Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Tuan muda yang manis


__ADS_3

Mata Kiran berkaca-kaca saat memandang boneka Pikachu favoritnya terbungkus dengan cantiknya. Di pandangnya lelaki tampan yang ada di hadapannya itu.


Ia seperti mimpi, karena mendapatkan begitu banyak tanda cinta dari lelaki tampan itu untuknya. Bukankah sudah saatnya dia membalas cinta lelaki itu.


" For you honey " ucapannya.


" U-untuk aku?"


" Hhmm"


Kiran segera menghambur ke pelukan Darren. Lelaki itu kaget karena mendapat pelukan dadakan, tapi dia segera membalas pelukan hangat gadis kecilnya.


" Terima kasih, kamu sungguh penuh kejutan malam ini "


" Itu sudah seharusnya, bukan?"


" Hhmm, kamu selalu saja manis"


Darren terkekeh mendengar ucapan gadis kecilnya. Baru kali ini ada orang yang bilang dia manis, dan gadis kecilnya lha yang pertama kali mengatakan itu.


" Kamu suka sama seserahan yang terakhir ini honey?"


" Suka, banget malah"


" Terus sampai kapan kita mau pelukan kek gini?"


" Ah iya, maaf"


" Kenapa minta maaf, aku senang kamu peluk selama apapun"


" Tadi protes aku peluk lama"


" Kalau kita berdua yang di sini sih nggak apa-apa. Tapi coba kamu liat, di sini ada banyak orang" bisik Darren.


Kiran menatap sekelilingnya. Benar saja, seluruh keluarga besarnya sedang tersenyum padanya.


Wajah Kiran langsung memerah seperti kepiting rebus. Dia tidak menyangka melakukan hal sebodoh itu. Dan yang parahnya dia memeluk Darren di depan seluruh keluarga besarnya.


" Sepertinya tanggal pernikahannya harus di percepat nih " goda Anggun.


" Sepertinya begitu" kata Clarissa.


" Mommy" rengek Kiran.


Semua orang tertawa melihat wajah Kiran memerah karena malu. Tapi mereka juga bahagia karena Kiran sudah bisa melepaskan masa lalunya.


" Baiklah, karena sudah malam dan tuan rumah mungkin juga mau istirahat. Jadi kami pamit pulang dulu" kata Jonathan.


" Baiklah "


" Semua masalah untuk pesta resepsi pernikahan, serahkan saja pada kami. Jadi besan tinggal duduk manis saja" kata Clarissa.


" Saya akan ikut membantu besan " kata Anggun.


" Terima kasih sebelumnya, tapi aku ingin keluarga Narendra saja yang menyiapkan untuk acara resepsinya. Besan cukup menjaga calon mantu kami saja"


Anggun tidak bisa berbuat apa-apa. Karena besannya ingin mereka yang menyiapkan semuanya. " Baiklah kalau begitu, kami akan menjaga calon mantu besan dengan baik"


" Terima kasih, kalau begitu kami pamit dulu"


Anggun dan keluarganya melepas kepergian besan mereka dengan mengantarkan mereka sampai ke teras depan.


" Jalan dulu ya besan "

__ADS_1


" Iya, hati-hati dijalan "


Setelah orang tuanya berpamitan dengan orang tua Kiran. Sekarang giliran Darren yang berpamitan pada calon istrinya.


" Pulang dulu ya honey "


" Hhmm"


" Habis ini langsung istirahat ya?"


" Iya, kamu juga "


" Maunya tidur bareng ama kamu, tapi karena belum sah. Jadi terpaksa tidur sama guling dulu"


" Dasar otak mesum" kata Kiran.


" Mesum darimana, aku cuma bilang tidur bareng. Atau otak kamu yang traveling kemana mana"


" Ng-nggak! cepat pulang sana"


" Idih ngusir dia"


" Udah cepat masuk mobil sana!"


" Siap ratuku"


Darren masuk kedalam mobilnya. Mobil mewah milik keluarga Narendra melaju meninggalkan kediaman besan mereka. Iring-iringan mobil mewah itu satu persatu meningkatkan rumah Vandy.


Setelah mobil besannya sudah tidak terlihat lagi. Anggun dan keluarganya masuk ke dalam rumah untuk beristirahat, karena tubuh mereka sudah sangat lelah.


Sekarang Vandy dan Anggun sudah berada di kamar mereka.


" Sayang "


" Hhmm"


" Bagusnya kapan ya Mas?"


