Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
PDKT


__ADS_3

Siang hari.


Romy sudah sampai di depan pintu rumah Kiran. Ya dia terpaksa menunda pekerjaannya, karena bosnya itu meminta untuk ia pergi menemani Nadia.


Darren sengaja meminta Romy untuk menemani Nadia. Karena dia akan menjodohkan dua orang jones itu. Ia kasihan sama sahabatnya yang tidur masih memeluk guling itu.


Romy tidak tau maksud terselubung bosnya itu. Darren memang tidak memberi tau asistennya itu. Ia hanya meminta asistennya untuk menjemput Nadia.


" Hai" sapa Romy saat melihat Nadia keluar dari rumah.


" Eh Romy. Kamu ngapain di sini? pasti cari Darren ya? sayangnya Darren tidak di sini, dia pergi ke rumah sakit sama istrinya"


" Aku mau cari kamu"


" A-aku" tunjuk Nadia ke dirinya.


" Iya, cari kamu"


" Kenapa kamu cari aku?"


" Mau nemenin kamu liat lokasi yang akan jadi kantor kalian nanti"


Ini pasti rencana pasutri bucin itu.


" Yuk masuk" kata Romy sambil membukakan pintu untuk Nadia.


" Makasih, tapi aku bawa mobil sendiri aja deh"


" Kita berangkat bersama, pake mobil aku"


" Baiklah"


Akhirnya Nadia masuk kedalam mobil Romy. Setelah itu ia pun masuk ke dalam mobilnya. Mobil mewah itu melaju meninggalkan kediaman Kiran.


Suasana di dalam mobil sangat hening. Tidak ada yang ingin memulai percakapan terlebih dahulu. Nadia merasa canggung saat ini, entah kenapa ia merasa canggung begitu.


" Kenapa diam? biasanya kamu sangat bawel?"


" Jadi kamu pikir aku bawel gitu?"


" Hhmm, tapi aku suka"


Deg.


Suka? maksud suka gimana coba?. Apakah Romy suka sama aku. Tidak! aku nggak bisa langsung memutuskan kalau rasa suka itu cinta. Siapa tau dia hanya suka kebawelanku.


" Kenapa diam?"


" Ah nggak apa-apa. Lagi nggak mood aja"


" Kamu nggak senang pergi sama aku?"


" Bu-bukan gitu, aku cuma lagi males ngomong aja. Ya, malas ngomong" kata Nadia sambil tertawa kikuk.


" Aku pikir kamu nggak mau pergi sama aku"


" Nggak kok, aku senang pergi berdua sama kamu"


" Benarkah?"


" Hhmm"


Tanpa terasa mereka sampai di lokasi yang akan di jadikan kantor untuk perusahaan Kiran nanti. Ya, Kiran sudah memutuskan akan membuka cabang perusahaannya di Indonesia. Karena perusahaan yang di London sudah ada yang mengurusnya.


Nadia menatap gedung 5 lantai yang perlu di cat ulang itu. Karena gedung itu terlihat sudah tidak terawat. Padahal lokasinya sangat bagus dan juga strategis.


" Lokasinya bagus. Aku yakin Kiran pasti suka tempatnya. Tapi kenapa gedung ini seperti tidak terawat, padahal tempatnya cukup strategis"

__ADS_1


" Denger-denger sih pemilik gedung ini terlilit hutang di bank. Karena tidak mampu membayar, akhirnya di sita pihak bank"


" Kalau di sita pihak bank seharusnya terurus dong, tapi ini kok seperti tidak terurus"


" Aku juga nggak tau sih ceritanya gimana, tapi Darren membeli gedung ini dari rentenir"


" Rentenir? bukannya tadi kamu bilang di sita bank?"


" Ya emang kenyataan gitu. Mungkin pemilik gedung membayar hutangnya di bank dengan cara meminjam uang dari rentenir mungkin"


" Ck,, apa orang itu bodoh. Justru berhutang dengan rentenir itu sangat berbahaya"


" Ya, dia tidak berpikir akibatnya. Yuk masuk, kita lihat seperti apa keadaan di dalam sana"


" Yuk"


Nadia dan Romy masuk kedalam gedung itu. Keadaan di dalam gedung tidak jauh berbeda dengan di luar gedung. Tempatnya seperti rumah yang sudah di tinggal lama sama penghuninya.


Sebuah ide cemerlang melintas di otak Romy. Biasanya di tempat seperti ini banyak kecoak. Ia akan menguji Nadia, apakah wanita ini takut dengan kecoak.


Permainan uji nyali segera di mulai.


" Nad ada kecoak"


Aaaaaaa...


