Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Perangkap


__ADS_3

Para anggota keluarga Kiran sudah pamit pulang ke rumah mereka masing-masing. Sekarang tinggallah pasutri itu dengan para pelayan dan bodyguardnya.


" By, ntar sore jalan-jalan yuk?"


" Boleh. Mau jalan-jalan ke mana?"


" Ke taman kota, boleh nggak?"


" Tentu saja boleh. Sekarang kit istirahat dulu, ntar sore kita pergi jalan-jalan"


" Asik, makasih By"


" Sama-sama sayang"


Saat Darren dan istrinya mau istirahat, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar mereka.


Tok.


Tok.


Tok.


" Siapa?"


" Saya tuan muda"


" Ada apa Don?"


" Ada sesuatu hal yang penting tuan muda"


" Tunggu sebentar. Aku temui Doni dulu ya, kamu tidur duluan" kata Darren sambil mengecup kening sang istri.


Doni menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena melihat ekspresi tuan mudanya. Pasti saat ini kedatangannya tidak di harapkan. Tapi mau bagaimana lagi, ia harus menyampaikan hal penting ini.


" Kita keruangan kerja saya" kata Darren sambil melangkah ke ruang kerjanya. Doni pun mengikuti di belakang.


Sekarang Darren dan Doni sudah berada di ruang kerja.


" Katakan! hal penting apa yang ingin kamu katakan sampai-sampai kamu mengganggu waktu istirahat saya"


" Maaf tuan muda. Silakan tuan muda liat sendiri rekaman CCTV nya " kata Doni sambil memberikan laptop yang dia bawa.


Darren melihat video yang berasal dari CCTV yang ada di pintu gerbangnya. Alis Darren bertaut saat melihat ada sebuah mobil sedang mengamati mansion-nya. Pasalnya dia tidak mengenal mobil itu.


" Mungkin orang itu cuma berhenti di sana?" kata Darren.


" Kalau cuma berhenti, kenapa ia sangat lama berhentinya di sana. Coba tuan muda lihat waktu pertama mobil itu datang"


Darren mengamati waktu yang ada di sana. Sampai mobil mobil itu pergi dari sana. Benar, mobil itu berhenti dua jam lebih di sana. Ia harus selidiki, karena ia tidak ingin sesuatu terjadi pada istrinya.


Apalagi saat ini istrinya sedang mengandung, otomatis istrinya sudah bergerak. Jadi sang istri tidak bisa memakai ilmu beladiri saat ini.


" Apa kamu sudah selidiki orang ini?"


" Rencananya nanti malam tuan muda"


" Bagus. Dan lagi perketat keamanan di sekitar mansion. Karena kita tidak tau, musuh seperti apa yang akan kita hadapi"


" Siap tuan muda. Apa kita akan beri tau ini sama tuan dan nyonya besar?"


" Untuk saat ini tidak perlu. Apa kamu meragukan kemampuan saya?"

__ADS_1


" Ti-tidak tuan muda"


" Sekarang perketat keamanan, setelah itu tambah jarak jangkauan CCTV. Karena wajah lelaki tadi kurang begitu jelas"


" Baik tuan muda"


" Ingat, jangan bikin para pelayan panik. Ya udah, sekarang cepat laksanakan tugas kamu"


" Baik tuan muda"


Doni segera keluar dari ruang kerja tuan mudanya. Ia akan melakukan misi yang di berikan tuan mudanya. Sekarang tinggallah Darren yang ada di dalam ruangan itu.


" Siapa yang berani mengusik kedamaian keluarga ku"


Darren menoleh saat mendengar suara pintu terbuka. Ia kaget melihat istrinya sudah berada di depan pintu ruang kerjanya. Dan di sampingnya juga ada Doni.


" Sayang" kata Darren sambil menghampiri sang istri. " Bukannya tadi aku suruh kamu untuk tidur?"


" Gimana aku bisa tidur kalau kalian berdua mau membicarakan hal penting. Kan aku jadi kepo"


Darren menatap tajam bodyguardnya itu. Bisa-bisanya dia membawa istrinya ke ruang kerjanya.


Doni yang mengerti lirikan mata tuan mudanya itu, langsung menggelengkan kepalanya. Ia tidak mengatakan apa-apa pada nona muda.


" Sekarang katakan hal penting apa yang kalian berdua bicarakan?" tanya Kiran.


" Cuma tentang bisnis"


" Jangan bohong By"


" Baiklah, kita duduk dulu" kata Darren sambil membawa istrinya duduk di sofa yang ada di sana.


Darren menghela nafasnya. Kenapa istrinya susah banget untuk di bohongi. Ia melakukan itu hanya untuk melindungi istri dan juga calon anaknya.


