Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Jealous


__ADS_3

Nadia dan Serly sedang sibuk untuk mengerjakan proyek pertama perusahaan mereka. Ya kali ini perusahaan cabang milik Kiran di percaya investor asing untuk membangun taman hiburan.


Jadilah Nadia dan Serly harus membuat team yang solid untuk memberikan hasil terbaik bagi semua orang. Mereka akan membuat taman hiburan yang aman untuk semua orang, terutama anak-anak.


" Kita harus bicarakan hasil meeting hari ini pada Bos" kata Nadia.


" Iya. Kita juga butuh masukan darinya"


" Kalau gitu ntar sore kita ke sana" kata Nadia.


" Setuju"


" Semangat amat bilang setujunya. Apa ini ada hubungannya ama bodyguard tampan itu"


" Namanya Doni, Nad"


" Cie udah protes karena nggak dibilang namanya"


" Wo iya dong. Ibarat kata pepatah nih ya. Sambil menyelam minum air"


" Iya. Saking banyaknya minum tu air, jadi kembung kek ikan buntal"


" Ya kalau minumnya satu ember ya jelas kembung lha. Kalau minumnya satu teguk kan nggak bakalan gembung"


" Ya,, ya terserah lo deh"


" Oh iya, gimana kabar Romy?"


" Ngapain lo nanyain kabar calon laki gue"


" Idih dilamar aja belum, udah bilang calon laki"


" Iya ya. Udah lama pacaran, tapi belum juga di bawa ke pelaminan"


" Kasian"


" Ya nggak apa-apa yang penting status udah pacaran. Nah elo, pacaran enggak. Status di gantung begitu saja. Lebih miris siapa gue apa lo?"


" Gue" jawab Serly dengan wajah sedih.


" Sabar" kata Nadia sambil menepuk pelan bahu sahabatnya.


Serly hanya tertunduk lesu mendengar kata sabar dari sahabatnya itu. Ya hanya sabarlah yang harus dia perbanyak sekarang. Tapi kalau Doni belum juga maju, maka ia akan maju mengungkapkan perasaannya.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Selesai mengantarkan tuan mudanya ke kantor, Doni melajukan mobilnya menuju perusahaan nona mudanya. Ia akan menemui Serly di sana. Tapi ia tidak tau apakah Serly mau menemuinya.


Doni sudah sampai di depan gedung tinggi berlantai 5 itu. Ia masih belum ada niat untuk keluar dari dalam mobilnya. Ya dia harus memikirkan kata-kata yang akan ia ucapkan nanti.


Tok.


Tok.


Tok.


Bunyi ketukan kaca mobil, membuyarkan lamunan Doni. Ia menurunkan kaca mobilnya sedikit.


" Permisi Pak. Dilarang parkir sembarang" kata security perusahaan itu.


" Ah maaf Pak "


Doni melajukan mobilnya menuju parkiran. Ia tersenyum saat mengetahui tindakan bodohnya. Bisa-bisanya ia di tegur karena parkir sembarangan.


" Keluar nggak, keluar nggak. Keluar aja deh"


Doni melihat penampilannya di kaca spion mobil. Ia memperhatikan dengan seksama, apakah ada yang kurang dengan penampilannya hari ini.


Setelah melihat tidak ada yang kurang dari penampilannya, barulah Doni keluar dari mobil. Ia merapikan pakaiannya sebelum masuk ke dalam kantor itu.

__ADS_1


Doni menjadi pusat perhatian para karyawan yang ada di sana. Mereka bertanya-tanya siapa lelaki tampan yang baru memasuki kantor itu. Karena mereka baru pertama kali melihat lelaki tampan itu datang ke kantor ini.


" Permisi, ada yang bisa kami bantu tuan" ucap karyawan resepsionis ramah.


" Saya mau bertemu dengan Buk Serly"


" Apa tuan sudah membuat janji"


" Belum"


" Kalau begitu maaf, tuan tidak bisa menemui Buk Serly kalau belum membuat janji"


Tapi saya calon pacarnya. gumam Doni dalam hati.


" Jadi saya harus membuat janji dulu ya?"


" Iya tuan"


Doni bingung harus bagaimana. Ia ingin menghubungi Serly, tapi ia tidak punya nomor ponsel wanita cantik itu. Sekarang dia tau harus berbuat apa.


" Tuan, itu Buk Serly" kata karyawan resepsionis itu.


Doni langsung menoleh kearah yang dimaksud oleh karyawan resepsionis itu. Benar saja ia melihat wanita cantik sedang berjalan dengan anggunnya. Tapi tunggu, siapa lelaki itu? kenapa mereka terlihat akrab seperti itu?.


