
Darren sudah selesai memakai baju tidurnya. Dia membuka laci nakas yang ada di sebelah bed nya. Ia menemukan sebuah botol, mungkin botol itu yang di maksud mommy-nya.
Mata Darren terbelalak saat membaca botol obat itu. Dia tidak menyangka mommy-nya akan memberikan obat itu padanya. Apakah sang mommy meragukan kejantanannya?.
Apaan maksud Mak tiri ngasih obat kuat sama gue. Apa dia meragukan kemampuan putranya ini.
Darren membuang obat itu ke dalam tong sampah. Lagipula tanpa obat itupun dia mampu membuat istrinya tidak bisa berjalan besok pagi. Tapi malam ini dia tidak bisa melakukan ritual yang sangat dinantikan oleh setiap pengantin baru. Karena dia tidak bisa memaksa sang istri kalau emang dia belum siap untuk melakukan itu.
Kiran sudah selesai membersihkan dirinya. Tapi dia masih enggan keluar. Dia takut Darren akan meminta haknya. Sedangkan dirinya belum siap, mudah-mudahan Darren mau menunggu dirinya.
" Honey, mandinya lama amat?"
" Udah selesai kok" jawab Kiran sambil keluar dari kamar mandi.
Darren tersenyum melihat istrinya yang baru keluar dari kamar mandi. Rupanya sang istri benar-benar belum siap, buktinya sekarang dia sudah memakai baju tidur saat keluar dari kamar mandi.
" Yuk tidur" ajak Darren.
" Eh"
" Kenapa? apa kamu nggak mau satu bed sama suami kamu yang tampan ini?"
" Apa nggak apa-apa kita tidur satu bed?"
" Ya nggak apa-apa honey. Kita kan udah sah, jadi nggak apa-apa kita tidur satu bed. Malahan kalau tidur terpisah tidak boleh"
" Benarkah?"
" Hhmm"
Kiran berjalan menuju tempat tidurnya. Ia membaringkan tubuhnya di samping suaminya. Benar apa yang dikatakan suaminya itu, untuk apa dia takut. Bukankah Darren itu suaminya, jadi dia yakin Darren tidak akan memaksanya kalau belum siap.
" Ayo tidur, kamu pasti lelah"
" Apakah kamu marah?"
" Marah kenapa?"
" Karena aku belum siap untuk itu"
Darren tersenyum pada istrinya. " Aku tau sekarang kamu capek dan juga lelah, jadi aku tidak akan meminta hak ku sekarang"
" Terima kasih pengertiannya "
" Sama-sama honey. Tapi peluk boleh kan?"
" Boleh" kata Kiran sambil menganggukkan kepalanya.
Karena sudah dapat izin dari sang istri, Darren segera memeluk tubuh istrinya itu. Ia menghirup aroma wangi dari tubuh istrinya. Ia menyingkirkan rambut yang menutupi leher sang istri. Ia mengecup leher jenjang nan putih bak susu itu.
__ADS_1
Jantung Kiran berdegup lebih kencang saat merasakan kecupan dan juga hembusan nafas suaminya. Ia merasakan sensasi yang luar biasa. Dia membalikkan tubuhnya hingga berhadapan dengan dada bidang suaminya.
Darren mengangkat dagu sang istri. Mata mereka bertemu, saling mengunci satu sama lain. Entah siapa yang memulai duluan, bibir mereka sudah bertemu.
Kiran memang belum bisa membalas ciuman yang diberikan suaminya. Tapi dia mencoba seperti yang dilakukan suaminya itu. Darren tersenyum karena istrinya mau membalas, walaupun masih sedikit kaku.
Darren menggigit bibir bawah sang istri. Hingga membuat Kiran membuka mulutnya. Lelaki tampan itu langsung mengeksplor semua yang ada di sana. Mereka saling berbagi Saliva satu sama lain.
Karena pasokan oksigen mulai berkurang, Darren melepaskan ciumannya. Ia mengusap sudut bibir sang istri. Lebih tepatnya menghapus sisa ciuman mereka tadi.
Kiran menyembunyikan wajahnya di dada sang suami. Ia begitu malu, karena membalas ciuman suaminya. Walaupun dia tidak bisa mengimbangi ciuman sang suami.
Darren tersenyum melihat istrinya yang malu-malu seperti itu. Entah kenapa melihat istrinya yang malu-malu seperti itu membuat dia gemas. Ia mengecup puncak kepala sang istri.
" Tidurlah, sebelum aku khilaf " kata Darren.
" Hhmm"
Kiran memejamkan matanya. Dia merasa nyaman saat dalam dekapan suaminya itu. Pelukan sang suami benar-benar hangat. Tidak butuh waktu lama, akhirnya Kiran pun terlelap.
