
Kiran memakai lingerie yang sangat seksi. Ia sangat malu kala melihat pantulan dirinya di cermin. Ia seperti wanita penggoda. Tapi dia kan menggoda suaminya sendiri. Bukan lelaki hidung belang.
Ia memakai kimono untuk menutup lingerie yang dia pakai. Ia akan membukanya nanti saat suaminya itu sudah datang. Kiran tersenyum membayangkan ekspresi suaminya nanti.
Kiran berjalan menuju balkon kamarnya. Ia akan menunggu suaminya di sana. Dinginnya angin malam tidak menyurutkan niatnya untuk tetap menunggu kepulangan sang suami.
Dari kejauhan Kiran melihat mobil melaju menuju mansion. Ia yakin itu mobil milik suaminya. Ia pun segera masuk kedalam kamar. Ia segera mematikan lampu kamar dan menggantinya dengan lampu tidur.
Salah satu bodyguard membukakan pintu mobil untuk tuan mudanya. Darren keluar dari mobilnya, dan langsung masuk menuju mansion. Tapi sebelum itu, ia meminta bodyguardnya untuk membawakan kopernya ke dalam mansion.
" Selamat datang kembali tuan"
" Makasih Bik"
Darren bergegas menuju kamarnya, karena ia kangen sama istri dan juga baby twins. Ia segera masuk kedalam lift. Lift pun bergerak menuju lantai tiga.
Ting.
Darren bergegas keluar dari lift. Ia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan sang istri. Sebelum bertemu istrinya, ia pergi ke kamar baby twins terlebih dahulu.
Ia tersenyum kala melihat kedua anaknya yang tertidur lelap. Ingin sekali Darren mencium pipi gembul kedua anaknya itu. Tapi ia belum membersihkan diri, jadi ia mengurungkan niatnya untuk mencium kedua anaknya.
" Selamat bobok kesayangan Daddy"
Setelah mengucapkan selamat tidur pada kedua buah hatinya. Ia keluar dari kamar itu dan pergi ke kamarnya.
Lampu kamarnya sudah mati, itu tandanya istrinya sudah tidur. Darren membuka pintunya dengan hati-hati. Ia takut membangunkan sang istri yang lagi tidur.
Darren kaget melihat sosok wanita yang sangat ia rindukan sedang berdiri di dekat sofa. Walaupun lampu kamarnya tidak terlalu terang, tapi ia bisa melihat pemandangan indah yang ada di depan matanya.
Istrinya itu terlihat sangat seksi dengan memakai lingerie berwarna merah itu. Darren segera menghampiri istrinya itu.
" Apa kamu ingin menggodaku sayang?"
" Kalau iya kenapa?"
" Karena aku tidak akan melepaskan kamu" kata Darren sambil mengecup bibir sang istri.
Kiran pun membalas ciuman suaminya.
Pasutri itupun melepaskan segala rasa rindu yang sudah beberapa hari ini mereka tahan. Darren melepaskan ciumannya, ia tidak ingin khilaf karena istrinya masih dalam masa nifas.
Kiran kecewa karena suaminya melepaskan ciumannya begitu saja. " Kenapa?"
" A-aku takut khilaf "
Kiran tersenyum mendengar ucapan suaminya. Ia meraup wajah suaminya dan melanjutkan ciuman yang tertunda tadi. Ia sampai berjinjit supaya bisa menikmati bibir suaminya.
Darren kaget karena istrinya menciumnya. Ia ingin melepaskan ciumannya, tapi istrinya menahan tekuk nya. Ia pun hanya pasrah, tapi tak ayal ia juga membalas ciuman istrinya.
__ADS_1
" Aku mau hubby"
Darren menatap istrinya. " Apa udah boleh?"
Kiran mengangguk.
" Kenapa kamu nggak bilang dari tadi"
" Emang hubby nggak liat, aku udah pake lingerie?"
" Liat. Tapi aku pikir kamu cuma mau menggoda aku aja"
" Emang salah kalau aku menggoda suamiku sendiri?"
" Nggak. Malahan dianjurkan kamu untuk menggoda suami kamu"
Tanpa ba-bi-bu Darren segera menggendong istrinya. Ia membaringkan tubuh istrinya di atas kasur empuk itu. Ia menatap wajah cantik istrinya dengan penuh cinta.
Ia menciumi seluruh wajah sang istri. Dan terakhir berakhir di dibibir nan merah bak Cherry itu. Ia menyalurkan semua rasa rindunya pada sang istri.
Darren pun sudah tidak bisa lagi menahan hasratnya. Ia merobek lingerie yang menghalangi penglihatannya itu.
Kiran menggelengkan kepalanya melihat suaminya merobek lingerie nya begitu saja. Padahal lingerie itu cukup mahal ia beli. Tapi sekarang lingerie itu sudah tidak berbentuk lagi.
