Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Persiapan


__ADS_3

Serly, Nadia dan Nando sudah tiba di mansion mewah milik Kiran. Pelayan langsung mengantarkan mereka bertiga menuju ruang keluarga. Karena nona dan tuan muda mereka sudah menunggu di sana.


" Kalian sudah datang?"


" Baru saja"


" Silakan duduk"


Satu pelayan pergi, satu pelayan lagi datang dengan membawa nampan berisi minuman dan juga camilan untuk para tamu nona mudanya. Setelah pelayan itu menyajikan makanan dan juga minumannya, ia pun pamit undur diri.


" Ada hal urgent apa nih, hingga kamu manggil kita kesini?" tanya Nadia.


" Emang Doni belum kasih tau ya?" tanya balik Kiran.


" Belum " jawab Serly sambil melirik kekasihnya.


" Baiklah aku bakal kasih tau kalian dan juga rencana yang akan kita buat untuk menghadapi orang ini"


Kiran menceritakan kejadian beberapa jam yang lalu. Setelah itu dia juga memperlihatkan rekaman CCTV pada kedua sahabatnya itu.


" Terus kenapa kamu suruh Nando juga ikut ke sini?" tanya Serly.


" Karena aku ingin tau, kemampuan beladiri Nando seperti apa"


" Nando bisa beladiri?" tanya Serly.


" Sedikit Kak" jawab Nando.


" Wah bagus dong. Sekalian dia bisa praktek in seni beladiri nya " kata Serly.


Saat mereka sedang membahas mengenai rencana untuk melawan para penjahat itu. Tiba-tiba Romy datang.


" Sorry, gue telat" kata Romy sambil duduk di samping Doni.


" Kebiasaan lo " kata Darren.


" Ini semua juga gara-gara Lo. Kenapa lo kasih gue pekerjaan yang banyak"


" Jadi lo nggak mau di kasih pekerjaan?"


" Ya mau, tapi nggak banyak kek gitu juga kali"


" Itu sedikit, di bandingkan masa cuti yang akan gue kasih sama lo nanti"


" Emang berapa hari lo kasih gue cuti?"


" Satu Minggu"


" Dikit amat, kan gue mau honeymoon"


" Daripada cuma dua hari gue kasih liburnya"


" Sudah-sudah. Kenapa kalian berdua malah bahas soal cuti" kata Kiran.


" Maaf sayang"


" Fokus ke masalah sama rencana kita" kata Kiran lagi.


" Iya sayang"


Mereka semua kembali fokus pada rencana yang akan mereka buat untuk menghadapi musuh.


" Mungkin lawan kita cukup tangguh atau jauh lebih tangguh, aku juga nggak tau. Tapi jangan takut, kita jauh lebih kuat dari mereka" kata Kiran.


" Tapi kamu lagi hamil princess?" kata Nadia.


" Itulah guna kalian berdua di sini. Lagi pula, aku masih bisa bergerak" kata Kiran.


" Aku ngeri aja liat kamu berantem dengan perut buncit kek gitu"


" Biar aku yang lindungi kakak" kata Nando.

__ADS_1


" Kamu lindungi yang lain saja, karena aku yang akan melindungi istriku" kata Darren.


Plak..


" Kamu itu selalu saja berdebat dengan Nando" kata Kiran setelah memukul lengan suaminya.


" Karena hanya aku yang boleh melindungi kamu"


" Nando itu adek aku, jadi wajar dia mau menjaga aku"


" Tapi aku suami kamu. Posisi aku lebih tinggi dari dia"


" Hubby bantu Romy sama Doni aja ya"


" Nggak! aku maunya jagain kamu"


" Ya udah, kalau gitu nanti hubby tidur diluar"


" Jangan dong?"


" Makanya bantu yang lain saja, ya?"


" Baiklah. Kau, jaga istriku baik-baik. Kalau sampai kulitnya lecet sedikit, habis kau!"


Kiran dan yang lain menggelengkan kepala melihat tingkah Darren yang kekanakan. Setelah Darren tenang, mereka membahas mengenai rencana selanjutnya.


Setelah semua tau dimana posisi masing-masing. Doni izin untuk mengantarkan para pelayan ke hotel yang sudah nona mudanya siapkan.


" Aku boleh ikut sama kamu nggak?" tanya Serly.


" Eleh, bilang aja mau kojom " kata Nadia.


" Wah lo udah kek cenayang aja Nad" kata Serly.


