
Kiran sedang mengemas pakaian ke dalam koper. Karena sebentar lagi mereka akan berangkat ke bandara. Liburan yang harusnya tiga hari, di perpendek menjadi satu hari.
" Honey, udah selesai belum?" tanya Darren.
" Sedikit lagi"
" Mau aku bantuin nggak?"
" Makasih, tapi aku bisa sendiri "
" Sorry ya"
" Eh"
" Iya. Gara-gara mommy, liburan kita jadi terganggu"
" It's ok"
Darren menatap wanitanya itu. Dia membayangkan kalau sudah menikah nanti, Kiran menyiapkan segala keperluan untuk dirinya. Mulai dari pakaian, makan dan lainnya. Ia senyum-senyum sendiri membayangkan hal yang menyenangkan seperti itu.
" Kamu kenapa?"
" Nggak kenapa-napa"
" Terus kenapa senyum-senyum gitu?"
" Lagi bayangin kamu menyiapkan pakaian aku"
" Pakaian?"
" Hhmm. Kalau aku mau ke kantor, kamu menyiapkan pakaiannya"
Kiran juga tersenyum mendengar ucapan Darren barusan. " Apa kamu senang kalau aku yang menyiapkan pakaian kerja kamu?"
" Tentu saja senang. Lagipula suami mana yang tidak akan senang dan bahagia jika semua kebutuhannya di siapkan oleh istrinya. Tapi aku lebih bahagia jika kamu juga bisa balas cinta aku"
" Beri aku waktu"
" Aku akan beri waktu sebanyak yang kamu mau"
" Terima kasih"
" Yuk ke bawah, mommy sama daddy udah nungguin"
" Hhmm"
Darren mengambil koper Kiran dan membawanya turun ke bawah. Kiran mengikuti di belakang.
" Gitu dong Ren bawa koper milik calon istri" kata sang mommy saat putranya sudah sampai di bawah.
" Iya Mom"
" Cepat masukkan copetnya kedalam mobil, karena sebentar lagi kita berangkat"
" Iya bunda Ratu, titah ibunda akan segera ananda laksanakan"
Clarissa terkekeh mendengar ucapan sang anak. " Berasa kek di kerjaan kita ya Dad"
" Iya Mom"
" Yuk mantu kesayangan mommy, kita masuk kedalam mobil"
" Siap Mom" kata Kiran.
" Kamu duduk di belakang sama aku " kata Darren.
" Nggak bisa! Kiran duduknya sama mommy"
" No! Kiran calon istri aku, jadi duduknya harus sama aku"
__ADS_1
" Mau mommy kutuk kamu"
" Untuk hal menyangkut kesejahteraan aku dan calon istriku. Aku rela mommy kutuk" kata Darren sambil menarik tangan Kiran masuk ke dalam mobil.
" Sudah biarkan saja. Mommy duduk sama Daddy aja"
" Baiklah"
Darren tersenyum penuh kemenangan. Kali ini dia tidak akan memberikan celah untuk sang mommy menguasai wanitanya.
" Kamu nggak boleh kek gitu sama mommy" kata Kiran.
" Kek gitu gimana?" tanya Darren.
" Iya berdebat kek tadi"
" Aku nggak bermaksud gitu kalau mommy nggak mulai duluan. Lagian dari tadi siang dia selalu nempel sama kamu, kek perangko nempel di surat. Susah lepasnya"
Benar apa yang di bilang sama Darren. Kalau mommy-nya terus saja menempel dengannya sejak mereka pulang dari mall tadi. Wajar kalau Darren kesal seperti itu.
Setelah berpamitan pada James dan istrinya, Jonathan masuk kedalam mobilnya. Dia mulai menghidupkan mesin mobilnya, kemudian mulai melajukan mobil itu meninggalkan villa.
Darren merebahkan kepalanya di bahu Kiran. Entah kenapa dia ingin bermanja-manja dengan wanitanya itu. Kiran membiarkan saja kepala Darren di bahunya.
" Kamu pake parfum apa honey?"
" Nggak pake parfum apa-apa, kenapa?"
" Nggak, aroma tubuh kamu wangi. Aku suka"
Blush.
Wajah Kiran merona mendengar pujian dari Darren. Dia tidak menyangka kalau Darren akan berkata seperti itu. Dan dia juga bilang menyukai aroma wangi tubuhnya.
Tak berselang lama terdengar suara nafas teratur. Kiran menoleh kearah Darren. Ternyata Darren sudah terlelap.
" Cepat banget tidur kamu tuan muda "
Tampan banget sih kamu.
