
Satu Minggu kemudian.
Satu Minggu setelah kejadian di panti asuhan. Sekarang Kiran sedang berada di kediaman orang tuanya. Karena malam nanti kedua orang tua Darren akan datang.
Suasana di kediaman orang tua Kiran sangat ramai. Seluruh keluarga besarnya berkumpul di sana. Ya malam nanti akan diadakan acara pertunangan putrinya dengan putra dari keluarga Narendra.
Para pelayan terlihat sibuk menyiapkan semua keperluan untuk acara nanti malam. Mereka juga ikut bahagia karena akhirnya nona kecil mereka akan di pinang. Ya mereka tau bagaimana sedihnya nyonya besar saat di tinggal nona kecil pergi keluar negeri.
" Akhirnya nona kecil bisa menemukan pangerannya"
" Iya, sekarang nyonya tidak akan sedih lagi"
" Keluarga ini bisa bahagia seperti dulu lagi"
" Aku penasaran sama calon suaminya nona kecil"
" Calonnya sudah pasti tampan, secara nona kecil kan cantik"
" Oh iya, bukankah nona kecil punya perusahaan di luar negeri?"
" Benar, apa nona kecil mau pergi lagi ke luar negeri"
" Sepertinya tidak, karena aku yakin nyonya dan tuan tidak akan membiarkan nona kecil pergi lagi"
" Aku nggak nyangka Daffin tega menyakiti perasaan nona kecil"
" Padahal dulu mereka saling mencintai"
" Iya, bahkan dia sampai berantem sama Tristan"
" Kerja-kerja jangan ngerumpi terus"
Para pelayan itu melanjutkan kembali pekerjaan mereka yang sempat tertunda lagi. Sedangkan majikan mereka sedang asik mengobrol.
" Adek udah kenal lama sama cowok itu?" tanya Kenzo sang Abang.
" Adek kenalnya udah lama Bang, kalau dekatnya baru-baru ini"
" Emang dia dari keluarga mana?" tanya Kenzo lagi.
" Narendra" jawab Kiran.
" Apa!"
" Haiiss,, Abang kenapa teriak-teriak kek gitu sih"
" Maksud kamu dia putra dari tuan Jonathan Kendrick Narendra?"
" Hhmm"
" Wah,, adek Abang memang pintar mencari pasangan. Tapi bukankah putranya terkenal playboy?"
" Itu cuma rumor yang dia bikin sendiri"
" Why?"
" Untuk menghindari wanita-wanita yang di jodohkan mommy-nya"
Kenzo tersenyum mendengar ucapan adek kesayangannya itu. Sepertinya sang adek juga menyimpan perasaan untuk lelaki itu.
" Udah saatnya kamu bahagia sayang" kata sang Abang.
" Hhmm "
Kenzo ikut bahagia melihat adek kesayangannya sudah menemukan tambatan hatinya. Dia berharap tidak ada lagi air mata yang keluar dari mata indah sang adek, kecuali air mata bahagia.
" Apa Daffin tau?" tanya sang Abang.
" Belum"
" Kenapa adek nggak kasih tau, biar dia merasakan apa yang adek rasakan dulu"
__ADS_1
" Nggak perlu di kasih tau, dia akan tau sendiri nantinya" kata Kiran.
" Abang ingin dia merasakan sakit yang lebih dari yang adek rasakan dulu"
" Adek tidak ingin balas dendam, karena semua itu hanya masa lalu. Jadi kita tidak perlu lagi melihat ke belakang. Sekarang adek mau fokus ke depan, menyambut masa depan adek" tutur Kiran.
" Sekarang adek Abang sudah besar" kata Kenzo sambil membelai rambut sang adik.
Anggun tersenyum melihat kedua anaknya. Ya sekarang mereka berdua sudah dewasa. Putranya yang pertama sebentar lagi akan menjadi seorang ayah dan putri sebentar lagi akan di lamar sama lelaki pilihannya. Anggun menghampiri kedua anaknya itu.
" Asik banget sih ngobrolnya" kata Anggun.
" Eh mommy" kaget Kiran.
" Ini Mom, kita lagi ngomongin calonnya adek" kata Kenzo.
" Apa Abang udah pernah ketemu sama Darren?" tanya sang mommy.
" Belum Mom. Abang juga penasaran sama anaknya"
" Yang pasti dia baik dan tampan" kata Kiran.
" Cie,, yang lagi kasmaran" ledek Kenzo.
