
Nando bersiap untuk pergi ke acara perpisahan sekolahnya. Ini hari terakhir ia bisa berkumpul dengan teman-temannya. Karena besok mereka sudah kuliah di universitas yang berbeda-beda.
Malam ini ia memakai kemeja berwarna putih, dipadukan dengan jas berwarna hitam. Membuat aura ketampanannya semakin terpancar.
Suit..suit..
" Cowok tampan mau kemana nih?" tanya Kiran.
" Mau pergi ke acara perpisahan sekolah Kak"
" Mau diantar atau pergi sendiri?"
" Pergi sendiri deh Kak"
" Pilih mobil yang ada di garasi. Pilih mana yang kamu suka" kata Darren.
" Kuncinya?"
" Tuh di belakang kamu"
Nando menoleh ke belakang. Ia tidak melihat kunci mobil atau pun motor. Yang ada hanya dinding kosong"
" Mana Bang?"
" Pencet tombol di belakang guci "
Nando baru tau kalau di belakang guci besar itu ada tombol. Ia pun menekan tombol kecil yang ada di sana. Dinding yang kosong tadi terbuka.
" Wih, sejak kapan ada tempat rahasia kek gini?"
" Sejak mansion ini di bangun"
" Kok aku baru tau?"
" Karena kamu nggak nanya. Dan lagi kalau kamu pergi kemana-mana selalu diantar"
" Iya juga ya"
Nando melihat ada banyak macam kunci mobil dengan bermacam merek. Ia yakin semua kunci itu, kunci mobil-mobil mewah. Ia pun mengambil salah satu kunci yang ada di sana.
" Kamu ngambil kunci yang mana?"
" Nih" jawab Nando sambil memperlihatkan kunci mobil yang ia ambil.
Darren tersenyum melihat kunci yang di ambil oleh adiknya itu. Ternyata pilihan Nando bagus juga.
" Pilihan kamu bagus juga"
" Makasih Bang"
" Selamat bersenang-senang"
" Makasih Bang"
" Tapi ingat jangan minum minuman beralkohol"
" Iya Bang. Aku jalan dulu"
" Hati-hati di jalan, jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya" pesan Kiran.
" Ok Kak"
Nando pergi ke garasi untuk mengambil mobilnya. Ini kali pertamanya ia dibolehkan membawa mobil oleh kakak dan Abangnya.
Mata Nando berbinar melihat mobil-mobil mewah yang ada di dalam garasi Abangnya itu. Di Sana tidak ada mobil yang murah. Mungkin harga satu mobilnya mencapai miliaran.
Nando menekan tombol yang ada di kunci itu. Mobil berwarna hitam dengan merek BMW i8 berbunyi. Nando tersenyum melihat mobil yang akan ia kendarai.
" Keren banget mobilnya, pantas saja Abang bilang pilihan bagus"
Tanpa menunggu lama, ia pun masuk kedalam mobil mewah itu. Nando takjub melihat desain yang ada di dalam mobil itu. Pasti abangnya sudah merombak sedikit mobil mewah itu.
__ADS_1
" Baiklah, sekarang mari kita coba"
Nando mulai menghidupkan mesin mobilnya. Bunyi mesin mobil itu sangat bagus dan tidak berisik. Ia melajukan mobil itu keluar dari bagasi.
Ada perasaan yang tidak bisa ia ungkapkan kala berhasil mengeluarkan mobil itu dari garasi. Akhirnya ia bisa mengendarai mobil sendiri.
Ia melajukan mobilnya meninggalkan mansion mewah milik kakaknya. Tak lupa ia membunyikan klakson mobil itu saat berpapasan dengan para bodyguard.
" Itu bukannya Nando?"
" Iya. Dia sudah boleh bawa mobil sendiri"
" Pasti anak itu sangat senang"
" Benar, karena ia sudah lama ingin mengendarai mobil sendiri"
" Mobil yang dibawa juga keren lagi"
Para bodyguard itu ikut senang melihat Nando sudah diperbolehkan bawa mobil sendiri. Mereka melanjutkan patroli kembali.
...***...
Mobil yang di kendarai Nando terus melaju membelah jalanan ibukota. Seperti pesan kakaknya ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.
Setelah mengendarai mobil selama 15 menit, akhirnya ia sampai di sekolah tempat ia selama ini menimbah ilmu. Ia memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang ada di sana.
" Nando"
Mendengar namanya dipanggil, iapun menoleh ke belakang. Ia melihat teman sekelasnya baru selesai memarkirkan mobil juga.
" Lo bawa mobil?"
" Hhmm"
" Tumben? emang udah boleh sama kakak dan Abang Lo?"
