
"Bodoh... bodoh..." Khey memukul pelan kepalanya berulang setelah menyadari first kiss nya diambil oleh Fabian suami tengilnya, diiringi dengan kedua kaki yang menghentak ke lantai kamar.
"Kenapa gue bengong sih, harusnya gue marah kalau perlu gue tampar dia biar gak seenaknya cium cium gue." Khey masih dengan memukul kepala dengan diselingi jambakan pada rambut hitamnya.
"Ihh... first kiss gue..." Khey mengusap bibirnya dengan tidak berhenti memandang kaca rias di depannya dengan raut wajah kesal.
"Dasar bego lo." Khey menunjuk dan mengatai bayangan wajahnya pada kaca rias.
"Gimana kalau gue dikira cewek gampangan, bisa disosor kapan aja. Gimana juga kalau habis ini, Bian makin berani cium gue? Hiii..." Khey bergidik membayangkan wajah mesum Fabian tengil menjamah serta menciuminya.
Meskipun Khey selalu merasakan jika degub jantungnya menggila jika berdekatan dengan Fabian namun Khey tetap saja menolak rasa itu. Khey selalu menganggap itu adalah reaksi yang normal karena berdekatan dengan cowok mesum seperti Fabian. Menurutnya reaksi itu adalah reaksi tubuhnya untuk memberi tanda jika dirinya harus waspada saat berdekatan dengan Fabian tengil.
Huhft...
Khey menyemburkan nafas ke atas hingga membuat poni depannya bergerak tak beraturan.
"Awas aja kalau ntar dia nyosor lagi, biar gue gampar itu wajah tengil bin mesumnya." Khey masih saja meluapkan kekesalannya pada Bian dengan memarahi bayangannya pada cermin hiasnya.
πππ
"Belom tidur Ra?" tanya Fabian pada Khey yang masih berdiri di balkon kamar saat dirinya pulang malam ini.
Hmm...
Khey menggumam dingin tanpa menoleh ke arah Fabian.
"Kenapa belum tidur?" tanya Fabian dengan nada selembut mungkin dengan berjalan ke luar balkon untuk mendekati Khey.
Fabian mencoba tetap ramah dan mendekat meskipun tubuhnya terasa amat lelah karena baru pulang dari mengurus pekerjaannya yang harus segera dia selesaikan karena orang kepercayaannya tidak mampu mengatasi. Jadi mau tak mau Fabian harus turun tangan langsung untuk menyelesaikannya.
"Bukan urusan lo." Ketus Khey masih tanpa menoleh ke arah Fabian yang berdiri di belakang tubuhnya.
Dengan bersidekap dada Khey masih saja terlihat asyik memandang kerlap kerlip lampu perumahan penduduk yang terlihat layaknya bintang di langit.
Fabian merengkuh bahu Khey dari belakang, lalu membalikkan ke arahnya cukup kasar.
"Elo apaan sih Bi, jadi orang pemaksa banget." Khey dengan nada bicara yang meninggi.
Fabian menatap Khey dengan wajah lelahnya.
Sesungguhnya Fabian tidak ingin bertengkar saat ini karena tubuhnya sangat letih, namun karena sikap Khey yang tidak berkompromi dan seakan masih saja memusuhinya membuat Fabian sedikit tersulut emosinya.
"Kalau lo masih belum menerima gue, setidaknya hargai usaha gue Ra... Gue lelah, gue baru pulang kerja dan elo..." Fabian menjeda ucapannya dengan menghirup nafas kuat.
__ADS_1
"Bisa nggak lo ngertiin sedikit saja lelah gue..." Fabian berusaha sekuat tenaga untuk menahan emosinya. Fabian ingin Khey mengerti keadaannya.
"Elo lelah itu kemauan elo sendiri, dan bukan urusan gue! Dan lagi... elo kerja?! Kerja apaan sampai jam dua belas malam kek gini baru pulang...!" Khey dengan mata yang berapi - api, seolah sedang marah saat mendapati suaminya pulang malem dan meninggalkannya seharian di rumah.
Lho... kok...???ππ
"Gue beneran kerja Ra, dan itu buat lo." Fabian berusaha meyakinkan istrinya yang entah mengapa terlihat sangat kesal.
Meskipun sedari awal bahkan sebelum menikah Khey selalu bersikap jutek dan seringkali mengabaikannya, akan tetapi kata kata yang Khey lontarkan seakan menyiratkan hal yang tidak biasa. Sebuah kecurigaan mungkin.
"Gak usah cari alesan lo... jujur aja lo kencan kan sama cewek lo. Gak usah bohong sama gue. Lagian anak SMA kek elo gitu mau kerja apaan... markir? Ngamen? Atau malah malakin orang?!" Kata kata itu terlontar begitu saja tanpa Khey sadari jika ucapannya seolah menggambarkan bahwa dirinya tengah dilanda cemburu saat ini.
Fabian mengerutkan keningnya, bingung. Sebab dirinya tidak mengerti akan arti ucapan Khayyara.
Masih dengan kening yang berkerut, Fabian berusaha mencerna kata kata yang dilontarkan oleh Khey.
Untuk kata mengejek pada pekerjaannya Fabian masih memaklumi, namun tentang kencan dengan cewek lain dirinya tidak bisa memahaminya.
