
Semua alat untuk membantu persalinan Kiran pun sudah di siapkan. Darren masih setia menemani istrinya. Ia menggenggam tangan sang istri.
" Apa anda sudah siap nona?"
" Sudah Dok"
" Baiklah, sekarang kita mulai. Tahan nafas, dorong!"
Kiran pun mulai mengejan sesuai instruksi yang diberikan oleh dokter tadi. Satu, dua, kali mengejan, ia sudah mulai kelelahan.
" Kita coba lagi nona"
" Ayo sayang, kamu pasti bisa" kata Darren menyemangati istrinya.
Darren tidak sanggup melihat istrinya kesakitan seperti itu. Andai saja semua rasa sakit itu bisa di gantikan, ia rela mengganti semua rasa sakit itu. Ia terus membisikkan kata-kata cinta di telinga istrinya.
Kiran mengejan sekuat tenaga. Dan akhirnya suara bayi pun menggema di ruang persalinan itu.
oek..oek...
Darren tak kuasa menahan air matanya kala mendengar tangisan bayi. Akhirnya salah satu bayinya lahir ke dunia dengan selamat. Rasa syukur terus terucap dari mulutnya.
" Selamat tuan dan nona, bayi pertama kalian lahir dengan selamat dengan jenis kelaminnya perempuan. Sekarang kita ambil adiknya lagi ya? apa nona masih kuat?"
" Masih Dok"
" Baik lha sekarang kita mulai"
Kiran kembali mengejan dan tak berapa lama, bayi kedua mereka pun lahir. Dengan berjenis kelamin laki-laki.
" Selamat tuan, nona bayi kedua kalian telah lahir dengan selamat dengan jenis kelaminnya laki-laki"
" Alhamdulillah, terima kasih ya Allah " ucap syukur Darren.
Dokter menyerahkan bayi pertama untuk di adzan kan. Setelah itu bayi kedua. Selesai di adzan kan baby twins pun di bersihkan.
" Sayang baby twins nya sepasang. Terima kasih karena sudah mau berjuang melahirkan baby twins?" ucap Darren sambil mengecup kening sang istri.
Kiran hanya membalas dengan senyuman ucapan suaminya itu. Ia sudah tidak ada tenaga lagi untuk bicara. Tak berselang lama ia pun terlelap karena kecapean.
Darren panik melihat istrinya memejamkan mata. " Dok! istri saya kenapa?"
" Tenang tuan. Nona baik-baik saja"
" Baik-baik gimana?! apa dokter nggak liat matanya terpejam!"
" Nona muda hanya tidur tuan. Jadi anda tidak perlu khawatir"
" Benarkah?"
" Iya tuan"
Darren sangat lega karena istrinya baik-baik saja. Dan baby twins nya juga lahir dengan selamat. Ia pun keluar dari ruang persalinan, karena dokter mau melakukan tugas selanjutnya.
Clarissa dan Anggun langsung menghampiri Darren saat melihat lelaki tampan yang sekarang sudah menjadi seorang ayah itu keluar dari ruang persalinan.
" Bagaimana keadaan cucu dan mantu mommy?" tanya Clarissa.
" Alhamdulillah cucu-cucu mommy lahir dengan selamat, begitu juga dengan mantu mommy"
" Alhamdullah " ucap Anggun dan Clarissa.
__ADS_1
" Tunggu! apa kamu bilang tadi cucu-cucu? twins maksudnya?" tanya Clarissa.
" Iya mommy, sepasang baby twins"
" Masya Allah, Nggun. Kita punya cucu twins, sepasang lagi"
" Iya, jadi kita nggak perlu rebutan untuk menggendongnya" kata Anggun.
" Sekarang dimana cucu twins kami?" tanya Clarissa dan Anggun berbarengan.
" Lagi dibersihkan Mom"
" Dad, ternyata putra kita tokcer juga Dad. Kamu mah kalah" kata Clarissa pada suaminya.
" Daddy juga tokcer kali Mom"
" Nggak! Darren aja sekali dapet langsung dua" kata Clarissa.
" Ya Darren bibitnya siapa? Daddy kan?"
" Iya juga ya. Sekarang mommy tidak butuh anak nakal ini lagi Dad" kata Clarissa pada suaminya.
" Iya Mom, harta warisan kita berikan saja pada kedua cucu kita " kata Jonathan.
" Ck,, mentang-mentang udah punya cucu, anak sendiri dilupakan. Sungguh Mak tiri yang kejam"
" Kejam sama kamu mah pahala" kata Clarissa.
Anggun dan Vandy hanya menggelengkan kepala. Mereka tidak menyangka akan punya besan seperti Clarissa dan juga Jhonatan.
