Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Gagal


__ADS_3

Brak.


Pintu kamar Daffin terbuka setelah Aldi dan Gian berhasil mendongkrak pintu itu. Daffin langsung menoleh kearah pintu terbuka.


" Daffin! jangan bodoh kamu?"


" Kakak benar, aku memang bodoh. Maka dari itu aku tidak pantas untuk hidup lagi"


Prang.


Serpihan kaca itu terlepas dari tangan Daffin. Karena Gian menepiskan kaca itu dari tangan adiknya. Ya Gian masuk di saat yang tepat, saat Daffin akan menggores tangannya dengan serpihan kaca itu.


" Dasar bodoh" kata Gian sambil memeluk adiknya.


Tangis Daffin langsung pecah dalam pelukan abangnya. Akhirnya dia merasakan kembali hangatnya pelukan abangnya. Dia membalas pelukan sang Abang.


" Ma-maafkan aku Bang" ucap Daffin sambil terisak.


" Abang sudah memaafkan kamu. Jangan pernah lakukan hal bodoh seperti tadi lagi"


" Hhmm"


Sinta dan Aldi tersenyum melihat kedua putranya sudah berbaikan. Ia sudah lama tidak melihat pemandangan seperti ini. Mudah-mudahan setelah ini hubungan kakak beradik itu akan membaik.


" Sampai kapan kalian berdua mau berpelukan seperti itu" kata Aldi.


Gian melepaskan pelukannya dari sang adik. Kemudian dia tersenyum pada adiknya. Walaupun dia masih kecewa pada adiknya itu, tapi dia juga tidak akan membiarkan adiknya terpuruk lebih dalam lagi.


" Mending kamu ikut Abang ke villa yang ada di puncak. Tenangkan diri dan pikiran kamu di sana" kata Gian.


" Benar apa kata Abang kamu" kata sang mama.


" Terus pekerjaan aku gimana?"


" Kan ada sekretaris sama asisten kamu, jadi serahkan semuanya pada mereka" kata Gian.


" Baiklah, aku akan ikut Abang"


" Bagus, mudah-mudahan ketika di sana kamu bisa menenangkan pikiran kamu dan bisa berubah jadi lebih baik lagi"


" Makasih Bang"


" Kamu adikku, walaupun aku kecewa dengan sikap mu selama ini pada Kiran, tapi aku juga tidak ingin melihat mu terpuruk hingga nekad bunuh diri seperti tadi. Abang ingin kamu berubah"


" Aku akan mencoba" kata Daffin.


" Kamu memang harus mencoba, karena hidup terus berjalan"


" Iya Bang"


Aldi dan Sinta tersenyum melihat putra mereka kembali akur. Sinta berharap putra bungsunya bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi.


Sinta minta tolong pada pelayan untuk membersihkan kamar putranya yang sudah seperti kapal pecah itu. Dia meminta pelayan untuk berhati-hati, karena banyak serpihan kaca.


Aldi, istri dan kedua anaknya keluar dari kamar itu. Setelah majikannya keluar, para pelayan segera membersihkan kamar tuan muda mereka.


Untuk sementara Daffin tidur di kasur tamu, karena pintu kamarnya rusak, karena di dobrak sama papa dan abangnya.


" Ingat, jangan lakukan hal bodoh seperti tadi lagi" pesan sang Abang.


" Nggak lagi Bang"


" Bagus, pintunya jangan di kunci, supaya Abang atau papa nanti bisa masuk untuk melihat keadaan kamu"

__ADS_1


" Hhmm"


" Ya udah kamu istirahat, jangan pikirkan hal yang aneh-aneh"


" Iya Bang"


Daffin masuk ke dalam kamarnya. Seperti yang di katakan Abangnya tadi, ia tidak mengunci pintu kamarnya. Dia membaringkan tubuhnya di kasur empuk itu. Ia menatap langit-langit kamarnya. Dia terbayang kejadian beberapa menit yang lalu. Daffin tidak menyangka kalau tadi dia akan melakukan hal yang bodoh. Daffin mulai memejamkan matanya. Mungki karena lelah, dan juga karena kelamaan menangis Daffin pun terlelap.


Di tempat lain.


Clarissa sedang meeting dengan pihak WO dan juga EO. Karena ini acara pernikahan putra satu-satunya, jadi dia ingin acara pernikahan putranya berjalan dengan lancar dan juga meriah.


