
Nadia dan Romy menikmati makan malam di balkon. Di temani view pemandangan laut yang sangat indah kala ditimpa sinar bulan. Sungguh makan malam yang romantis.
" Makan yang banyak, karena nanti kamu butuh tenaga yang ekstra untuk memanjakan suamimu ini"
Lagi-lagi Nadia menelan saliva-nya. Ia berdoa semoga nanti suaminya amnesia sementara, jadi dia aman untuk sementara waktu.
" Aaaaa,, Buka mulutnya " titah Romy.
Nadia tersenyum, kemudian ia membuka mulutnya. Tapi saat sendok itu sudah sampai di depannya, Romy membelokkan sendok itu ke mulutnya.
Tawa Romy pecah melihat ekspresi kesal sang istri. Entah kenapa saat ini ia sangat senang menggoda istrinya.
" Gemesin banget sih kamu" kata Romy sambil mengecup bibir sang istri.
" Kamu tu iseng banget sih!"
" Suka liat kamu lagi bete kek gitu. Bikin gemes"
" Ck"
Mereka melanjutkan kembali menyantap makanan mereka. Tanpa terasa makanan yang ada di piring mereka sudah habis tak bersisa.
Selesai makan malam dan mengistirahatkan perutnya. Romy masuk kedalam kamar, diikuti oleh Nadia di belakang.
" Aku mau gosok gigi sama membersihkan wajah dulu" kata Romy.
" Hhhmm"
Saat suaminya sudah masuk kedalam kamar mandi. Nadia mengambil lingerie yang ada di dalam lemarinya. Ia menatap baju yang tipis dan transparan itu.
" Masa gue harus pake baju ini?"
Nadia menyembunyikan lingerie itu. Ia akan memakainya nanti di kamar mandi. Malam ini dia harus menyerahkan dirinya pada suaminya itu. Karena kemarin malam pertama mereka terganggu karena Darren.
Pintu kamar mandi terbuka. Nadia langsung menoleh kearah kamar mandi. Suaminya keluar dengan wajah yang terlihat tampan.
" Aku mau gosok gigi dulu ya Bee"
" Iya sayang "
Nadia bergegas ke kamar mandi. Sampai di dalam kamar mandi ia menggosok gigi dan juga membersihkan wajahnya. Setelah selesai ia memakai lingerie yang ia bawa tadi.
Lingerie yang tipis dan transparan itu sekarang sudah menempel di tubuhnya. Ia menatap dirinya di dalam cermin. Kenapa dia seperti wanita penghibur yang ada di luar sana.
Nadia mengambil jubah handuk untuk menutup tubuhnya. Ia sangat malu keluar dengan memakai lingerie yang tipis itu.
Romy bingung istrinya yang baru keluar kamar mandi dengan memakai jubah handuk. Apakah istrinya itu mandi malam-malam begini?.
" Kamu mandi Yank?"
__ADS_1
" Nggak Bee"
" Terus kenapa pakai jubah kek gitu? apa kamu kedinginan?"
Nadia menggelengkan kepalanya.
" Terus kenapa?"
" Malu?"
Romy mengeyitkan alisnya. " Malu kenapa?"
" Karena ini " jawab Nadia sambil melepas jubah handuknya.
Romy kaget sampai ia bangkit dari duduknya. Iya tidak menyangka istrinya memakai lingerie yang sangat menggoda imannya. Ia segera menghampiri istrinya.
" Apa kamu mau menggoda aku sayang"
" Tanpa aku goda, kamu juga udah tergoda Bee"
Romy menatap istrinya dari atas sampai bawah. Bentuk tubuh istrinya sungguh sangat indah untuk di pandang. Sungguh keseksian tubuh istrinya mengalihkan dunianya.
" Bee"
" Hhmm"
" Kenapa harus malu. Disini cuma ada kita berdua" kata Romy semakin mendekat ke arah istrinya. Sontak Nadia mundur kebelakang.
Romy terus maju dan Nadia mundur kebelakang. Namun tiba-tiba Nadia tersandung karpet bulu yang ada di sana. Dengan sigap Romy menangkap tubuh sang istri.
Nadia menatap suaminya. Begitu juga dengan Romy. Mata mereka saling mengunci satu sama lain. Sedetik kemudian Romy memulai aksinya dengan mencium bibir nan merah bak strawberry itu.
Ia m*l*m*t bibir nan merah itu. Nadia memejamkan matanya menikmati ciuman yang di berikan suaminya. Beberapa detik kemudian ia membalas ciuman suaminya.