Nadia langsung naik ke punggung Romy.


" Ce-cepat usir Rom, kecoaknya "


Romy tidak menyangka reaksi Nadia akan seperti ini. " Kamu takut sama kecoa?"


" Bukan takut, tapi geli aja melihatnya"


" Kecoaknya udah nggak ada"


" Benarkah?"


" Ah maaf" ucap Nadia.


" Nggak apa-apa. BTW kamu berat juga ya"


" Be-berat?"


" Hhmm"


Padahal aku udah diet lho. Kenapa Romy bilang aku masih berat. Berarti aku harus lebih giat lagi berolahraga.


Romy melihat Nadia hanya diam langsung tersadar sama perkataannya tadi. Cewek kan paling sensitif dengan berat badan.


" Aku cuma bercanda Nad. Kamu itu nggak berat kok"


" Tadi kamu bilang aku berat?"


" Kan udah dibilang, aku cuma bercanda. Kamu itu ringan malahan. Su'er" kata Romy sambil melihatkan jarinya yang berbentuk huruf V.


" Serius aku nggak berat?"


" Serius Nad. Apa perlu aku buktikan kalau kamu itu nggak berat" kata Romy yang langsung menggendong Nadia ala bridal style.


Aaaa..


Nadia yang takut jatuh langsung melingkarkan tangannya di leher Romy.


" Kamu itu sangat ringan Nad" kata Romy sambil menatap Nadia.


Deg.

__ADS_1


Romy merasa ada yang aneh dengan jantungnya ketika melihat wajah cantik Nadia dari dekat. Begitu juga dengan Nadia, ia bisa mencium aroma mint dari nafas Romy.


Beberapa detik kemudian mereka sama-sama tersadar. Romy menurunkan Nadia. Ia tidak ingin khilaf di tempat seperti ini. Lagi-lagi suasana terasa canggung.


Ehem..


Romy berdehem untuk menghilangkan suasana canggung itu. " Kita lanjut ke lantai berikutnya?"


" Hhmm"


Kedua anak manusia yang berbeda jenis kelamin itu melanjutkan berkeliling bangunan yang akan di jadikan kantor itu. Sekarang mereka akan menuju lantai dua dan juga lantai-lantai berikutnya.


Akhirnya mereka sampai di lantai 5. Itu artinya mereka sudah sampai di lantai yang terakhir. Dari lantai itu mereka bisa melihat pemandangan yang indah.


" Jadi kapan akan di mulai renovasinya?"


" Karena kalian suka tempatnya, besok sudah bisa di mulai "


" Berarti ini akan direnovasi besar-besaran lha ya"


" Pastinya, karena Darren tidak ingin istrinya tidak nyaman saat bekerja nanti"


" Kiran sangat beruntung memiliki suami seperti Darren"


" Darren juga beruntung dapat Kiran. Karena saat bersama Kiran dia lebih banyak tersenyum dan juga tertawa"


" Ya, mereka pasangan yang sangat serasi" kata Nadia.


" Kalau kamu kenapa belum menikah?" tanya Romy.


" Belum menemukan lelaki yang cocok"


" Belum nemu yang cocok, atau karena kamu suka pilih-pilih?"


" Aku bukannya pilih-pilih, cuma memang belum ada yang cocok. Kalau kamu?" tanya balik Nadia.


" Sama, belum nemu wanita yang cocok "


" Jangan-jangan kamu lagi yang pilih-pilih cewek?"


" Nggak juga"


" Tipikal cewek idaman kamu kek apa?"


" Kek kamu"


Wajah Nadia langsung bersemu merah mendengar ucapan Romy barusan. Tapi dia tidak boleh senang dulu, siapa tau Romy cuma bercanda.


" Aku suka cewek yang bawel, cantik dan tidak manja" lanjut Romy sambil melirik Nadia.


Kenapa dia liat gue kayak gitu. Nih jantung kenapa ajep-ajep kek gini ya.


" Mau jalan sama aku nggak?"


" Eh"


" Malam Minggu nanti mau jalan sama aku nggak?" tanya Romy lagi.


" Aku--"


" Kalau kamu nggak mau juga nggak apa-apa"


" Mau! aku mau kok"


Romy tersenyum mendengar jawaban wanita cantik itu. " Aku ingin mengenal kamu lebih dekat lagi"


Lagi-lagi jantung Nadia seperti berdisko ria. Ia tidak tau kenapa jantungnya seperti itu. Ia berharap Romy tidak mendengar bunyi detak jantungnya.

__ADS_1


To be continue.


Happy Reading 😚😚


__ADS_2