" Nggak perlu jadi cenayang. Karena semua keinginan kamu itu sudah kebaca "


" Masa? emang baca dimana?"


" Enak aja lo bilang jenong. Ini tuh jidat tercantik tau. Sama kek jidat ayang bodyguard tampan, gue"


" Ya,,ya,, yang udah ikutan bucin"


" Bucin bilang bucin" kata Serly.


" Kayaknya kita kena virus pasutri itu deh" kata Nadia.


" Sepertinya begitu"


Kedua wanita cantik itu pun tertawa bersama. Setelah itu Serly dan Nadia berpisah, karena Serly akan ikut sama kekasihnya untuk mengantarkan para pelayan ke hotel.


Para pelayan sudah masuk kedalam mobil. Mereka tidak tau apa yang akan terjadi di mansion itu nanti. Karena Doni bilang pada semua pelayan, kalau nona muda mentraktir mereka semua tidur di hotel mewah.


Serly duduk di kursi sebelah kemudi. Mobil pun melaju meninggalkan mansion milik tuan mudanya itu. Doni


" Nona muda baik banget ya"


" Iya, kapan lagi kita bisa tidur di hotel yang mewah"


" Benar. Apalagi ini hotel yang paling bangus di kota ini"


" Bukankah itu hotel milik keluarga nona?"


" Iya betul, pasti biaya sewa kamarnya mahal"


Serly hanya tersenyum mendengar ucapan para pelayan itu. Apa yang dikatakan pelayan itu semuanya benar. Kiran memang wanita yang baik dan juga kuat.


" Kenapa kamu senyum-senyum gitu?" tanya Doni.


" Itu denger para pelayan ngerumpi"


" Emang kamu nggak suka ngerumpi?"

__ADS_1


" Suka lha. Dan sepertinya kebanyakan cewek emang suka ngerumpi"


" Benarkah?".


" Iya. Ibarat kata nih ya, hidup itu tidak akan enak tanpa ngerumpi. Tapi kayaknya bukan cuma cewek aja deh, cowok juga suka ngerumpi"


" Kata siapa?"


" Kataku"


" Emang kamu pernah liat dimana?"


" Ya dimana aja. Mungkin kamu juga salah satunya"


" Ya nggak lha. Aku tu lelaki yang sibuk, So nggak punya waktu untuk ngerumpi"


" Tapi kok aku nggak percaya ya. Karena hal apapun bisa kalian jadiin bahan ngerumpi. Contohnya saat liat cewek cantik"


" Itu mah ghibah namanya" kata Doni.


" Sama aja. Sama-sama ngomongin orang dari belakang. Baik itu ngomongin kebaikan atau pun keburukan orang lain"


" Oh sama ya?"


" Hhmm"


" Pinter banget sih pacarnya aku"


" Iya dong, kalau nggak pintar mana mau kamu sama aku?"


" Ya itu salah satunya. Oh iya, kata nona muda kamu bisa beladiri?"


" Bisa, kenapa?"


" Nggak apa-apa. Aku baru tau kalau pacar aku ini juga bisa beladiri"


" Kiran bilang sebagai wanita, kami juga harus bisa beladiri. Karena itu berguna untuk melindungi diri dari orang yang ingin berbuat jahat pada kita"


" Betul banget"


Karena keasikan ngobrol, tanpa terasa mereka pun sampai di hotel milik keluarga nona mudanya.


Kedatangan mereka langsung di sambut sama manager hotel itu. Karena Kiran lha yang meminta untuk menyambut kedatangan mereka semua.


Para pelayan pun diantarkan ke kamar mereka masing-masing. Setelah mengantarkan para pelayan. Doni dan Serly kembali ke mansion.


Di tempat lain.


Seorang lelaki sudah mengumpulkan para anak buahnya. Ia akan melakukan penyerangan di mansion Darren nanti malam.


" Apa semua senjata sudah kalian bawa?"


" Sudah bos"


" Bagus, karena rencana ini tidak boleh gagal. Kita harus membunuh perempuan itu"


" Baik Bos"


" Sekarang kita akan bagi grup dulu. Grup A akan ikut dengan saya masuk kedalam mansion. Sedangkan yang sisanya menjaga di luar mansion"


" Siap bos"


" Pastikan perlengkapan kita tidak ada yang tertinggal"


" Baik bos"


Anak buah lelaki itu langsung memasukkan perlengkapan senjata mereka ke dalam mobil. Mereka semua tidak tau, wanita seperti apa yang akan mereka bunuh nanti.


To be continue.


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2