" Selamat ya Ren, sekarang udah menjadi seorang ayah" kata Anggun dan Vandy.
" Makasih Mom, Dad"
Kiran pun dipindahkan ke ruang rawat VVIP. Darren, orang tua dan juga mertuanya mengikuti di belakang.
Dua orang suster datang dengan membawa dua box bayi ke dalam ruang rawat Kiran. Box bayi itu diletakkan di samping bed Kiran. Setelah itu suster pun pamit undur diri.
Clarissa dan Anggun segera menghampiri box baby twins. Mata mereka berbinar kala melihat cucu-cucu mereka yang cantik dan juga tampan.
" Mereka berdua perpaduan Kiran dan Darren banget ya" kata Clarissa.
" Tentu saja Mom. Aku kan Daddy-nya " kata Darren.
" Mommy nggak ngomong sama kamu"
" Yang kakaknya yang mananih Ren, cowok apa yang cewek?" tanya Anggun sang mertua.
" Kakaknya yang cewek Mom"
" Jadi siapa nama cucu-cucu kami ini Nak?" tanya Jhonatan.
" Yang perempuan Alexa Kirania Narendra. Dan yang laki-laki Axel Evan Narendra"
" Nama yang bagus. Ternyata kamu pintar juga kasih nama untuk cucu-cucu mommy"
" Iya dong"
Kedua wanita cantik itu masih memandangi wajah tampan dan juga cantik cucu mereka. Vandy dan Jonathan juga bahagia melihat cucu-cucu mereka lahir dengan selamat.
Clarissa sangat senang karena memiliki dua cucu sekaligus. Ia tidak bisa membayangkan jika cucu-cucunya sudah besar nanti. Pasti mansion-nya akan terasa rame karena kehadiran cucu-cucunya.
__ADS_1
Darren merebahkan tubuhnya di sofa yang ada di sana. Iya juga sangat lelah, karena menemani istrinya melahirkan tadi. Ia merasa lega karena istri dan kedua bayinya selamat. Tak berselang lama ia pun terlelap.
Clarissa menyelimuti tubuh putranya itu. Ia tidak menyangka putranya yang dulu sangat nakal, sekarang sudah menjadi seorang ayah.
" Darren udah tidur Mom?" tanya sang suami.
" Iya Dad"
" Cepat amat tidurnya"
" Mungkin karena kecapean"
" Pasti nanti malam dia begadang"
" Sudah pasti. Tapi nggak apa-apa, dia emang harus belajar jadi orang tua yang siaga"
" Jadi teringat saat mommy hamil Darren dulu" kata Jhonatan.
" Iya, Daddy ikut begadang juga"
Anggun duduk di kursi dekat bed putrinya. Ia membelai rambut panjang putrinya. Putri yang dulu suka ber-manja padanya dan juga suaminya, sekarang sudah menjadi seorang ibu.
" Nggak sabar liat reaksi Kenzo, kalau tau adek melahirkan baby twins" kata Anggun pada suaminya.
" Sama, Mas juga. Siapa tau setelah melihat baby twins dia ingin nambah anak lagi"
" Kalau itu aku nggak yakin sih Mas. Mengingat bagaimana ketakutannya dia saat melihat istrinya kesakitan saat melahirkan"
" Sama kayak aku melihat kamu melahirkan dulu"
Anggun tersenyum mendengar ucapan suaminya. Ya mereka membayangkan kejadian beberapa puluh tahun yang lalu. Sekarang anak-anak mereka sudah punya anak. Tanpa di sadari usia mereka juga tidak muda lagi.
Anggun menoleh kearah putrinya saat merasakan pergerakan dari putrinya itu. Benar saja putrinya itu sudah membuka matanya.
" Adek udah bangun?"
" Hhmm"
" Adek mau sesuatu?"
" Tolong ambilkan minum dong Mom"
Anggun mengambil segelas air putih yang ada di atas nakas di sebelah box bayi. Ia membantu putrinya untuk minum.
" Makasih Mom"
" Sama-sama sayang" kata Anggun sambil meletakkan gelas kosong di atas nakas.
Clarissa menghampiri mantunya yang baru bangun. Ia memeluk mantu kesayangannya itu.
" Terima kasih sudah melahirkan cucu yang tampan dan juga cantik untuk keluarga Narendra"
" Sama-sama mommy"
Kiran melihat sekeliling, tapi ia tidak melihat keberadaan suaminya. Tapi ia melihat seseorang tidur di sofa. Ia tersenyum kala melihat siapa sosok yang tertidur di sana. Dia tau suaminya itu juga kelelahan menemaninya saat persalinan tadi.
To be continue.
Baby twins.
__ADS_1
Happy reading ππ