
Doni dan Nando sudah berada di perjalanan ke luar kota. Mereka akan menyelesaikan tugas yang di berikan Darren. Tugas mereka adalah mengamankan lokasi proyek.
Dua bulan yang lalu Darren membeli beberapa hektar tanah. Tanah itu akan dibuat tempat wisata. Karena lokasinya sangat bagus untuk jenis usaha itu.
Saat para pekerja sedang mengerjakan proyek itu, ada segerombolan preman menghadang para pekerja. Preman itu juga hebat bela diri. Bahkan ada beberapa pekerja yang cedera karena berusaha melawan para preman itu.
Itulah yang di katakan mandor proyek saat menelpon Darren tadi pagi. Sekarang para pekerja terpaksa berhenti bekerja karena para ulah preman itu. Jadi itulah tugas Doni dan Nando ke sana, untuk mengusir para preman itu.
Setelah menempuh perjalanan selama 2 jam lebih. Akhirnya mereka pun sampai di lokasi proyek. Kedatangan mereka langsung di sambut oleh mandor proyek.
" Selamat datang tuan"
" Apa kalian sekarang istirahat?"
" Tidak tuan, alat berat di sita sama para preman itu. Dan kami tidak ada yang bisa melawan mereka, karena kekuatan mereka jauh di atas kami. Ada diantara para pekerja yang mencoba melawan, mengalami cedera"
" Apa mereka sudah di bawa ke rumah sakit?"
" Sudah tuan"
" Kamu siap untuk bersenang-senang, Nan?"
" Siap Bang"
Para pekerja melihat remaja tampan yang di bawah sama orang kepercayaan tuannya. Mereka yang memiliki postur tubuh yang kekar, tidak bisa mengalahkan preman-preman itu. Apalagi anak remaja tampan itu. Apa tuannya tidak salah kirim orang.
Mereka saja yang rame, tidak mampu mengalahkan preman-preman itu. Ini bos mereka hanya mengirimkan dua orang saja, dan yang satunya malah anak kecil.
Nando tau kalau mandor dan para pekerja itu meremehkannya. Mungkin mereka melihat dirinya masih kecil. Berarti mereka itu bisa menilai orang dari sampulnya saja.
" Antarkan kami ke sana"
" Baik tuan"
Doni dan Nando mengikuti mandor proyek di belakang. Karena sang mandor akan menuntun jalan mereka ke tempat para preman itu. Walaupun mereka ragu akan kemampuan dua orang yang diutus sama bosnya itu.
Mereka pun sampai di lokasi tempat para preman itu. Doni melihat beberapa orang berdiri di sekitar alat berat. Mungkin mereka diminta untuk menjaga alat berat itu.
" Kalian datang lagi?" tanya salah satu preman itu.
" Apa kalian mau di hajar lagi?" kata temannya yang satu lagi.
Mendengar kata hajar, mandor dan para pekerja langsung bersembunyi di belakang Doni dan Nando. Mereka tidak ingin masuk rumah sakit seperti teman-teman mereka.
" Coba lihat, belum diapa-apain sudah gemetar dan bersembunyi. Dasar orang-orang tidak berguna!" kata preman itu lagi.
" Sudah selesai bicaranya?" tanya Doni.
" Kau siapa?"
" Saya malaikat maut kalian"
__ADS_1
Tuan muda pinjam kata-katanya sebentar.
Para preman itu saling lirik. Beberapa detik kemudian mereka tertawa. Suara tawa itu seperti meremehkan bagi Doni.
Bugh...
Salah satu preman terpelanting ke belakang karena terkena pukulan dari Doni. Suara tawa itu pun terhenti kala melihat salah satu teman mereka sudah tumbang.
Mandor dan para pekerja kaget melihat kekuatan Doni. Mereka tidak menyangka dengan satu pukulan saja bisa menumbangkan preman berbadan kekar itu.
" Jangan tertawa seperti tadi di hadapanku" kata Doni.
" Berani sekali kau! kalian semua, serang!"
Para preman itu langsung menyerang Doni secara membabi buta. Nando pun turut membantu Doni, karena preman yang maju cukup banyak. Baku hantam pun tidak bisa terelakkan.
Mandor proyek dan para pekerja hanya menonton saja. Karena mereka tidak punya kekuatan untuk melawan. Jadi mereka cari aman saja dengan cara bersembunyi.
