
Sore hari kedua orang tua Darren dan Kiran sudah pulang. Sekarang tinggallah mereka berdua saja di ruang keluarga itu.
" By"
" Ya honey"
" Aku pengin makan mangga muda"
" Mangga muda?"
" Hhmm"
" Dimana mau cari mangga muda honey. Sekarang kan bukan musimnya"
" Hubby cari dong. Apa hubby lupa apa yang di bilang mommy tadi?"
Darren mencoba mengingat apa yang dibilang mommy-nya sebelum pergi tadi.
Turuti apapun keinginan istri kamu. Karena orang hamil muda itu biasanya suka minta yang aneh-aneh. Itu dinamakan dengan ngidam. Jadi kalau kamu nggak menuruti keinginan calon cucu mommy, maka kamu akan terima hukuman dari mommy dan juga mertua kamu.
Gleg.
Darren menelan ludahnya sendiri. Ia tau bagaimana kemampuan sang mommy, ditambah lagi sekarang dengan mertuanya. Bisa-bisa ia mati di tempat karena serangan kedua wanita cantik nan belabel kan nama mommy itu.
" Apa hubby ingat?" tanya Kiran sambil tersenyum pada suaminya.
Darren menganggukkan kepalanya.
" Good. Sekarang buruan cari mangga mudanya"
" Tapi ini nggak musimnya honey. Aku mau cari dimana coba?"
" Jadi hubby nggak mau cariin nih? hubby mau anak-anak kita ileran pas lahir nanti?"
" Ya nggak maulah"
" Makanya cariin dong?"
" Baiklah istriku. Suamimu ini akan coba cariin mangga mudanya"
" Nah gitu dong. Hati-hati ya By "
" Iya, aku jalan dulu" kata Darren sambil mengecup kening dan bibir sang istri.
Darren mengambil ponselnya. Ia menghubungi nomor asisten sekaligus sahabatnya. Ya ia akan mengajak Romy untuk mencari mangga muda.
" Hallo"
" Lo lagi dimana?"
" Di apartemen lha"
" Bagus. Tunggu gue, sebentar lagi gue nyampe di sana"
Tanpa menunggu persetujuan dari lelaki di seberang sana, Darren sudah mematikan sambungan teleponnya. Ia melajukan mobilnya menuju apartemen asistennya itu.
Darren melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Beruntung jalanan agak sepi, jadi ia tidak kena umpat pengendara lain. Tidak butuh waktu lama, calon hot Daddy itu sudah sampai di basement apartemen Romy.
Ting nong.
Ceklek.
" Cepat amat lo datangnya"
" Buruan, kita nggak punya banyak waktu" kata Darren sambil menarik tangan sahabatnya itu.
" Stop!"
Darren menghentikan langkahnya. " Apaan?"
" Lo mau culik gue kemana?"
" Idih pede banget lo. Lagian siapa juga yang mau culik lo"
" Ya elo lha"
" Nggak minat gue culik Om-om kek lo"
" Sesama Om-om jangan ngebully"
" Buruan ntar istri gue ngamuk"
" Biarin. Lagian yang ngamuk itu bini lo, bukan bini gue"
" Cepat Rom. Kalau lo mau ikut sama gue, gaji lo gue naikin dua persen"
Mendengar kata gaji naik. Telinga Romy langsung berdiri. " Kenapa nggak bilang dari tadi. Yuk berangkat"
" Dasar asisten mata duitan. Dengar nama duit telinga langsung berdiri"
" Iya dong. Lagian siapa yang bisa menolak pesona duit"
" Buruan jalan!"
__ADS_1
" Siap bos " kata Romy.
Dua lelaki tampan itu pergi dari apartemen itu. Tapi baru beberapa langkah, Romy menghentikan langkahnya lagi.
" Kenapa berhenti?"
" Lo nggak liat ada yang aneh dari penampilan gue?"
Darren melihat penampilan sahabatnya dari atas sampai bawah. Alangkah terkejutnya ia melihat penampilan sahabatnya itu.
" Lo mau ngajak para cewek demo liat penampilan lo kaya gini?"
" Makanya gue berhenti. Lagian lo main tarik gue aja"
" Ya udah, buruan pake baju sana!" usir Darren.
Romy bergegas masuk kedalam apartemennya untuk memakai pakaiannya. Ya dia baru selesai mandi dan sudah di seret sama sahabatnya yang nggak ada akhlak itu.
Darren melihat Romy baru keluar dari apartemennya langsung melemparkan kunci mobilnya ke arah Romy.
" Rom tangkap"
Romy kaget melihat kunci yang melayang kearahnya. Ia dengan sigap menangkap kunci mobil yang di lemparkan Darren padanya.
" Rese banget sih bro"
" Udah buruan"
Kedua cowok tampan itu masuk kedalam lift. Lift pun bergerak turun kebawah membawa dua lelaki tampan itu.
Ting.
Pintu lift terbuka. Kedua cowok tampan itu keluar dari dalam lift. Mereka berjalan menuju parkiran.
