Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Kasih sayang seorang ibu


__ADS_3

Nando pergi dengan salah satu bodyguard. Ia belum boleh bawa mobil sendiri, karena ia belum ada SIM. Di tambah lagi umurnya baru empat belas tahun.


" Kita mau kemana Den?"


" Toko buku Om Bimo" jawab Nando pada bodyguard yang diketahui bernama Bimo itu.


Bimo melajukan mobilnya meninggalkan mansion. Mereka akan pergi menuju toko buku yang cukup besar di kota itu.


" Nanti Alexa sama Axel nggak boleh rewel ya?" kata Nando pada baby twins itu.


Alexa tersenyum tanda mengerti. Sedangkan Axel hanya diam. Ya bayi tampan itu memang jarang tersenyum. Tapi sekali dia tersenyum, sungguh membuat orang-orang terpesona.


Mereka pun sampai di salah satu toko buku terlengkap dan juga terbesar di kota itu. Bimo mengeluarkan kereta dorong milik baby twins. Tak lupa ia memakaikan penutup supaya orang-orang tidak bisa melihat. Baby twins tidak akan sesak nafas, karena kereta dorong itu sudah dirancang khusus.


" Om mau ikut masuk atau nunggu di sini?"


" Saya tunggu di sini aja Den"


" Baiklah, kami masuk dulu" kata Nando mendorong kereta baby itu kedalam toko buku.


Nando menjadi pusat perhatian para pengunjung toko buku itu. Bagaimana tidak, remaja tampan datang ke toko buku dengan membawa kereta bayi.


Nando tidak menghiraukan tatapan orang-orang itu. Ia terus berjalan mencari buku yang ia perlukan. Ia menyusuri semua rak-rak buku yang ada di sana.


" Ketemu"


" Hei! buku itu milikku "


Nando menoleh kearah suara. " Apa anda tidak melihat saya yang megang buku ini duluan"


" Tapi aku yang menemukan buku itu duluan"


" Tapi saya tidak melihat keberadaan anda tadi di sini?"


" Heh! jangan mentang-mentang kamu itu tinggi terus seenaknya kamu menindas saya"


" Dasar cewek aneh"


" Hei! jangan kabur"


Cewek itu terus mengikuti kemana pun Nando pergi.


" Bisakah anda tidak mengikuti saya terus?"


" Berikan dulu buku itu pada saya, baru saya tidak akan mengikuti anda lagi"


" Buku ini sudah ada di tangan saya, jadi mana mungkin akan saya lepas"


" Saya yang menemukan buku itu duluan"


" Tapi saya yang mengambilnya. Dan satu lagi, berhenti mengikuti saya"


" Ck"


Nando segera pergi meninggalkan cewek aneh itu. Cewek itu menatap punggung Nando yang semakin menjauh.


Setelah membayar buku yang ia dapatkan tadi, Nando segera pergi meninggalkan toko buku itu. Karena baby twins tidak boleh lama-lama ada di luar mansion.


Bimo yang melihat Nando keluar dari toko buku. Segera membukakan pintu untuk membukakan pintu mobil.


Nando menggendong baby Axel. Kemudian ia mendudukkan bayi tampan itu di kursi khusus dirancang untuk bayi. Setelah itu ia mendudukkan baby Alexa di kursi yang ada di samping Axel. Setelah itu barulah ia masuk kedalam mobil.


Semua kegiatan Nando tadi tidak luput dari penglihatan cewek tadi. " Sepertinya gue pernah ketemu tu cowok. Tapi dimana ya"


Mobil itu melaju meninggalkan toko buku. Gadis itu terus menatap kepergian mobil mewah itu. Hingga mobil itu menghilang dari pandangannya.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Darren dan istrinya baru sampai di mansion. Seperti biasa, kedatangan pasutri itu di sambut sama para bodyguard yang sedang bertugas pada siang itu.


" Apa Nando pergi keluar?" tanya Darren pada salah satu bodyguardnya.


" Ia tuan muda. Den Nando keluar bersama Pak Bimo dan juga baby twins"

__ADS_1


" Ya sudah, saya mau masuk dulu"


Darren dan Kiran pun masuk kedalam mansion. Pasutri itu langsung menuju kamar mereka. Baru saja pasutri itu mau masuk kedalam lift, tiba-tiba kepala pelayan memanggil.


" Tuan"


" Iya Bik"


" Nyonya besar tadi telpon"


" Mommy?"


" Iya Den"


" Tumben mommy nggak telpon ke nomor saya atau ke nomor istri saya"


" Nyonya sudah menelpon ke nomor tuan muda, tapi katanya nomor tuan nggak aktif. Dan dia mencoba menelpon ke nomor nomor nona muda, katanya nggak ada jawaban"


" Mommy ada nelpon kamu sayang?"


