
Setelah acara akad tadi pagi. Malam harinya diadakan resepsi. Para tamu undangan sudah datang memenuhi ballroom hotel. Mulai dari sahabat, kerabat dan juga rekan bisnis.
Nadia dan Romy terlihat sangat bahagia. Karena banyaknya tamu yang datang ke acara pernikahannya. Senyuman tak pernah lepas dari bibir manten baru itu.
Kiran juga ikut bahagia melihat sahabatnya sudah menikah. Tinggal Serly dan Doni yang belum. Ia berharap Doni juga secepatnya menghalalkan Serly. Tapi Kiran belum melihat sahabatnya yang bar-bar itu.
" Hubby"
" Iya sayang"
" Serly kok nggak keliatan ya"
" Lagi mojok sama Doni kali "
" Masa jam segini udah mojok"
" Nggak, dia hubby suruh temenin Doni ke bandara"
" Apa wanita itu sudah datang?"
" Bentar lagi. Nih minum dulu" kata Darren sambil menyerahkan segelas air putih pada istrinya.
" Makasih By"
" Sama-sama sayang"
Kiran meneguk air putih yang diberikan suaminya itu. Setelah habis ia memberikan gelas kosong itu pada suaminya.
" Apa Nadia akan suka dengan surprise yang kita berikan untuk dia?"
" Nggak tau juga sih By. Tapi aku harap Nadia suka dengan kejutan ini "
" Aamiin. Mudah-mudahan ya sayang"
Ya Kiran berharap Nadia akan menyukai kejutan yang akan ia berikan nanti untuk sahabatnya itu.
Darren melihat kaki istrinya yang tambah hari semakin membengkak itu.
" Naikin kakinya sini"
" Buat apa By?"
" Aku pijitin kakinya"
" Nggak usah By. Lagian hubby juga capek"
" Untuk kamu dan calon baby kita, aku nggak akan pernah capek sayang"
" Manis sekali suamiku ini, jadi pengin cium "
" Boleh, kalau bisa ciumnya di sini" kata Darren sambil menunjuk ke bibirnya.
" Ntar kalau udah di kamar"
" Kirain sekarang"
" Malu, banyak orang By"
" Nggak apa-apa. Kapan lagi kamu cium aku di tempat umum kek gini"
Plak..
" Jangan harap" kata Kiran setelah menepuk bahu suaminya.
Darren mulai memijat kaki istrinya. Semua perlakuan Darren pada Kiran tak luput dari pandangan Anggun dan juga Vandy.
" Jadi keinget waktu hamil Kenzo dan Kiran dulu" kata Anggun.
" Iya. Mas senang dan bahagia karena Darren memperlakukan putri kita layaknya seorang putri"
" Benar. Berarti pilihan aku nggak salah untuk memilih Darren sebagai menantu kita"
" Hhmm"
" Kenzo sama Melodi kok belum datang ya?"
" Mungkin sebentar lagi. Soalnya pas Mas telpon tadi mereka sudah di jalan"
__ADS_1
Benar saja tak berselang lama tampaklah putra sulung mereka dengan istri dan anaknya. Anggun langsung menghampiri putranya itu.
" Cucu Oma" kata Anggun sambil menggendong Abimanyu.
" Tue, mau tue Oma" kata Abimanyu. Ya sekarang Abimanyu sudah berumur satu tahun lebih.
" Coba liat Mas, cucu kamu baru datang udah minta kue" kata Anggun.
" Nggak apa-apa, bawa aja dia ke sana. Lagian di sana ada aunty-nya" kata Vandy.
" Adek masih di sini Dad?" tanya Kenzo.
" Masih. Noh, lagi dipijat sama suaminya"
Mereka semua pun menghampiri Kiran dan juga Darren.
" Aunty" panggil Abimanyu.
" Uh, keponakan tampan aunty" kata Kiran sambil mencium pipi gembul Abimanyu.
Darren menyalami kakak iparnya itu. Ia udah cukup lama juga nggak bertemu dengan kakak iparnya. Biasa sama-sama sibuk.
" Apa kabar Ren?" tanya Kenzo.
" Alhamdulillah sehat Bang. Abang gimana?"
" Alhamdulillah seperti yang kamu lihat"
" Syukurlah, yuk duduk dulu Kak, Bang " ajak Darren.
Mereka semua duduk di kursi yang ada di sana. Sedangkan Abimanyu ingin duduk di atas Kiran.
