Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Keseruan Baby twins


__ADS_3

Sore hari.


Suasana di ruangan Nadia sudah mulai sepi. Karena para sahabatnya sudah pulang. Sekarang hanya tinggal dirinya, sang mama, suami dan juga baby Farel.


" Ini barang belanjaan siapa?"


" Punya Farel, Ma"


" Romy yang beli?"


" Nggak, Ini Kiran sama Serly yang beliin"


" Mereka datang ke sini?"


" Iya, pas mama pulang tadi"


" Banyak banget mereka beliin pakaian untuk Farel"


" Iya Ma, kedua sahabat aku itu memang begitu. Kalau ngasih nggak setengah-setengah"


" Kamu sangat beruntung memiliki sahabat seperti Kiran dan juga Serly"


" Iya Ma. Aku sangat bersyukur dipertemukan sama kedua wanita cantik itu"


" Jadi kita taruh dimana nih semua pakaian ini?"


" Biarkan saja di dalam paper bag Ma. Soalnya keranjang pakaian Farel juga sudah penuh"


" Nanti biar mama bawa pulang aja. Jadi semua paper bag ini kita pindahkan ke sebelah sana. Biar disini nggak sempit"


" Biar suami aku aja nanti yang pindahkan Ma. Lagian kan mama nggak boleh terlalu capek"


Sandra pun mengurungkan niatnya untuk memindahkan semua paper bag itu. Putrinya memang benar, sekarang tubuhnya sudah cepat lelah.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Kiran dan suaminya baru sampai di mansion. Ia sangat senang karena melihat baby Farel tadi. Dan twins sepertinya juga senang melihat adiknya.


" Bik, Nando udah pulang belum?"


" Udah nona. Sekarang dia sedang latihan di bersama beberapa bodyguard di belakang"


" Anak itu selalu saja latihan. Seharusnya dia itu pergi main sama teman-temannya. Gimana mau dapat pacar coba?"


" Nando itu masih kecil sayang. Umurnya saja baru 14 tahun"


" Ya kan udah seharusnya dia punya teman cewek By"


" Kalau sekarang biarkan dia fokus sama sekolah. Nanti kalau dia sudah sukses banyak wanita yang akan datang padanya"


" Iya, tapi aku pengen liat dia itu malam Minggu pergi apelin cewek"


" Itu di zaman kita dulu. Sekarang zamannya sudah beda sayang"

__ADS_1


" Sekarang juga ada By, cowok apelin ceweknya"


" Sebenarnya kamu yang minta di apelin atau Nando sih?"


" Ya Nando lha. Kalau aku kan udah punya suami, jadi nggak perlu di apelin lagi"


" Kalau kamu mau kita juga bisa kek gitu"


" Benarkah?"


" Hhmm"


" Gimana caranya apelin nya, kan kita tinggal bersama"


" Aku apelin di ranjang"


" Dasar mesum"


Darren tersenyum melihat istrinya yang kesal seperti itu. Wajah istrinya sangat menggemaskan kala kesal seperti itu.


Kiran segera masuk kedalam lift bersama baby twins. Ia segera menutup pintu lift supaya suaminya tidak bisa masuk.


" Sayang, kok aku di tinggal"


Darren segera berlari menuju tangga. Ia menaiki tangga menuju kamarnya yang ada di lantai tiga. Ia rela melewati ratusan anak tangga itu. Itung-itung dia berolahraga.


Kiran tertawa penuh kemenangan. Ia senang melihat suaminya yang kelelahan karena menaiki tangga. Ia melihat dari dalam lift, bagaimana suaminya dengan cepat menaiki anak tangga itu.


Akhirnya wanita cantik itu sampai duluan di lantai tiga. Sedangkan suaminya masih menaklukkan anak tangga.


Darren mengatur nafasnya setelah menginjakkan kaki di tangga yang terakhir. Sungguh sangat melelehkan naik tangga sebanyak itu. Tapi ia senang karena tubuhnya bisa membakar kalori yang ada didalam tubuhnya.


" Sayang"


" Hubby sudah sampai?"


