Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Pulau mahar


__ADS_3

Satu bulan kemudian.


Suasana di mansion Kiran sangat ramai. para saudara dan juga sanak famili sudah berkumpul. Hari ini mereka akan pergi liburan ke pulau mahar milik Kiran.


Mereka sangat senang karena bisa liburan. Apalagi ketiga ibu muda. Yaitu Melodi, Keyra dan juga Dira. Ketiga wanita cantik itu sudah tidak sabar ingin melihat keindahan pulau mahar itu.


Kenapa dinamakan pulau mahar? karena pulau itu diberikan Darren sebagai mahar untuk istrinya. Jadi Kiran pun memberi nama pulau itu dengan pulau mahar.


" Akhirnya kita bisa liburan juga" kata Dira.


" Karena suami kita terlalu sibuk, jadi liburannya baru bisa sekarang" kata Keyra.


" Yang penting udah pergi liburan" kata Gian.


" Iya itupun karena sudah diancam" kata Keyra.


" Lo ngancam suami Lo?" tanya Dira.


" Hhhmm"


" Ngancem nya kek mana?" tanya Melodi.


" Papa pulang saja ke rumah orang tua papa. Gitu gue bilang sama laki gue" kata Keyra.


" Wih sadis juga Lo"


" Daripada dia sibuk kerja terus. Nggak ada waktu untuk anak bini di rumah"


" Aku itu kerja honey. Bukannya kelayapan" kata Gian.


" Tau, tapi kan mama juga butuh perhatian dari papa" kata Keyra.


" Stop! jangan bahas masalah dapur lagi. Malu sama adek ipar gue" kata Kenzo.


" Maaf ya Ren. Maklum lha kalau emak-emak udah ngumpul pasti heboh" kata Melodi.


" Iya Kak"


" Twins mana Ren?" tanya Kenzo.


" Masih di atas sama mommy-nya Bang"


Tak berselang lama, Kiran dan twins turun. Tak lupa ada dua orang pelayan yang membawa koper milik nona muda dan twins A. Alexa dan Axel langsung berlari menuju daddy mereka.


" Kesayangannya Daddy udah di sini"


" Alexa sama Axel salaman dulu sama uncle dan aunty " kata Kiran.


Twins A pun menyalami dan mencium tangan uncle dan aunty mereka. Tidak ada yang terlewatkan sama Axel dan Alexa. Kedua bocah itu menyalami semua orang yang lebih tua dari mereka.


" Makin cantik dan pintar aja sih twins A" puji Keyra.


" Iya, pengen gue jadiin mantu" kata Dira.


" Putra lo udah ada gandengan noh " kata Melodi.

__ADS_1


Dira melihat putranya yang selalu berdua dengan Elina putrinya Gian dan Keyra.


" Begitulah nasib putri cantik gue. Selalu di kelilingi cowok-cowok tampan" kata Keyra.


" Abimanyu sama kek Bapaknya ya" kata Dira.


" Jelas sama lha Dir. Kalau nggak mirip ntar apa kata tetangga" kata Melodi.


" Tau Lo. Yang ngadon nya kan si Kenzo, ya jelas mirip lha" kata Keyra.


" Iya juga sih. Kalau mirip tetangga baru gawat. Iya kan?"


Tak berselang lama kedua sahabat Kiran dan Darren tiba. Padahal rumah mereka dekat dari mansion-nya, tapi entah mengapa mereka telat datang.


" Maat telat Princess, soalnya Farel agak rewel tadi" kata Nadia.


" Kalau gue telat karena suami gue lama banget dandannya" kata Serly.


" Dandan?" kata Serly dan Kiran.


" Hhhmm"


Kedua wanita cantik itu sontak melihat kearah Doni. Kiran dan Nadia tidak melihat tanda-tanda Doni berdandan. Karena penampilannya sama saat dia bertugas.


" Lo yang lama dandannya atau laki lo?" tanya Nadia.


" Iya, karena kami tidak melihat kalau wajah suami lo nggak ada tanda-tanda pake make up ataupun sejenisnya"


" Ya elah, kalian berdua itu serius amat sih. Lagian mana mungkin suami gue ngondek "


Semua pun masuk kedalam mobil mereka masing-masing. Kiran tidak lupa memakan masker pada twins A. Karena belum saatnya untuk orang-orang tau wajah twins.


