
Malam hari di kediaman Anggun dan Vandy sangat ramai. Karena dia kedatangan keluarga besarnya. Sekarang mereka semua sedang berkumpul di ruang keluarga.
Kiran berbaring di atas sofa dengan berbantal paha sang Daddy. Entah kenapa malam ini dia ingin bermanja-manja dengan Daddy-nya. Vandy juga senang melihat putrinya bermanja dengannya.
Anggun tersenyum melihat anak gadis kesayangannya itu ber-manja dengan sang suami. Sudah lama dia tidak melihat pemandangan seperti itu.
" Cie calon manten, manja banget sih sama daddy-nya?" ledek Vanya aunty Kiran.
" Iya dong, besok belum tau bisa manja kek gini lagi sama Daddy" kata Kiran.
" Jadi malam ini adek terakhir jadi anak gadis. Karena besok udah nggak gadis lagi" ledek Melodi kakak ipar Kiran.
" Iya, pasti besoknya Kiran dibuat nggak bisa jalan sama Darren" kata Vanya.
" Kenapa? apa Darren akan menyiksa adek?" tanya Kiran dengan polosnya.
" Iya, siksaan membawa nikmat" jawab Vanya.
" Mana ada siksaan yang bikin enak? bukankah siksaan itu menyakitkan?" kata Kiran.
" Awalnya emang sakit, tapi lama kelamaan sakit itu akan berubah jadi enak dan bikin ketagihan" jawab Vanya lagi.
Kiran mengeyitkan alisnya. Dia berpikir siksaan seperti apa yang di maksud aunty-nya itu. Apa benar ada siksaan seperti itu.
" Apa benar yang di bilang aunty, Daddy?" tanya Kiran.
" Jangan dengerin aunty kamu. Dan kamu Vanya, jangan kotori pikiran putriku yang polos dengan pikiran kotor kamu" kata Vandy.
" Siapa yang mengotori, aku cuma kasih tau Bang, supaya nanti putri Abang mahir dalam olahraga di atas ranjang" jawab Vanya.
" Emang ada olahraga di atas ranjang aunty?" tanya Kiran.
" Ada sayang, itu olahraga yang paling mengasikan di dunia" jawab Vanya.
" Wah adek mau juga lha olahraga di atas ranjang" kata Kiran.
" Tentu sayang, tapi nanti setelah sah ya"
" Kenapa harus menunggu sah dulu?" tanya Vandy.
" Olahraganya harus berdua sayang, kalau sendiri nggak asik"
" Ya udah, ayo kita berdua aunty olahraganya"
" Rasain kamu, makanya jangan ngajarin anak kakak yang nggak-nggak" kata Vandy.
" Ayo uanty" ajak Kiran lagi.
" Aunty masih normal sayang, kamu ajak Darren aja nanti ya"
" Emang harus sama Darren ya?"
" Iya sayang, biar enak dan cepat jadi"
" Sudah-sudah, jangan dengerin lagu aunty kamu yang sableng itu" kata daddy Kiran.
" Aku kan nggak punya kapak 212 Bang" kata Vanya.
" Iya kamu sableng yang nggak ada kapaknya"
__ADS_1
" Ck,, mana seru kalau nggak pake kapak"
Anggun dan Fira hanya bisa menggelengkan kepala mereka mendengar perdebatan kakak beradik itu. Sedangkan Aska dan Kenzo asik bermain catur.
Kiran sangat senang dan bahagia, karena semua anggota keluarga besarnya sudah berkumpul. Hanya itu yang dia inginkan sekarang ini.
" Sekarang kesayangannya Daddy sudah gede. Besok sudah melepas masa gadisnya, dan berganti status menjadi seorang istri"
" Walaupun sudah berubah status, adek tetap akan menjadi kesayangan daddy" kata Kiran.
" Tentu saja, sampai kapan pun Adek akan jadi kesayangannya Daddy dan mommy"
Kiran memeluk Daddy-nya. Vandy membalas pelukan putri kecilnya itu. Dia membelai dan sesekali mengecup puncak kepala putrinya. Semua yang ada di sana ikut terharu dan juga bahagia melihat ayah dan anak itu.
Jarum jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Mereka memutuskan untuk beristirahat ke kamar masing-masing. Karena besok harus bangun pagi-pagi untuk mempersiapkan diri untuk acara akad nikah, terutama Kiran.
Kiran sudah berada di kamarnya. Ia merebahkan tubuhnya di atas kasur. Dia memandang kebaya modern yang ada di sampin meja riasnya. Kebaya itu akan dia pakai untuk acara akad nanti.
Kiran mematikan lampu kamarnya, kemudian mengganti dengan lampu tidur. Dia mulai memejamkan matanya. Tak butuh waktu lama Ia pun sudah berada di dunia mimpi.
