Farrel sempat panas karena merasa Khey mengkhianati sahabatnya.


Hembusan nafas ringan terdengar keluar dari mulut Fabian.


"Besok lagi jangan kek gitu Rell. Selidiki dulu, jangan gegabah. Karena itu menyangkut masa depan sebuah rumah tangga. Elo tau kan kalau gue sama Khey itu udah memiliki ikatan sah. Nggak seperti orang pacaran yang bisa putus nyambung. Atau mungkin juga bisa cari ganti yang lain." Fabian terdengar sangat bijaksana.


Ah... Fabian, dibalik sikapnya yang santai dan tengil dia memang sangat baik dan selalu berfikir panjang.


"Sorry brother. Gue emang salah." Farrel dengan tau wajah benar benar menyesal.


"It's okey." Fabian dengan merangkul bahu sang sahabat. "Ini bisa untuk pelajaran kita di masa depan." Fabian dengan senyum ikhlas. Hingga senyum itu pun tertular kepada Farrel.


"Thanks bro." Farrel balas merangkul Fabian.


"Eh... lo udah liat berita mad..."


"Fabian!"


Belum selesai Farrel mengucapkan kalimatnya, terdengar teriakan dari balik punggung mereka nama Fabian disebut.


Kedua sahabat yang saling merangkul itu seketika menoleh.


"Kalian kenapa?" Fabian dengan kening mengerut. Farrel pun juga sama. Meski tidak bertanya Farrel merasa heran akan raut wajah kedua gadis itu.


"Elo udah tau berita tentang Doni belum sih, santai banget jadi orang." Rhea dengan geram saat berucap kata.


Fabian menggeleng pelan. Dirinya memang tidak tau apa apa.


"Gue udah." Farrel.


"Nggak nanya elo yang." Rhea dengan menoyor bahu Farrel pelan. Membuat empunya meringis kecil.


"Lemah lo, gitu doang juga..." Alya dengan mengejek.


Farrel membalas dengan pelototan.


"Hish... udah ih." Rhea menghalau saat Alya hendak mendekat pada Farrel.


Bukan karena Rhea cemburu atau apa, tapi ada yang lebih penting yang harus mereka adukan pada Fabian saat ini.


"Doni bikin anak orang bunting." Rhea dengan raut wajah serius.

__ADS_1


"Lah... hubungannnya sama gue apa?" Fabian masih menanggapi dengan santai.


"Intinya bukan itu sih tapi..."


"Itu yang mau gue bilangin sama lo tadi Bi." Farrel memotong ucapan Rhea. Membuat kekasihnya itu mendelik kesal.


"Tapi kan tetep nggak ada hubungannya sama gue kan?" Fabian.


"Adalah!" Rhea dan Alya serempak.


Fabian mengarahkan pandangan menuntut penjelasan.


"Karena berita itu, banyak yang ngira kalau Khey juga udah dijebol waktu pacaran sama Doni dulu. Banyak yang nyinyir sama Khey. Dan sekarang kita nggak tau Khey pergi kemana." Jelas Rhea.


"Tadi dibilangin Tristan katanya dia ketemu Khey nangis di depan toilet pojok. Kita susulin ke sana nggak ada. Kita cari muter ke seluruh sekolah juga nggak ada." tambah Alya dengan cemas.


Tristan adalah ketua kelas Khey dan kedua sahabatnya.


"Khey pasti nagis kejer sekarang... Gue khawatir dia aneh aneh deh. Mana Khey lagi banyak masalah lagi." Rhea dengan nada sangat kawatir. Khey memang yelah menceritakan sedikit kegalauan tentang hubungna sang mama dengan papa Doni.


"Iya. Kalau Khey aneh aneh gimana coba." Kedua mata Alya pun mulai mengembun. "Jangan jangan Khey keluar dari sekolah terus dia... " Alya menjeda ucapannya.


"Jangan mikir aneh deh Al." Rhea sangat tahu imajinasi berlebihan Alya efek sering nonton drakor.


"Gue nggak aneh aneh. Kalau Khey tiba tiba berdiri di depan mobil yang kenceng kek gini gimana coba..." Alya memperagakan tubuhnya yang berdiri di tengah koridor dengan kedua tangan membentang. Kedua matanya pun tertutup rapat.


Plak...


"Itu namanya aneh dodol." Rhea dengan menimpuk kepala Alya pelan.


"Ya kan siapa tau aja Rhe..." Alya menurunkan kedua tangan seraya mengusap bekas pukulan Rhea dengan raut wajah memberengut.


"Lo bisa nebak nggak kira kira Khey kemana Bi?" Farrel pada Fabian.


Fabian yang sadari tadi hanya diam mencerna setiap cerita dari mulut kedua sahabat Khey pun terlihat berfikir.


"Gue sepertinya tau. Tanks info kalian berdua, gue cari Khey dulu."


Dengan langkah kaki lebar Fabian meninggalkan Farrel, Rhea dan Alya. Tak berapa lama kemudian terlihat berlari cepat.


"Kira kira beneran nggak sih apa yang dinyinyirin mereka?" pertanyaan Alya sontak membuat Farrel dan Rhea yang semula masih menatap kepergian Fabian menoleh ke arah Alya.


"Maksud lo?" Farrel dan Rhea serempak.


"Gawang Khey dijebol Fabian atau Doni duluan yak?" Alaya dengan wajah tanpa dosanya.

__ADS_1


Kyyaaaaa....


😍😍😍😍


__ADS_2