Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Mendadak jadi seleb


__ADS_3

Para penjahat itu sudah selesai mengisi tenaga. Sekarang mereka bersiap untuk menjalankan aksi mereka. Yaitu menculik Nando yang akan mereka jadikan umpan untuk membuat Kiran datang.


" Bos, lampu di rumah itu sudah padam" lapor salah satu anak buah penjahat itu.


" Bagus. Itu artinya mereka sudah mulai tidur, dan itu sangat menguntungkan bagi kita"


" Betul bos"


" Pasang topeng kalian"


Mereka semua memakai topeng untuk menutup wajah mereka. Setelah selesai mereka langsung menuju TKP. Mereka akan menangkap ikan kecil untuk mendapatkan ikan yang lebih besar.


Ceklek.


Pintu rumah itu pun terbuka. Hanya dengan hitungan detik pintu rumah itu sudah terbuka tanpa merusak pintu sang pemilik rumah. Sungguh pencuri yang sangat profesional. Tapi mereka tidak tau bahaya apa yang akan mereka temui di dalam. Setelah pintu terbuka, satu persatu penjahat itu masuk kedalam rumah.


Klik(anggap aja bunyi saklar lampu 🀭).


Semua lampu diruangan itu menyala. Para penjahat itu kaget melihat lampu menyala secara tiba-tiba.


" Welcome"


Semua penjahat itu langsung menoleh kearah suara. Alangkah kagetnya mereka melihat seorang wanita cantik duduk dengan kaki panjang yang disilangkan, terlihat sangat elegan.


Bos penjahat itu sangat terpesona dengan kecantikan wanita itu. Target yang dia cari sekarang ada di hadapannya. Sialnya wanita itu sangat cantik dan juga elegan.


" Ternyata kau lebih cantik dari pada di foto" puji bos penjahat itu.


Kiran ingin muntah mendengar pujian basi dari bos penjahat itu. Dia tidak tertarik mendengar pujian yang basi itu. Karena dia hanya ingin mendengar pujian itu dari suaminya. Ya wanita cantik itu adalah Kiran.


" Siapa tuan kalian?"


" Kau tidak perlu tau siapa orang yang sudah membayar kami. Kau hanya perlu menyerahkan nyawamu "


" Jangankan nyawa, menyentuh kulit ku saja kalian tidak akan bisa"


Bos penjahat dan juga anak buahnya tertawa mendengar ucapan Kiran. Dia tidak menyangka wanita cantik yang ada di hadapannya itu pintar membual.


" Kau tidak lihat berapa jumlah kami. Sedangkan kau hanya sendiri"


" Siapa bilang istriku cuma sendiri" terdengar suara dari arah lain.


Semua penjahat menoleh kearah suara. Mereka kaget melihat lelaki tampan yang sedang berjalan menghampiri Kiran. Mereka sangat mengenal siapa lelaki tampan itu.


" Tu-tuan Darren"


" Kalian mengenal saya?"


" Tentu saja kami mengenal tuan. Bahkan seluruh keluarga saya sangat nge-fans sama anda tuan. Bolehkah kami minta tanda tangan "

__ADS_1


" Hah!" kaget Darren dan juga Kiran.


Bayangan perang dunia ke 100 luntur sudah. Kiran tidak menyangka penjahat yang datang ke rumahnya adalah orang yang nge-fans sama suaminya.


" Nggak jadi perang nih?" tanya Kiran.


" Tentu saja tidak nona, kami sangat mengidolakan tuan Darren. Jadi mana mungkin kami menyakiti idola kami sendiri"


" Nggak asik dong? padahal saya udah menyiapkan jurus yang akan saya gunakan untuk menghajar kalian semua" kata Kiran.


Gleg.


Para penjahat itu susah payah menelan ludahnya. Mereka tidak menyangka kalau wanita cantik itu sangat bersemangat ingin menghajar mereka.


" Lanjutkan aja perangnya ya, nanti kalian akan dapat tanda tangan dari suami saya. Gimana?"


Para penjahat itu saling lirik satu sama lain. Mereka tidak ingin menyakiti istri dari idola mereka. Lagipula mereka juga tau bagaimana sepak terjang lelaki tampan itu. Dia sangat kejam.


" Ka-kami takut menyakiti anda nona"


Tawa Kiran menggema di ruangan itu. Tapi tawanya itu sangat menyeramkan bagi para penjahat itu.


" Apa saya terlihat seperti wanita lemah?!" tanya Kiran dengan tatapan membunuh.


