Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Mengulang kembali


__ADS_3

Mereka pun sampai di pulau mahar milik Kiran. Semua saudara dan juga sahabat Kiran takjub melihat keindahan pulau mahar itu.


" Masya Allah indah banget pulaunya" puji Keyra.


" Wah ini benar-benar pulau sultan" kata Dira.


" Mahar Roma kalah jauh nih" kata Gian.


" Setuju Ani. Ini maharnya nggak kaleng-kaleng" kata Tristan.


" Apalah daya duriku hanya dapat mahar remahan rengginang" kata Dira.


" Ya elah Yank, rumah gedong kek begitu kamu bilang cuma remahan rengginang. Sungguh terlalu kamu " kata Tristan.


" Mami Arel mau main di pantai" kata Darel putra Tristan.


" Ntar sore kita main di pantai"


" Asik, benar ya"


" Iya sayang"


" Apa nanti kita beli rumah dekat pantai?" tanya Tristan pada sang istri.


" Nggak usah. Stunami datang kita yang disapu duluan "


" Iya juga ya"


" Tapi kalau kamu mau beli pulau kek gini, aku nggak akan nolak "


" Kalau untuk pulau, nggak terjangkau Ama rakyat jelata kek kita"


" Gimana kalau kita patungan beli pulaunya" usul Keyra.


" Jangan ngaco kamu honey" kata Gian.


" Kok ngaco sih. Aku tuh serius Bee"


" Serius udah bubar Yank"


" Bukan serius grup band Bee. Kamu tu lama-lama ngeselin ya"


" Becanda honey. Kamu mah sensi banget akhir-akhir ini"


" Biarin"


Kiran dan para sahabatnya hanya menggeleng kepala melihat para senior itu. Walaupun mereka sering berdebat seperti itu, tapi mereka terlihat saling mencintai.


" Yuk semuanya kita ke villa " kata Darren.


Istri Kenzo cs sudah tidak sabar melihat seperti apa villa yang ada di pulau mahar itu. Jika diluar villa saja sudah sebagus ini. Bagaimana dengan villa nya. Pasti lebih cantik dan indah.


Mobil-mobil mewah sudah datang untuk membawa mereka semua ke villa. Ya Darren memang sudah mempersiapkan semuanya. Karena ia ingin membuat semua orang yang datang merasa nyaman dan juga aman.


" Lagi-lagi si Roma kalah sama adik iparnya" kata Gian dan juga Tristan.


" Berisik!" kata Kenzo.


Gian dan Tristan pun tertawa. Mereka sangat puas membuat Kenzo kesal. Kapan lagi bisa ngebully sultan yang satu itu.


Mobil-mobil mewah itupun membawa Darren dan rombongannya ke villa yang ada di pulau mahar itu.

__ADS_1


Sepanjang jalan menuju villa. Mereka disuguhkan dengan pemandangan yang sangat indah. Pulau mahar itu sungguh menyimpan banyak keindahan.


" Selamat datang anak-anak "


" Mommy!" panggil Darren.


" Kenapa, kaget ya?"


" Bukankah mommy sudah kembali ke London?"


" Belum. Mommy mau liburan beberapa di sini. Lagian mommy belum pernah ke sini? dan daddy kamu nggak punya waktu untuk ngajak mommy liburan"


Kenapa jadi aku yang di salahkan. Istriku memang luar biasa. batin Jhonatan.


" Tapi bukan hanya mommy, mertua kamu juga ada di sini?" kata Clarissa.


" Maksud mommy. Mom Anggun di sini?" tanya Darren.


" Iya. Emang mertua kamu siapa lagi"


" Kapan mommy datang ke sini?"


" Kepo" kata Clarissa.


Tak berselang lama Anggun dan suaminya muncul.


" Semuanya ayo masuk" ajak Anggun.


" Mommy juga di sini?" tanya Kenzo.


" Iya. Mommy mau honeymoon sama Daddy kamu"


Anggun tersenyum melihat reaksi putranya itu. Dia memang sudah lama ingin liburan, tapi suaminya itu malah tidak mau pergi liburan. Tapi setelah diiming-imingi dengan olahraga malam, barulah dia mau.


" Yuk masuk dulu, mommy sudah menyiapkan camilan untuk kalian"


Mereka semua pun masuk kedalam villa. Walaupun mereka masih kaget karena kehadiran orang tua mereka. Sampai di dalam villa mereka dikagetkan lagi sama kehadiran orang tua Gian dan juga Tristan.


" Mama, Papa" kata Gian.


" Mami, Papi" kata Tristan.


" Kalian sudah sampai " kata Sisil.


" Mami kenapa bisa ada disini?" tanya Tristan.