" Apaan sih Bang"
" Cie,, malu-malu dianya"
" Kak Mel, liat niat suami kakak" adu Kiran pada kakak iparnya.
" Yank jangan di ledek terus adeknya" kata sang istri.
" Nggak lagi sayang" kata Kenzo.
Kiran tersenyum penuh kemenangan. Dia tau abangnya itu tidak akan berkutik di depan istrinya. Itu juga salah satu senjata Kiran saat dia sedang di ganggu abangnya.
" Paman kecil belum datang ya Mom?" tanya Kiran.
" Adek semenjak pulang belum ada ketemu sama paman ya?" tanya sang Abang.
" Belum" jawab Kiran.
" Karena akhir-akhir ini paman sibuk. Ditambah lagi sekarang Tante kalian sedang hamil" kata sang mommy.
" Wah,, bakal nambah anggota baru lagi kita" kata Kiran.
" Iya, mommy juga pengin cepat dapat cucu dari adek" kata Anggun.
" Kalau adek masih lama Mom" kata Kiran.
" Ya di percepat dong Dek" kata Kenzo.
" Nadia kapan nih?" tanya Anggun pada sahabat putrinya itu.
" Belum tau Tante, soalnya jodohnya belum kelihatan hilalnya" kata Nadia.
" Bukan nggak kelihatan hilalnya, tapi kamu nya yang lambat" kata Kiran.
" Aku kan juga ingin di tembak dengan romantis" kata Nadia.
" Kirain mau di tembak pake pistol" kata Kiran.
" Mati dong aku kalau di tembaknya pake pistol beneran" kata Nadia.
" Ya udah, kalian lanjut ngobrol aja, mommy mau bantuin yang lain kerja dulu"
" Ok Mom"
Tak berselang lama saat mommy-nya pergi. Paman kecil dan istrinya datang. Kiran segera menghampiri sang paman.
" Paman, aunty" panggil Kiran.
__ADS_1
Aska tersenyum pada ponakannya yang cantik itu. Sudah lama dia tak bertemu dengan keponakannya yang satu itu.
" Adek sudah besar dan tambah cantik" puji Aska.
" Paman juga semakin tampan dan aunty makin cantik"
" Princess sehat?" tanya aunty Fira.
" Alhamdulillah seperti yang aunty lihat. Aunty sendiri gimana?"
" Sama seperti seperti princess, aunty juga baik"
" Selamat ya aunty untuk kehamilannya"
" Makasih sayang"
" Nanti kita lanjut ngobrol lagi ya, paman sama aunty mau menemui Oma, opa sama yang lain dulu"
" Ok paman"
Aska dan sang istri pergi menemui keluarganya yang lain. Sedangkan Kiran dan Abangnya kembali melanjutkan obrolan mereka yang sempat tertunda tadi.
πππ
Sama dengan keadaan di rumah orang tua Kiran. Di mansion keluarga Narendra juga sedang sibuk untuk menyiapkan seserahan untuk lamaran nanti malam.
" Mom boneka Pikachu yang di kamar aku mommy ambil satu ya?"
" Nggak!"
" Jangan bohong, ntar hidungnya panjang kek Pinokio"
" Bocah nggak ada akhlak, berani kamu bilang mommy kek Pinokio?!"
" Kalau mommy bohong"
" Oh iya, untung mommy nggak bohong"
" Aku yakin mommy yang ngambil boneka aku"
" Fitnah kamu"
" Kok fitnah?"
" Iyalah, kamu nuduh mommy tanpa ada bukti"
" Yang berani acak-acak kamar aku itu cuma mommy"
" Terus apa hubungannya boneka Pikachu hilang sama acak-acak kamar"
" Ya adalah. Ayolah Mom, kembalikan boneka aku?" rengek Darren.
" Idih merengek kek bocah"
" Aku nggak mau tau, mommy harus kembalikan boneka aku"
" Ini bocah kagak denger dari tadi ya. Mommy nggak ada ngambil boneka kamu"
" Aku akan cari sendiri, kalau ketemu? mommy aku pecat jadi mommy aku" kata Darren sambil meninggalkan sang mommy.
" Heh,, yang ada itu, kamu yang akan mommy pecat jadi putra mommy"
Darren tidak mendengarkan ucapan sang mommy. Dia terus mencari boneka Pikachu nya diantara seserahan yang ada di sana.
Mata Darren terbelalak kala melihat boneka yang dia cari itu sudah di masukkan kedalam kotak dan di beri hiasan yang sangat cantik.
" Mommy!"
To be continue.
Happy Reading ππ
__ADS_1