Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Penindasan


__ADS_3

Anggun dan Vandy sudah sampai di mansion putrinya. Ya setelah mendapatkan telepon dari putrinya itu, mereka langsung mencur menuju mansion mewah putrinya. Dan diruang keluargalah inilah sekarang mereka semua berada.


" Sekarang beritahu mommy, kenapa kalian berdua meminta kami berkumpul di sini?" tanya Anggun pada pasutri itu.


" Mommy mertua, daddy mertua, dan juga mommy dan daddy. Selamat karena kalian akan menjadi kakek dan nenek"


" Benarkah?" tanya Vandy.


" Benar daddy mertua" jawab Darren sambil menggenggam tangan istrinya.


" Kamu dengar apa kata putramu besan. Kita akan jadi kakek" kata Vandy.


" Iya besan. Selamat untuk kalian berdua karena sebentar lagi akan menjadi orang tua" ucap Jhonatan.


" Makasih daddy mertua"


Para orang tua mengucapkan selamat pada pasutri itu. Mereka benar-benar sangat bahagia karena sebentar lagi mereka akan mendapatkan cucu.


" Karena sekarang kamu sedang hamil, jadi mommy harap kamu jangan kerja yang berat-berat. Dan untuk kamu anak nakal, mulai nanti malam kamu dilarang menggempur istri kamu" pesan Clarissa.


" Iya Mom, aku tau" kata Darren.


" Good. Tapi awas kalau kamu ketahuan menggempur mantu kesayangan mommy, maka mommy akan keluarkan kamu dari kartu keluarga" ancam Clarissa.


" Kan aku emang udah keluar dari kartu keluarga"


" Ah iya, kalau begitu ganti dengan di keluarkan dari daftar ahli waris"


" Jangan dong! nanti istri sama anak aku makan apa, kalau daddy-nya di keluarkan dari ahli waris"


" Makanya jangan di gempur dulu mantu mommy"


" Iya Mom, lagian aku juga tau" kata Darren dengan wajah sendu.


Clarissa tertawa. " Pasti dokter sudah memberi tau kamu ya"


" Hhmm"


" Oh astaga Dad, coba liat putra kamu yang nakal itu. Dia terlihat sangat menyedihkan" kata Clarissa pada suaminya.


" Sabar, kamu bisa bersolo karir" kata Jhonatan sambil menepuk pundak putranya.


Mak tiri sama daddy durhakim kok kompak banget menindas gue. Seharusnya mereka kasihan pada putranya yang tidak bisa olahraga malam ini. batin Darren dalam hati.


Anggun dan Vandy tersenyum sambil menggelengkan kepala mereka melihat tingkah absurd besan mereka.


" Sabar ini ujian" kata Vandy pada mantunya itu.


Darren menghela nafasnya. Semua orang yang ada di sana tertawa melihat Darren yang frustrasi karena tidak bisa menggarap sawah untuk beberapa bulan ke depan.


" Kamu bahagia banget ya liat suami kamu ditindas"


" Hhmm, banget"

__ADS_1


" Seharusnya saat ini kamu manjain aku yang saat ini sedang bersedih"


" Ntar aku manjain di kamar"


" Beneran ya"


" Iya hubby"


" Sungguh istri yang pengertian. Makin cinta deh"


" Ck,, gombal"


" Beneran honey"


" Ya,, ya, aku percaya"


Para orang tua turut bahagia melihat interaksi pasutri itu. Mereka selalu berdoa semoga hubungan pasutri itu selalu harmonis, tanpa ada pelakor dan juga pebinor.


" Bahagia ya Mas melihat putri kita sekarang" kata Anggun pada suaminya.


" Iya sayang. Mas harap Darren akan selalu membahagiakan putri kita"


" Aamiin, semoga ya Mas"


Mungkin ini buah dari kesabaran dan juga kebaikan putrinya. Sehingga ia dipertemukan dengan lelaki tampan dan juga baik seperti Darren.


Jodoh, rezeki dan juga maut memang sudah ada yang mengatur. Terkadang apa yang baik menurut kita belum tentu baik menurut sang pencipta. Contohnya saja hubungan putrinya dengan putra sahabatnya dulu.


Dulu Kiran sangat dekat dan bahkan mencintai putra sahabatnya itu. Dan bahkan mereka sempat menjodohkan Kiran dengan putra sahabatnya. Tapi takdir berkata lain, lelaki yang rencananya akan dijodohkan dengan putrinya tidak mencintainya. Namun sekarang putrinya sudah menemukan kebahagiaannya.


