
Suara d*s*h*n dan erangan itu masih memenuhi kamar manten baru itu. Doni membuktikan ucapannya. Ia tidak membiarkan istrinya untuk istirahat sejenak. Ia melakukannya be ronde-ronde.
Serly hanya bisa pasrah saat suaminya melakukan penyatuan kembali. Ia menyesal telah menggoda suaminya itu. Ia tidak tau kalau suaminya punya tenaga sebesar ini.
Dini hari barulah pertempuran antara dua insan itu selesai. Serly ketiduran karena kelelahan, karena di gempur habis-habisan oleh suaminya yang perkasa itu.
" Lain kali jangan mancing-mancing, lagi"
Doni menyelimuti tubuhnya dan juga sang istri. Ia tersenyum melihat Serly sudah terlelap dalam pelukannya. Ia sangat bahagia melihat hasil karyanya di tubuh sang istri. Tak berselang lama ku ia pun menyusul sang istri ke alam mimpi.
πππ
Berbeda dengan manten baru. Darren justru menikmati waktu bersama baby twins. Baby twins mengajak dia bergadang. Tadi baby nya haus. Setelah disusui sama sang istri, baby Alexa dan baby Axel tidak mau tidur.
" Kapan kalian berdua bisa manggil Daddy, hmm?" kata Darren sambil mengecup pipi gembul Alexa.
Alexa tersenyum pada Daddy-nya.
" Sayang, Alexa senyum sama aku"
" Mungkin Alexa geli kamu cium kek gitu"
" Habisnya aku gemas sama pipinya yang gembul ini" kata Darren sambil mencium pipi Baby Alexa berulang kali.
Lagi-lagi Alexa tersenyum mendapatkan ciuman bertubi-tubi dari Daddy-nya. Dan itu sangat membuat Darren senang. Sedangkan baby Axel hanya diam melihat kakak dan Daddy-nya.
" Baby Axel anteng banget sih. Kenapa nggak aktif kayak kakak, hhmm?"
" Jika sudah besar nanti, Axel pasti mirip sama kamu By"
" Harus dong, kan aku Daddy-nya"
" Iya, tapi aku harap Axel tidak datar dan sedingin kamu "
" Orang yang dingin dan datar itu sangat penyayang dan juga--"
" Bucin" sambungan Kiran.
Mereka berdua pun tertawa. Karena melihat orang tuanya tertawa Axel pun tersenyum. Dan itu tertangkap oleh mata Kiran.
" By liat, Axel tersenyum"
" Hhmm"
" Dia sangat tampan kalau tersenyum seperti itu"
Ya ini kali pertamanya baby Axel tersenyum. Karena biasanya dia akan diam dan hanya mengedipkan matanya saat orang tuanya mengajak bicara.
" Tolong ambil ponsel ku, By. Mumpung Axel masih tersenyum"
Darren segera mengambil ponselnya. Karena ponsel sang istri tidak tau entah dimana. Ia segera mengambil beberapa foto baby Axel yang lagi tersenyum.
" Ini akan jadi kenangan jika kamu sudah besar nanti sayang" kata Kiran.
" Nanti kita besarkan foto ini sama foto Alexa saat dia tersenyum juga. Nanti kita pajang di kamar kita"
" Setuju. Kita kan belum punya foto Axel yang lagi senyum kek gini" kata Darren sambil memandang foto Axel yang baru saja ia ambil.
Senyuman Axel memang sangat mahal. Berbeda dengan Alexa. Senyuman Alexa hampir setiap waktu bisa dilihat oleh Darren dan juga istrinya. Apa Axel akan menjadi lelaki yang dingin dan juga datar seperti dirinya? entahlah, ia pun tidak ingin memikirkan itu dulu.
Darren menutup mulut baby nya yang sudah menguap. " Sayang, baby twins udah ngantuk nih?"
__ADS_1
" Tidurkan di atas kasur aja By"
" Kenapa nggak di box aja sayang"
" Aku pengin tidur sama baby twins"
" Baiklah"
Padahal ia ingin sekali tidur sambil memeluk istrinya. Tapi apalah daya, jika istrinya ingin tidur bersama baby twins. Darren membaringkan baby Alexa di atas kasur empuk itu. Kemudian ia membaringkan baby Axel di samping Alexa.
" Hubby tidur di ujung ya"
" Kenapa di ujung? ntar aku nggak bisa meluk kamu dong?"
