
Darren baru pulang dari kantor. Ia melihat dua mobil box terparkir cantik di depan mansion-nya.
" Mobil box siapa ini Don?" tanya Darren.
" Saya tidak tau tuan muda. Soalnya saya juga baru sampai di mansion"
" Baru sampai? emang kamu tadi kemana?"
" Nemuin Serly tuan muda " jawab Doni malu-malu.
" Jawabnya nggak usah malu-malu gitu juga kali" kata Darren sambil meninggalkan bodyguardnya itu.
Darren tidak melihat keberadaan istrinya. " Bik, istri saya kemana?"
" Nona muda di kamar tuan muda"
Tanpa menunggu lama Darren segera masuk kedalam lift menuju lantai tiga. Tidak butuh waktu lama ia pun sampai di lantai tiga. Ia berjalan menuju kamarnya.
Darren memutar handle pintunya. Ia melongo melihat bentuk kamarnya yang sudah seperti toko pakaian perlengkapan bayi. Dia pun kesusahan untuk berjalan menuju kamar mandi.
" Siapa sih yang mindahin toko pakaian ini ke sini?"
" Mommy kamu, By " jawab Kiran yang baru keluar dari kamar mandi.
" Mommy?"
" Hhmm"
" Kenapa nggak diletakkan di kamar sebelah aja sayang?"
" Kamar sebelah sudah penuh sama perabotan bayi"
" Hah?"
" Iya, kalau itu kerjaan mertua kamu"
" Mobil box nya kenapa masih di bawah?"
" Karena sopirnya masih ada si sini"
" Siapa?"
" Daddy sama Daddy mertua"
" Oh God, kenapa punya orang tua sama mertua gini banget ya"
Kiran hanya tersenyum mendengar keluhan sang suami. " Nggak apa-apa By, kapan lagi liat Daddy jadi sopir mobil box gitu"
" Iya juga sih"
" Ya udah, sekarang kamu mandi dulu sana!"
" Gimana mau mandi, jalannya aja susah kek gini"
" Sabar By, lagian hubby tu harus bersyukur, karena kita nggak perlu ngeluarin duit untuk beli pakaian dan juga perabot untuk baby twins"
" Iya, tapi nggak semua isi tokonya di pindahkan ke kamar kita sayang"
Darren berjalan menuju kamar mandi. Tapi baru sampai di depan pintu kamar mandi ia menghentikan langkahnya.
" Mandiin dong yank"
" Aku baru selesai mandi By, jadi hubby mandi sendiri aja ya"
" Kamu sih nggak nunggu aku pulang dulu"
" Buruan mandi, orang tua sama mertua kamu udah nunggu di taman"
" Baiklah"
Setelah suaminya menghilang ke dalam kamar mandi. Kiran menyiapkan pakaian untuk suaminya itu. Setelah itu ia keluar dari kamarnya. Ia akan menemui orang tua dan juga mertuanya.
__ADS_1
Kiran tersenyum melihat keakraban orang tua dan mertuanya. Pemandangan yang sangat indah. Ia bersyukur karena memiliki mertua seperti mertuanya. Diluar sana banyak istri yang tidak di sayang sama mertuanya.
" Sayang kenapa berdiri di sana, cepat kesini cicipi cake yang dibikin sama kedua mommy kamu" kata Vandy.
" Cake?"
" Iya, cepat ke sini"
Kiran pun duduk di tengah-tengah antara mommy dan mommy mertuanya. Di atas meja ada cake yang cukup besar yang menggugah selera.
" Kenapa cake-nya belum di potong?"
" Kami semua nunggu kamu datang " jawab Clarissa sambil mulai memotong cake-nya.
" Kapan mommy bikin cake-nya?"
" Tadi pas adek di kamar" jawab Anggun.
" Nih cobain" kata Clarissa sambil menyerahkan cake tiramisunya.
" Makasih Mom "
Kiran mulai memasukkan suapan pertamanya kedalam mulutnya. Kue itu terasa sangat lembut. Rasa tiramisunya juga berasa dan manisnya juga pas.
" Gimana rasanya?" tanya Clarissa dengan mata yang berbinar.
" Enak, manisnya pas nggak bikin eneg. Dan cake-nya sangat lembut"
" Benarkah?" tanya Clarissa lagi.
" Benar Mom"
" Terima kasih sayang pujiannya. Setelah sekian purnama, akhirnya mommy bisa juga membikin cake"
" Emang mommy biasanya nggak pernah bikin cake?"
" Belum, ini tadi juga diajarin sama mommy kamu" kata Clarissa.