"Gak usah sok mikir. Akui saja kalau lo punya cewek lain selain gue, iya kan?" lagi lagi Khey tanpa sadar melontarkan kata kata yang tidak seharusnya.
Bukankankah Khey tidak menyukai Fabian meskipun dia adalah suami sahnya karena pernikahan keduanya juga dilakukan karena terpaksa. Kenapa sekarang seolah Khey marah dan cemburu pada Fabian, mungkinkah...???
Entahlah... tak tahu mengapa di dalam otaknya, Khey tidak bisa mengenyahkan pikiran sosok dalam foto yang sempat diakui oleh Fabian sebagai kekasihnya saat di kantin tadi siang. Padahal dirinya belum tahu bagaimana rupa sosok tersebut, karena belum sempat melihatnya. Kata pengakuan Fabian, bahwa gambar dalam foto tersebut adalah kekasihnya selalu terngiang dan membuatnya kesal.
"Gue beneran kerja. Gue gak punya cewek selain lo isteri gue, dan gue gak kencan main belakang seperti lo!" ucap Fabian dengan tegas dan tanpa sadar mencengkeram bahu Khey karena berusaha meyakinkan isterinya tersebut.
"Isshh... sakit Bi..." ucap Khey dengan meringis dan mata yang menyipit menahan sakit.
Hek...
Fabian terhenyak, mengendurkan tangannya dari bahu Khey.
"Sorry gue gak sengaja." Fabian meminta maaf lalu melepaskan kedua tangannya dari bahu Khey.
"Mendingan kita akhiri pernikahan ini Bi... gue sama elo gak akan pernah cocok buat hidup bersama." Khey dengan nafas yang menderu disertai dengan tatapan kesal.
Entah mengapa rasa kesal, bukan... bukan hanya kesal melainkan marah.
Rasa marah di dalam dadanya terasa penuh sesak hingga dirinya kesulitan untuk bernafas. Rasa itu memenuhi rongga dadanya, hingga membuat Khey kehilangan kendali atas emosinya.
Fabian terlihat menghirup oksigen dalam. Selalu saja ungkapan perpisahan menjadi andalan bagi Khey untuk mengakhiri pernikahan mereka yang belum genap dalam hitungan jari saat keduanya saling berdebat.
Kemudian Fabian terlihat memajukan langkahnya dan semakin merapatkan tubuhnya pada Khey.
__ADS_1
Brek.
Dengan cepat salah satu tangan Fabian mendorong punggung Khey hingga tubuh ramping itu menabrak tubuhnya.
Khey tercekat, wajahnya pias, tubuhnya gemetar saat tubuh keduanya berpelukan tanpa jarak saat ini. Fabian dengan sedikit menunduk menatap dalam wajah Khey yang mendongak ke arahnya.
Kemudian dengan nafas memburu, Fabian segera mendaratkan bibirnya pada bibir mungil milik Khey.
Khey memberontak dengan menggerakkan wajahnya ke kanan dan ke kiri untuk menghindar dari ciuman Fabian, Khey tidak ingin Fabian seenaknya mencium dan menjamah tubuhnya.
Namun Fabian tak kalah gesit untuk menahan wajah itu agar berhenti bergerak, tangan besarnya mencengkeram rahang Khey dengan kuat.
Dengan mudah Fabian meraup dan mencecap bibir di bawahnya dengan sedikit kasar, meskipun Khey tidak berhenti memberontak namun kekuatannya tidak sebanding dengan kekuatan yang dimiliki oleh Fabian.
Dengan bibir yang masih dikuasai oleh Fabian, Khey berusaha mendorong tubuh jangkung itu untuk menjauh dari tubuhnya.
Namun usaha Khey seakan sia sia karena Fabian semakin mengeratkan tubuhnya dan berusaha membuka bibir Khey yang sulit untuk diterobosnya. Bahkan Fabian mengunci kedua kakinya hingga membuatnya tidak leluasa bergerak.
Otak Khey berfikir keras karena merasa tenaganya tidak bisa menghentikan aksi mesum Fabian.
Dengan terpaksa Khey melemaskan tubuhnya yang sempat menegang, lalu perlahan membuka bibirnya untuk memberikan ruang bibir Fabian menjelajah mulutnya seakan dirinya juga ikut menikmati ciuman tersebut.
Fabian yang mendapatkan jalan dan merasa bahwa Khey mulai menerima ciumannya, perlahan mulai melembutkan cecapannya pada bibir mungil isterinya.
Tangan Fabian yang semula menahan wajah Khey pun mulai mengendur dan perlahan terlepas. Tubuh Fabian pun mulai melemas tidak setegang seperti beberapa saat lalu. Kedua kakinya pun merenggang untuk memberikan ruang pada Khayyara.
Mendapati kesempatan itu Khey tidak menyia - nyiakan kesempatan.
Aaawww...
Tetiba Fabian berteriak cukup keras.
ππππ
My beloved readers, tengyu so much for :
Like ππ»
Vote π
Rate βββββ
Komen π
__ADS_1
Tambahkan favorit β€
Salam halu dari author yang narsis abishh ππ»ππ»ππ»