Daffin sedang menikmati pekerjaannya yang sekarang. Di tambah lagi sekarang hasil panennya selalu terjual habis di pasaran. Bahkan ia sudah menambah luas perkebunannya, tapi itu juga belum bisa memenuhi permintaan pasar.


" Tuan, sudah saatnya makan siang" kata Pak Kardi.


" Baik Pak"


Daffin berjalan menuju saung bambu yang tidak jauh dari perkebunan sayurnya. Saung itu sangat besar, jadi Ia akan makan siang dengan para buruh yang bekerja di sana.


Para pekerja sangat senang karena mereka bisa makan bersama dengan Daffin. Terutama para pekerja wanita. Kapan lagi bisa makan sama lelaki tampan. Begitulah yang ada didalam pikiran para buruh wanita itu.


Daffin duduk bersila di atas tikar yang sudah di gelar sebelumnya oleh salah satu pekerja yang ada di sana. Semua hidangan sudah ada di atas meja. Sudah lama Daffin tidak duduk lesehan seperti ini.


Istri Kardi mengambilkan nasi dan juga lauk untuk Daffin. Para pekerja wanita masih betah menatap lelaki tampan itu. Sepertinya perut mereka sudah terasa kenyang saat melihat juragan tampan itu.


" Mari makan semuanya" kata Daffin.


"Iya tuan"


Para gadis yang bekerja di sana mengambil makanan dan juga lauk yang sudah di siapkan oleh juragan tampan itu untuk mereka semua. Dan ini kali pertama juga bagi mereka bisa merasakan masakan orang berduit.


Seorang gadis melirik dengan ekor matanya. Ia tidak menyangka bisa bertemu lagi dengan lelaki tampan yang ia tabrak tempo hari saat di rumah sakit.


" Dinda" panggil ibu sang gadis.

__ADS_1


" Eh, i-iya"


" Makan, malah ngelamun"


" Iya, ini juga makan" kata Dinda sambil memasukkan suapan pertama ke dalam mulutnya.


Ya gadis itu adalah Dinda Wulandari, putri dari seorang janda yang bekerja di kebun milik Daffin. Ayah Dinda meninggal dua tahun lalu, saat Dinda baru lulus SMA.


Semenjak ayahnya meninggal ia tidak melanjutkan pendidikannya lagi. Karena ibunya tidak sanggup untuk membayar biaya sekolahnya. Alhasil ia sekolah hanya sampai lulusan SMA.


Karena hanya lulusan SMA, Dinda hanya bisa bekerja sebagai buruh tani. Gaji bekerja di kebun milik Daffin lumayan besar, jadi uang gajinya bisa ia tabung dan separuh lagi untuk membeli kebutuhan dapur.


" Ntar malam ke pasar malam yuk" ajak salah satu teman Dinda.


" Yuk, lagian besok kita nggak kerja" kata temannya yang satu lagi.


" Kamu ikut nggak Din?"


" Kalian aja deh yang pergi. Aku mau buat kue pesanan buk Ningsih"


" Yah nggak seru dong kalau cuma kita-kita aja"


" Iya Din, kamu nggak asik banget tau nggak?"


" Lain kali aku bakal ikut kalian"


" Kita maunya ntar malam. Lagian kita jarang banget pergi ke pasar malam"


" Ntar kita bantu ngomong ke Buk Ningsih, gimana?"


" Emang kalian mau ngomong apa?"


" Kita bilang kuenya akan datang agak terlambat"


" Terserah kalian berdua aja deh"


" Nah gitu dong. Siapa tau pas di pasar malam kamu dapat cowok, biar kamu nggak jomlo lagi"


" Iya, biar ponsel kamu itu berbunyi tiap malam"


" Betul itu, punya ponsel kok sepi" ledek para sahabat Dinda.


" Kalau gue udah punya cowok, gue bakal bawa keliling kampung" kata Dinda.


" Heh, dimana-mana cowok yang ngajak jalan. Bukannya cewek"


" Ya sekali-kali kita yang ngajak" kata Dinda.


" Ntar malam kita ngumpul di persimpangan" kata Lani salah satu sahabat Dinda.


" Siap" jawab Dinda dan dua temannya.


Dinda berharap seperti yang dikatakan para sahabatnya, kalau dia akan mendapatkan kekasih di pasar malam. Ntar dia buat author judul novelnya ketemu jodoh di pasar malam. ( Ih Dinda kek cenayang deh. Tau aja kalau author mau bikin novel itu).

__ADS_1


To be continue.


Happy reading 😚😚


__ADS_2