
Keesokan harinya.
Kiran sudah rapi dengan memakai pakaian kantornya. Ya hari ini dia akan datang ke kantor. Karena sudah lama dia tidak pergi ke sana.
" Kamu cantik banget sayang"
" Hubby juga tampan"
" Pengen kurung kamu di kamar, kalau kamu cantik kek gini"
Kiran tersenyum mendengar ucapan suaminya itu. " Dasar mesum"
" Tubuh kamu itu sudah menjadi candu untuk aku, sayang" ucap Darren sambil mengecup bibir sang istri.
" Yuk turun, kasian baby twins sama Nando udah nungguin"
" Baby twins mana?"
" Sama si mbak di bawah"
Pasutri itu pun turun ke bawah untuk sarapan bersama. Darren merangkul pinggang sang istri menuju lift.
" Besok sesekali kita naik tangga ya By, itung-itung olahraga"
" Mending olahraga di ranjang aja sayang"
" Kamu kayaknya ketempelan demit mesum deh By"
" Kenapa?"
" Karena omongan kamu dari tadi mesum terus"
" Efek kurang jatah Yank"
Ting.
Pintu lift pun terbuka, pasutri itupun keluar dari lift. Mereka langsung menuju ruang makan. Di ruang makan sudah ada Nando yang sedang bermain bersama baby twins.
" Pagi Kak, Abang"
" Pagi Dek"
Si mbak membawa baby twins ke depan, karena tuan dan sang nona akan sarapan. Jadi mereka menunggu di depan.
" Bang, kapan aku boleh bawa motor?"
" Ntar kalau umur kamu udah 17 tahun. Lagian kalau kamu bawa motor sekarang pasti kena tilang. Karena kamu nggak punya SIM"
" Berarti pas aku udah kelas tiga dong?"
" Hhmm"
" Ah, masih lama"
Mereka mulai menyantap sarapan yang sudah ada di piring mereka masing-masing. Mereka menikmati sarapan dengan hikmat, tanpa ada yang bersuara. Kecuali bunyi sendok dan garpu yang beradu.
Selesai sarapan Nando berpamitan dengan Kiran dan juga Darren. Karena ia akan pergi diantar sama Doni. Sedangkan Kiran diantar sama suaminya.
" Princess"
" Eh bumil, kenapa ngos-ngosan gitu?"
" Habis olahraga gue"
__ADS_1
Darren melirik bodyguardnya.
" Bukan olahraga ranjang tuan muda"
" Oh kirain "
Darren masuk kedalam mobil. Sambil menunggu sang istri yang sedang mengobrol dengan sahabatnya, ia menghubungi Romy.
" Hallo assalamualaikum, bos "
" Wa'alaikum salam. Lo udah berangkat belum?"
" Nih lagi di dalam mobil. Kenapa?"
" Lo nggak usah ke kantor. Langsung ke cafe xx aja"
" Emang lo udah di sana?"
" Belum. Gue mau nganterin istri gue dulu ke perusahaannya"
" Sama dong. Gue juga mau nganterin istri gue ke kantor"
" Ya udah, ketemu di sana aja nanti"
" Siap bos"
Panggilan pun berakhir. Darren menyimpan kembali ponselnya kedalam saku celananya. Sang istri pun juga sudah mengobrol dengan sahabatnya. Dan baby twins juga sudah ada di samping sang istri.
" Udah selesai?"
" Udah By. Yuk jalan"
Darren melajukan mobilnya meninggalkan mansion miliknya. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
" Nadia masih masuk kerja Yank?"
" Romy bilang tadi mau nganterin Nadia ke kantor"
" Mungkin dia bosen di rumah, makanya dia datang ke kantor"
" Mungkin"
Mobil terus melaju membelah jalanan ibukota. Karena mereka berangkatnya agak pagi, kendaraan belum terlalu banyak berlalu lalang. Tanpa terasa mereka pun sampai di perusahaan.
Darren membukakan pintu untuk istrinya. Setelah sang istri turun, barulah ia mengeluarkan kereta dorong baby twins. Baby twins masih terlihat anteng di atas kereta dorongnya.
" Princess"
Kiran merasa ada yang memanggilnya langsung menoleh kearah suara. Ia tersenyum melihat sahabatnya berjalan menghampirinya, dengan perut yang sudah membuncit.
" Kamu ke kantor?"
" Iya, habisnya boring di rumah"
" Emang Tante Sandra belum pulang?"
" Belum, mungkin lusa baru pulang"
" Nggak apa-apa, sekali-kali dia pergi liburan"
" Ah, ponakan cantik dan tampan aku juga ikut?"
