
Romy sedang menghabiskan waktu santainya bersama baby Farel. Ia sangat gemas melihat pipi sang putra yang tembem seperti bakpao.
" Bee jangan dicubit terus pipi Farel"
" Kenapa?"
" Ntar lembek "
" Emang bisa kek gitu?"
" Bisa, kalau kamu cubit kek gitu terus"
" Tapi Farel senyum setiap aku cubit pipinya?"
" Aku bilang jangan, ya jangan. Ngerti nggak?!"
" Iya nggak lagi"
" Coba liat tu, pipinya udah merah kek gitu"
" Oh iya sayang. Gimana kalau kita pindah ke sebelah mansion nya Darren"
" Kenapa harus pindah?"
" Karena biar kita dekat sama mereka. Biar Farel ada temannya "
" Bukankah di sana masih tanah kosong ya?"
" Sudah ada rumah sayang. Apa kamu nggak liat waktu main ke sana?"
" Nggak. Emang kapan di bangun rumahnya?"
" Tiga bulan yang lalu"
" Siapa yang bangun rumahnya?"
" Darren. Kan tanah kosong yang ada di sana udah milik Darren semua"
" Semua?"
" Iya, tanah kosong itu dibeli saat mansion milik Darren di bangun"
" Emang dia mau bangun apa, sampe beli tanah itu semuanya?"
" Ia akan membuat rumah untuk para bodyguardnya"
" Bukankah mereka sudah punya apartemen?"
" Kalau bodyguard itu sudah menikah"
" Baik benar sultan satu itu"
" Darren orangnya emang royal. Apalagi sama orang-orang yang setia bekerja sama dia"
" Berarti rumah itu emang sengaja dibuat untuk kita?"
" Hhmm"
" Apa nggak masalah kita menerima pemberian rumah itu?"
" Nggak masalah. Karena itu memang keinginan Darren. Semua sahabat dan kerabatnya dekat dengan dia. Kan aku sudah bilang, Darren itu orangnya royal"
" Kamu benar, maharnya aja sebuah pulau"
" Bagi dia uang tidak masalah. Asalkan dia terus bisa bersama keluarga dan kerabatnya. Gimana? apa kamu mau pindah?"
__ADS_1
" Kalau kita pindah, lalu rumah ini gimana?"
" Kita bisa sewakan pada orang lain"
" Ya udah, aku mau pindah ke sana"
" Baik lusa kita akan pindah ke sana. Dan besok kita pagi kita sudah mulai berkemas"
" Hhhmm"
" Sekarang putra tampan papa main sama mama dulu, papa mau telpon Om Darren dulu. Setelah itu papa mau mandi"
" Ok papa" jawab Nadia seperti suara anak kecil.
Romy mengecup kening sang istri. Setelah itu langsung menghubungi bos sekaligus sahabatnya itu.
πππ
Nando dan baby twins baru sampai di rumah. Si mbak sudah menunggu baby twins. Karena kalau di mansion baby twins tidak perlu pakai kereta dorong lagi.
" Apa kakak sudah pulang Mbak?"
" Sudah tuan. Mereka ada di kamar"
" Apa kakak udah daritadi pulangnya?"
" Baru saja tuan"
" Baiklah"
Si mbak membawa baby ke kamarnya. Karena hari sudah sore, jadi sudah waktunya untuk baby twins mandi.
Nando pun pergi ke kamarnya. Ia mau mengerjakan tugas yang diberikan gurunya tadi di sekolah. Makanya tadi ia pergi ke toko buku, karena jawab tugasnya ada di buku yang ia cari tadi.
Ia mengambil buku tugasnya, kemudian ia mulai mengerjakan tugas itu. Karena besok pagi tugas itu sudah harus di kumpulkan.
Tok..
Tok..
Tok..
Langkah kakinya terhenti kala mendengar pintu kamarnya di ketuk. Nando berbalik arah menuju pintu kamarnya.
Ceklek.
" Abang"
" Kamu mau mandi?" tanya Darren yang melihat Nando menyandang handuk di bahunya.
" Rencananya sih, tapi karena Abang datang nggak jadi mandinya. Abang ngapain ke sini?"