" Karena mami mau liburan juga sama papi kamu"


" Mama reunian di sini?" tanya Gian.


" Ya bisa dibilang begitu" jawab Sinta.


Kenzo cs hanya bisa menghela nafas. Mereka tidak menyangka orang tua mereka juga ada di sana. Sepertinya liburan kali ini tidak akan damai.


" Baiklah anak-anak kalian semua beristirahat lha dulu. Nanti kita lanjutkan lagi ngobrolnya"


Para pelayan mengantarkan para tamu Nyonya besarnya ke kamar mereka masing-masing. Untung tuan muda memberitau terlebih dahulu, jadi mereka sudah membersihkan semua kamar yang ada di villa.


" Twins sini sama Grandma. Dan kalian berdua beristirahat lha. Twins biar mommy yang jaga" kata Clarissa.


" Makasih mommy. Yuk sayang kita ke kamar"

__ADS_1


" Axel sama Alexa baik-baik sama Grandma dan Grandpa ya"


Twins pun mengangguk.


Darren segera membawa istrinya ke kamar. Ia sudah tidak sabar ingin berdua dengan sang istri. Karena waktu mereka untuk bermesraan sudah berkurang gara-gara twins yang selalu saja mengganggu.


Sesampainya di kamar, Darren segera mengunci pintu kamarnya. Karena hari ini adalah kesempatan untuk dirinya ber-manja dengan sang istri.


" By, kamu mau ngapain?" tanya Kiran saat melihat suaminya membuka pakaiannya.


" Mau olahraga bentar sama kamu"


" Tapi ini masih siang By"


" Nggak apa-apa sayang. Lagipula kita belum pernah coba olahraga siang-siang" kata Darren sambil mencium bibir sang istri.


Kiran pun membalas ciuman yang diberikan suaminya. Jujur ia juga menginginkan suaminya. Ia mengalungkan tangannya di leher suaminya.


Darren semakin memperdalam ciumannya. Mereka saling bertukar saliva. Entah sejak kapan semua pakaian Kiran sudah terlepas dari tubuhnya.


Ia membaringkan tubuh istrinya di atas kasur empuk itu. Di kasur ini pula ia dan istrinya memadu kasih setelah sah menikah. Dan di kasur inilah penyatuan pertama mereka. Sekarang mereka akan mengulang kembali malam pertama mereka.


Darren memberikan sentuhan-sentuhan lembut di seluruh tubuh sang istri. Ia menyentuh semua bagian sensitif milik istrinya. Ia akan membawa istrinya ke nirwana.


Kiran menerima setiap sentuhan yang diberikan suaminya. Sudah lama ia tidak merasakan sentuhan seperti ini. Dan ia akui suaminya masih jago dalam hal seperti ini.


" Kamu siap untuk mengulang malam pertama kita sayang?"


Kiran hanya mengangguk.


Darren tersenyum melihat istrinya yang hanya menjawab dengan anggukan kepala. Ia pun memulai penyatuan yang sudah lama tidak mereka lakukan.


Walaupun istrinya sudah bongkar mesin. Tapi gawang itu masih saja sempit. Istrinya memang jago merawat tubuhnya.


" Rasanya masih sama saat pertama kali melakukannya sama kamu" bisik Darren.


Wajah Kiran memerah mendengar ucapan suaminya itu. Di saat seperti ini, bisa-bisanya sang suami mengatakan hal seperti itu.


Darren memulai permainan. Pertama ia memulai dengan ritme yang lambat. Ia ingin menikmati dulu. Mumpung twins lagi sama mommy-nya. Ada untungnya juga orang tuanya ada di sini.


Suara d*s*h*n memenuhi kamar pengantin lama itu. Untung kamar itu kedap suara, kalau tidak kuping semua orang bisa jadi panas. Terutama para jomlo.


Pasutri itu mencoba bermacam-macam gaya. Sepertinya Darren ingin menuntaskan semua yang ia tahan. Karena ia hanya punya kesempatan saat ini, kalau nanti sudah ada pengganggu.


Kiran merasakan sesuatu di dalam sana ingin meledak. Begitu juga dengan Darren. Mereka pun sama-sama mencapai puncak.


" Makasih sayang" ucap Darren sambil mengecup kening sang istri.


" Sama-sama By"


" Tidurlah"


" Hhmm"


Darren membawa istrinya kedalam pelukannya. Ia tau sang istri sudah kelelahan karena pertempuran mereka barusan. Dan benar saja, tak berapa lama istrinya sudah terlelap.


Darren tersenyum melihat maha karyanya di tubuh sang istri. Sudah lama ia tidak membuat lukisan seperti itu di tubuh istrinya. Ia pun memejamkan matanya dan segera menyusul istrinya ke alam mimpi.


To be continue.


Happy Reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2