" Malam ini libur dulu meluk aku"
Lagi-lagi Darren hanya bisa pasrah. Ia membaringkan tubuhnya di samping baby Alexa. Sedangkan istrinya di samping baby Axel.
Ia mematikan lampu kamar dan menggantinya dengan lampu tidur. Sebelum memejamkan matanya, ia menyempatkan mengecup pipi baby Alexa dan juga baby Axel. Setelah itu ia pun memejamkan matanya.
Pagi hari.
Kiran sudah bangun dari tidurnya. Begitu juga dengan suami dan baby twins. Mereka akan bersiap untuk pulang ke mansion. Karena mereka hanya nginap semalam saja.
" Sayang sarapan dulu"
" Sebentar By, aku lagi masangin kaus kaki Axel"
Darren menghampiri istrinya. " Sini biar aku yang pasangin"
" Makasih By, tapi ini tinggal satu lagi kok"
Selesai memakaikan kaus kaki pada baby Axel. Kiran meminta bibik untuk menjaga baby twins sebentar, karena ia dan suaminya akan sarapan.
" Sepertinya belum "
" Apa kita bangunkan saja mereka?"
" Jangan sayang, mereka lagi kelelahan"
" Aku yakin Doni pasti kewalahan menghadapi Serly yang bar-bar itu"
" Belum tentu sayang. Karena Doni tidak selemah itu"
" Benarkah?"
" Hmmm"
" Darimana hubby tau"
" Dia itu bodyguard yang paling lama bersama ku. Jadi aku tau bagaimana anak itu "
" Iya juga sih. Tapi hubby kan liat bagaimana Serly"
" Ya aku tau. Se bar-bar apapun dia kalau sudah kena sentuhan, tidak akan berdaya. Seperti kamu kalau udah aku sentuh, pasti mengeluarkan suara yang sangat indah"
uhuk..uhuk..
Kiran segera menyambar segelas air putih yang ada didepannya. Ia meneguk air itu hingga setengah. " Hubby"
" Apa?"
__ADS_1
" Cepat habiskan sarapannya"
" Baiklah istriku"
Pasutri itu pun melanjutkan menyantap sarapannya. Selesai sarapan mereka pun meninggalkan hotel. Mereka akan kembali ke mansion.
Kiran tidak menunggu sahabatnya itu. Karena ia tau, manten baru itu akan bangun nanti siang. Karena mereka sedang hot-hot nya sekarang.
Seperti biasa para bodyguard sudah mengamankan jalan untuk baby twins. Setelah dirasa aman, barulah Kiran dan Darren masuk kedalam mobil. Mobil melaju meninggalkan hotel termewah di kota itu.
Iring-iringan mobil mewah milik Darren dan para bodyguardnya menjadi pusat perhatian para pengguna jalan. Mereka penasaran siapa yang berada di dalam mobil mewah itu.
" Tuan muda"
" Hhmm"
" Sepertinya ada yang mengikuti mobil kita"
" Benarkah?"
" Coba tuan muda lihat mobil Jeep dan empat sepeda motor di samping kita" kata Jhon.
" Cih,, apa mereka cari mati"
" Saya akan beri tau yang lain untuk mengepung mobil Jeep itu"
" Jangan, biarkan saja" kata Kiran.
" Sayang?"
" Aku sudah lama nggak bersenang-senang By"
" Tapi kita lagi bawa baby twins"
" Nggak apa-apa By. Baby twins akan baik-baik saja. Bukankah mereka mempunyai orang tua yang bisa menjaganya"
" Ya, kamu benar"
" Paman Jhon" panggil Kiran.
" Ya nona"
" Tolong perintahkan, mobil bodyguard yang ada di belakang mobil ini untuk berhenti di depan warung tenda itu"
" Baik nona"
" Apa kamu punya rencana?"
" Baby twins akan kita pindahkan ke mobil yang itu bersama dengan pelayan"
" Bukankah itu berbahaya "
" Hubby tenang saja, mereka tidak akan menyerang kita di tempat yang ramai seperti ini"
Jhon pun menghubungi nomor salah satu bawahannya yang berada di belakang mobilnya untuk berhenti di warung tenda yang tidak jauh dari lampu merah.
Kiran sudah lama tidak bersenang-senang. Ia ingin tau, siapa lagi orang yang berani mengusik kedamaian keluarga kecilnya.
To be continue.
Kira-kira siapa ya?π€π€.
__ADS_1
Happy reading ππ