Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Kebaikan hati Kiran


__ADS_3

Nando mendorong kereta baby twins kedekatan bibir pantai. Sedangkan Kiran dan Darren mojok di bawah pohon yang rindang sambil menikmati kelapa muda.


" Untung kita ngajak Nando ya Yank. Jadi kita bisa menikmati masa pacaran lagi"


" Ingat umur, udah jadi Bapak juga. Masih aja ngomong pacaran"


" Ya nggak apa-apa kali Yank. Lagian kita juga jarang punya waktu berdua "


Suaminya benar akhir-akhir ini mereka jarang punya waktu berdua, karena mereka sama-sama sibuk. Dia sibuk mengurus baby twins dan juga kerjaan kantor yang dia kerjakan di rumah. Begitu juga dengan suaminya.


" Apa kita pergi Babymoon? "


" Babymoon?"


" Iya sayang"


" Kapan-kapan aja deh By. Lagipula kamu masih sibuk, begitu juga dengan aku"


" Justru karena itulah kita harus Babymoon, supaya kita punya waktu berdua"


" Boleh, tapi nggak bulan ini ya?"


" Waktunya terserah kamu saja sayang"


Pasutri itu menikmati waktu sore itu dengan mengenang kembali kisah pacaran mereka yang terbilang sangat singkat. Setelah itu mereka memutuskan untuk cepat menikah.


Nando menatap lautan lepas yang ada di depan matanya. Tanpa ia sedari ada seorang gadis sudah berdiri di sampingnya.


" Apa mereka kembar?" tanya gadis itu.


" Astagfirullah"


Nando kaget setengah mati. Ia melirik gadis yang ada di sampingnya. Ia tidak tau entah sejak kapan gadis itu berdiri di sampingnya. Dan kenapa ia tidak menyadari kedatangan gadis itu.


" Kenapa kamu malah bengong. Aku tanya, apa mereka kembar?"


" Hhmm"


" Mereka cowok dan cewek?"


" Hhmm"


" Kamu sariawan? kenapa dari tadi jawabnya cuma hhmm"


Kenapa dia bawel sekali.


Karena tidak ada jawaban dari Nando, gadis itu tidak berbicara lagi. Ia memilih untuk melihat baby twins nan tampan dan juga cantik itu. Saat gadis itu ingin menyentuh baby twins, Nando dengan cepat menepis tangan gadis itu.


" Hei! kenapa kau menepis tanganku?!"


Nando tidak menjawab, ia segera mendorong kereta baby twins pergi dari sana. Ia tidak ingin berlama-lama di sana dengan gadis bawel itu. Lagipula baby twins tidak boleh dilihat sama orang lain. Entah kenapa tadi ia bisa kecolongan.


Dasar cowok aneh.


Gadis itu hanya menatap punggung Nando. Tapi ia penasaran, siapa lelaki yang mendorong kereta bayi itu. Apa bayi kembar itu adiknya?. Tak mau memikirkan hal tidak penting, gadis itu pun pergi meninggalkan pantai itu.


Nando merasa lega karena gadis bawel itu tidak mengikutinya. Ia kembali menikmati sunset bersama baby twins. Sesekali Nando mengambil potret baby twins.


Hari sudah mulai senja. Matahari sudah kembali ke peraduan. Nando segera mendorong kereta baby twins kembali ke mobil.


" Udah puas liat sunset nya?"


" Sudah Kak"


" Pantesan kamu ngajak ke pantai. Ternyata kamu udah janjian sama pacar kamu?" kata Darren.


" Pacar? siapa?" tanya Nando.


" Kamu lha, masa Abang"


" Abang jangan fitnah"


" Itu tadi kamu kelihatan asik ngobrol sama dia?"


" Siapa yang ngobrol. Dia cuma tanya soal baby twins"


" Kenapa nggak kamu Pepet aja tu gadis. Abang liat dia lumayan cantik "


" Aku belum mau pacaran. Aku mau sukses dulu"

__ADS_1


" Pinter. Kamu memang harus sukses dulu. Karena kalau kita sudah sukses, wanita akan datang sendiri pada kita"


" Yuk pulang, udah mau magrib" kata Kiran.


" Siap bos"


Darren memasukkan kereta dorong baby twins kedalam mobil. Setelah itu barulah Nando masuk mobil. Sama seperti tadi, Nando duduk di kursi penumpang bersama baby twins. Sedangkan Kiran duduk di samping kursi kemudi. Mobil mewah itu pun meninggalkan area pantai.


Karena udah mau malam, para pedagang gerobak pun sudah mulai menjajakan dagangannya. Berbagai macam jenis gorengan dan juga makanan lainnya sudah memanjakan mata.


" Mau beli gorengan nggak?" tanya Kiran.


" Gorengan nggak deh sayang. Tapi kalau bakso, aku mau"


" Kalau Nando mau beli apa?"