Mendung pun langsung menyelimuti hatinya. Niat ingin memberikan kejutan untuk wanita itu. Eh taunya dia yang terkejut melihat pemandangan yang merusak mata dan jantungnya.


Apa gue sudah terlambat.


" Saya permisi dulu mbak"


" Bukankah tadi tuan mau bertemu dengan Buk Serly. Tapi sekarang kenapa mau pergi"


" Kepo banget sih mbak. Mending mbak urus aja kerjaan mbak" kata Doni ketus kemudian berlalu pergi meninggalkan meja resepsionis itu.


" Dasar lelaki aneh. Udah dibantuin malah marah-marah" gerutu petugas resepsionis itu.


" Kamu kenapa?" tanya Serly.


" Eh ibuk, kaget saya"


" Kamu ngomel-ngomel sama siapa?"


" Itu Buk sama laki-laki aneh"


" Laki-laki aneh?" tanya Serly sambil mengeyitkan alisnya. Karena di sana tidak ada lelaki.


" Iya Buk. Tadinya dia mau menemui ibuk"


" Bertemu saya? "


" Iya Buk"


" Terus sekarang kemana lelaki itu?"


" Udah pergi Buk"


" Kapan? kok saya nggak liat dia pergi"


" Ibuk tadi lagi asik ngobrol sama Pak Smith, jadi lelaki itu pergi"


" Pergi gitu aja?"


" Nggak! dia sempat marah sama saya Buk"


" Marah?"


" Iya Buk. Keliatannya dia cemburu"


" Cemburu? ngaco kamu"

__ADS_1


" Beneran Buk. Bahkan di tubuhnya mau keluar asap, karena panas"


Serly memikirkan ucapan karyawan resepsionis itu. Siapa lelaki yang ingin menemuinya? kenapa lelaki itu marah. Dan apa tadi dia bilang, lelaki itu cemburu?.


" Buk" panggil karyawan resepsionis itu sambil melambaikan tangannya di depan wajah Serly.


" Kamu apa-apaan sih?!"


" Habisnya di panggil dari tadi ibuk nggak nyaut"


Serly meninggalkan meja resepsionis itu. Ia pergi mencari lelaki itu. Mungkin saja dia belum pergi jauh dari sini. Karyawan resepsionis itu hanya melongo karena di tinggal begitu saja.


" Pak liat lelaki yang baru keluar dari kantor nggak?" tanya Serly pada security yang ada di depan pintu masuk.


" Laki-laki yang mana ya Buk? soalnya laki-laki yang keluar dari tadi banyak"


" Jangan becanda dong Pak?"


" Siapa yang bercanda Buk"


Serly pergi meninggalkan security itu. Ia malas berdebat. Ia berjalan menuju parkiran, siapa tau lelaki itu masih ada di sana. Sedangkan Pak security menggelengkan kepalanya melihat tingkah bosnya yang pergi begitu saja.


Sesampainya di parkiran. Serly mengedarkan pandangannya ke seluruh area parkiran kantor. Ia memicingkan matanya saat melihat satu unit mobil. Ia sangat kenal mobil itu. Wong platnya aja nama sahabatnya.


Deg.


Apa lelaki yang menemui aku tadi Doni?.


Tanpa menunggu lama, ia segera menghampiri mobil mewah itu.


Tok.


Tok.


Tok.


Serly mengetuk kaca mobil mewah itu. Tidak ada sahutan dari orang yang ada di dalam mobil. Ia pun mengintip lewat kaca mobil itu. Tapi ia tidak bisa melihat kedalam mobil itu, karena kacanya terlalu gelap.


Ehem!


Serly tidak mendengarkan suara deheman itu. Ia masih sibuk mengintip kaca mobil mewah itu. Orang itu pun menepuk pundak Serly.


" Apaan sih!" kata Serly sambil menoleh ke orang tersebut. Mata Serly membulat sempurna melihat siapa yang menepuk pundaknya tadi.


" Apa yang anda lakukan di sini nona Serly?" tanya lelaki tampan itu.


" A-aku, salah mobil"


" Salah mobil?"


" Iya. Aku pikir tadi ini mobil aku, tapi ternyata aku salah"


" Masa. Kok bisa tidak mengenali mobil sendiri?" tanya Doni sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Serly.


" Ka-kamu mau apa?"


Serly langsung teringat salah satu adegan Drakor yang ia tonton semalam. Serly pun refleks menutup matanya.


To be continue.


Doni.



Serly.



Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2