Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Romy yang romantis


__ADS_3

Romy dan Nadia baru sampai di tempat penginapan mereka. Sepanjang jalan menuju tempat penginapan tadi, istrinya tidak henti-hentinya berselfie.


" Waw, kamarnya bagus banget. Persis kek yang aku lihat di majalah tadi"


" Kamu suka?"


" Suka banget. Makasih ya Bee"


" Berterima kasih lha dengan benar"


Nadia mengerutkan keningnya. Ia tidak mengerti maksud suaminya itu. Bukankah ia sudah berterima kasih dengan benar.


" Bukannya aku udah bilang makasih dengan benar"


" Belum "


" Terus minta makasih dengan benar itu seperti apa?"


" Puaskan suamimu ini nanti malam"


Nadia menelan saliva-nya. Ia yakin pasti suaminya tidak akan melepaskannya malam ini. Dan ia harus bisa melayani suaminya dengan baik.


Romy tersenyum melihat ekspresi istrinya. Ia berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Sedangkan Nadia memasukkan pakaiannya ke dalam lemari.


Saat menyusun pakaian, ada salah satu pakaian Nadia yang terjatuh. Ia pun memungut pakaian yang jatuh itu. Ia mengerutkan keningnya saat melihat pakaian yang tipis dan juga transparan itu.


" Baju siapa nih?"


" Punya kamu" jawab Romy yang datang tiba-tiba.


" Aku?"


" Hhmm"


" Perasaan aku nggak pernah beli baju kek gini?"


" Aku yang beli"


" Kamu?"


" Hhmm"


" Emang kamu pake baju beginian?"


" Bukan aku, tapi kamu"


" Maksudnya?"


" Aku ingin kamu pakai lingerie ini malam ini"


" What..! are you kidding me?!"


" Aku serius"


" Gila! kamu mau aku kedinginan dan masuk angin?"


" Tenang kalau kamu kedinginan, aku akan menghangatkan kamu"


" Tapi ini transparan banget Bee"


" Nggak apa-apa sayang, aku suka. Bukankah kamu mau memuaskan suami mu ini nanti malam?" bisik Romy di telinga sang istri.


" Ta--"


Belum sempat Nadia melanjutkan ucapannya. Romy sudah membungkam mulutnya dengan bibirnya. Ia pun membalas ciuman suaminya itu. Walaupun ia tidak semahir suaminya.


" Aku menantikan kamu memakai lingerie itu sayang. Dan aku pastikan kamu nggak akan kedinginan setelah itu"


" Baiklah"


" Terima kasih. Sekarang kamu mandi gih, ntar kita liat sunset "


" Benarkah?"


" Hhmm"


Nadia segera bergegas menuju kamar mandi. Ia ingin melihat sunset dari kamar tempat mereka menginap. Pasti menyenangkan.


Saat istrinya sudah menghilang ke dalam kamar mandi. Romy memakai pakaiannya. Karena buru-buru sang istri tidak melihat betapa seksinya dia tadi. Karena ia hanya memakai handuk.

__ADS_1


" Padahal tadi mau pamer perut sixpack, eh taunya dia nggak ngeh"


Selesai memakai pakaiannya. Romy memanggil pelayan melalui telepon yang ada di kamarnya. Ia meminta pelayan untuk menyiapkan makanan untuk makan malam dia dan sang istri.


Nadia keluar dari kamar mandi dengan memakai dress berwarna navy. Ya ia sengaja membawa pakaian ganti ke kamar mandi. Karena ia malu jika harus berganti pakaian di depan suaminya.


" Sini aku bantu mengeringkan rambutnya"


" Emang bisa?"


" Bisa dong"


" Duduk sini"


Nadia duduk di sofa kecil dekat meja rias. Romy mengambil hair dryer, kemudian ia mulai mengeringkan rambut sang istri. Setelah kering, ia menyisir rambut istrinya.


" Selesai "


" Makasih Bee"


" Sama-sama sayang. Yuk kita ke balkon"


Nadia menganggukkan kepalanya. Tapi langkah mereka terhenti ketika mendengar suara bel berbunyi.


" Sebentar aku bukain pintu dulu. Kamu duluan ke balkonnya"


" Jangan lama-lama ya Bee"


" Iya sayang"


Romy berjalan menuju pintu. Ia tau pasti yang datang adalah pelayan. Ia segera membukakan pintu.


" Ini tuan makanan pesanan anda"


" Terima kasih, nih ambil tip untuk kamu" kata Romy sambil memberikan beberapa lembar uang pada pelayan itu.


" Terima kasih tuan"


Pelayan itu pun pamit dari sana. Romy mendorong troli saji itu ke tempat istrinya berada.


" Siapa Bee?"


" Wah, kamu romantis banget sih"


" Ingat ini tidak gratis"


" Jadi aku harus bayar gitu?"


" Hhmm"


" Masa sama istri sendiri kamu perhitungan kek gitu sih?"


" Aku nggak minta bayar sama uang?"


" Terus?"


