Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Gubuk rasa istana


__ADS_3

" Selamat ya tuan dan nona. Sebentar lagi kalian akan jadi orang tua"


Romy sangat bahagia mendengar ucapan dokter Linda. Itu tandanya sang istri beneran sedang hamil. Romy junior sudah ada di rahim sang istri.


" Terima kasih Dok"


" Bee aku beneran hamil?"


" Iya sayang, kamu hamil"


Air mata Nadia pun jatuh. Ia tidak menyangka kalau dirinya sekarang hamil. Ia menyentuh perutnya yang masih terlihat rata. Sekarang di dalam perutnya sudah ada buah cinta dia dan suaminya.


" Sayang kok kamu nangis? "


" Ini tangis bahagia Bee. Sekarang didalam sini sudah ada makhluk kecil. Buah cinta kita"


Romy memeluk istrinya. " Iya sayang, Romy junior ada di sini"


Sandra sangat bahagia, itu artinya ia akan menjadi seorang nenek. " Sampai kapan kalian berdua akan berpelukan seperti itu?"


Romy melepaskan pelukannya dari sang istri. Ia lupa kalau di kamarnya masih ada mertua dan juga dokter Linda.


" Oh iya Dok, apa rasa mual dan muntah bisa membahayakan calon anak saya?"


" Tidak tuan. mual dan muntah atau sering juga di sebut dengan morning sickness. Itu sudah biasa terjadi pada ibu hamil di trimester pertama dan itu tidak membahayakan calon bayi"


" Apa ada obat untuk mengurangi rasa mual dan muntahnya Dok?"


" Ada, nanti saya akan berikan obatnya"


Romy merasa lega, karena dokter Linda mempunyai obat untuk mengurangi rasa mual dan muntah yang di alami istrinya. Karena iya tidak tega melihat istrinya bolak-balik ke kamar mandi.


" Hormon wanita hamil sangat berbeda dari biasanya. Mereka akan lebih sensitif dari biasanya. Jadi tuan harus benar-benar menjaga mood istrinya agar selalu baik, dan jangan sampai dia stres"


" Baik Dok saya akan mengingatnya"


" Satu lagi. Karena kehamilan nona Nadia baru berusia tiga Minggu, dan itu usia kehamilan yang sangat rentan mengalami keguguran. Jadi nona tidak boleh melakukan pekerjaan yang berat-berat"


Setelah memberi tau apa saja yang harus dilakukan oleh seorang suami dan juga apa yang tidak boleh dilakukan oleh ibu hamil di usia kandungan muda.


" Baiklah ini resep yang harus anda tebus. Vitamin ini harus rutin di minum ya nona dan jangan lupa selalu kontrol kandungan satu kali sebulan"


" Baik Dok"


" Kalau begitu saya pamit dulu"


" Terima kasih Dok atas bantuannya"


" Sama-sama"


" Aku tebus obat sama vitamin kamu dulu ya sayang"


" Iya Bee"


Setelah berpamitan Romy keluar bersama dengan dokter Linda. Ia akan pergi menebus obat dan juga vitamin untuk istrinya. Sedangkan Nadia kembali beristirahat, karena kepalanya masih sedikit pusing.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Manten baru sudah sampai di mansion Kiran. Ya Serly akan pergi ke rumah suaminya. Tapi mereka heran karena banyak mobil Jeep dan juga motor terparkir di halaman.


" Mobil Jeep siapa nih?" tanya Doni pada salah satu sahabatnya.


" Tamunya tuan muda"


" Tamu?"

__ADS_1


" Iya. Melihat dari postur tubuh mereka yang besar dan juga bertato. Sepertinya mereka itu preman"


" Sejak kapan tuan muda punya teman preman"


" Kami juga nggak tau. Bahkan mereka membawakan buah dan sayur yang banyak untuk tuan muda"


" Daripada penasaran. Mending kita liat kedalam aja" kata Serly.


" Ya udah yuk"


Manten baru itu pun masuk kedalam mansion. Benar saja, ternyata di mansion itu sedang kedatangan tamu. Serly tidak mengenal mereka, begitu juga dengan Doni.


" Princess"


" Eh manten baru. Kapan datangnya?"


" Barusan. Mereka ini siapa?"


" Keluarga kita"


" Perkenalkan diri kalian pada manten baru" kata Darren.


Norman dan anak buahnya memperkenalkan diri mereka. Setelah berkenalan, Serly dan suaminya ikut mengobrol dengan mereka.