Romy sangat senang karena sang istri membalas ciumannya. Ia menuntun istrinya ke atas ranjang yang sudah menunggu pasutri itu untuk memadu kasih.
Ia membaringkan tubuh istrinya dengan hati-hati. Ia memberikan sentuhan-sentuhan lembut untuk istrinya. Nadia hanya menikmati setiap sentuhan yang diberikan suaminya.
Setelah istrinya rileks, Romy menyingkirkan lingerie yang menempel di tubuh istrinya. Sekarang tubuh sang istri polos tanpa sehelai benang pun yang menempel di tubuhnya.
Nadia menutup bagian sensitif miliknya dengan kedua tangannya. Ia malu karena di tatap dengan intens seperti itu oleh suaminya. Apalagi sekarang ia tidak memakai sehelai benangpun di tubuhnya.
" Jangan di tutup, aku nggak bisa memandanginya "
" Malu Bee"
" Aku suami kamu, jadi tidak perlu malu" kata Romy sambil menyingkirkan tangan sang istri.
Romy mengagumi kecantikan sang istri. Tubuh nan putih mulus tanpa cela sedikitpun. Sungguh memanjakan matanya. Ia tersenyum saat tubuh istrinya merespon sentuhan yang ia berikan.
__ADS_1
Tubuh Nadia seperti tersengat aliran listrik ribuan volt. Sungguh sensasi yang luar biasa yang pernah ia rasakan. Sentuhan suaminya sungguh membuatnya menggila.
Romy sudah tidak bisa lagi menahan hasratnya. Ia melepas semua pakaian yang melekat di tubuhnya. Malam ini ia akan menuntaskan semua yang tertunda kemarin.
" Kamu sudah siap honey?"
Nadia hanya menganggukkan kepalanya.
Romy pun mulai mengarahkan juniornya ke gawang sang istri. Ternyata sangat sulit untuk menembus pertahanan sang istri. Ia pun juga tidak tega melihat sang istri kesakitan. Tapi ia juga tida bisa menahan lagi. Dengan satu kali hentakan, akhirnya ia bisa mencetak gol.
Nadia mencakar punggung suaminya saat merasakan sakit yang teramat di bawah sana. Ia tidak menyangka akan sesakit ini. Kalau ia tau, tidak akan ia penuhi keinginan suaminya itu.
Rasa sakit pun perlahan hilang. Suasana di kamar itu berubah menjadi panas. Suara d*s*h*n dan erangan pun memenuhi kamar pengantin baru itu.
Satu jam lamanya, akhirnya Romy pun mencapai pelepasannya. Ia memuntahkan laharnya di dalam milik sang istri. Setelah itu Ia tumbang di samping sang istri.
" Makasih sayang" ucap Romy sambil mengecup kening sang istri.
Nadia hanya membalas dengan senyuman. Ia sudah tidak punya tenaga lagi. Suaminya itu menyerang dia tanpa ampun. Tak berselang lama Nadia pun terlelap.
Romy tersenyum melihat istrinya yang sudah terlelap. Tubuh istrinya sudah penuh oleh stempel kepemilikan yang ia buat tadi. Ia tidak sabar melihat reaksi istrinya besok pagi saat melihat tubuhnya sudah seperti macan tutul. Tak berselang lama ia pun menyusul istrinya ke dunia mimpi.
Di tempat lain.
Darren sedang menikmati waktunya dengan keluarga kecilnya. Sekarang ia sedang menyuapi istrinya.
" By, kapan aku boleh pulang?"
" Tiga hari lagi sayang"
" Kok lama banget. Aku kan udah bosan tidur terus. Aku mau jalan-jalan By"
" Sabar sayang. Nanti aku ajak jalan-jalan ke taman rumah sakit. Mau?"
" Mau, tapi baby twins gimana?"
" Ntar minta tolong suster jagain sebentar"
" Apa nggak apa-apa, minta tolong suster?"
" Nggak apa-apa. Lagian ada para bodyguard juga nanti yang berjaga di depan pintu masuk"
Darren memang selalu meminta para bodyguardnya berjaga 24 jam di depan pintu ruangan istrinya. Semua itu ia lakukan untuk menjaga keluarga kecilnya. Mengingat Darren dan Kiran mempunyai banyak musuh.
To be continue.
Masih ada yang baca nggak ya π€π€
Happy reading ππ
__ADS_1