Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Memborong


__ADS_3

Sore hari.


Akhirnya pekerjaan Darren selesai juga. Ia bersiap-siap untuk pulang ke mansion-nya. Setelah selesai menyimpan semua data penting dalam laptopnya. Ia pergi ke kamar yang ada diruangannya itu. Ia akan membangunkan sang istri.


Ya habis patroli tadi Kiran kecapean dan tertidur di kamar pribadi milik suaminya yang ada di ruang kerja itu.


Darren tersenyum melihat wajah polos sang istri di kala saat tidur. Ia mengecup kening istrinya.


" Sayang bangun" kata Darren sambil menciumi seluruh wajah istrinya.


Kiran pun merasa tidurnya terganggu karena ciuman sang suami. Ia membuka matanya dan benar saja, suaminya itu sedang tersenyum padanya.


" Hubby" panggilnya dengan suara serak khas bangun tidur.


" Bangun, udah sore"


" Apa pekerjaan hubby sudah selesai"


" Sudah, makanya aku bangunin kamu"


Kiran bangun dari tidurnya. Ia tidak langsung berdiri, melainkan duduk di atas bed nan empuk itu.


" Walaupun dalam keadaan bangun tidur kamu tetap cantik sayang"


" Gombal banget sih By"


" Beneran sayang"


" Kalau pekerjaan hubby udah selesai, berarti kita udah bisa pulang?"


" Hhmm"


" Yuk, ntar Nadia sama yang lain mau ke mansion"


" Emang berapa orang yang mau datang?"


" Cuma tiga orang. Nadia, Nando sama Serly"


" Ya udah yuk bangun"


" Gimana mau bangun, hubby menghalangi aku"


" Oh iya "


Darren segera membantu istrinya untuk berdiri.


" Aku cuci muka dulu ya By"


" Iya. Aku tunggu di luar, sekalian mau menyimpan dokumen penting"


" Hhmm"


Darren keluar dari kamar pribadinya. Ia segera menyimpan dokumen-dokumen penting dalam brangkas nya. Setelah itu ia menyimpan laptopnya kedalam tas kantornya.


Kiran keluar dari kamar itu. Wajah sudah terlihat lebih segar. Tidak terlihat seperti habis bangun tidur.


" Udah siap By?"


" Udah sayang. Kita pulang sekarang?"


" Hhmm"


Pasutri itu keluar dari ruangan itu. Saat keluar, tampak sekretaris suaminya sedang bersiap untuk pulang juga.


" Duluan ya Mbak" kata Kiran.


" Ah iya Buk"


Darren dan istrinya masuk ke dalam lift khusus Presdir. Saat pintu lift akan tertutup ada seseorang yang menahan dengan kakinya.


" Romy"


Ya kaki tadi milik asisten sekaligus sahabatnya.


" Gue nebeng mobil lo ya bro" kata Romy setelah masuk kedalam lift.

__ADS_1


" Emang mobil lo kemana?"


" Gue tinggal di kantor"


" Kenapa lo tinggal di kantor?"


" Biar ntar bisa pulang bareng Nadia"


" Ck,, modus benget sih lho"


" Modusin pacar sendiri nggak apa-apa. Ya kan Buk bos?"


" Hhmm"


Ting.


Pintu lift terbuka. Mereka bertiga pun keluar dari lift. Suasana lobi kantor sudah mulai agak sepi. Hanya ada beberapa karyawan yang masih terlihat bersiap-siap untuk pulang.


Darren meminta Romy untuk mengambil mobilnya di tempat parkir. Sedangkan ia dan sang istri menunggu di depan pintu masuk kantor.


Romy pun kembali dengan mobil mewah milik Darren. Pasutri itu masuk kedalam mobil. Mobil mewah itu pun melaju meninggalkan area perkantoran itu.


Kiran melihat beberapa jajanan yang di jajakan di pinggir jalan. Ia pun ingin mencicipi beberapa jajanan itu.


" Hubby"


" Hmm"


" Mau beli itu boleh" tunjuk Kiran ke salah satu penjual cimol"


" Apa baby twins yang pengin makan itu?"


" Iya" jawab Kiran sambil menganggukkan kepalanya cepat.


" Rom, pinggirkan mobilnya bentar" titah Darren.


" Mau ngapain?"


" Istri gue mau beli cimol"


Darren menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya. Dimana-mana orang hamil ngidamnya mewah. Lha istrinya malah ngidam cimol.


Banyak orang yang menatap kagum pada pasutri itu. Karena mereka melihat barang yang di pakai Darren dan juga Kiran adalah barang mahal semua. Tapi mereka tidak malu ataupun risih untuk belanja makanan pinggir jalan.