" Lo yang nyetir "
" Emang kita mau kemana sih?" tanya Romy sambil masuk ke dalam mobil.
" Cari mangga muda"
" Mangga muda?"
" Hhmm"
" Kenapa nggak mangga yang udah Mateng aja?"
" Istri gue penginnya mangga yang muda"
Pletak.
" Bilang istri gue aneh lagi, habis Lo!"
" Idih ancaman lo parah banget"
" Istri gue lagi ngidam"
" Ngidam?"
" Hhmm"
" Berarti lo mau jadi seorang ayah dong?"
" Hhmm"
" Wah selamat ya bro, akhirnya benih lo jadi juga"
" Makasih bro"
Romy melajukan mobilnya meninggalkan basement apartemennya. Ia turut bahagia karena sahabatnya itu akan jadi seorang ayah.
" BTW kita mau cari kemana bro?" tanya Romy.
" Gue juga nggak tau Rom. Kita liat sepanjang jalan, atau liat di rumah-rumah orang kalau ada"
" Lo yang bertugas melihatnya. Gue nyetir jadi nggak bisa cari mangga nya"
" Hhmm"
Romy melajukan mobilnya dengan santai, karena mencari mangga pada saat tidak musim seperti ini sangat susah. Jadi mata harus benar-benar jeli melihat mangga muda itu.
Mata Darren fokus melihat rumah-rumah yang mereka lewati. Sudah banyak rumah yang di lewati tapi mangga muda itu belum kelihatan hilalnya.
" Kok nggak ada mangga yang berbuah ya Rom?"
" Ya kan lo tau sekarang lagi nggak musim tu buah"
" Iya juga sih"
Darren masih melihat pohon mangga yang ada di halaman rumah warga yang mereka lewati. Romy melajukan mobil kearah perkampungan. Siapa tau di sana ada pohon mangga warga yang berbuah.
" Ngapain kita ke perkampungan?" tanya Darren.
" Cari mangga muda"
__ADS_1
" Emang ada di sini"
" Ya kita aja dulu. Mudah-mudahan aja ada"
Para warga kampung Semut kaget melihat mobil mewah masuk kampung mereka. Ya ini kali pertama mereka melihat mobil mewah itu jalan ke sana.
" Wah mobil mewah siapa itu?"
" Iya, mobilnya lebih mewah dari mobil pak RT "
" Jelas saja, wong mobilnya kinclong kek begitu kok"
" Pasti belinya sangat mahal"
" Sudah pasti mahal"
Romy menghentikan mobilnya di depan ibu-ibu yang lagi ngerumpi itu. Ia turun dari mobilnya. Para ibu-ibu itu kaget sampai mulut mereka terbuka.
" Tampan sekali"
" Iya. Apakah dia artis?"
" Sepertinya bukan"
" Misi Buk" sapa Romy.
" Ya, ada yang bisa kami bantu tuan?" tanya salah satu ibu itu.
" Gini Buk, teman saya mau cari mangga muda. Apa di rumah ibu-ibu ada mangga yang berbuah"
" Apa istri teman tuan itu lagi ngidam?"
" Iya Buk"
" Kebetulan di rumah saya ada pohon mangga yang sedang berbuah"
" Benarkah?"
" Iya tuan"
" Kalau begitu boleh saya membelinya Buk?"
" Nggak usah beli tuan, saya kasih gratis"
" Terima kasih Buk"
" Tapi ada syaratnya"
" Syarat?"
" Iya"
" Kenapa harus pake syarat sih Buk?"
" Syaratnya gampang kok tuan"
" Oh, apa itu Buk"
" Syaratnya, tuan harus bawa saya naik mobil mewah itu. Gimana?"
" Oh kirain apa. Yuk Buk naik"
Ibu itu sangat senang karena bisa naik mobil mewah milik Darren. Ibu itu pamit sama teman-temannya.
Darren kaget karena sahabatnya itu membawa ibu-ibu masuk kedalam mobilnya. Begitu juga dengan ibuk itu. Ia kaget karena ada seorang lelaki tampan lagi di dalam mobil itu.
Romy di suruh cari mangga muda, malah dapat mangga tua. Gumam Darren dalam hati.
" Tenang bentar lagi kita akan dapat mangga mudanya" kata Romy.
" Mana mangga nya?"
" Kita ambil dulu ke rumah ibuk ini"
" Terus kenapa lo bawa ibuk itu masuk kedalam mobil?"
" Syarat dari ibuk itu"
" Syarat? maksudnya?"
" Dia mau ngasih mangga mudanya, asalkan dia boleh naik mobil lo"
" Ya udah buruan "
Romy melajukan mobilnya menuju rumah ibuk itu. Darren harus merelakan ibuk itu naik mobilnya. Ini demi calon baby twins nya, biar mereka nggak ileran pas lahir nanti.
To be continue.
Hot Daddy
Happy reading ππ
__ADS_1