" Aku tanya, dia malah balik nanya"


" Gimana kalau besok aja kita kasih tau mereka"


" Mas terserah kamu aja sayang"


" Ya udah, kalau gitu besok aja kita kasih tau mereka"


" Hhmm, sekarang waktunya kita tidur. Aku sudah ngantuk"


Vandy mematikan lampu kamar, kemudian mengganti dengan lampu tidur yang ada di atas nakas. Setelah itu dia menarik selimut dan memeluk istrinya. Tak berselang lama pasutri itu sudah terlelap ke alam mimpi.


Pagi hari.


Setelah sarapan pagi, keluarga besar Anggun pamit pulang ke rumah mereka masing-masing. Karena mereka juga ada yang akan pergi ke kantor.


Begitu juga dengan Kiran dan Nadia, mereka akan mengantarkan Nando ke sekolah. Ya beberapa hari yang lalu Kiran mendaftarkan Nando ke salah satu sekolah terbaik di kota itu.


Setelah berpamitan pada kedua orang tuanya, Kiran melajukan mobilnya meninggalkan kediaman orang tuanya.


Suasana jalan raya pagi itu cukup padat sama kendaraan. Ya ini adalah pemandangan yang biasa di kota itu. Di tambah lagi sama kabut asap dari knalpot motor atau bus, menambah polusi udara.


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan lama, karena kemacetan. Akhirnya mereka pun sampai di sekolah Nando.


" Baik-baik belajarnya ya" pesan Kiran saat Nando akan masuk ke dalam gerbang sekolahnya.

__ADS_1


" Iya Kak"


Nando masuk kedalam sekolah bersama teman-temannya yang lain. Setelah Nando menghilang kedalam sekolahnya, Kiran masuk kembali kedalam mobil. Mobil mewah miliknya melaju meninggalkan sekolah itu.


" Kamu yakin mau mengajarkan Nando beladiri?" tanya Nadia di sela-sela nyetirnya.


" Yakinlah, karena itu sangat penting untuk dirinya kelak"


" Bener, karena kita juga tidak tau kapan bahaya akan mengintai"


" Hhmm"


" Sekarang apa rencana kamu? apa kita akan membuat cabang perusahaan di sini?"


" Aku juga belum tau Nad. Tapi Darren nyaranin untuk buka perusahaan di sini sih"


" Benar, lagian selama di sini kita jadi pengangguran"


Kedua cewek cantik itu pun tergelak. Ya selama berada di sini mereka memang tidak pernah pergi ke kantor, seperti yang mereka lakukan saat di London.


" Aku kangen London Nad"


" Me too"


" Untungnya aku bisa mempercayakan perusahaan pada Felix"


" Kasihan pria bule itu, pasti dia sangat sibuk sekarang"


" Sepertinya begitu, sampai-sampai dia tidak punya waktu untuk menelpon kita"


" Kamu tau, aku kangen bawelnya dia"


" Sama. Aku juga heran dia kan bule ya, tapi bawelnya ngalahin emak-emak kompleks"


Kedua cewek cantik itu tertawa ketika mengingat sahabat mereka yang satu itu. Ya Felix juga sama seperti Nadia, dia di selamatkan Kiran saat akan di bunuh oleh pamannya sendiri.


" Oh iya, sejak kapan Darren tau kamu suka boneka Pikachu?"


" Dia bilang sih sejak rebutan pas di mall"


" Rebutan?"


" Hhmm, ternyata dia anak lelaki yang menyebalkan itu"


" Tapi sekarang cowok menyebalkan itu akan jadi calon suami"


Kiran tersenyum. " Aku juga tidak pernah menyangka akan berjodoh dengan lelaki menyebalkan itu. Karena kita tidak tau siapa jodoh kita nantinya Nad"


" Benar. Buktinya orang yang selalu kamu cintai sedari kecil, ternyata tega menyakiti kamu. Tapi sekarang rasa sakit itu sudah di gantikan sama rasa bahagia"


" Hhhmm"


Tanpa terasa mereka pun sampai di rumah. Tapi Kiran heran melihat ada mobil yang terparkir di halaman rumahnya. Dan dia yakin itu bukan mobil milik Darren.


" Sepertinya ada tamu " kata Nadia.


" Sepertinya begitu. Yuk turun "


Kedua cewek cantik itu turun dari mobil. Kiran penasaran siapa yang bertamu pagi-pagi ke rumahnya.


To be continue.


Segitu dulu ya Reader terzayang πŸ˜‰πŸ˜‰

__ADS_1


Happy Reading 😚😚


__ADS_2