Kiran menutup matanya, kala suaminya menatap dirinya dengan intens. Darren tersenyum melihat istrinya yang masih saja malu kalau di tatap seperti itu. Padahal ia sudah sering melihat tubuh polos itu, tapi sang istri masih saja malu.
Ia memberikan sentuhan-sentuhan lembut pada istrinya. Ia ingin memanjakan sang istri dulu. Ia terus menyentuh bagian sensitif milik sang istri. Akhirnya sang istri mendapatkan pelepasan pertamanya.
" Kamu siap sayang?"
Kiran hanya mengangguk.
Darren pun memulai penyatuan mereka. Walaupun sudah melahirkan baby twins, tapi punya istrinya masih saja sempit. Mungkin karena sang istri selalu merawat miliknya itu.
Kiran memejamkan matanya kala merasakan sensasi yang luar biasa itu. Cukup lama dirinya tidak merasakan sensasi luar biasa itu. Jadi mereka seperti pengantin baru.
Suara d*s*h*n memenuhi kamar itu. Dinginnya AC tidak dapat mengurangi panasnya permainan mereka. Keringat sudah membasahi tubuh keduanya.
Darren benar-benar melepaskan rasa rindunya yang selama dua bulan lebih ia tahan. Ia tidak memberikan waktu untuk istrinya beristirahat. Ia terus menggempur sang istri.
Kiran entah sudah ke berapa kali mendapatkan pelepasan. Suaminya itu selalu saja membuatnya melayang ke nirwana. Ia tau suaminya itu sedang balas dendam padanya.
Darren merasakan ada sesuatu yang akan meledak di bawah sana. Ia pun mempercepat ritme permainannya. Tubuhnya bergetar bersamaan dengan larvanya yang keluar memenuhi milik sang istri.
" Makasih sayang" ucap Darren sambil mengecup kening sang istri.
Kiran hanya mampu membalas dengan senyuman. Karena ia sudah tidak punya tenaga untuk menjawab sama-sama. Ini semua karena ulah suaminya itu.
Darren membawa istrinya kedalam pelukannya. Ia tau istrinya pasti kelelahan karena olahraga tadi. Ia tidak menyangka kalau istrinya akan menyiapkan surprise yang luar biasa untuk dirinya.
__ADS_1
Pasutri itu pun terlelap saling berpelukan. Mereka kelelahan karena olahraga yang baru saja mereka lakukan. Sekarang mereka sudah berada di dunia mimpi.
πππ
Sepulang dari mansion sahabatnya. Serly meminta pelayan untuk membelikan test pack ke apotek. Ia akan membuktikan ucapan sahabatnya tadi. Dirinya berharap ia memang benar-benar hamil.
Akhirnya setelah di test, dan muncullah dua garis merah di test pack itu. Ia langsung mengucapkan rasa syukur karena Tuhan telah memberikan kepercayaan padanya.
Sekarang ia sedang menunggu kepulangan suaminya. Suaminya itu dapat shift sore. Jadi pulangnya jam 9 malam. Dan sekarang sudah jam sembilan kurang lima menit. Jadi sebentar lagi suaminya pulang. Ia akan memberikan surprise untuk suaminya itu.
Serly berdiri dari duduknya saat melihat suaminya sedang berjalan menuju kearahnya. Ia tersenyum pada suaminya itu.
" Kenapa masih diluar sayang?"
" Nunggu kamu pulang"
Doni tersenyum mendengar jawaban istrinya. Ia tidak menyangka kalau istrinya sedang menunggunya. " Yuk masuk, di luar dingin"
Ia merangkul pinggang sang istri dan masuk kedalam rumah. Sampai di ruang tamu, Ia melihat sebuah kotak kecil.
" Apa ini sayang?"
" Hadiah untuk kamu"
" Aku kan nggak lagi ulang tahun"
" Kan ngasih hadiahnya nggak harus nunggu ulang tahun dulu"
" Iya juga sih"
" Coba buka?"
Doni membuka kotak kecil itu. Matanya menyipit kala melihat benda panjang dan tipis. Di sana ada garis merah dua.
" Ini apa Yank?"
" Itu namanya test pack"
" Ini untuk apa?"
Serly menghela nafasnya. Ternyata suaminya itu sangat polos. " Itu alat untuk test kehamilan sayang"
" Terus bagaimana mana hasilnya?" tanya Doni antusias.
" Hasilnya positif. Dan itu tandanya kamu akan jadi seorang ayah"
" Alhamdulillah, akhirnya aku akan menjadi seorang ayah. Terima kasih sayang"
Doni mencium seluruh wajah istrinya. Ia sangat bahagia. Sungguh ini hadiah terindah dalam hidupnya. Akhirnya ia akan menjadi seorang ayah.
__ADS_1
To be continue.
Happy reading ππ