" Don, lihatkan rekaman CCTV tadi pada istri saya"


Doni pun langsung melihatkan rekaman CCTV tadi. Kiran sangat fokus melihat rekaman CCTV itu. Darren sangat terpesona melihat kecantikan sang istri kalau lagi serius seperti itu.


" Apa dia mata-mata?" tanya Kiran setelah melihat rekaman CCTV itu.


" Maybe"


" Lalu apa rencana hubby?" tanya Kiran lagi.


" Aku suruh Doni untuk mencari tau siapa orang itu dan aku juga suruh Doni untuk memperketat keamanan"


" Tidak perlu repot-repot mencari tau dan memperketat keamanan. Kita pancing aja mangsanya keluar" kata Kiran.


" Maksudnya?"


" Dia pasti ingin melakukan penyerangan makanya dia melihat situasi di mansion dulu. Kalau hubby perketat keamanan, maka mereka pasti akan waspada"


" Lalu apa rencana kamu sayang?"


" Biarkan keamanan seperti biasa. Kita tinggal amankan para pelayan, dengan begitu tidak ada yang akan mereka jadi sandera nanti. Jadi kita lebih fokus menghadapi mereka. Kita akan pancing mangsa masuk kedalam kandang dengan sendirinya"


Darren tersenyum. Ternyata istrinya ini memang sangat pintar. Dan strateginya pun juga lebih bagus.


" Don nanti bawa para pelayan ke rumah yang di belakang mansion" titah Darren.


" Jangan rumah yang ada dibelakang mansion, bawa mereka ke hotel" kata Kiran.

__ADS_1


" Kok ke hotel sih sayang?"


" Dengar ya hubby, kalau penjahat itu sudah mengintai mansion. Otomatis dia sudah tau seluk-beluk yang ada di mansion, kalau para pelayan kita pindahkan ke rumah belakang mereka pasti akan tau"


" Benar juga, kenapa aku nggak kepikiran ke sana ya?"


" Karena sekarang ini pikiran kamu terfokus sama aku dan juga calon anak kita"


" Benar sih, aku juga tidak ingin kamu dan calon anak kita kenapa-napa"


" Hubby tenang aja, walaupun aku agak susah bergerak sekarang. Tapi aku masih bisa menjaga diriku dan juga bayi kita"


" Tetap aja aku masih khawatir sayang "


" Hubby tenang aja, aku bisa kok. Don hubungi Serly dan Nadia, suruh mereka bawa Nando kesini"


" Nando?"


" Hhmm"


" Dia masih kecil sayang, bahaya untuk dia"


Kiran tersenyum mendengar ucapan suaminya yang khawatir. " Hubby tenang aja. Nando bisa beladiri, bahkan dia pemegang sabuk hitam"


" Apa! sejak kapan dia bisa beladiri?"


" Saat kita pergi honeymoon. Aku minta Nadia untuk mengajarinya dan juga memasukkannya ke tempat pelatihan taekwondo. Itung-itung untuk dirinya sendiri By"


" Wah,, aku nggak nyangka kamu berpikir sejauh itu"


" Tentu saja, dia itu anak laki-laki. Jadi dialah yang akan jadi pemimpin di keluarganya nanti. Kalau dia tidak bisa melindungi dirinya sendiri, bagaimana dia akan melindungi keluarganya nanti"


Darren bertambah kagum dengan istrinya itu. Bukan cuma Darren, tapi Doni juga kagum dengan nona mudanya itu.


" Apa Serly juga bisa beladiri nona?" tanya Doni.


" Tentu saja. Apa kamu belum pernah melihat ilmu beladiri nya?"


" Belum nona"


" Ini kesempatan untuk kamu melihat kehebatan calon istri kamu itu" kata Kiran sambil tersenyum pada Doni.


" Jangan tersenyum manis sama dia sayang" kata Darren yang tidak terima istrinya tersenyum sama Doni.


" Hubby selalu gitu"


" Aku kan sudah bilang, kamu hanya boleh tersenyum manis seperti itu sama aku"


" Baiklah. Don, segera laksanakan tugas kamu, cepat evakuasi para pelayan ke hotel. Kalau mereka tanya, bilang aja tuan muda memberikan libur nginap di hotel mewah satu malam" kata Kiran.


" Baik nona"


" Jangan lupa hubungi Serly, kita akan bahas rencana selanjutnya"


" Siap nona. Kalau gitu saya permisi dulu" kata Doni sambil berlalu pergi meninggalkan ruang kerja tuan mudanya.


To be continue.


Mana nih dukungannya πŸ€—πŸ€—


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2