Beberapa preman sudah mulai tumbang. Walaupun Doni hanya berdua saja dengan Nando, tapi para preman itu cukup kewalahan menghadapinya.
Keributan itupun mengundang bos preman untuk keluar dari persembunyiannya. Alangkah kagetnya ia melihat anak buahnya sudah banyak yang cidera.
Ia melihat ada dua orang lelaki beda usia sedang melawan anak buahnya. Dan satupun pukulan dari anak buahnya tidak ada yang mengenai anak buahnya.
Ia pun meminta anak buahnya yang lain untuk membantu teman-temannya. Kali ini bos preman itu yakin Doni dan Nando tidak bisa mengalahkan anak buahnya. Karena anak buahnya yang baru bergabung itu, juga jago beladiri. Bos preman itu duduk di kursi. Ia akan menyaksikan pertunjukan yang sangat menarik.
" Bang jumlah mereka tambah banyak nih?"
" Tentu saja tidak. Justru aku tambah bersemangat untuk menghabisi mereka"
" Good. Kita harus segera menyelesaikan tugas ini. Karena Abang tidak bisa lama-lama meninggalkan istri Abang"
" Siap Bang"
Nando langsung membuat gerakan berputar. Sepuluh preman langsung tumbang karena serangannya.
" Seperti ini cepat kan?"
" Lumayan"
Bos preman itu kaget sampai berdiri dari duduknya melihat gerakan Nando yang barusan. Ia tidak menyangka seorang anak kecil bisa mengalahkan sepuluh anak buahnya dalam hitungan detik.
Bugh..
Nando tersungkur ke tanah karena mendapatkan tendangan tiba-tiba. Ia segera bangkit dan melihat siapa yang sudah berani menyerangnya dari belakang.
" Heh! ternyata cuma segitu kekuatan mu anak muda"
" Cih.. Dasar banci!"
" Apa kau bilang? banci?"
__ADS_1
" Yeah banci. Karena hanya banci yang berani menyerang dari belakang"
" Banyak bacot kau bocah"
Bos preman itu langsung menyerang Nando. Ia tidak terima dibilang banci oleh Nando. Ia memberikan pukulan bertubi-tubi, tapi tak ada satupun yang mengenai tubuh anak kecil itu.
Nando sengaja tidak melawan bos penjahat itu. Karena ia sedang mengumpulkan tenaganya yang lumayan terkuras karena melawan preman tadi.
Bos preman itu semakin emosi karena Nando tidak membalas serangan. Ia mempercepat gerakannya. Kali ini ia yakin pukulannya mengenai bocah itu.
Nando tersenyum melihat ekspresi kesal bos preman itu. Ini lha saat-saat yang ia tunggu. Saat lawannya emosi, maka dengan mudahnya ia ditumbangkan.
Bugh..
Bos preman itu tersungkur ke tanah.
" Satu sama" kata Nando.
" Bocah sialan! ku bunuh kau!"
Bos preman itu langsung mengeluarkan senjata tajam yang di sembunyikannya di balik pakaiannya. Ia langsung menyerang Nando.
" Wow, hampir saja" kata Nando saat pisau itu hampir mengenai pipinya.
" Kali ini pisau ini akan merobek perut mu bocah"
Doni tidak bisa membantu Nando, karena anak buah preman itu masih menyerangnya. Bahkan jumlah mereka tidak ada habisnya. Tapi ia yakin, Nando bisa menghadapi bos preman itu.
Preman itu seperti orang yang kesetanan. Dia terus mengayunkan pisau itu ke arah Nando. Tapi untungnya serangan itu tidak ada satupun yang mengenainya.
" Sudah cukup waktu yang saya berikan untuk anda. Sekarang giliran saya untuk menyerang" kata Nando.
Nando mulai memberikan tendangan dan juga pukulan pada bos preman itu. Ia memakai cara penyerangan yang di ajarkan Darren kemarin padanya.
Krak..
Aaaaaarrrgggghhh....
Dengan satu tendangan ia berhasil mematahkan kaki bos preman itu. Ya, dia melihat ada bekas jahitan di kaki bos preman itu, dan ia yakin kalau bos preman itu pernah terluka, jadi ia pun menendang di bagian yang ada jahitan itu.
Semua orang yang ada di sana menoleh ke arah suara. Anak buah preman itu kaget melihat bos mereka sudah tumbang oleh seorang anak kecil.
To be continue.
Nando
Doni.
__ADS_1
Happy reading ππ