
Kiran dan Darren sudah bersiap untuk pergi. Sebenarnya Kiran belum ingin meninggalkan pulau yang indah itu. Tapi mau gimana lagi, dia harus kembali untuk memberi pelajaran pada orang yang sudah berani mengusiknya.
" Sudah siap berangkat honey?"
" Sudah hubby"
" Ayo, mereka sudah menunggu kita"
Pasutri itu berjalan menuju helikopter. Diikuti bodyguard yang membawa koper nona dan tuan muda mereka.
Sebelum naik ke helikopter, Kiran menatap villa dan juga laut luas yang ada di sana. Ia tidak rela meninggalkan pulau ini. Sungguh.
" Lain waktu kita ke sini lagi" kata Darren mencoba menenangkan sang istri.
" Benar ya"
" Iya honey. Ayo naik"
Setelah di rasa cukup memandang pulau indah itu, Kiran naik ke atas helikopter di bantu sama suaminya, kemudian barulah Darren naik keatas helikopter.
Helikopter perlahan mulai naik dengan baling-baling yang semakin kencang berputar. Permohonan ikut bergoyang karena tertiup angin dari baling-baling helikopter itu.
Kiran menatap pulau yang semakin terlihat jauh dari pandangan matanya. Di pulau itulah sejarah cintanya di mulai dengan suaminya itu. Ya di sanalah dia mengungkapkan perasaannya pada sang suami.
Darren juga menatap pulau yang dia berikan untuk mahar sang istri. Di sanalah istrinya membalas perasaannya. Sekarang di dalam hati sang istri hanya ada namanya. Dia berharap cinta dia dan sang istri akan terjaga sampai maut memisahkan mereka nanti.
Helikopter terus terbang menjauhi pulau nan indah itu. Darren akan menghabisi nyawa orang yang sudah berani mengganggu acara honeymoon-nya dengan sang istri.
Setelah menempuh perjalanan selama lebih kurang dua jam, akhirnya helikopter mendarat di helipad mansion mewah milik Darren.
Para bodyguard berbaris menyambut kedatangan tuan dan nona muda mereka. Semua bodyguard membungkukkan ketika melihat Darren dan Kiran turun dari helikopter.
" Selamat datang kembali nona dan tuan muda"
" Tolong siapkan mobil"
" Eh"
" Apa kamu tuli, cepat siapkan mobil"
" Ba-baik tuan muda"
Salah satu bodyguard langsung mengambil mobil untuk tuan mudanya. Dia yakin telah terjadi sesuatu, maka dari itu tuan mudanya ingin disiapkan mobil.
Tidak butuh waktu lama, sebuah mobil mewah sudah berhenti tepat di depan Darren. Salah satu bodyguard membukakan pintu mobil itu untuk tuan dan nona mudanya.
Mobil mewah itu melaju meninggalkan mansion mewah miliknya. Mereka akan menunju rumah yang sekarang di tempati sama Nadia dan Nando.
πππ
Para penjahat yang di sewa oleh Monica masih setia di tempat mereka masing-masing. Rencananya malam ini mereka akan menyerang.
Ya mereka akan menjadikan Nando sebagai sandera untuk memancing Kiran keluar dari persembunyiannya. Padahal Kiran tidak pernah bersembunyi, dia hanya pergi honeymoon dengan suaminya.
" Bos mending kita pergi makan dulu, lagipula mereka tidak akan pergi kemana-mana"
" Kau yakin"
__ADS_1
" Yakin. Buktinya mereka daritadi masih di dalam rumah"
" Baiklah, kita pergi isi tenaga dulu supaya nanti malam kita bisa melaksanakan tugas ini dengan baik"
Para penjahat itu pun pergi meninggalkan tempat persembunyian mereka untuk sementara waktu. Mereka akan mengisi perut mereka terlebih dahulu sebelum nanti akan berperang.
Setelah mobil penjahat itu keluar. Mobil milik Darren datang dari arah berlawanan. Jadi mereka mereka tidak bertemu satu sama lain.
Para bodyguard Darren yang melihat mobil tuan muda mereka datang, langsung menghampiri sang tuan muda.
" Sore tuan dan nona muda"
" Hhmm. Apa ada pergerakan dari mereka?" tanya Darren sambil berjalan masuk kedalam rumah.
