Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Rumah sakit


__ADS_3

Keesokan harinya.


Kiran dan Darren bersiap untuk ke rumah sakit. Karena semalam mommy-nya memberi kabar kalau kakak iparnya sudah melahirkan. Jadi ia tidak sabar ingin melihat keponakannya itu.


" Pagi-pagi udah cantik aja, mau kemana sih?" goda Darren.


" Mau cari suami baru"


" Wah,, berani kamu cari suami baru"


" Berani lha, masa nggak"


Darren langsung menggelitik perut sang istri. Ia tidak terima dengan ucapan istrinya barusan. Berani sekali dia mau cari suami baru.


" Hubby geli"


" Bilang kalau kamu nggak akan cari suami baru"


" Nggak"


" Nggak? berarti jangan harap aku berhenti "


Kiran sudah tidak tahan lagi. " Baiklah, suamiku yang tampan. Istri mu ini tidak akan pernah mencari suami baru"


Darren tersenyum penuh kemenangan. " Aku tau kamu tidak akan pernah cari suami baru"


" Ck,, sudah tau, tapi kamu tidak mau melepaskan aku"


" Ayo berangkat, katanya mau melihat baby-nya Abang Kenzo" kata Darren.


" Iya, gimana mau jalan kalau kamu masih di atas aku"


" Ah iya"


Pasutri itu pun merapikan kembali penampilan mereka yang sudah acak-acakan karena ulah Darren tadi. Setelah itu mereka turun kebawah untuk sarapan bersama Nadia dan Nando.


" Pagi semuanya"


" Pagi " balas Nadia dan Nando.


" Apa kalian akan pergi ke rumah sakit?"


" Iya. Kamu mau pergi melihat lokasi kan?" tanya Kiran.


" Iya, tapi aku perginya agak siang"


" Hati-hati aja ntar perginya" pesan Kiran.


" Siap bos"


" Gimana sekolah kamu bocah?" tanya Darren pada Nando.


" Lancar Kak. Nilai aku bagus-bagus semua"


" Good. Kalau kamu berhasil lulus dengan nilai terbaik, kakak akan belikan kamu mobil" kata Darren.


" Eh" Nando kaget mendengar ucapan Darren, begitu juga dengan Kiran dan Nadia.


" Kenapa kalian kaget gitu?" tanya Darren.


Kiran menempelkan punggung tangannya di jidat sang suami. " Nggak panas kok"


" Ck,, kamu pikir aku sakit?"


" Ya siapa tau. Habisnya tiba-tiba kamu mau beliin Nando mobil"


" Emang salah kalau aku kasih hadiah karena dia mendapatkan nilai yang bagus"


" Nggak sih"


" Lantas"


" Ya aneh aja gitu"


" Aneh gimana? aku kasih hadiah sama dia kok di bilang aneh"

__ADS_1


" Bukan hadiahnya yang aneh, tapi orang yang ngasihnya rada aneh"


" Kok aneh sih?"


" Biasanya kan kamu sama Nando kek kucing sama guguk. Berantem terus"


" Aku berantem sama dia, karena dia dekat-dekat kamu terus"


" Dia adek aku, wajarlah kalau dia dekat sama aku"


" Walaupun dia adek kamu, tetap nggak boleh dekat-dekat sama dia"


" Dasar aneh"


" Stop! aku sama Nando mau sarapan. Bukan mau mendengar perdebatan pasutri bucin kek kalian" kata Nadia.


Kiran dan Darren menghentikan perdebatannya. Mereka semua sarapan dengan nasi goreng pagi itu. Semua makan dengan sangat hikmat tanpa ada yang berbicara.


Selesai makan. Kiran dan Darren pergi ke rumah sakit. Sedangkan Nadia pergi mengantarkan Nando ke sekolah, setelah itu dia akan menyusul Kiran ke rumah sakit.


Darren melajukan mobilnya meninggalkan kediamannya. Diikuti sama mobil Nadia di belakang. Di persimpangan jalan mereka berpisah, karena tujuan mereka tidak sama.


Suasana jalan pagi itu lumayan padat sama kendaraan yang berlalu lalang. Mungkin karena bertepatan dengan waktu jam kerja.


" Hubby"


" Hhmm"


" Makasih ya"


" Untuk?"


" Hadiah untuk Nando "


" Aku belum kasih, aku mau kasih kalau nilai dia bagus"


" Iya tetap aja kamu akan kasih dia hadiah"


" Aku melakukan itu supaya dia lebih terpacu untuk menjadi lebih giat lagi belajarnya. Karena aku ingin dia menjadi orang yang sukses nantinya"


" Berterima kasihlah dengan benar "


" Ck,, dasar "


Kiran mencium pipi suaminya itu. Ya definisi minta terima kasih dengan baik itu ya seperti itulah.