Darren tidak merasa terganggu oleh sentuhan yang di berikan oleh Kiran. Dia masih terlelap dengan damainya. Kiran tersenyum melihat Darren yang tidak terganggu sama sekali oleh sentuhannya.
" Nyenyak banget sih tidurnya"
Kiran tidak menggangu tidur tuan muda itu lagi. Dia melihat keluar jendela mobil, menikmati pemandangan yang ada di luar sana.
Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit, akhirnya mereka sampai di bandara internasional I Gusti Ngurah Rai.
" Darren bangun, kita sudah sampai" kata Kiran.
" Mmm, udah sampe ya" kata Darren dengan suara khas bangun tidur.
" Hhmm"
Kiran keluar dari mobil, diikuti sama Darren. Mereka berjalan memasuki bandara.
Seperti biasa Darren dan Kiran selalu menjadi pusat perhatian orang-orang.
" Wah tampan sekali cowok itu"
" Ceweknya juga cantik "
" Apa mereka sepasang kekasih"
" Sepertinya iya"
" Sungguh pasangan yang serasi"
Banyak lagi pujian yang mereka dengar dari mulut orang-orang itu. Tapi Kiran dan Darren tidak menghiraukannnya. mereka terus berjalan menuju landasan pesawat, tempat dimana jet keluarga Narendra berada. Ya Kiran akan berangkat dengan jet pribadi milik keluarga Narendra.
__ADS_1
Darren menggenggam tangan Kiran masuk kedalam jet. Dia sengaja menggenggam tangan Kiran, kalau tidak mommy-nya akan menculik wanitanya lagi.
Sebentar lagi mereka akan meninggalkan pulau Bali dan kembali ke Jakarta. Kiran sudah tidak sabar ingin cepat sampai di rumahnya.
" Kalau kamu ngantuk tidur aja" kata Darren.
" Hhmm"
Pesawat jet milik keluarga Narendra pun lepas landas meninggalkan bandar udara internasional I Gusti Ngurah Rai.
Di Jakarta.
Daffin belum juga bisa menemukan alamat rumah Kiran. Ya beberapa hari yang lalu dia mencari alamat wanita cantik itu. Tapi sampai sekarang di belum juga menemukannya.
" Kamu dimana princess"
Dia juga tidak berani bertanya pada kedua orang tua Kiran. Dia tau mommy Kiran belum bisa memaafkannya. Dan dia maklumi semua itu karena perbuatannya.
Tok.
Tok.
Tok.
" Masuk"
" Permisi Pak, di luar ada nona Monica"
" Ngapain lagi dia kesini?"
Belum sempat sekretaris Daffin menjawab, Monica sudah nyelonong masuk ke dalam ruangan Daffin.
" Kamu punya sopan santun nggak, main nyelonong aja" kata Daffin.
" Kenapa kamu nggak menjawab panggilan telepon aku"
" Untuk apa aku jawab telpon dari kamu"
Sekretaris Daffin pun mundur alon-alon, dia tidak ingin menjadi sasaran sepasang kekasih yang sedang bertikai itu.
" Aku masih mencintai kamu Daffin"
" Bullshit !"
Monica mendekat ke arah Daffin. Dia yakin Daffin masih mencintainya. Dengan percaya diri yang tinggi dia berusaha mencium Daffin, tapi sebelum itu terjadi Daffin mendorong tubuh Monica.
" Jangan coba-coba menyentuh ku "
" Kenapa? bukankah kamu suka dengan ciumanku"
" Cih.. dulu, sekarang tidak lagi. Karena sekarang aku jijik di sentuh sama kamu. Dan lagi, entah sudah berapa lelaki yang menyentuh mu"
Deg.
Monica merasa sakit mendengar ucapan Daffin barusan. Dia memang berpacaran dengan orang lain, tapi lelaki itu tidak pernah menyentuhnya. Walaupun dia sangat ingin di sentuh sama Darren waktu itu. Tapi lelaki itu langsung alergi saat dia mencoba menyentuh tangannya.
" Sekarang kamu keluar dari ruangan ku, sebelum aku memanggil security "
" Kamu jahat!" kata Monica sambil berjalan keluar dari ruangan itu.
Daffin memijit pelipisnya, dia tidak menyangka Monica masih berani datang menemuinya setelah apa yang terjadi. Monica juga tidak tau malu bilang kalau dia masih mencintainya. Tapi dia tidak akan tertipu lagi sama wanita itu.
Sekarang dia akan berjuang untuk mendapatkan kembali cinta masa kecilnya dengan Kiran. Dia berharap Kiran masih mempunyai perasaan untuknya.
To be continue.
Abang Daffin yang di bully sama reader๐คญ
__ADS_1
Happy Reading ๐๐