" Nggak boleh duduk di atas aunty ya"
Hiks..hiks..
" Mau tutuk tama aunty" kata Abimanyu sambil menangis.
" Nggak boleh sayang, nanti kena dedek yang ada dalam perut aunty"
" Atek?"
Abimanyu ikut mengelus perut Kiran. Baby yang ada di perut Kiran memberikan respon pada Abimanyu.
Aaaaaa...
" Kenapa sayang?" tanya Melodi.
" Peyut aunty gelak-gelak"
Mereka semua yang ada di sana tertawa mendengar ucapan Abimanyu. Tingkah Abimanyu yang lucu, menjadi hiburan tersendiri untuk mereka.
" Itu adeknya yang nendang" kata Kenzo.
" Hhmm"
" Duduk sama Om aja, sini" kata Darren.
Abimanyu pun duduk di pangkuan Darren. Ia sangat anteng duduk di pangkuan Omnya.
" Abi, mau tue aunty"
" Oh, tampan mau kue. Cium aunty dulu"
Abimanyu langsung mencium pipi kiri dan pipi kanan Kiran. Setelah itu Kiran memberikan kue untuk keponakan tampannya.
" Abang Tian dan Bang Gian nggak datang Bang?"
" Nggak Dek, soalnya mereka berdua lagi ada di rumah mertuanya"
" Oh"
" Adek bentar lagi mau lahiran ya?" tanya Melodi.
" Iya Kak. Kurang lebih satu bulan lagi"
" Abi mau ikut ayah sama bunda ke sana?" tanya Melodi pada putranya. Ya, Abimanyu memang memanggil ayah sama bunda dan itu keinginan Melodi.
__ADS_1
Abimanyu menggelengkan kepalanya. " Mau tini aja cama Aunty"
" Ya udah, Bunda sama ayah ke sana dulu ya"
" Hhmm"
" Titip Abi dulu ya Dek" kata Melodi.
" Oke Kak"
Kenzo dan istrinya pun pergi menuju pelaminan untuk mengucapkan selamat buat pengantin baru. Karena tadi mereka belum sempat mengucapkan selamat dan juga doa untuk manten baru itu.
Anggun dan Vandy juga bergabung kembali dengan besannya untuk menyapa para tamu dari rekan bisnis mereka.
Darren sangat gemas melihat bocah gembul itu. Ia sudah tidak sabar ingin melihat baby twins lahir ke dunia. Pasti mereka akan menggemaskan seperti Abimanyu.
" Abi kuat makan ya sayang"
" Iya, coba aja hubby liat pipinya yang gembul ini"
" Nggak sabar pengin liat baby twins kita lahir"
" Aku juga By"
" Abi mau buah nggak?" tanya Kiran.
" Mau " jawab Abimanyu sambil menganggukkan kepalanya.
Darren mengambilkan buah untuk keponakan tampannya itu. Mata para tamu terus saja memandang ke arah lelaki tampan itu. Tapi ia hanya cuek saja.
" Kamu di mana-mana selalu jadi pusat perhatian ya By"
" Nggak juga"
" Nggak apanya. Liat noh mata para tamu wanita, selalu menatap kearah kamu"
" Biarkan saja. Aku hanya mau ditatap sama kamu"
" Gombal"
" Beneran "
Saat pasutri itu sedang berdebat, Doni dan kekasihnya datang menghampiri mereka. Serly mengambil segelas jus yang ada di sana. Ia kehausan dari tadi.
Serly langsung meneguk jus jeruk itu sampai separuh.
" Haus banget Buk?" tanya Kiran.
" Iya bos. Tadi gue nggak di kasih minum sama calon suami "
" Wah kejam banget calon laki Lo?"
" Iya, untung gue cinta" kata Serly.
" Kamu tega banget nggak kasih Serly minum Don" kata Darren.
" Maaf tuan, saya buru-buru tadi"
" Minta maafnya bukan sama saya, tapi sama Serly"
" Aku udah maafin kamu kok" kata Serly.
" Kan aku belum ngomong, kok kamu udah jawab aja"
" Walaupun kamu belum ngomong, tapi aku udah maafin"
" Sudah-sudah. Apa wanita itu sudah ada di sini?"
" Sudah nona"
" Bawa masuk"
" Baik nona"
Doni meminta salah satu bawahannya untuk membawa wanita yang di jemput Serly dan Doni tadi ke bandara. Ia akan mempertemukan sama manten baru itu.
To be continue.
__ADS_1
Happy reading ππ