" Itu, besok siang Abang sama Bang Romy ada rapat"
" Terus?"
" Kamu tolong wakili kakak pergi ke panti asuhan ya"
" Emang ada acara apa?"
" Nggak ada acara. Abang kemarin ada beli pakaian sama alat tulis baru untuk adik-adik yang ada di sana. Rencananya besok Abang mau bagi-bagikan sama mereka langsung. Tapi berhubung besok Abang ada rapat, jadi kamu yang bagi-bagikan sama mereka ya?"
Ya Darren memang selalu turun langsung untuk membagikan pakai baru dan juga alat tulis setiap ajaran baru. Sebenarnya ia bisa saja meminta para bodyguardnya untuk menyerahkan semua barang-barang itu. Tapi dia tidak mau. Karena ia ingin mengusap kepala anak-anak yatim itu. Dengan begitu mereka akan merasa bahwa ada yang menyayangi mereka.
" Siap Bang. Kebetulan aku juga sudah jarang ke sana karena sibuk mengerjakan tugas sekolah"
__ADS_1
" Baiklah, tugas besok Abang serahkan sama kamu"
" Siap Bos"
" Ya udah, Abang pergi dulu. Kamu lanjutkan lagi mandinya"
" Ok Bang"
" Ingat! mandi pake sabun"
" Tau Bang. Lagian tiap hari aku mandinya pake sabun kok"
" Siapa tau kamu amnesia mendadak, terus lupa deh"
" Nggak mungkin lha. Abang mah ngaco"
" Oh iya. Apa kamu keluar tadi pergi nemuin pacar kamu?"
" Kagak. Ya kali aku nemuin pacar bawa baby twins"
" Ya siapa tau"
" Nggak lha Bang. Aku kan udah sering bilang juga sama Abang dan juga kakak, kalau aku mau fokus sekolah dulu. Jadi aku nggak sempat mikir untuk pacaran"
" Itu baru adek Abang"
" Ada Lagi? kalau nggak ada, aku mau mandi dulu"
" Kamu ngusir Abang?"
" Anggap saja seperti itu"
" Bocah ini. Ya udah mandi sana! "
" Gimana aku mau mandi, kalau Abang masih berdiri di depan pintu kamar aku?"
" Kamu kan mandinya di kamar mandi"
" Iya, nanti saat aku mandi Abang periksa-periksa kamar aku lagi?"
Darren tersenyum. Ia tidak menyangka kalau Nando tau rencananya. Ya dia memang berencana untuk menggeledah kamar Nando. Karena ingin memastikan, apa benar adiknya itu belum punya pacar.
" Baiklah Abang mau lihat baby twins dulu"
" Hati-hati jangan nyasar"
" Ini mansion Abang, jadi mana mungkin Abang nyasar"
" Mana tau Abang amnesia mendadak"
"Ck, Novak ini"
Nando menutup pintu kamarnya setelah Abangnya pergi. Ia akan lanjutkan acara mandi yang sempat tertunda tadi.
Ia mandi dalam guyuran air shower. Nando teringat akan kenangannya saat di panti asuhan dulu. Bagaimana ia berjuang dengan anak-anak lain untuk bertahan hidup. Karena sembako yang seharusnya untuk mereka, di korupsi oleh ibu panti.
Nando bersyukur karena waktu itu ia dipertemukan dengan Kiran, yang sekarang menjadi kakak angkatnya. Padahal ia baru pertama kali bertemu dengannya. Tapi kakaknya itu malah mau membantu dia dan juga teman-temannya.
Berkat kebaikannya semua anak panti bisa mendapatkan hidup yang layak. Bahkan teman-temannya yang sudah ada yang kuliah dan itu semuanya berkat kebaikan kakak dan Abangnya itu.
Andai saja ia tidak dipertemukan dengan kakaknya. Mungkin ia tidak tau, apakah sekarang ia masih hidup atau sudah mati. Begitu juga dengan teman-temannya yang lain.
Nando hanya bisa berdoa, semoga Allah membalas semua kebaikan kakak dan Abangnya. Dan untuk itulah ia harus sukses seperti kakak dan Abangnya.
To be continue..
__ADS_1
Happy reading ππ