" Udah belinya?"


" Belum, masih antre"


" Kamu duduk aja dulu, biar aku yang gantiin mengantre nya"


" Makasih hubby"


" Sama-sama sayang" kata Darren sambil membelai rambut sang istri.


Perhatian kecil itu tidak luput dari pandangan semua orang yang ada di sana. Mereka tambah mengagumi lelaki tampan itu. Bagaimana tidak, lelaki tampan itu memperlakukan wanitanya dengan lembut.


" Istrinya ya Neng?" tanya salah satu ibuk yang ada di sana.


" Iya Buk"


" Sepertinya dia sangat sayang sama Eneng"


" Iya Buk. Lagian mana ada suami yang tidak sayang sama istrinya sendiri"


" Banyak Neng. Tetangga saya suaminya malah sering mukul istrinya"


" Kenapa nggak dilaporkan ke polisi aja Buk"


" Sudah Neng. Tapi tidak ada respon dari kepolisian. Saya jadi kasihan sama tetangga saya. Kemarin dia dilarikan ke rumah sakit, karena ia di temukan tidak sadarkan diri dengan luka robek di kepalanya"


" Kejam amat Buk suaminya"


" Iya Neng. Makanya ibuk bilang Neng beruntung dapatin suami kek suaminya Neng"


" Oh iya Buk, kalau boleh tau kenapa suaminya mukul istrinya"

__ADS_1


" Dia bilang sudah tidak cantik lagi Neng"


Hubby gitu juga nggak ya nanti. Kalau aku udah nggak cantik lagi dia bakal pukul atau lebih parahnya akan nikah lagi.


" Ibuk permisi dulu ya Neng, anak ibuk sudah selesai mengantre"


" Iya Buk"


Kiran melihat suaminya yang mengantre di sana. Banyak para ibuk-ibuk dan bahkan anak gadis pun juga ada, memandang suaminya dengan tatapan mendamba.


Ia tidak bisa marah sama wanita-wanita itu. Karena mereka menatap pakai mata mereka sendiri. Tapi ia bersyukur karena suaminya tidak merespon wanita-wanita gatel itu.


Darren kembali dengan satu kantong plastik yang berisi cimol pesanan sang istri. Kiran tersenyum melihat suaminya sedang berjalan menghampirinya.


" Cimol nya udah dapet nih. Sekarang kita pulang ya"


" Belum"


" Ada yang mau dibeli lagi?" tanya Darren.


" Mau beli martabak telor boleh?"


" Boleh" jawab Darren sambil menganggukkan kepalanya.


" Asik, makasih By"


" Sekalian kita beli untuk yang lain juga"


" Buat teman-teman aku"


" Iya, sekalian untuk bodyguard sama pelayan yang ada di mansion"


Pasutri itu pergi ke tempat penjual martabak telor. Mereka memesan cukup banyak, karena pelayan dan bodyguard di mansion Darren sangat banyak.


Romy yang mulai bosan menunggu pasutri itu di monil langsung menyusul mereka. Ia juga ingin membeli sesuatu.


" Katanya mau beli cimol, tapi ini kok di lapak martabak telor?"


" Istri gue juga pengin makan martabak telor Rom"


" Ini pesanan segini banyak untuk siapa?" tanya Romy yang kaget melihat beberapa box kecil sudah menumpuk di samping Darren.


" Untuk pelayan dan bodyguard yang ada di mansion. Tolong hubungi Doni ya Rom. Minta dia untuk menjemput semua pesanan ini"


" Siap bos"


Romy mengambil ponselnya dan segera menghubungi kontak Doni. Setelah selesai menghubungi Doni, Romy menyimpan kembali ponselnya kedalam saku celananya.


" Bang, saya bayar dulu. Nanti ada orang saya yang akan menjemput semua pesanan ini"


" Siap Bang"


Darren mengambil dompetnya. Ternyata di dalam dompetnya tidak ada uang cash. Ia melihat kearah Romy.


" Kenapa lo liatin gue kek gitu?"


" Pinjam duit lo dulu ya. Gue nggak punya uang cash"


" Lo nggak bohong kan?"


" Kagak, liat aja sendiri" kata Darren sambil melihatkan isi dompetnya"


" Oke gue bayar, tapi ntar lo ganti kan?"


" Pasti gue ganti. Buruan bayar"


Romy pun mengambil beberapa lembar uang kertas seratus ribu. Kemudian ia memberikan pada Abang penjual martabak telor itu. Setelah membayar mereka pergi meninggalkan tempat itu.


To be continue.


Mana nih vote dan hadiahnya untuk babang tampan.



Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2