" Mereka pergi dari tempat persembunyiannya"
" Pantau terus, karena saya yakin mereka pasti akan kembali lagi"
" Baik tuan muda"
" Kalian istirahat saja dulu, masalah ini biar saya yang selesaikan" kata Kiran.
" Eh"
" Kenapa kalian kaget begitu? apa kalian meragukan kemampuan saya?"
" Ti-tidak nona muda, hanya saja kami takut anda terluka"
" Di sini masih ada suami saya, jadi kalian tidak perlu khawatir"
Bodyguard itu melihat kearah tuan mudanya. Darren pun mengangguk kepalanya tanda setuju dengan ucapan sang istri.
" Baiklah, terserah kalian saja"
" Terima kasih nona muda"
Para bodyguard itu pun pamit undur diri. Sedangkan pasutri itu langsung masuk kedalam rumah.
" Nona sama tuan sudah pulang"
" Seperti yang bibik liat sekarang"
" Tapi bukankah non akan pulang besok?"
" Rencananya awalnya iya Bik, tapi ada urusan mendesak yang harus saya tangani. Nadia sama Nando mana, Bik?"
" Kita di sini princess" jawab Nadia yang baru menuruni anak tangga dengan Nando.
Kiran tersenyum pada sahabatnya itu. " Kalian berdua baik-baik saja?"
" Tentu saja kami baik"
" Syukurlah"
" Apa kamu pulang karena mendengar kami dalam bahaya?"
" Iya, mengganggu acara honeymoon gue aja " kata Darren.
__ADS_1
Nadia tertawa melihat ekspresi wajah Darren. Dia tidak menyangka lelaki dingin itu bisa bersikap kekanak-kanakan juga.
" Sorry, tapi darimana kalian mendapatkan informasi itu?" tanya Nadia sambil melirik kearah Nando.
" Bukan aku Kak" jawab Nando.
" Dari bodyguardnya hubby" jawab Kiran.
Nadia kaget mendengar panggilan Kiran pada Darren. " Hubby?"
" Ya, hubby"
" Sejak kapan?" tanya Nadia.
" Di pulau " jawab Kiran malu-malu.
" Wah, sungguh diluar dugaan. Seorang Dewi kematian bisa bucin juga" kata Nadia sambil tertawa.
" Hubby" rengek Kiran.
" Nggak usah di dengerin omongan dia honey. Karena kamu tetap kesayangan aku"
" Dasar laki bini bucin"
Nando hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia bingung apa yang di bicarakan oleh ketiga orang dewasa yang ada di depannya itu.
" Apa Nando tidak kangen sama kakak?" tanya Kiran.
" Kangen dong Kak " jawab Nando sambil memeluk Kiran. Tapi belum sampai menyentuh kulit Kiran Darren sudah berdiri di hadapan istrinya. Ya dia menjadi tameng untuk sang istri.
" Peluk Abang saja" kata Darren.
Nadia tertawa geli melihat ke bucinan Darren pada sahabatnya itu. " Ya udah kalian istirahat dulu gih"
" Aku belum bisa tidur kalau belum menghajar para penjahat itu" kata Kiran.
" Apa kamu punya rencana honey?"
" Tidak, karena untuk melawan penjahat seperti mereka kita tidak perlu rencana. Karena mangsa itu akan datang sendiri ke dalam kandang kita" kata Kiran sambil tersenyum smirk.
" Jadi kita hanya perlu duduk manis dan menunggu mereka masuk" kata Darren.
" Betul. Kita akan menunggu mereka di sini dengan tangan terbuka"
Nadia tau maksud tangan terbuka itu. Dia sangat menyayangkan kebodohan para penjahat itu.
" Siapa kira-kira yang mengirim mereka ke sini?" tanya Nadia.
" Orang yang dulu juga ingin melenyapkan ku" jawab Kiran.
" Ck,, dasar nenek sihir. Belum juga ada jeranya" kata Nadia.
" Wanita itu tidak akan puas sebelum melihat mayat ku. Tapi sayangnya dialah yang akan pertama kali menemui ajalnya " kata Kiran.
Nadia tersenyum mendengar ucapan sahabatnya itu. Dia yakin kali ini Monica tidak akan selamat. Karena kemarin dia sudah memberi kesempatan untuk nenek sihir itu. Tapi bukannya berubah, dia malah tambah menjadi.
Terimalah nasib mu nenek sihir.
__ADS_1
To be continue.
Happy Reading ππ