" Untuk Daddy mana nih Mom, cake-nya?" tanya Jonathan.
" Kok daddy nggak di potongin juga?"
" Daddy kan punya tangan, jadi potong sendiri lha"
" Mommy mah gitu" rajuk Jonathan.
" Nggak usah sok merajuk, udah tua juga"
" Kejam banget sih bini gue" gumam Jhonatan.
" Kasihan kamu bro. Untung istri aku nggak tega kek istri kamu" ledek Vandy.
" Masa, coba kalau istri kamu nggak tega"
" Baik, liat ya"
" Hhmm"
" Sayang, tolong potongkan cake-nya untuk Mas dong?"
" Mas potong sendiri aja dulu ya, soalnya aku lagi balas chat Kenzo nih"
Tawa Jonathan pun pecah. Ternyata istri mereka berdua sama. Akhirnya mau nggak mau Vandy pun memotong cake-nya sendiri.
Awas kamu ya sayang, sampai di rumah aku kasih hukuman. Gumam Vandy dalam hati.
Saat mereka sedang menikmati cake. Darren pun datang. Ia terlihat tampan dengan memakai pakaian santai seperti itu.
" Wah ada cake nih" kata Darren.
" Astagfirullah, bocah nakal ini bikin kaget aja" kata Clarissa.
__ADS_1
" Kaget kenapa sih Mom?"
" Karena kamu lha, kek jailangkung"
" Enak aja. Aku udah tampan kek gini di samain kek jailangkung"
" Emang sama. Datang tak dianter, pulang tak di jemput"
" Ke balik Mom"
" Suka-suka mommy lha, wong yang ngomong mulut mommy kok"
Darren memilih diam, karena ia tidak akan pernah menang melawan sang mommy dalam hal apapun.
" Mending makan cake"
" Jangan coba-coba menyentuh cake-nya, karena mommy bikin bukan untuk kamu"
" Mommy bercanda?" tanya Darren.
" Siapa yang bercanda. Ini tuh serius"
" Mommy kan nggak bisa bikin cake"
" Kamu tanya saja sama ibu mertua kamu"
" Beneran Mom, Mom Clarissa yang bikin cake ini"
" Benar mantu, cake buatan mommy kamu enak. Tuh istri kamu aja sampe nambah" kata Anggun sambil tersenyum pada menantunya.
" Denger kan? enak saja kamu bilang mommy nggak bisa bikin cake"
" Ya karena aku udah pernah cicipi cake buatan mommy, dan rasanya sungguh tidak enak"
" Apa! berani kamu bilang cake mommy nggak enak. Mommy kutuk jadi--"
" Stop! cake buatan mommy enak" potong Darren. Ia tidak ingin berubah jadi batu jika mommy-nya melanjutkan ucapannya.
" Makanya jangan macam-macam kamu sama mommy" kata Clarissa sambil tertawa.
Sungguh Mak tiri yang kejam. Batin Darren.
Jhonatan menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya dan putranya. Setiap bertemu mereka berdua selalu saja berantem. Tapi itulah yang membuat hubungan ibu dan anak itu tambah akrab.
" Oh iya, mommy perhatikan perut adek kok besar banget ya. Padahal kan usia kandungannya baru 18 Minggu. Apa jangan-jangan adek hamil baby twins" kata Anggun.
Uhuk..uhuk..
Kiran tersedak sama cake yang ia makan. Anggun segera memberikan segelas air putih pada putri kesayangannya itu.
" Pelan-pelan dong sayang makanya" kata Anggun.
" Makasih Mom" ucap Kiran setelah meneguk air putih yang diberikan mommy-nya tadi.
" Apa benar yang di bilang mommy kamu Nak?" tanya Clarissa pada Kiran.
" Apa Mom?" tanya Kiran pura-pura lupa.
" Tentang baby twins" kata Clarissa.
Kiran bingung harus menjawab apa. Karena apa yang dikatakan mommy-nya itu benar. Ia melirik suaminya untuk meminta bantuan.
" Mom, istri aku habis tersedak. Mommy malah mengajukan pertanyaan" kata Darren.
" Oh iya, maafkan mommy sayang. Apa tenggorokan kamu sakit?"
" Sedikit Mom"
Kiran merasa lega, karena kedua mommy-nya tidak bertanya lagi tentang baby twins. Ia ingin memberi kejutan ketika melahirkan nanti. Dan ia berharap rahasia ini jangan sampai terbongkar sebelum waktunya.
To be continue.
__ADS_1
Mana nih dukungannya untuk karya receh ini π€π€
Happy reading