" Kok di pipi" protes Darren.


" Terus"


" Di sini" kata Darren sambil menunjuk ke arah bibirnya.


" Kan kamu lagi nyetir, bahaya nanti"


Darren langsung menepikan mobilnya ke pinggir jalan. Kiran menggelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya itu. Suaminya memang tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan.


" Cepetan cium aku"


Kiran langsung menempelkan bibirnya dengan bibir sang suami. Darren langsung menahan tekuk sang istri. Ia memperdalam ciumannya dan sesekali meyes*p bibir bawah sang istri.


" Ini baru ciuman yang benar" kata Darren sambil mengusap sudut bibir istrinya.


" Dasar suami mesum"


" Padahal kamu suka kan kalau aku mesum kek gitu. Buktinya tiap malam kamu mengeluarkan suara-suara yang indah"


Wajah Kiran seketika memerah karena malu. Emang benar sih apa yang di bilang suaminya itu. " Sudah cepat jalan"


" Cie malu dia" goda Darren.


" Buruan jalan, kalau nggak nanti malam kamu tidur diluar"


" Jangan dong, kamu mah ngancamnya gitu"


" Makanya buruan jalan"

__ADS_1


" Iya, nih mau jalan" kata Darren sambil melajukan mobilnya kembali menuju rumah sakit.


Kiran tersenyum penuh kemenangan. Cukup mudah untuk menaklukkan suaminya itu. Kasih ancaman seperti tadi aja dia langsung jinak dan manut.


Tanpa terasa mereka sampai di area parkiran rumah sakit. Setelah memarkirkan mobilnya, Darren dan istrinya masuk ke dalam rumah sakit.


Darren merangkul pinggang sang istri. Ia ingin melihatkan pada semua orang bahkan dunia kalau wanita cantik yang di sampingnya itu adalah istrinya. Jadi nggak ada yang boleh meliriknya.


Semua petugas dan juga dokter membukakan badan mereka saat pasangan itu melewati mereka. Karena mereka tau siapa wanita yang lewat barusan. Ya dia adalah cucu pemilik rumah sakit itu.


Tok.


Tok.


Tok.


Kiran mengetuk pintu saat mereka sudah sampai di depan pintu ruang rawat kakak iparnya.


Kenzo yang mendengar suara ketukan pintu pun segera membuka pintu.


Ceklek.


Kenzo tersenyum saat melihat siapa yang berdiri di depan pintu ruangan istrinya.


" Kalian sudah datang. Yuk masuk"


" Assalamualaikum "


" Wa'alaikum salam " jawab mereka semua yang ada di sana.


" Kesayangan mommy datang " kata Anggun.


Kiran menyalami mommy dan seluruh keluarga yang besar darinya secara bergantian. Diikuti sama Darren.


" Kita mau liat dedek bayinya dulu ya Mom"


" Iya sayang"


Kiran dan Darren berjalan menghampiri box bayi yang ada di sana. Matanya berbinar melihat bayi tampan yang sedang terlelap itu.


" Masya Allah, tampan banget ponakan aku" puji Kiran.


" Kita juga bisa bikin baby tampan kek gitu" bisik Darren di telinga sang istri.


" Siapa nama ponakan tampan aku ini Kak?" tanya Kiran pada kakak iparnya.


" Abimanyu Arkana Dwipangga" jawab Kenzo sang Abang.


" Nama yang bagus. Panggilannya pasti Abimanyu"


" Hhmm"


" Semoga kamu bisa menjadi anak yang Sholeh dan bisa membanggakan orang tua dan juga keluarga"


" Aamiin, makasih doanya aunty cantik" ucap Melodi.


" Kamu kapan kasih Oma cicit sayang?" tanya Kiara.


" Doakan saja ya Oma, semoga cepat kasih Oma sama opa cicit dan cucu untuk mommy dan juga Daddy" jawab Darren.


" Pasti sayang. Oma selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian "


Darren dan istrinya duduk di sofa yang ada di sana. Sebenarnya Ia ingin menggendong bayi tampan itu. Tapi apalah daya bayi itu sedang terlelap.


Pasutri itu menghabiskan waktu dengan mengobrol dengan keluarga. Karena jarang sekali mereka bisa kumpul seperti sekarang ini. Di sana hanya dia yang belum punya anak.


Paman dan abangnya sudah punya jagoan. Dia selalu berdoa semoga cepat diberikan momongan sama Allah.


To be continue.


Abimanyu Arkana Dwipangga.



Happy Reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2