" Kamu tega banget sih sama aku"


" Bukan tega, tapi aku sengaja. Dengan begitu hubby bisa mengurangi kalori yang ada di tubuh hubby"


" Aku kan sering olahraga, jadi kalori aku nggak menumpuk lha"


" Ih gemas deh liat suamiku yang satu ini"


" Kalau gemes cium dong"


" Ntar kalau hubby udah wangi. Sekarang hubby mandi dulu, sekalian mandikan Axel"


" Kalau sudah mandi, aku nggak minta cium lagi"


" Terus?"


" Olahraga ranjang"

__ADS_1


" No" kata Kiran sambil menyilangkan tangannya.


" Ayolah sayang. Kalau kamu nolak, ntar dosa lho?"


" Selalu saja itu alasannya"


" Bukan alasan, tapi emang kenyataannya begitu. Kalau istri menolak permintaan suami maka dia akan berdoa"


" Baiklah, nanti malam "


" Yes"


Rasa lelah karena naik tangga tadi terobati karena nanti malam ia akan mendapatkan hadiah yang sungguh menyenangkan bagi setiap para suami di dunia ini.


" Sekarang hubby mandi"


" Ok sayang"


Darren segera berjalan menuju kamar mandi. Namun baru beberapa langkah ia berhenti, karena melupakan baby tampannya. Ia segera menggendong putranya itu.


Sampai di kamar mandi. Darren mengisi bak mandi khusus untuk bayi. Setelah bak itu terisi ia membuka baju pakaian Axel satu persatu dari tubuhnya.


Darren memasukkan Axel kedalam bak mandi bayi. Tak lupa ia menaruh mainan di dalamnya, karena setiap mandi Axel selalu main dengan mainan berbentuk anak bebek itu.


Axel sangat senang berada di dalam bak mandi itu. Ya sekarang umur baby Axel sudah tujuh bulan, jadi ia sudah bisa duduk di dalam bak mandi itu.


Bayi tampan itu memukul-mukul air yang ada di bak mandi itu. Terkadang ia juga memasukkan mainan bebek itu kedalam mulutnya. Ia juga menggigit mainan karet itu.


Darren sudah tidak sabar menunggu kedua anaknya besar nanti. Setiap hari ia tidak pernah melewatkan masa golden age kedua buah hatinya itu.


Daddy tampan itu memberi sabun ke seluruh tubuh Axel. Supaya tubuh baby tampan itu wangi. Sekarang seluruh tubuh Axel sudah penuh sama busa sabun.


Ia segera membersihkan busa sabun yang menempel di tubuh putranya, dengan air bersih. Sekarang Axel sudah bersih dan juga wangi. Sekarang giliran dirinya membersihkan diri.


Axel sangat anteng di dalam bak kecil itu. Sambil menunggu Daddy-nya selesai mandi, ia main dengan mainan bebek-bebek itu. Kadang ia juga menepuk-nepuk air. Mungkin seperti itulah bayi kecil itu menyampaikan rasa senangnya.


Tak berselang lama, Darren pun sudah selesai membersihkan dirinya. Ia memakai jubah handuknya. Setelah itu ia memakai handuk kecil untuk Axel.


" Sekarang putra Daddy sudah wangi"


Darren segera menggendong baby Axel keluar dari kamar mandi. Karena mereka sudah selesai mandi. Sekarang giliran Alexa dan juga istrinya yang akan mandi.


" Sayang buruan mandi"


" Iya By"


Kiran langsung menggendong putrinya ke kamar mandi. Sama seperti Axel, Alexa juga punya bak mandi khusus untuk dirinya. Bedanya, warna bak mandi Alexa lebih girly.


Alexa sangat senang berada di dalam bak mandi itu. Tawa baby cantik itu selalu terdengar di kamar mandi itu. Bahkan untuk mengekspresikan rasa senangnya Alexa berteriak. Dan itu sukses membuat Kiran tertawa.


Selesai membersihkan dan memberi sabun pada putrinya. Sekarang giliran ibu cantik itu membersihkan dirinya. Sedangkan baby Alexa asik dengan anak bebek.


Kiran memakai jubah handuk ketubuhnya. Setelah itu memakaikan handuk kecil ke baby cantiknya itu. Sekarang ibu dan anak itu sudah bersih dan juga wangi.

__ADS_1


To be continue.


Happy reading 😚😚


__ADS_2