" Udah. Kalau nggak dibolehin mana mungkin gue bawa mobil"
" Iya juga ya. Yuk masuk"
Dua sekawan itupun masuk kedalam sekolah. Mereka langsung menuju aula sekolah. Tempat dimana acara perpisahan akan dilaksanakan.
Sampai di depan pintu aula. Nando langsung jadi pusat perhatian para siswa, terutama siswi cewek. Mereka sangat terpesona dengan ketampanan Nando. Tak terkecuali Jihan.
Gila! dia tampan banget.
Ikbal tersenyum melihat mata cewek-cewek yang tak berkedip melihat sosok lelaki tampan yang ada di sampingnya itu.
" Lo bintangnya malam ini bro" kata Ikbal.
" Bintang apaan?"
" Bintang para siswi cewek"
" Sepertinya mereka melihat ke elo, bukan ke gue " kata Nando.
" Sudah jelas mereka liatin elo. Malah bilang liatin gue"
" Udah ah, kita cari tempat duduk dulu "
Nando berjalan mencari tempat duduk yang agak jauh dari kerumunan cewek-cewek. Ikbal pun mengekor di belakang.
Sebenarnya Nando kurang suka pergi ke acara seperti ini. Ia lebih suka berada di tempat yang sepi. Karena ia suka ketenangan.
Suasana di aula itu memang sangat ramai. Semua siswa kelas XII sudah berkumpul di sana. Ada yang asik ngobrol sama teman-teman satu kelas. Bagi yang punya pasangan, mojok di pojokan sama kekasih mereka masing-masing.
" Lo mau minum nggak?" tanya Ikbal.
" Boleh deh"
" Soda apa jus?"
__ADS_1
" Jus "
" Ok, gue ambilin dulu"
Ikbal pergi mengambil minuman untuk dia dan juga sahabatnya itu. Sepeninggal Ikbal, Nando mengambil ponselnya. Ia memainkan game yang ada di ponselnya.
" Boleh duduk di sini nggak?" tanya seorang cewek pada Nando.
" Duduk aja" jawab Nando tanpa menoleh kearah cewek itu.
Jihan tersenyum kecut melihat Nando yang tidak menoleh sedikit pun padanya. Ya cewek itu adalah Jihan.
" Kamu sendirian aja?"
" Nggak, sama teman aku" jawab Nando yang tetap fokus pada permainan di ponselnya.
" Kalau ada orang yang bertanya, kamu harus liat orangnya. Jangan liat ke ponsel terus"
Nando melirik sekilas pada gadis yang berbicara padanya.
" Walaupun mataku melihat ke ponsel, tapi aku jawab setiap pertanyaan kamu kan?"
" Iya sih, tapi kesannya kamu itu nggak sopan"
Nando menghentikan permainannya. Setelah mendengar suara victory dari permainan yang ia mainkan itu. Ia menyimpan kembali ponselnya kedalam saku celananya.
" Nah gitu dong, masa daritadi main ponsel terus"
Tak berselang lama Ikbal datang dengan membawa dua gelas jus di tangannya. Ia kaget karena tempat duduknya udah ada yang nempatin.
" Eh ada cewek cantik "
" Lama banget sih Lo ngambil minumnya?"
" Sorry tadi gue ketemu teman lama, dan ngobrol sebentar. Nih minuman Lo"
" Makasih"
" Sama-sama bro"
" Oh iya, kamu mendaftar ke universitas mana?" tanya Jihan pada Nando.
" Green light university "
" Wah sama dong, aku rencananya mau daftar ke sana juga"
" Berarti kita bertiga sama" kata Ikbal.
" Kamu juga mendaftar di sana?" tanya Jihan.
" Rencananya sih "
" Wah bagus dong. Kalian berdua ambil jurusan apa?" tanya Jihan lagi.
" Bisnis manajemen" jawab Nando dan Ikbal berbarengan.
" Lo ngambil jurusan itu juga Nan?" tanya Ikbal.
" Iya. Soalnya gue pengen jadi pebisnis yang sukses seperti kakak dan juga Abang gue "
" Bagus dong, berarti kita bisa satu kelas lagi"
" Sebenarnya gue malas satu kelas lagi sama Lo. Tapi karena nggak ada pilihan, jadi apa boleh buat"
" Ck, kejam banget sih Lo jadi teman. Oh iya kalau nona cantik ngambil jurusan apa?"
" Sama kek kalian berdua"
" Berarti di kelas kita ada cewek cantik nanti bro"
Nando menggelengkan kepalanya mendengar ucapan sahabatnya itu. Sama dengan Ikbal, Jihan juga senang bisa satu kelas dengan Nando.
__ADS_1
To be continue.
Happy reading ππ