Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Kata Sah berkumandang


__ADS_3

Romy tersenyum kearah sahabatnya yang sedang menuruni anak tangga. Sahabatnya itu terlihat sangat tampan. Walaupun hari-hari memang selalu tampan.


" Wah tampan banget nih calon manten" puji Romy.


" Hari-hari gue juga tampan Rom"


" Iya, tapi sekarang ini tampan dan auranya beda bro"


" Oh ya, apa yang membuatnya beda"


" Aura malam pertamanya udah kelihatan hilalnya"


Pletak.


" Pikiran lo selalu mengarah kearah mesum"


" Ck,, padahal lo juga menantikan saat-saat itu kan"


" Hhmm"


" Terus kenapa lo pukul kepala gue"


" Ya lagi ingin aja, soalnya gue nervous"


" Nggak biasanya seorang Darren Evan Narendra nervous"


" Ini lebih menegangkan dari pada membujuk para investor"


" Bukannya lo udah latihan kemarin?"


" Sudah, tapi tetap aja gue nervous. Gue takut nggak bisa melakukan dengan satu tarikan nafas"


" Gue yakin lo bisa mengucapkan akad dengan satu tarikan nafas"


" Aamiin, mudah-mudahan deh Rom"


" Ya udah, yuk masuk mobil. Nyokap sama bokap lo udah nungguin dari tadi"


" Hhhmm"


Kedua lelaki tampan itu masuk kedalam mobil yang sudah terparkir cantik di mansion milik kedua orang tuanya.


" Lama amat sih Ren?" kata Daddy.


" Iya, pake acara telat bangun lagi" tambah sang mommy.


" Ya maaf Mom, aku lupa"


" Masa sama hari pernikahan saja lupa"


" Namanya juga lupa mau gimana lagi coba?"


" Pake acara insiden kamar mandi lagi"


" Emang insiden apa Mom?" tanya sang suami.


" Itu Dad, kepala Darren mencium pintu kamar mandi"


Romy dan Jonathan tertawa mendengar ucapan Clarissa barusan. Dia tidak menyangka putranya akan bertingkah konyol seperti itu.

__ADS_1


" Itu karena mommy pindahin pintunya tanpa sepengetahuan aku" kata Darren.


" Sembarangan kamu. Dari dulu pintunya juga di sana kali"


" Lo berhenti ketawa nggak Rom, kalau nggak gue akan potong gaji lo"


" Maaf bro ini bukan jam kantor, jadi lo bukan bos gue sekarang"


Darren hanya bisa diam, karena sekarang dia sedang di posisi tidak aman. Karena mommy dan Daddy-nya akan berada di pihak sahabatnya itu. Alhasil dia hanya diam tanpa suara.


Tanpa terasa Mobil mewah milik keluarga Narendra sudah memasuki rumah utama. Kedatangan mereka langsung di sambut oleh calon besan yang beberapa menit lagi akan berubah menjadi besan.


" Selamat datang calon besan" ucap Anggun.


" Terima kasih, apa kami terlambat?" tanya Clarissa.


" Tidak, Pak penghulunya juga baru saja datang. Mari masuk"


Mata para tamu tertuju pada keluarga calon mempelai. Mereka terpesona akan ketampanan sang mempelai pria. Tidak sang mempelai pria saja, kedua orang tua sang mempelai pun juga tampan dan cantik.


" Wah,, nggak bisa di bayangkan akan se cakep apa anak mereka nanti"


" Iya, pabriknya aja tampan dan cantik"


" Andai saja putri dan juga putra ku mempunyai istri atau suami setampan dan secantik mereka. Pasti cucuku akan secantik kedua orang tuanya juga"


Banyak lagi bisik-bisik tetangga yang di dengar oleh keluarga Narendra. Mereka hanya tersenyum. Karena apa yang dikatakan ibu-ibu itu memang benar adanya. Calon mantu mereka sangat cantik.


Darren mengedarkan pandangannya mencari sosok yang selalu hadir di dalam mimpinya. Tapi dia tidak kunjung menemukan wanitanya itu.


" Cari siapa Lo?" tanya Romy.


" Lo nggak akan liat dia sebelum acara akad nikah"


" Kenapa?"


" Karena istri lo keluar dari kamar setelah ijab kabul selesai di ucapkan "


" Emang harus gitu ya"


" Hhmm" kata Romy sambil menganggukkan kepalanya.


Darren berjalan menghampiri calon mertuanya. Ia duduk di sebelah Daddy-nya. Dia melirik lelaki yang sudah berumur yang duduk di sebelah Daddy-nya.


" Dad, bapak itu siapa?"


