Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Ketahuan


__ADS_3

Darren sedang menunggu Monica di parkiran. Ya hari ini Darren akan memanjakan dengan membelikan apapun untuk wanita itu, tapi setelah itu dia akan menendang dia ke jalanan.


Tak berselang lama Monica pun datang. Dia terpesona dengan ketampanan Darren. Lelaki itu terlihat tampan berkali-kali lipat dengan memakai kacamata hitam seperti itu.


" Sorry lama"


" Buruan masuk!"


Darren memang tidak pernah berbicara lembut pada dirinya. Tapi Ia tidak mempermasalahkan hal itu, yang penting Darren memenuhi semua kebutuhannya sudah lebih cukup bagi dirinya.


" Kamu sangat tampan hari ini" puji Monica setelah mobil melaju meninggalkan apartemennya.


" Aku memang selalu tampan"


" Ya benar, kau memang selalu tampan"


Sepanjang perjalanan menuju Mall, Monica selalu mencuri-ciri pandang pada Darren. Ia membayangkan bisa mencium bibir Darren yang terlihat menggoda itu.


Darren sepertinya tau apa yang dalam pikiran Monica. Ia kemudian merem mendadak mobilnya.


" Aww" aduh Monica sambil memegang kepalanya yang kena dashboard mobil.


" Kamu nggak apa-apa?" tanya Darren pura-pura khawatir.


" Nggak apa-apa kok"


Dalam hati dari tertawa bahagia melihat jidat Monica yang memerah. Andai saja Romy melihat kejadian tadi, pasti dia sudah tertawa terbahak-bahak.


Mereka pun sampai di Mall terbesar di kota itu. Darren turun dari mobil, kemudian berjalan duluan memasuki mall. Monica menyusul di belakang.


Tuan muda itu selalu menjadi pusat perhatian dimana pun dia berada. Apalagi sekarang gayanya sangat cool, siapapun yang melihatnya pasti akan meleleh dibuatnya.


Monica tidak menyia-nyiakan kesempatan itu pun langsung merangkul lengan Darren. Perlakuan Monica itu sontak membuat Darren terkejut.


" Lepasin tangan kamu Monica!"


" Nggak mau"


" Jangan sampai aku berbuat kasar sama kamu"


" Cih.. selalu saja nggak mau "


Monica memang tidak di perbolehkan oleh Darren untuk menyentuhnya. Karena pernah dulu Monica memegang tangannya, seketika tangan yang di sentuh Monica memerah. Semenjak itulah Darren tidak mengizinkan Monica memegang tangannya. ( Mungkin tangan Monica banyak kumannya kali yaπŸ˜‚).


" Sayang ke toko gaun dulu ya"


" Hhmm"


Mereka memasuki toko gaun pesta yang di jahit oleh desainer kondang. So pasti harga gaun yang di jual di sana pasti mehong-mehong.


Di depan toko mereka sudah di sambut ramah oleh karyawan toko.


" Selamat datang tuan dan nona"


Darren dan Monica masuk kedalam toko itu. Sampai di dalam toko mata Monica dimanjakan oleh gaun-gaun yang cantik-cantik.


" Yank aku pilih gaunnya dulu ya"


" Iya, pilih aja mana gaun yang kamu suka"


" Aku beli tiga ya sayang"


" Ambil sebanyak yang kamu mau"

__ADS_1


" Beneran sayang"


" Hhmm"


" Makasih sayang"


Silakan beli gaun sebanyak yang kau mau, tapi setelah itu bersiap-siaplah untuk di tendang.


Monica langsung memilih gaun yang dia inginkan. Inilah yang dia suka dari Darren. Lelaki itu sangat royal padanya. Monica tidak tau saja kalau ini hari terakhir dia menikmati semua uang dari Darren.


Saat Monica sedang asik memilih-milih gaun yang akan di beli. Darren juga mencari gaun untuk wanitanya.


" Mbak" panggil Darren pada salah satu karyawan toko itu.


" Ia tuan"


" Tolong carikan saya gaun yang paling mahal dan juga cantik yang ada di toko ini"


" Baik tuan, kebetulan ada rancangan gaun terbaru. Sebentar saya ambilkan dulu tuan"


Darren duduk di sofa yang ada di sana. Dia menunggu karyawan toko tadi sambil memainkan ponselnya.


" Tuan ini gaunnya" kata karyawan toko itu sambil memegang beberapa gaun yang di bantu sama temannya.


" Bagus, saya suka. Tolong bungkus semua gaun ini ya"


" Baik tuan"


Darren berharap wanitanya menyukai gaun yang dia belikan. Monica datang dengan dua orang pelayan yang membawakan masing-masing lima gaun.