" Ti-tidak nona"


Darren tersenyum melihat ekspresi ketakutan para penjahat itu. " Honey, kamu membuat mereka takut"


Para penjahat itu melongo melihat perubahan wanita cantik itu. Ekspresi wanita cantik itu sangat cepat berubah ketika berhadapan sama mereka dan juga dengan Darren.


Darren sangat gemas melihat suara manja sang istri. Tanpa menunggu lama dia langsung mencium bibir yang dari tadi menggodanya untuk di cicipi.


Lagi-lagi para penjahat itu dibuat melongo melihat adegan live yang ada di hadapan mereka. Para penjahat yang sudah punya istri langsung merindukan istri mereka. Sedangkan yang jomlo hanya bisa mengurut dada mereka.


" Hubby!" kata Kiran sambil mencubit pinggang suaminya, setelah tautan bibir mereka terlepas.


" Maaf, habisnya aku gemes banget sama bibir kamu"


" Ck,, alasan!"


Sedangkan seorang wanita yang berdiri di dekat tv. Menghela nafasnya melihat pasutri yang bucin itu. Bisa-bisanya mereka ciuman di saat sedang genting seperti ini.


" Ehem!"


Nadia berdehem untuk menghentikan perdebatan suami istri itu. Kiran tersenyum kikuk pada sahabatnya itu.


" Kalau mau ciuman jangan di sini, tapi di kamar kalian. Apa kalian berdua tidak kasihan sama aku yang jomlo ini" kata Nadia.


" Hehe,,, sorry Nad. Aku nggak tau kalau kamu juga ada di sini"

__ADS_1


" Dasar bucin. Oh iya, terus bagaimana nih dengan mereka semua?" tanya Nadia.


Kiran menatap para penjahat itu. " Apa kalian masih tidak mau memberi tau siapa orang yang sudah membayar kalian?"


" Bukan tidak mau nona. Tapi kalau kami beri tau itu sama saja kami melanggar undang-undang penjahat"


Sekarang giliran Darren, Kiran dan juga Nadia yang kaget mendengar ucapan bos penjahat itu. Lagipula sejak kapan penjahat pakai undang-undang?.


" Ya udah kalau kalian tidak mau ngasih tau siapa orangnya, jangan harap kalian dapat tanda tangan suami saya"


" Jangan dong nona"


" Makanya cepat bilang!"


Para penjahat itu seperti memakan buah simalakama. Kalau di makan mereka akan kena hukum karena melanggar undang-undang penjahat. Kalau mereka tidak makan, maka mereka tidak akan dapat tanda tangan idola mereka.


" Saya tidak akan memaksa, tapi kalau kalian mau kasih tau maka kalian akan dapat tanda tangan plus berfoto sama suami saya. Bagaimana?"


Mendengar kata berfoto mata penjahat itu langsung berbinar seperti Kilauan berlian saat kena cahaya.


" Baik nona, akan kami beritahu"


" Nah gitu dong? siapa orangnya?"


" Monica" jawab mereka semua serentak.


" Sudah kuduga ulat keket itu dalang di balik semua ini" kata Kiran.


" Apa sekarang kami sudah boleh berfoto dengan tuan Darren nona?"


" Of course..!"


Darren hanya bisa pasrah melihat para penjahat itu mengeluarkan ponsel mereka. Dia tidak menyangka akan populer di kalangan penjahat. Dengan semangat mereka mengantre untuk dapat berfoto dengan lelaki tampan itu.


Kiran dan Nadia tersenyum melihat pose para penjahat itu saat berselfie dengan Darren.


" Udah kek seleb aja suami kamu" kata Nadia.


" Iya, malah fans dia laki semua lagi"


" Apa yang akan kamu lakukan sekarang?"


" Aku akan balas ulet keket itu. Sudah cukup aku berbaik hati kemarin tidak membalas perbuatannya, tapi sekarang jangan harap dia bisa selamat dari pembalasan ku"


" Apa kamu akan membunuh wanita itu?"


" Mati hukuman paling ringan untuk wanita seperti itu. Aku punya hukuman yang sangat menarik untuk wanita seperti dia. Inilah akibat untuk orang yang sudah berani membangunkan sisi iblis yang sudah lama tertidur" kata Kiran sambil tersenyum devil.


Nadia tidak bisa membayangkan bagaimana nasib Monica nanti. Yang jelas hukuman yang akan di berikan sahabatnya itu, bukanlah hukuman kaleng-kaleng.

__ADS_1


To be continue.


Happy Reading 😚😚


__ADS_2