Twins hanya patuh saat mommy-nya memasangkan masker. Karena mereka juga tidak mengerti kenapa sang mommy selalu memakaikan masker mereka.


" Sayang nanti aja pas nyampe di bandara pakaikan masker sama twins"


" Kenapa nanti By?"


" Kan kita didalam mobil sayang. So nggak akan ada yang melihat twins"


" Oh iya ya"


Kiran melepaskan kembali masker twins A. Kiran pun masuk kedalam mobil. Setelah semuanya masuk kedalam mobil, satu persatu mobil mewah itu melaju meninggal mansion mewah itu.


Sesampainya di jalan raya, iring-iringan mobil mewah itu menjadi pusat perhatian para pengendara lain. Mereka bertanya-tanya iring-iringan mobil siapakah itu.


Alexa sangat anteng duduk di samping Nando. Sedangkan Axel duduk di samping sang mommy.


" Axel sama Alexa suka pantai?" tanya Nando.


Kedua balita itu menganggukkan kepalanya.Ini pertama kalinya mereka akan pergi melihat pantai setelah umur mereka tiga belas bulan. Dulu mereka pernah ke pantai saat mereka masih bayi.


" Nanti kamu main sama Abang El ya Nad" kata Darren.


" Kenapa harus sama El, By?"

__ADS_1


" Kan cuma mereka berdua yang jomlo. Sedangkan yang lain sudah punya pasangan. Malahan udah punya anak juga"


" Kalau Nando sih wajar lha ya masih jomlo. Kan masih 15 tahun. Tapi El udah 22 tahun, tapi masih aja menjomlo"


" Tapi kata aunty Vanya, El baru putus sama ke kasihnya?"


" Iya. Kekasihnya ketahuan selingkuh"


" Berarti ceweknya bodoh "


" Emang. Udah dapet yang cakep, tajir dan udah punya kerjaan. Tapi malah milih lelaki lain"


" Mungkin ceweknya nggak puas sama satu cowok kali"


" Mungkin By"


" Biasanya cowok yang suka selingkuh. Ini malah cewek"


" Berarti kamu suka selingkuh dong?"


" Kecuali aku sayang. Aku ini tipe cowok yang setia"


" Setiap tikungan ada kan?"


" Nggak lha. Dalam hidup aku itu tidak ada yang namanya selingkuh"


" Emang kenapa daddy nggak mau selingkuh"


" Karena aku tidak ingin menyakiti hati kamu. Karena papa aku selalu mengajarkan untuk selalu menghormati wanita. Aku ingin seperti papa yang setia dengan satu pasangan saja"


Kiran tersenyum mendengar ucapan suaminya. Benar sih suaminya itu memang tipikal suami setia. Dan ia juga bisa merasakan cinta yang begitu besar dari suaminya itu.


" Kamu juga harus setia sama pasangan kamu nanti Nan. Dan kamu juga harus menghormati wanita" pesan Darren.


" Iya Bang. Nando akan selalu ingat pesan Abang"


Tanpa terasa mereka pun sampai di parkiran bandara. Darren dan yang lainnya memarkirkan mobil mereka. Bukan hanya memarkirkan, mereka sekalian menitipkan mobilnya dan juga mobil saudara dan sahabatnya. Karena mereka akan pergi berlibur.


Setelah pulang liburan barulah mereka akan mengambil mobil itu kembali. Tenang, di sana mobil mereka akan aman. Karena Darren sudah sering menitipkan mobil di sana.


Sebelum turun dari mobil, Kiran memasangkan kembali masker twins A. Karena mereka sudah berada di tempat umum. Jadi wajah mereka belum boleh terekspos.


Saat memasuki bandara, Mereka semua menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di sana. Bagaimana tidak, mereka disuguhkan sama pemandangan yang menyejukkan mata.


Darren dan rombongan tidak menghiraukan tatapan orang-orang itu. Mereka terus berjalan menuju pesawat jet. Ya mereka akan berangkat menggunakan jet pribadi milik keluarga Darren.


Sang pilot dan juga pramugari menyambut kedatangan Darren dan rombongannya. Mereka semua masuk kedalam pesawat jet, karena sebentar lagi mereka akan berangkat.


Setelah semuanya duduk di kursi masing-masing. Dan koper-koper juga sudah dimasukkan kedalam kabin. Jet pun siap lepas landas meninggalkan bandar udara internasional Soekarno-Hatta.


To be continue.


Masih ada yang baca nggak ya 🀭


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2