" Jadi kalian mantan pembunuh bayaran yang udah tobat" kata Serly.


" Iya nona"


Saat mereka sedang asik mengobrol, Nando muncul dengan seragam putih abu-abunya. Ia kaget melihat preman yang dulu mau mencelakai kakaknya.


" Kalian"


Semua orang menoleh kearah pintu.


" Adek udah pulang?"


" Mereka mau bertamu"


" Bertamu?"


" Iya, jadi kamu nggak usah khawatir "


Kiran tau semenjak kejadian di rumah dan di mansion, Nando menjadi lebih waspada terhadap orang baru. Apalagi yang bertamu sekarang adalah orang-orang yang pernah mau menyakiti dirinya.


" Tenang anak muda, kami sudah tobat" kata Norman.


Nando menatap laki-laki yang dia tau adalah bos preman itu. Ia melihat tidak ada kebohongan di mata lelaki bertubuh besar itu.


Setelah itu ia beralih melihat kakaknya.


Kiran tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


" Baiklah saya percaya"


" Aku ke atas dulu ya Kak, pamit Nando"


" Oke boy"


" Eh tampan, kok udah mau pergi aja " kata Serly.


" Jangan ganggu Nando, Ser"


" Makin tampan aja tu bocah" kata Serly.


Kiran menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya itu. Walaupun udah punya suami, ia tetap aja nggak berhenti menggoda Nando.

__ADS_1


" Gue cabut dulu ya "


" Mau kemana?" tanya Kiran.


" Ke rumah suami gue"


" Ya deh, yang udah punya suami"


Serly tertawa mendengar ledekan sahabatnya itu.


" Kamu mau tinggal di sana Don?" tanya Darren.


" Nggak tau tuan muda. Tapi kalau dia mau tinggal di gubuk saya juga nggak apa-apa"


" Aku ikut kemanapun kamu bawa. Walau ke ujung dunia sekalipun"


" Lebay " kata Kiran.


" Kan emang bener, kita harus ngikut kemana pun suami kita pergi. Kecuali ke jurang"


" Ya udah, cepat sana liat istana suami kamu"


" Oke. Pamit dulu semuanya"


Setelah berpamitan Serly dan suaminya pergi ke rumah belakang. Atau lebih tepatnya rumah untuk para bodyguard.


Serly takjub melihat bangunan yang ada di belakang mansion mewah itu. Ia tidak menyangka kalau Darren begitu memanjakan para bodyguardnya.


" Ini kamu bilang gubuk? ini tu lebih mewah dari apartemen aku tau nggak"


Doni menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ia tidak tau harus ngomong apa. Padahal menurutnya apartemen sang istri lha yang mewah.


" Semua bodyguard tinggal di rumah ini?"


" Tidak. Ini rumah aku sendiri yang diberikan tuan muda"


" Gila, kamu tinggal sendiri di rumah sebesar ini?"


" Kadang anak-anak yang lain nginap di sini"


" Oh iya, terus yang lain tinggal di mana?"


" Kalau yang masih bujang tinggal di sebelah sana" tunjuk Doni ke bangunan yang tinggi tak jauh dari rumahnya.


Serly melihat kearah rumah yang di tunjuk oleh suaminya. Lagi-lagi ia kaget melihat bangunan yang tingginya udah kek gedung apartemen. Ternyata Darren benar-benar majikan yang luar biasa.


" Pantas aja mereka betah kerja sama Darren. Walaupun lelaki itu dingin dan datar. Tapi dia sangat royal pada bawahannya"


" Tuan muda memang baik. Bahkan ada anak salah satu bodyguard di sini, di biayai sekolahnya sampai perguruan tinggi. Tapi dengan syarat, anak itu harus belajar dengan rajin"


" Sungguh sultan yang dermawan"


" Sama seperti nona muda kan?"


" Ya, kamu benar. Mereka memang pasangan yang serasi dalam segala hal"


" Yuk masuk ke gubuk bambu ku, sayang"


" Ck.. istana kek gini malah di bilang gubuk"


Serly pun masuk kedalam gubuk bambu rasa rumah mewah itu. Karena suaminya itu selalu rendah hati. Itulah salah satu sifat dari suaminya yang dia suka.


To be continue.


Gubuk bambu kata Bodyguard tampan.

__ADS_1



Happy reading 😚😚


__ADS_2