Jam 5 Pagi.
Semua anggota keluarga Anggun sudah bangun dari mimpi. Mereka bersiap untuk di make up oleh MUA. Tak terkecuali yang akan jadi manten.
Kiran terlihat cantik dengan memakai kebaya modern yang bewarna putih itu. Walaupun belum memakai make up, kecantikannya sudah terpancar.
" Silakan duduk nona, kita mulai make up nya"
Kiran duduk di kursi di depan meja riasnya. Sesi mempercantik wajah dan tampilan nona muda itupun segera dimulai.
Tidak butuh waktu lama bagi MUA untuk memoles wajah Kiran. Karena wajah gadis itu sudah terlihat cantik walaupun tanpa make up. Kiran pun tidak ingin memakai make up yang terlalu tebal, karena dia risih.
Kiran menatap pantulan wajahnya di cermin. Dia terlihat berbeda dari biasanya. Kemudian dia melirik ke arah wanita yang sudah mempercantik wajahnya itu.
" Nona tambah cantik walaupun memakai make up yang tipis"
" Terima kasih, ini juga berkat keterampilan anda "
" Tidak nona, saya hanya memolesnya sedikit saja"
" Sekali lagi terima kasih"
" Sama-sama nona"
Anggun masuk kedalam kamar putrinya itu. Dia tersenyum kearah sang putri. Kiran pun membalas senyuman sang mommy. Anggun berjalan menghampiri putri kesayangannya.
" Putri mommy cantik sekali" puji Anggun.
" Makasih, mommy juga terlihat semakin cantik"
Setelah Kiran selesai di make up, sekarang giliran mommy-nya yang akan di make up. Kiran duduk di sofa sambil menunggu mommy-nya selesai di make up.
Di tempat lain.
Clarissa dan keluarganya juga bersiap untuk berangkat ke rumah calon besan mereka. Hari ini, putra semata wayangnya akan melepas masa lajangnya.
Dia pergi ke kamar sang putra untuk melihat apakah putra tampannya itu sudah selesai bersiap-siap, karena tidak lama lagi mereka akan segera berangkat.
Alangkah kagetnya Clarissa saat sampai di kamar sang putra. Ia melihat putranya masih bergelung di dalam selimut tebalnya. Dengan emosi tingkat dewa ia segera menghampiri bed putranya.
__ADS_1
" Dasar anak nakal " kata Clarissa sambil memukul wajah Darren dengan bantal.
Aaaawww..
" Mommy"
" Apa! cepat bangun dan mandi"
" Emang mau kemana sih Mom"
" Dasar anak nakal, hari ini kan kamu mau nikah!"
" Astagfirullah, kenapa mommy nggak bilang dari tadi" kata Darren yang segera berlari menuju kamar mandi.
Aaaww,,
Karena buru-buru kepala Darren mendarat di depan pintu. " Siapa yang pindahin pintunya ke sini sih!"
" Makanya jalan pake mata" kata Clarissa.
" Bukannya pake kaki ya Mom"
" Udah cepat mandi sana! "
" Siap Ibunda ratu" kata Darren sambil bergegas masuk kedalam kamar mandi.
" Ngidam apa sih Daddy dulu waktu aku hamil anak nakal itu" kata Clarissa sambil menggelengkan kepalanya.
Setelah mendengar bunyi gemericik air dari kamar mandi, Clarissa segera keluar dari kamar putranya. Karena dia juga akan mempersiapkan keperluan suaminya.
Hanya butuh waktu 15 menit untuk Darren menyelesaikan ritual mandinya. Setelah dia berjalan menuju walk in closet untuk mengambil pakaian yang akan dia pakai.
Darren terlihat tampan dengan memakai kemeja putih dan jas berwarna hitam. Saat dia akan menyisir rambutnya, tiba-tiba mommy kembali dengan membawa seorang lelaki yang kemayu.
" Hallo tuan muda, perkenalkan nama saya Micel" kata lelaki kemayu itu.
" Gue nggak nanya" kata Darren sambil menjauh dari lelaki kemayu itu.
Clarissa menggelengkan kepalanya melihat sikap putranya. " Maafkan putra saya ya Micel"
" Tidak apa-apa nyonya"
" Darren, Micel ini akan menjadi hairstylist kamu"
" Apa!"
" Iya, jadi biarkan dia bekerja"
" Emang nggak ada yang lain Mom?"
" Nggak ada, karena Micel ini adalah hairstylist terkenal"
Darren menatap tajam lelaki jadi-jadian itu. Dia tidak ingin di sentuh oleh spesies kemayu itu. Sedangkan yang di tatap tersenyum sambil memamerkan sederetan giginya yang di behel.
To be continue.
Cie yang mau nunggu kata Sah berkumandang π€
Happy Reading ππ
__ADS_1