" Iya. Aku nggak tega ninggalin twins di mansion. Walaupun ada si mbak, tapi tetap aja aku nggak bisa ninggalin mereka"
__ADS_1
" Ya bagus dong dia ikut. Lagian mereka masih kecil, jadi jangan di tinggal pergi lha"
" Sampai kapan kalian berdua akan mengobrol. Buruan masuk" titah Darren.
" Iya By, ini juga mau masuk"
" Suami kamu lagi dapet ya?"
" Bukan, kurang jatah"
" Pantes spaning. Kurang jatah rupanya"
Kiran mendorong kereta baby twins. Nadia berjalan di samping kereta baby twins. Kedua wanita cantik itu masuk kedalam kantor. Setelah memastikan istrinya masuk kedalam kantor, barulah Darren pergi dari perusahaan sang istri.
Para karyawan kaget melihat wanita cantik yang ada di sebelah bos mereka. Dan lagi wanita itu juga membawa kereta bayi. Pasalnya mereka memang nggak tau siapa Kiran. Karena Kiran memang tidak pernah masuk saat kantor cabang miliknya mulai beroperasi.
" Buk Mira, tolong kumpulkan semua karyawan di lobi" titah Nadia.
" Baik Buk"
Buk Mira segera melaksanakan tugas yang diberikan Nadia. Karena ada hal penting yang akan di sampaikan atasannya itu.
Para karyawan yang mendengar informasi itu langsung bergegas ke lobi. Bahkan mereka yang sudah berada di lantai dua, tiga dan seterusnya langsung turun ke lobi.
" Pak tolong ambilkan kursi untuk kami"
" Baik Buk"
Security itu segera mengambil kursi untuk kedua wanita cantik itu. Tak butuh waktu lama, Security itu kembali dengan membawa dua kursi.
" Ini Buk kursinya"
" Makasih Pak"
" Sama-sama nona"
Kiran dan Nadia duduk di kursi yang di bawa security tadi. Para karyawan satu persatu sudah berada di lobi. Bahkan ada di antara mereka ada yang ngos-ngosan karena harus lari-lari supaya cepat sampai di lobi.
Setelah semua karyawan berkumpul. Buk Mira memberikan mic untuk bosnya. Karena kalau tidak pakai mic, karyawan yang berdiri paling belakang tidak bisa mendengar suara bosnya itu.
" Selamat pagi semuanya. Maaf saya mengumpulkan kalian disini. Karena saya ingin memberitahukan informasi yang penting"
Para karyawan hanya mendengarkan Nadia berbicara. Mereka juga bertanya-tanya siapa sosok wanita cantik yang duduk dengan elegan di samping bos mereka.
" Kalian pasti bertanya-tanya siapa wanita cantik yang ada di samping saya ini. Dia adalah Presiden direktur perusahaan Black pearl "
Semua karyawan itu kaget mendengar ucapan bos mereka. Mereka tidak menyangka wanita cantik nan anggun itu ternyata presiden direktur.
" Ya seperti yang kalian tau, kalau saya dan Buk Serly hanya wakil di sini. Dan ini kali pertamanya presiden direktur datang ke sini. Silakan Buk Presdir perkenalkan diri anda"
" Selamat pagi semua. Perkenalkan nama saya Zanna Kirania Dwipangga"
Para karyawan itu kembali kaget mendengar nama dibelakang presiden direktur itu. Siapa yang tidak tau marga Dwipangga. Keluarga terkaya di Asia.
" Apakah Ibuk putrinya nona Anggun dan juga tuan Vandy?" tanya salah satu karyawan.
" Betul, saya putri dari nona Anggun dan juga tuan Vandy. Saya juga minta maaf karena baru bisa datang ke perusahaan. Dikarenakan waktu itu saya sedang mengandung. Dan suami saya tidak membolehkan saya untuk bekerja. Tapi bukan berarti saya tidak tau perkembangan perusahaan saya. Karena saya memantau perusahaan saya dari rumah. Sekarang saya sudah melahirkan dan kalian bisa lihat kereta bayi yang ada di sebelah saya"
Para karyawan menatap kereta bayi yang ada di sebelah presdir. Mereka penasaran dengan wajah bayi yang ada di kereta dorong itu. Apakah sosok bayi itu perempuan atau laki-laki.
" Saya harap kalian bekerja lebih giat lagi. Mari kita bersama-sama memajukan perusahaan ini. Terima kasih atas waktu dan perhatiannya. Sekarang kalian boleh kembali ke ruangan kalian masing-masing"
Para karyawan itu pun membubarkan diri. Mereka kembali keruangan mereka masing-masing. Walaupun mereka masih penasaran dengan sosok bayi presiden direktur itu.
__ADS_1
To be continue.
Happy reading ππ