" Saya ingin acara ini berjalan dengan meriah, jadi saya tidak ingin ada kesalahan sekecil apapun"


" Baik Nyonya, kami akan melakukan yang terbaik untuk acara resepsi nanti"


" Good, jadi saya tidak rugi membayar kalian mahal-mahal. Baiklah meeting dadakan kita cukupkan sampai di sini"


" Terima kasih Nyonya telah mempercayakan semuanya pada kami. Kalau begitu kami permisi dulu"


Clarissa menganggukkan kepalanya. Pihak WO dan EO itu pun beranjak dari duduknya. Mereka pun berlalu pergi meninggalkan restoran mewah itu. Sepeninggal pihak WO dan EO, Clarissa menghubungi putra kesayangannya itu.


" Hollo Mom "


" Kamu lagi di mana?"


" Lagi di jalan, kenapa?"


" Emang kamu habis darimana?"


" Dari rumah calon istri aku"


" Apa!"


" Mommy kenapa teriak-teriak gitu sih, ntar kuping aku rusak. Kan nggak kece wajah tampan, tapi kuping bermasalah"


" Jangan sampe dong tampan mommy kupingnya bermasalah"


" Makanya jangan teriak-teriak"


" Habisnya kamu melanggar hukum"


" Emang hukum apa yang aku langgar?"


" Kamu menemui calon mantu mommy sebelum akad. Kan kemarin mommy sudah bilang, kalau kamu belum boleh ketemu calon mantu mommy"


" Aku lupa Mom, lagian tadi lagi urgent banget"


" Emang hal urgent apaan coba?"


" Pernikahan aku hampir saja batal Mom"


" Apa! kamu nggak bercanda kan?"


" Nggak Mom, tapi sekarang masalahnya udah kelar kok. Calon istri aku nggak terpengaruh sama gosip itu Mom"


" Emang gosip apaan?!"


" Itu ada seorang yang bilang kalau aku pacaran sama Monica"


" Kan kamu cuma pacaran bohongan sama dia"


" Iya Mom, aku udah jelaskan sama calon istri aku"

__ADS_1


" Terus gimana, Kiran percaya sama kamu"


" Hhmm"


" Makanya kamu jangan main-main sama ulet keket kek Monica itu"


" Itu kan salah mommy"


" Kok salah mommy?"


" Iya, coba kalau mommy nggak menjodohkan aku sama anak-anak teman mommy itu"


" Habisnya mommy takut kalau kamu itu tidak menyukai wanita. Lagian teman-teman mommy udah pada punya cucu"


" Ya ampun Mom, aku itu masih normal. Kalau masalah cucu, ntar mommy juga akan punya"


" Mommy harap juga gitu. Nanti kalian jangan tunda-tunda kehamilan ya"


" Kita liat nanti ya Mom"


" Sekarang kamu jemput mommy di restoran xx ya"


" Jhon kemana?"


" Dia lagi pergi sama Daddy kamu"


" Lagian mommy ngapain di sana?"


" Tadi mommy meeting"


" Meeting?"


" Hhmm"


" Meeting apaan?"


" Meeting soal resepsi pernikahan kamu"


" Terus gimana?"


" Beres, kita menunggu hasilnya aja"


" Ya udah, tunggu aku di sana"


" Ok tampannya mommy"


Panggilan antara ibu dan anak itu akhirnya selesai juga. Clarissa menyimpan kembali ponselnya kedalam tasnya. Ia tinggal menunggu putra tampannya itu datang.


Clarissa keluar dari restoran itu. Ia akan menunggu putranya di luar restoran. Tidak butuh waktu lama, putra yang di tunggunya datang juga.


" Cepat juga kamu datangnya?" kata sang mommy.


" Ntar kalau telat datang mommy ngomel" kata Darren sambil membukakan pintu mobil untuk mommy tercintanya.


" Pintar kali kamu jawabnya. Yuk jalan" kata Clarissa setelah masuk kedalam mobil.


" Pasang sabuk pengamannya dulu Mom"


" Ah iya, hampir saja mommy lupa"


Setelah sang mommy memasang sabuk pengamannya, barulah Darren melajukan mobilnya meninggalkan restoran itu. Karena sedang bersama mommy-nya, Darren melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Kalau dia ngebut bisa-bisa ibu negara akan mengomelinya habis-habisan.


To be continue.

__ADS_1


Happy Reading 😚😚


__ADS_2