" Itu Pak penghulu"


" Oh"


Darren tidak menyangka tamu yang datang untuk menyaksikan akad nikahnya banyak juga. Biasanya tamu paling rame ketika acara resepsi. Tapi sekarang ini, dia melihat tamu yang datang sangat banyak.


Para sahabat calon mertuanya juga sudah ada di sana. Tapi Darren tidak melihat sosok lelaki yang pernah hadir di masa lalu calon istrinya. Ia bertanya-tanya, kemana lelaki itu.


Jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi. Acara akan nikah akan segera dimulai. Darren diminta untuk segera mempersiapkan diri, karena acara ijab kabul akan segera dimulai.


" Apa Nak Darren sudah siap?" tanya Pak Penghulu.


" Bapak tau nama saya?" tanya Darren.

__ADS_1


Jonathan menepuk jidatnya melihat tingkah bodoh putranya itu. Bagaimana bisa putranya itu bertanya seperti itu.


" Tentu saja saya tau, kan nama Nak Darren sudah ada di kertas ini" kata Pak penghulu sambil mengetuk kertas yang ada di atas meja itu.


" Oh iya saya lupa"


Jonathan sudah ingin menceburkan dirinya ke kolam berenang yang ada di sebalik kaca transparan itu. Ia merutuki kebodohan putranya.


" Sudah bisa kita mulai?" tanya Bapak penghulu lagi.


Darren menarik nafas kemudian membuangnya secara perlahan. " Sudah Pak"


" Tenang, jangan gugup" kata Jonathan.


" Hhmm"


Vandy mengulurkan tangannya, kemudian di sambut oleh Darren. Sekarang kedua lelaki tampan itu sudah saling berjabat tangan.


" Darren Evan Narendra bin Jhonatan Narendra, saya nikah dan kawinkan engkau dengan putri kandung saya Zanna Kirania Dwipangga binti Rivandy Putra Dwipangga dengan mas kawin satu buah pulau dan juga satu buah mansion di bayar tunai!"


" Saya terima nikah dan kawinnya Zanna Kirania Dwipangga binti Rivandy Putra Dwipangga dengan Mas kawin tersebut di bayar tunai!"


" Bagaimana para saksi Sah"


" Saaaaaaaaaah"


" Alhamdulillahirabbil'alamin"


Semua tamu yang hadir di sana kaget mendengar mahar yang diberikan oleh Darren. Tak tanggung-tanggung lelaki tampan itu memberikan sebuah pulau. Sungguh mahar yang fantastis.


Tidak hanya para tamu, Anggun dan keluarganya juga kaget mendengar mahar yang di berikan Darren untuk putri kesayangannya itu.


Darren sudah bisa bernafas lega, karena dia berhasil mengucapkan ijab kabul hanya dengan satu tarikan nafas. Sekarang dia tinggal menunggu calon istrinya datang. Ralat istri.


Kiran menuruni tangga rumahnya di bantu oleh aunty dan juga sahabatnya. Para tamu yang mendengar langkah kaki dari tangga pun segera menoleh ke arah langkah kaki itu, termasuk Darren.


Lelaki tampan itu begitu terpesona melihat kecantikan istrinya, sampai-sampai matanya tidak berkedip melihat sang istri.


Nadia melepaskan tangan sahabatnya itu. Darren menyambut sang istri dengan mengulurkan tangannya. Kiran menyambut uluran tangan lelaki tampan yang baru saja berstatus menjadi suaminya itu.


" Beautiful "


Wajah Kiran merona di puji seperti itu oleh suaminya. Walaupun dia sering mendengar Darren berkata seperti itu, tapi entah kenapa saat ini ucapan pujian itu sangat berbeda.


Darren menyerahkan simbol berbentuk sertifikat maharnya pada sang istri, karena tidak mungkin Darren membawa pulau dan juga mansion-nya ke sana. Kemudian Darren mengecup kening sang istri dengan penuh perasaan.


Kiran menerima sertifikat itu, kemudian dia mencium punggung tangan sang suami. Hati Darren menghangat saat Kiran mencium tangannya seperti itu.


Para fotografer sudah mengabadikan semua momen akad nikah tadi dengan kameranya. Momen ini akan menjadi sejarah terindah bagi Darren dan juga Kiran.


Setelah acara akad nikah selesai, para tamu di persilakan untuk mencicipi hidangan yang sudah di sediakan di sana. Para tamu itu masih membicarakan soal mahar yang diberikan Darren tadi.


Mahar yang di berikan oleh Darren akan menjadi trending topik hari ini. Tapi lelaki yang memberikan mahar itu tidak mempedulikan berita itu. Dia hanya ingin memberikan yang terbaik untuk istrinya.


To be continue.


Jangan lupa like, komen, dan juga hadiahnya untuk babang tampan ya πŸ˜‰πŸ˜‰


Happy Reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2