Sedangkan Darren tidak bisa tidur. Ia masih terbayang ciuman mereka tadi. Ia tidak menyangka sang istri akan membalas ciumannya. Apakah istrinya itu sudah benar-benar mencintai dirinya sepenuhnya?.
Darren memejamkan matanya. Ia berharap saat terbangun nanti sang istri sudah sepenuhnya mencintai dirinya. Tak berselang lama ia pun sudah menyusul istrinya ke dunia mimpi.
Pagi hari.
Semua keluarga besar sudah berkumpul di meja makan. Mereka menunggu manten baru yang belum turun. Terutama Clarissa, ia tidak sabar ingin menanyakan sesuatu pada putra nakalnya itu.
Clarissa tersenyum melihat rambut manten baru itu basah. Itu berarti semalam putranya sudah berhasil membobol gawang mantunya. Tidak sia-sia dia memberikan obat itu pada putranya.
" Selamat pagi semuanya, maaf sudah membuat semuanya menunggu" kata Darren sambil menarik kursi untuk sang istri.
" Tidak apa-apa, kita semua bisa maklum kok" kata Vanya sambil tersenyum pada Darren.
Darren mengerti maksud ucapan aunty iparnya itu. Mereka tidak tau aja kalau semalam dia gagal membobol gawang milik sang istri. Ia juga ingin merasakan surga dunia setelah menikah.
" Ayo kita mulai sarapannya" kata Wiguna Opanya Kiran.
Mereka semua mulai menyantap makanan yang ada di piring mereka masing-masing. Hari ini mereka sarapan dengan banana pancake yang disiram dengan madu di atasnya. Sungguh sarapan yang menyehatkan.
" Apa kalian jadi berangkat hari ini?" tanya Daddy Jhonatan setelah mereka menyelesaikan sarapan.
" Berangkat kemana Dad?" tanya balik Kiran.
" Honeymoon sayang. Apa suami kamu tidak memberi tau kamu?"
" Belum" jawab Kiran sambil melirik suaminya.
" Kita akan melihat pulau yang aku berikan untuk kamu, honey"
__ADS_1
" Tapi aku belum menyiapkan keperluan untuk berangkat ke sana"
" Tenang, semua keperluan kita sudah di siapkan sama para pelayan, jadi kita tinggal berangkat saja"
" Baiklah"
Clarissa menarik tangan putranya. Jiwa kepo nya sudah meronta-ronta. Darren hanya pasrah saat mommy-nya menarik tangannya. Ia tau mommy-nya ingin menanyakan sesuatu.
Jonathan hanya menggelengkan kepalanya melihat sang istri yang menarik putranya. Dia tau apa yang sudah di berikan istrinya pada putranya itu.
Setelah dirasa cukup jauh dan juga aman, Clarissa melepaskan tangannya dari putranya. Ia akan memulai mengintrogasi putra nakalnya itu.
Clarissa menatap putranya dari atas sampai ke bawah. Wajah Putranya itu juga terlihat sangat berseri-seri pagi ini.
" Bagaimana?"
" Apanya Mom?" tanya balik Darren.
" Semalam berapa ronde?"
" Kepo"
" Ayolah bilang. Lagian kamu berhasil membobol gawang itu karena obat yang mommy berikan"
Darren baru ingat kalau mommy-nya sudah memberikan obat kuat padanya. " Obat yang mommy kasih itu sudah aku buang, sebelum aku meminumnya"
" Kenapa?"
" Karena aku tidak membutuhkannya. Lagian tanpa obat itu aku juga mampu memuaskan istri aku. Mommy nggak perlu kasih obat itu lagi sama aku"
" Ya mommy pikir kamu itu nggak kuat, soalnya mesin kamu itu belum pernah beroperasi. Jadi mommy pikir kamu nggak akan kuat"
" Mommy meragukan kemampuan putra mommy sendiri. Asal mommy tau, aku lebih kuat dari suami mommy itu. Jadi obat itu mommy berikan aja sama Daddy, biar tenaga Daddy lebih kuat"
Pletak.
Aawww,,
" Maksud kamu tenaga Daddy lemah begitu?" kata Jonathan yang datang-datang langsung memukul kepala Darren.
" Daddy apa-apaan sih, datang-datang langsung mukul kepala aku"
" Itu hukuman untuk kamu yang udah mengatakan Daddy lemah"
" Udah ah, aku mau kedalam dulu. Kasihan istri aku didalam sendirian" kata Darren sambil berlalu pergi meninggalkan mommy dan Daddy-nya.
" Kamu belum boleh pergi sebelum menjawab pertanyaan mommy tadi"
Darren tidak mendengarkan ucapan sang mommy dia terus saja berjalan. Lagian mau jawab apa, bobol aja belum gawangnya.
__ADS_1
To be continue.
Happy Reading ππ