" Nggak tau By, ponsel aku kan tertinggal di kamar"


" Tapi nomor aku aktif, kenapa mommy bilang nggak aktif?"


" Coba cek lagi"


Darren mengambil ponselnya dari saku celananya. " Pantas nggak aktif, ponselnya mati"


" Kok bisa mati? emang hubby nggak cas ponselnya?"


" Nggak, udah satu hari aku nggak ada charger ponsel aku"


" Jelaslah dia mati"


" Ya udah. Makasih ya Bik udah kasih informasinya"


" Sama-sama Den"


" Mak tiri pasti marah nih, karena telponnya diabaikan"


" Nanti hubby coba telpon mommy kembali. Siapa tau ada yang penting"


" Ntar aku telpon"


Pasutri itupun sampai di lantai tiga. Darren dan istrinya langsung berjalan menuju kamarnya. Ia akan mengisi daya baterai ponselnya. Dan segera menghubungi mommy-nya. Kalau tidak bisa ngamuk ntar Emak tiri.


Sesampainya di kamar Kiran langsung melihat ponselnya. Ada beberapa panggilan tidak terjawab. Dan itu dari nomor mertuanya.


" Banyak banget panggilan tidak terjawab"


" Coba pinjam ponsel kamu sayang. Aku telpon mommy pake nomor kamu aja"


Kiran menyerahkan ponselnya pada suaminya. Darren segera menghubungi nomor mommy-nya. Tidak butuh waktu lama, telpon pun tersambung.


" Dasar anak durhakim!"


Sontak Darren menjauhkan ponsel itu dari kupingnya. Kalau tidak ia bisa menjadi tuna rungu gara-gara suara mommy-nya.


" Kenapa kamu diam aja"


" Ucap salam dulu Mom?"


" Assalamualaikum"


" Wa'alaikum salam, nah begini baru bener"


" Dasar anak durhakim! mommy telpon dari tadi nomornya malah nggak aktif"


" Ponsel aku kehabisan baterai Mom"


" Alasan aja kamu"


" Bener Mom. Lagipula kapan putra tampan mommy ini bohong"

__ADS_1


" Tiap hari kamu selalu bohong sama mommy"


" Wah mommy suudzon nih sama aku"


" Bukanya suudzon, tapi itu kenyataan"


" Mommy boleh tanya sama istri aku, kalau ponsel aku memang lagi di charger"


" Jangan berlindung dibalik tubuh mantu mommy"


" Enggak lho Mom"


" Tuh buktinya kamu nelpon mommy pake ponsel mantu mommy. Karena kamu takut kena omelan mommy"


" Emang mommy tau kalau aku yang telpon barusan?"


" Tau lha. Mommy kan bisa cium akal bulus kamu itu"


" Ya, ya, mommy emang hebat"


" Jelas dong. Kamu itu nggak akan pernah menang melawan mommy"


" Ada apa mommy nelpon aku?"


" Bukannya kamu yang telpon mommy "


Tenggelamkan Mak tiri dosa nggak ya.


" Ya kan mommy yang telpon duluan tadi. Karena tadi aku nggak sempat jawab, makanya sekarang aku telpon balik"


" Mommy kangen cucu twins. Jadi ganti panggilannya ke video ya?"


" Twins nggak di mansion"


" Bohong"


" Beneran Mom"


" Kok bisa? kemana cucu twins mommy?"


" Lagi jalan-jalan sama Nando"


" Yeah? padahal mommy udah kangen banget sama mereka"


" Makanya cepat balik. Lagian mommy betah banget di London"


" Heh! mommy ke sini itu nemenin Daddy kamu ngurus perusahaan yang di London. Sekaligus bikin adek untuk kamu"


" What! jangan ngaco deh Mom. Aku itu udah punya anak. Ya kali mau punya adek"


" Ya kan seru. Siapa tau masuk MURI"


" Nggak! lagian apa kata netizen seorang hot daddy akan punya adek. Nggak lucu ya Mom, candaannya"


" Ya elah gitu aja ngambek kamu. Lagian mommy nggak ada niat mau punya anak lagi. Walaupun kamu itu nakal, dan selalu bikin spaning mommy naik. Tapi kamu tetap kesayangannya mommy"


" Jangan bikin mewek dong Mak tiri"


" Cuma kamu lho anak kandung yang manggil Mom nya Mak tiri"


" Iya dong. Kan aku kesayangannya mommy"


" Ya sudah, mommy tutup dulu telponnya. Lain waktu kita sambung lagi"


" Mommy sama daddy baik-baik di sana"


" Kalian juga"


Panggilan telepon pun berakhir. Ia meletakkan ponsel sang istri di atas nakas. Jujur ia juga kangen sama mommy-nya. Walaupun dirinya sering berdebat dengan sang mommy.


To be continue.


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2