
Keesokan harinya.
Riana istrinya Smith dan putrinya mendatangi hotel tempat Darren menginap. Ia akan meminta pertanggungjawaban lelaki itu. Karena dia sudah memperkosa putrinya.
Ting.. nong..
" Lo ada janji sama seseorang?" tanya Romy.
" Nggak. Coba lo buka"
Romy bangkit dari duduknya. Ia berjalan menuju pintu.
Ceklek.
" Nyonya Smith"
" Mana tuan Darren?!" tanya Riana sambil menerobos masuk kedalam kamar hotel itu.
Riana melihat Darren sedang menikmati sarapannya. Ia segera menghampiri lelaki tampan itu.
" Nyonya Sm--"
Plak..
Belum sempat Darren menyelesaikan ucapannya. Satu tamparan mendarat di pipinya. Romy kaget melihat sahabatnya yang ditampar oleh nyonya Smith.
Darren mengepal tangannya menahan emosi. Baru kali ini dia ditampar oleh wanita. Mommy-nya saja tidak pernah menamparnya.
" Anda sadar dengan apa yang anda lakukan tadi nyonya?" tanya Darren.
" Tentu saja, bahkan apa yang aku lakukan itu tidak sebanding dengan apa yang kau lakukan pada putriku!"
" Emang apa yang saya lakukan pada putri anda?"
" Jangan pura-pura lupa, bukankah anda telah merenggut kesucian putri saya"
Darren tertawa mendengar ucapan Riana. Tapi tawanya itu sangat mengerikan bagi orang Riana dan juga Jesica.
" Apa kau yakin dengan ucapan mu itu nyonya Smith?"
" Tentu saja, karena putri saya sendiri yang mengatakannya"
" Apa anda percaya begitu saja dengan ucapan putri anda itu. Apa anda punya bukti kalau saya lelaki yang merenggut kesucian putri anda?"
" Tentu saja. Liat ini?! bekas percintaan kalian semalam"
Tawa Darren lagi-lagi menggema di kamar hotel itu. " Kau terlalu percaya dengan putri mu yang manja itu Nyonya. Asal Anda tau, walaupun putri anda itu telanjang di depan saya, sedikitpun saya tidak tertarik melihatnya, apalagi menyentuhnya. Kenapa? karena saya tidak tertarik dengan barang murah"
" Kau! berani sekali bilang putri saya barang murah!"
" Coba Anda tanya putri anda itu. Apa dia yakin kalau saya lelaki yang tidur sama dia semalam? karena kalau terbukti bukan saya, maka anda tau konsekuensinya bukan nyonya?" kata Darren sambil menatap tajam Jesica.
Riana menatap putrinya itu. " Jesica cepat katakan kalau lelaki yang tidur dengan kamu semalam adalah lelaki bejat ini?!"
Jesica hanya diam. Ia benar-benar tidak tau harus bagaimana. Dia pikir kalau mamanya yang datang dan meminta pertanggungjawaban Darren akan mengabulkannya.
__ADS_1
" Jawab Jesica, jangan diam saja!"
" Anda tidak perlu bertanya pada putri anda lagi. Saya punya rekaman CCTV yang ada di hotel semalam"
Deg.
Wajah Jesica seketika menjadi pucat. Kenapa ia bisa melupakan CCTV. Kalau seperti ini semua rencananya bisa gagal.
" Rom, lihatkan rekaman CCTV yang ada di hotel semalam"
" Siap bro"
Romy segera mengambil laptop dan juga flashdisk yang berisi rekaman CCTV yang sudah ia minta pada manager hotel tempat tuan Smith mengadakan anniversary semalam.
" Anda liat baik-baik, siapa lelaki yang ada di video itu"
Romy segera memutar rekaman CCTV. Riana fokus melihat rekaman CCTV semalam. Menit pertama video itu menayangkan kemeriahan pesta. Tak berselang lama terdengar suara d*s*h*n.
Riana kaget melihat video yang ada di laptop itu. Di sana terlihat jelas bagaimana putrinya sangat menikmati malam panas itu. Dan yang membuat dia shock, lelaki yang tidur dengan putrinya itu bukan Darren.
Video itu terus memutarkan adegan erotis sang putri. Tapi kali ini dengan lelaki yang berbeda. Tubuh Riana langsung merosot ke lantai. Ia tidak kuat lagi melihat video yang ada di hadapannya itu. Putranya itu tidak ubahnya seperti j*l*ng di luaran sana.
