Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Serba-serbi weekend


__ADS_3

" Kenapa kamu cemberut gitu? bukankah kamu tadi yang mau periksa?" tanya Nadia saat mereka baru keluar dari ruangan dokter Linda.


" Iya "


" Terus kenapa cemberut gitu?"


" Gimana nggak cemberut, dokter itu bilang aku harus puasa selama dua bulan. Tau gitu mending nggak usah periksa tadi"


" Tadi kan aku juga bilang gitu. Tapi kamu tetap maksa" kata Nadia sambil menahan tawanya. Ia tidak menyangka kalau dari tadi suaminya cemberut karena masalah jatahnya berkurang.


" Kalau gitu, aku nanti malam tidur di kamar tamu lagi"


" Jangan!"


" Kenapa? bukankah kamu bilang kalau malam, kamu merasa mual saat mencium aroma tubuh aku?"


" Iya, tapi--"


Nadia tidak melanjutkan lagi ucapnya. Karena kalau ia lanjutkan, bisa ketahuan kalau semalam dirinya diam-diam menyelinap ke tempat suaminya itu.


" Tapi apa?" tanya Romy pura-pura nggak tau.


" Nggak ada"


" Kamu mau main rahasia-rahasian nih sama aku?"


" Bukan"


" Terus kenapa omongannya nggak dilanjutkan?"


" Karena aku lupa apa yang mau aku omongin ke kamu tadi"


" Masa?"


" Hhmm"


" Coba ingat-ingat lagi"


" Nggak bisa Bee. Udah ah, yuk pulang "


Eleh, bilang aja semalam kamu nggak bisa tidur. Dan pergi mengendap-endap ke tempat aku. Apa susahnya sih bilang begitu.


" Bee ayo. Malah bengong"


" Iya sayang"


Nadia bisa bernafas lega, karena bisa menghindar dari pertanyaan suaminya itu. Nggak banget kan kalau ketahuan mengendap-endap kek pencuri, hanya karena ingin di peluk suaminya itu.


Di tempat lain.


Baby twins lagi bersama eyangnya. Sedang Kiran sedang mengemasi barang-barang dan juga pakainya. Siang ini mereka akan pulang ke mansion. Karena besok suaminya sudah mulai kembali bekerja.


" By, kereta dorong twins nggak usah dibawa ya? kalau kita kesini lagi, nggak perlu bawa kereta dorong lagi"


" Iya sayang. Lagian kereta dorongnya masih banyak di mansion"


Akhirnya Kiran selesai juga mengemasi barang-barangnya. Sekarang mereka siap untuk pulang ke mansion. Darren membawa tas yang berisi barang-barang dan juga pakai baby twins. Ia memasukkan tas kedalam bagasi mobil.


" Barangnya udah di cek semua? Ada yang tinggal atau nggak?" tanya Dwipangga.


" Udah Kek. Barang-barang udah masuk mobil semuanya"


" Entah kapan cicit nenek ini bisa ke sini lagi" kata Diana.


" Insya Allah kalau ada waktu luang, kita akan main ke sini lagi Nek"

__ADS_1


" Bener ya. Cicit twins nenek jarang main ke sini"


" Abimanyu sering ya Nek main ke sini?"


" Nggak juga, tapi dalam sebulan itu ada dua kali lha dia ke sini. Kan Daddy-nya sama-sama sibuk, kayak Daddy-nya twins "


Darren hanya tersenyum mendengar ucapan sang nenek. Karena apa yang dikatakan neneknya emang benar, dia lumayan sibuk. Apalagi dia ada beberapa proyek yang akan di kerjakan dalam waktu dekat ini.


" Bagi nenek sama kakek, kalian sehat dan baik-baik saja itu sudah lebih dari cukup"


" Bagi kami juga begitu, nenek sama kakek sehat terus"


Diana mencium kedua cicitnya secara bergantian. Begitu juga dengan Dwipangga. Setelah itu mereka memberikan pada Kiran dan juga Darren.


" Kita jalan dulu ya Nek, Kek"


" Iya, hati-hati dijalan"


" Ok Nek. Assalamualaikum"


" Wa'alaikum salam "


Salah satu bodyguard membukakan pintu untuk tuan dan nona mudanya. Kiran dan baby Alexa, begitu juga dengan Darren dan baby Axel. Setelah tuan dan nona mudanya masuk kedalam mobil, barulah bodyguard itu menutup kembali pintu mobilnya.