" Sayang aku udah selesai. Yuk ke kasir "


" Kamu nggak mau nambah lagi"


Para karyawan toko itu kaget mendengar ucapan Darren. Padahal gaun yang dibeli sama kekasihnya sudah banyak, tapi dia masih menyuruh membeli lagi. Para karyawan itu hanya bisa menelan ludahnya. Mereka berharap mendapatkan kekasih seperti Darren juga.


" Baiklah, yuk ke kasir" ajak Darren.


Darren berjalan menuju kasir, diikuti sama Monica dan dua orang karyawan toko. Sesampainya di kasir Monica menyerahkan gaunnya.


Petugas kasir men-total semua belanjaan Monica. Darren menyerahkan black card-nya pada petugas kasir untuk membayar semua belanjaan Monica dan juga gaun yang dia beli tadi.


Petugas kasir memberikan card milik Darren. setelah itu mereka pergi meninggalkan toko gaun itu.


" Kamu beli gaun untuk siapa sayang?"


" Untuk mommy" jawab Darren berbohong.


" Tumben kamu mau beliin gaun untuk mommy kamu"


" Lagi pengen aja. Kamu mau kemana lagi?"


" Ke toko tas boleh"


" Boleh"


Mereka berjalan menuju toko tas branded yang ada di mall itu. Diikuti beberapa bodyguard yang bertugas membawa barang belanjaan mereka nanti.


Sinta dan Sisil kebetulan sedang berada di Mall terbesar dan juga. Mereka kebetulan berada di seberang toko tas branded itu. Mata Sisil tidak sengaja melihat Monica berjalan dengan Darren.


" Sin, itu bukannya pacar Daffin?"


" Mana?"

__ADS_1


" Itu di toko tas"


Sinta menoleh kearah yang di maksud oleh sahabatnya itu. Benar saja Monica sedang berada di toko itu, tapi dia tidak melihat Darren.


" Mungkin dia mau belanja tas" kata Sinta.


" Yuk kita samperin" ajak Sisil.


" Yuk"


Kedua wanita cantik yang sudah tidak muda itu berjalan menuju toko tas. Salah satu bodyguard Darren yang bertugas mengikuti Monica beberapa hari yang lalu itu mengenali Sinta. Dia segera memberi tau bosnya.


" Ada apa?" tanya Darren.


Bodyguard itu membisikkan sesuatu di telinga bosnya. Darren tersenyum licik setelah mendengar ucapan bodyguardnya itu.


" Bagus, sekarang kamu pergilah"


Bodyguard itu menganggukkan kepalanya. Setelah itu dia pergi dari sana. Sepeninggal bodyguardnya, Darren langsung menjalankan aksinya.


Dia melihat Sinta dan Sisil masuk kedalam toko. Darren juga beranjak dari tempat duduknya. Dia berjalan di belakang Sinta dan Sisil.


" Monica" panggil Sinta.


" Sayang" panggil Darren sambil berjalan menghampiri Monica.


Monica kaget mendengar Darren memanggil ya dengan sebutan sayang. Baru kali ini Darren memanggilnya dengan sebutan sayang. Tapi dia memanggil di saat yang tidak tepat.


Sinta dan Sisil juga kaget mendengar ucapan Darren tadi.


" Monica, siapa lelaki ini?" tanya Sinta.


" Saya kekasihnya Monica" jawab Darren. Ya Darren mencuri start dari Monica.


" Apa benar yang di bilang lelaki ini Monica?"


Monica hanya diam, dia tidak bisa berkata apa-apa. Sedangkan Darren tersenyum senang melihat wajah Monica yang sudah berkeringat dingin.


Ini baru permulaan Monica. Kita tunggu nanti malam.


" I-iya Tante" jawab Monica terbata-bata.


Wajah Sinta memerah menahan emosi. Berani sekali wanita ini mempermainkan perasaan putranya.


Plak.


Satu tamparan mendarat di pipi Monica.


Mamp*s lo, emang enak kena tampar! gumam Darren dalam hati.


" Sakit ya sayang" kata Darren pura-pura perhatian.


" Nggak kos sayang, aku nggak apa-apa" kata Monica.


" Awas kamu, saya akan beri tau Daffin siapa kamu"


" Silakan, kita lihat siapa yang akan di percaya oleh Daffin nanti" tantang Monica.


" Baik, saya pastikan kamu pergi dari hidup anak saya"


Sinta dan Sisil pergi dari toko itu dengan menahan emosinya. Sedangkan Darren tersenyum penuh kemenangan, tinggal menunggu rencananya nanti malam. Ia berharap rencananya nanti malam juga berjalan dengan lancar.


To be continue.

__ADS_1


Udah up dua nih..


Happy Reading 😚😚


__ADS_2