" Bakso juga deh Kak"


" Ok, kita beli bakso"


Darren menepikan mobilnya ke pinggir jalan. Kiran turun dari mobil, begitu juga dengan Nando. Sedangkan Darren menunggu di dalam mobil.


Kiran dan Nando jadi pusat perhatian orang-orang. Bagaimana tidak, yang satu cantik dan yang satu lagi tampan. Tapi Kiran dan Nando tidak menghiraukan tatapan orang-orang itu. Mereka terus berjalan menuju pedagang bakso.


" Mau beli apa Neng? bakso apa mie ayam"


" Bakso Kang"


" Mau berapa bungkus?"


" Seratus bungkus Kang"


Pedagang bakso itu kaget mendengar pesanan wanita cantik itu. " Neng serius mau pesan seratus bungkus?"


" Iya Kang"


" Sebentar ya Neng. Silakan duduk dulu"


Kiran dan Nando duduk di kursi yang ada di sana. Sedangkan Akang si penjual bakso segera membungkus kan bakso pesanan Kiran tadi. Ia di bantu sama istrinya.


Setelah dua puluh menit akhirnya semua pesanan Kiran sudah selesai di bungkus. Kiran pun membayar semua bakso yang ia pesan tadi. Ia membayar lebih dari harga pesanannya itu.


" Nggak apa-apa, itu rezeki Akang sama keluarga"


" Terima kasih. Semoga Gusti Allah membalas semua kebaikan Neng"


" Aamiin, kita pamit dulu ya Kang"


" Mangga"


Nando membantu membawa satu kantong plastik besar yang berisi bakso ke mobil. Dan satu kantong lagi di bawa sama Akang penjual bakso.


" Makasih Kang udah dibantuin"


" Sama-sama Neng"


Kiran dan Nando masuk ke dalam mobil. Darren pun melajukan mobilnya menuju mansion-nya.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Romy tersenyum melihat istrinya. Sekarang nafsu makan sang istri sudah baik. Bahkan makannya sudah dua kali lipat dari biasa. Berat badan sang istri juga naik dari sebelum dia hamil.


" Kamu nggak makan Bee?"


" Liat kamu makan aku udah kenyang"


" Idih gombal"


" Usia kandungan kamu udah mau jalan tujuh bulan kan Yank?"


" Iya Bee. Kenapa?"


" Apa kamu nggak mau beli perlengkapan bayi?"


" Nanti aja deh Bee kalau udah delapan bulan. Soalnya kata orang tua-tua dulu pamali beli perlengkapan bayi lebih awal"


" Nyicil belinya kan nggak apa-apa Yank"


" Nanti aja. Lagian kita kan belum tau juga baby nya cowok apa cewek. Jadi kita belinya nggak akan banyak"

__ADS_1


" Iya juga sih. Tapi aku pengin banget beli baju baby"


Nadia mengeyitkan alisnya. Ia menatap sang suami. " Kamu ngidam Bee?"


" Nggak"


" Terus kenapa kamu ngebet banget mau beli pakaian bayi"


" Ya pengen aja sayang"


" Jangan-jangan kamu ngidam"


" Ngaco ah. Lagian aku nggak hamil"


" Eh, ngidam itu bukan untuk istri aja. Ada sebagian suami juga merasakan ngidam, walaupun dia tidak hamil"


" Emang bisa kek gitu?"


" Bisa"


" Kamu tau darimana?"


" Baca artikel "


" Artikelnya bohong kali tu"


" Nggak. Lagian dokter juga pernah bilang sama aku"


" Bahaya nggak itu Yank"


" Nggak Bee. Itu tandanya, kamu punya ikatan yang kuat sama baby kita"


" Benarkah?"


" Hhhmm"


Romy mengelus dan mencium perut sang istri. Seperti biasa, bayi yang ada di perut sang istri memberikan respon dengan menendang perut sang istri.


" Sakit nggak Yank?"


" Nggak Bee"


" Dia sangat aktif ya di dalam?"


" Iya. Tapi dia nendang nya saat kamu sentuh, dan kamu ajak ngobrol "


" Berarti dia ingin bermain sama papanya. Atau mungkin baby nya ingin di tengok?"


" Nggak! dia cuma ingin ngobrol saja"


" Baby ingin ditengokin papa nggak?" tanya Romy pada calon baby nya. Dan entah kenapa, sang bayi pun menendang.


" Tuh kan yank, baby nya pengen ditengok sama papanya"


" Kayaknya nggak deh Bee"


" Nggak gimana? wong dia nendang kok tadi"


" Ya mamanya yang nggak mau"


" Kenapa nggak mau, kan enak sayang?"


" Ntar aku kelelahan. Lagian kamu mainnya nggak cukup sekali"


" Aku janji mainnya cuma sekali, ya"


" Baiklah, tapi nanti. Sekarang kan lagi makan"


" Ok sayang"


Romy sangat senang, karena sudah lama juniornya puasa. Dan malam ini juniornya akan berbuka puasa.


To be continue.


Mana nih like dan hadiahnya untuk hot daddy.



Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2