Mobil mewah milik Darren melaju meninggalkan kediaman Dwipangga. Diikuti sama mobil bodyguard di belakang.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Doni dan Serly sedang berbagi tugas. Karena pelayan di rumah mereka dan juga di mansion Darren lagi libur. Ya hari Minggu semua pelayan emang diliburkan dalam pekerjaan apapun oleh Darren. Begitu juga dengan para bodyguard. Kecuali bodyguard yang masih jomlo. Kalau yang jomlo masih tetap bertugas.


Serly sedang istirahat, karena ia baru selesai membersihkan dapur. Dan juga mencuci pakaian. Walaupun mereka pakai mesin cuci menguncinya, tapi tetap saja harus ada yang menjemur kalau tidak bagaimana cuciannya mau kering. Nah untuk tugas menjemur pakaian. Serly menyerahkan tugas itu pada suami tampannya itu.


" Suamiku, tolong istri cantik kamu ini dong?"


" Tolong apa sayang?"


" Tolong jemur pakaian ini dong?"


" Siap istriku"


Doni dengan senang hari membawa ember yang berisi pakaian yang sudah selesai di cuci ke tempat khusus menjemur pakaian. Ia senang bisa membantu istrinya bekerja.


Serly bersyukur memiliki suami seperti Doni. Sudah tampan, baik, dan juga penyayang. Sungguh suami paket komplit untuk dirinya. Mungkin sebagian orang takut memiliki suami seorang bodyguard. Alasannya takut kalau dipukuli. Lagian mereka mana mungkin main pukul sembarangan.


Mereka tidak tau saja kalau punya suami bodyguard itu sangat menyenangkan. Apalagi tenaga bodyguard itu sangat luaaaarrr biasa. Apalagi dalam hal yang berbau ranjang.


Serly senyum-senyum sendiri kala teringat pertempurannya semalam dengan sang suami. Stamina suaminya sungguh uh Lala, bikin tubuhnya remuk.


" Kamu kenapa senyum-senyum kek gitu?"


" E-enggak kenapa-napa?"


" Bohong?"


" Aku nggak bohong"


" Ntar hidung kamu panjang lho".


" Yang panjang itu kan punya kamu"


Pletak..


Aaaawww...


" Masih siang, jangan mancing-mancing"

__ADS_1


" Idih, siapa yang mancing coba?"


" Itu bilang punya aku panjang"


" Ya, kan emang panjang? masa bulat"


" Iya, tapi jangan bahas soal itu. Ntar dia bangun kamu yang susah"


" Iya juga ya"


" Iya. Oh iya, tolong bikin jus dong Yank. Haus nih"


" Siap suamiku. Tunggu bentar ya aku bikinin dulu"


" Ok"


" Mau jus apa nih? mangga, jeruk, apel, wortel "


" Jeruk aja deh"


" Tunggu, aku buatkan dulu"


Serly pergi ke dapur untuk membuatkan jus untuk suaminya itu. Sedangkan Doni menyimpan peralatan pel ke tempatnya. Karena ia sudah selesai mengepel lantainya.


Selesai menyimpan peralatan pel. Doni duduk di sofa yang ada di ruang tamu. Tak berselang lama istrinya kembali dengan membawa dua gelas jus jeruk.


" Wah kayaknya seger nih"


" Iya dong. Inikan dibikin dari buah jeruk berkualitas"


" Ada manis-manisnya juga nggak Yank?" tanya Romy.


" Ada, dan terjaga lagi kemurniannya"


" Kok berasa kek iklan ya Yank"


Manten baru itu saling lirik dan setelah itu mereka berdua tertawa. Karena apa yang dikatakan suaminya memang benar. Mereka seperti orang yang lagi iklan suatu produk.


" Udah, buruan minum jusnya. Ntar nggak segar dan nggak ada manis-manisnya lagi"


" Tapi bulir-bulir jeruknya masih ada kan yank?"


" Jangankan bulir jeruk, bulir keringat pun ada di dalamnya"


Uhuk-uhuk..


Doni tersedak sama jus yang ia minum.


" Serius kamu ada bulir keringatnya juga?"


" Nggak Yank"


" Tadi bilangnya ada"


" Ya elah, becanda doang. Lagian nggak mungkin aku kasih bulir keringat ke dalam jusnya"


" Oh iya istri aku kan baik dan Sholehah banget"


" Iya dong "


Mereka pun menikmati jus jeruk sambil menikmati pemandangan yang ada di halaman rumah mereka. Sungguh pemandangan yang memanjakan mata.


To be continue..


Happy Reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2