" Anda lihat sendiri bagaimana kelakuan putri yang anda anggap suci itu. Untung saja anda wanita dan juga seorang ibu. Kalau tidak! saya sudah membalas tamparan anda tadi dua kali lipat"
Riana sangat malu. Putrinya sudah mencoreng arang ke wajahnya. Seharusnya dia membuktikan kebenaran omongan putrinya. Setelah itu barulah ia bertindak. Ingin rasanya dia menghilang dari sana.
" Sekarang silakan pergi dari sini. Anda tau dimana pintu keluarnya kan?"
Riana berdiri dan menarik tangan putrinya keluar dari kamar hotel itu. Ia benar-benar sudah kehilangan muka.
" Anda tenang saja, saya tidak akan memberitahu tuan Smith kejadian hari ini"
Setelah ibu dan anak itu keluar. Romy menutup kembali pintu kamar.
" Lo nggak apa-apa bro? "
" Hhhmm"
" Ternyata tebakan Lo benar. Belatung nangka itu akan menjadikan Lo kambing hitamnya"
" Trik murahan seperti itu sudah terbaca sama gue. Makanya gue minta Lo untuk mengambil rekaman CCTV itu"
" Lo memang cerdas seperti biasa bro"
" Ck,, gue emang udah cerdas dari lahir kali"
" Oh iya, kita jadi pulang hari ini?"
" Jadi. Gue udah kangen banget sama istri dan juga anak-anak gue"
" Gue juga kangen sama bini gue. Kita harus segera menyelesaikan pekerjaan ini. Jadi ntar sore kita udah bisa berangkat"
Kedua lelaki tampan itu memulai pekerjaan mereka. Pagi ini Darren tidak sarapan dengan baik. Karena dua tamu yang tidak diundang tadi. Ia harus segera menyelesaikan pekerjaannya dan bertemu dengan keluarga kecilnya.
πππ
__ADS_1
Riana dan Jesica kaget, karena mobil mereka tiba-tiba di cegat oleh orang saat baru saja mau keluar dari parkiran. Dua orang lelaki ber-jas hitam keluar dan mengetuk pintu mobil mereka.
Tok.
Tok.
Tok.
" Cepat turun dari mobil anda nyonya?"
" Ma, aku takut"
" Diam kamu, ini semua gara-gara kamu!"
" Nyonya, anda akan keluar sendiri atau kami akan buka paksa pintu mobil anda"
" Ja-jangan Ma. Jangan buka pintunya"
" Kita tidak ada pilihan, kita harus segera turun"
" Nggak Ma. Aku belum mau mati"
Pintu mobil kembali di ketuk, dan ketukan itu lebih keras dari yang tadi. Riana mengambil ponselnya dari dalam tas. Ia akan menghubungi polisi. Raut wajah Riana berubah sendu, kala melihat tidak ada sinyal di ponsel mahalnya itu.
" Kenapa Ma?"
" Tidak ada sinyal"
" Bagaimana tidak ada sinyal di sini? bukankah ini hotel termewah dan juga terkenal. Lalu tidak ada sinyal?"
" Mana mama tau"
Tok.
Tok.
Tok.
" Nyonya cepat turun! sekarang kalian tidak bisa menghubungi siapapun, karena kami sudah membuat sinyal terganggu untuk sementara waktu. Jadi kalian berdua tidak punya pilihan selain turun"
Riana kaget mendengar ucapan salah satu lelaki berjas hitam itu. Pantas saja ponsel mahalnya tidak ada sinyal. Semua karena ulah mereka. Ia yakin, kedua lelaki ber-jas hitam itu bukan orang sembarang. Buktinya mereka bisa membuat sinyal terganggu untuk sementara waktu.
Ia semakin penasaran, siapa bos dari orang-orang ber-jas hitam itu. Dan setau dirinya, ia tidak pernah menyinggung orang. Akhirnya Riana dan putrinya turun dari mobil mewah itu.
" Silakan ikuti kami nyonya"
" Kalian mau bawa kami kemana?"
" Nanti anda juga tau nyonya"
Jesica sangat takut. Itu dapat dilihat dari tangannya yang tidak pernah lepas dari genggaman tangan mamanya. Dirinya benar-benar takut. Bagaimana kalau orang-orang itu mau membunuh dia dan juga mamanya.
To be continue.
Mana nih dukungannya untuk hot Daddy
__ADS_1
Happy reading ππ