" Sama tubuh kamu sayang"


Gleg.


Nadia menelan saliva-nya. Ia yakin kalau malam ini tidak akan bisa lolos dari suaminya itu. Romy tersenyum penuh kemenangan. Malam ini dia tidak akan melepaskan istrinya itu.


Di tempat lain.


Daffin baru selesai meninjau perkebunan yang baru ia beli beberapa bulan yang lalu. Bisnis sayurannya sangat meningkat. Ia bersyukur atas pencapaian yang ia dapatkan.


Sekarang lelaki tampan itu sedang menikmati makan siang dengan para pekerjanya. Seperti hari-hari sebelumnya, para pekerja sangat antusias karena akan makan siang dengan bos mereka. Apalagi yang wanita, mereka sangat antusias makan dengan juragan tampan itu.


" Hari ini menu makan siangnya apa Buk?" tanya Daffin pada Buk Ningsih.


" Ikan asam pedas, cumi goreng tepung, tahu, tempe goreng dan capcay"


" Banyak juga ya"


" Iya Den"


Daffin menikmati makan siangnya dengan para pekerjanya. Saat makan tak jarang dari para pekerja wanita yang curi-curi pandang pada lelaki tampan itu.


Saat sedang menikmati makan siangnya, ponsel Daffin berdering. Ia pun menghentikan makannya. Ia melihat nama sang Abang di layar ponselnya. Daffin beranjak dari duduknya, ia menjauh dari para pekerjanya.

__ADS_1


" Hallo, Assalamualaikum Bang"


" Wa'alaikum salam Dek"


" Tumben Abang telpon?"


" Abang cuma mau kasih tau, kalau princess sudah melahirkan"


" Alhamdulillah. Bagaimana keadaan princess sama anaknya?"


" Keadaannya baik dan anak-anak juga lahir dengan selamat"


" Anak-anak?"


" Ya, princess melahirkan baby twins"


" Aku ikut bahagia Bang "


" Apa kamu nggak ingin melihat baby-nya princess "


" Mau sih Bang, tapi apa suami princess akan kasih izin aku?"


" Kasih, lagian kamu ke sana mau melihat baby twins"


" Ntar aku pikirkan lagi deh Bang"


" Ya udah. Oh iya bagaimana kerjaan kamu?"


" Alhamdulillah lancar Bang. Dan ini rencananya mau beli lahan lagi"


"Wah hebat kamu. Mau tanam apalagi?"


" Rencananya sih berbagai macam buah Bang"


" Bagus itu. Tanam buah yang tidak nunggu beberapa tahun baru berbuah. Cari yang cepat aja. Kek semangka, melon "


" Rencananya sih mau tanam jeruk dan strawberry juga sih Bang"


" Jeruk bukannya lama nunggu proses berbuahnya?"


" Iya, tapi kan di selingi sama buah yang lain Bang"


" Terserah kamu aja. Abang cuma bisa mendoakan, semoga kamu sukses dan kaya terus"


" Aamiin, makasih Bang"


" Sama-sama. Ya udah Abang tutup dulu telponnya, soalnya sebentar lagi mau meeting"


" Oke Bang"


Panggilan pun berakhir. Daffin menyimpan kembali ponselnya kedalam saku celananya. Ia memikirkan apa yang dikatakan Abangnya tadi. Haruskah ia pergi melihat baby Kiran. Apakah dia sanggup melihat wanita yang dia cintai bermesraan dengan suaminya?.


Ya Allah, kenapa begitu susah untuk melupakannya. Padahal aku sudah berusaha untuk tinggal jauh darinya, tapi kenapa saja masih sulit untuk menghapus namanya.


Daffin mengambil dompetnya. Ia memandang foto Kiran yang dia simpan di sana. Ia mengusap foto Kiran yang lagi tersenyum. Ya foto itu diambil saat mereka masih SMA dulu.


Andai saja dulu dia tidak menyia-nyiakan perasaan wanita cantik itu. Pasti sekarang dia sudah hidup bahagia dengan Kiran. Dan tentunya mereka juga sudah punya buah hati.


Setelah puas memandangi foto Kiran. Ia menyimpan kembali dompetnya di dalam saku celananya. Ia memutuskan untuk pergi melihat baby twins itu.


" Maaf semuanya saya pamit dulu" ucap Daffin.


" Aden mau kemana?" tanya Pak Kardi.


" Saya mau ke Jakarta Pak. Tolong urus semua pekerjaan saya di sini ya Pak. Mungkin saya besok sore baru balik"


" Siap Den"


Daffin pun pergi meninggalkan perkebunan sayurnya. Ia harus membersihkan dirinya dulu. Setelah itu barulah dia akan berangkat ke Jakarta.


To be continue.


Banyak yang nanya.


Q: Thor kenapa Daffin jarang muncul?.


A: Karena nanti Feby akan buatkan novel khusus untuk perjalanan cinta Daffin. Jadi nanti jangan tanya lagi kenapa Daffin jarang di munculkan.


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2