
Vanya dan keluarga kecilnya baru datang. Mereka telat karena menunggu putra semata wayang mereka yang belum juga punya kekasih sampai sekarang.
" Maaf semuanya kami telat" ucap Vanya.
" Pasti telatnya gara-gara si jomlo ini?" kata Kiran.
" Jomlo happy gue" kata El"
" El umurnya udah 22 tapi masih betah menjomblo" ledek Kenzo.
" Mau gimana lagi Bang. Belum nemu yang cocok"
" Bukankah El seumuran sama princess?" tanya Darren.
" Gede aku tiga tahun dari El, By" jawab Kiran.
" Wajah El emang agak boros, Ren" kata Kenzo pada adik iparnya.
" Enak aja! Abang tu yang boros. Baru umur 34 udah keliatan tua"
Pletak.
Aaaawww
" Mama, Abang KDRT nih sama aku"
" Jadi cowok itu nggak boleh lembek El" kata Vanya sang mama.
" Mama kok nggak belain aku sih? ya udah ah mending aku tempat Om Vandy dan kakek aja. Tunggu pembalasan El ya Bang" kata Elvano sambil meninggalkan Kenzo dan yang lainnya.
" Idih anak panda ngambek" ledek Kenzo dan Kiran bersamaan.
El tidak mendengarkan ucapan sepupunya itu. Ia terus berjalan ke tempat kakek dan neneknya. Ia akan meminta perlindungan dari sang nenek.
" Nenek, kakek "
" Cucu bontot nenek "kata Diana sambil memeluk tubuh cucunya.
" Kamu sendirian aja ?" tanya sang kakek.
" Sama mama dan juga papa"
" Dimana mereka?"
" Tuh lagi ngobrol sama Abang Ken dan yang lainnya"
" Kamu kenapa nggak ngumpul sama mereka?"
" Bang Ken sama Kiran ngeledek aku terus"
" Makanya cepat cari istri biar nggak di ledek terus sama mereka"
" El lagi nyaman sendiri Nek"
" Kalau tahun ini kamu belum juga menikah, maka nenek akan carikan pasangan untuk kamu"
" No! ini udah zaman modern Nek, bukan zaman Siti Nurbaya lagi. Jadi aku bisa cari jodoh sendiri"
" Makanya buruan cari. Biar kamu tidur ada temannya"
" Dia baru saja patah hati Ma" kata Vanya.
" Patah hati?" tanya Dwipangga.
__ADS_1
" Iya Pa, dia baru saja di khianati kekasihnya"
" Mama" rengek El.
" Lain kali kalau orang tua bilang jangan ngeyel. Padahal sudah dibilang, kalau dia bukan wanita baik-baik tapi kamu tetap aja nggak percaya. Sekarang terbukti kan semua ucapan Mama"
" Iya Ma"
" Sudah jangan sedih lagi. Lebih bagus tau kebusukannya sekarang, daripada nanti setelah menikah" kata Diana.
" Mama senang kamu putus sama pacar kamu. Dan segera lha move on. Mama juga pengen timang cucu"
" El mau fokus kerja dulu Ma"
" Kerja memang perlu dan menikah pun juga perlu El"
" Iya, mama kenapa jadi bawel kek gini sih"
" Sudah Vanya, kasian putra kamu. Dia baru patah hati "
" Baiklah Ma"
" Sekarang El makan dulu"
" Ok Nek"
El pun pergi mengambil makanan yang sudah tersedia di sana. Ia tidak boleh terlalu bersedih karena di khianati kekasihnya. Sakit memang, tapi hidup harus tetap berlanjut.
Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam. Akhirnya acara syukuran Twins A pun selesai. Saatnya untuk memberikan bingkisan untuk anak panti dan juga anak jalanan.
Kiran meminta Twins untuk memberikan satu persatu bingkisan itu untuk kakak-kakak yang membutuhkan. Ia melakukan itu, supaya nanti saat besar, Twins A menjadi orang yang suka bersedekah.
Setelah mendapatkan bingkisan dari baby twins. Mereka juga mendapatkan amplop dari Kiran dan juga Darren. Semua adik-adik itu sangat senang dan bahagia mendapatkan bingkisan dan amplop.
" Nah sekarang udah keliatan tampan sama cantiknya" puji Melodi.
" Makasih aunty"
" Abi, ajak Twins main sayang" kata Melodi pada putranya.
" Baik bunda"
" Varo juga main sama Twins dan Abi ya " kata Fira.
" Ok Mama "
Diantara mereka berempat, Varo lah yang paling besar. Karena ia memang lebih dulu lahir dari ketiga sepupunya itu.
Para orang tua memilih untuk istirahat lebih dulu. Tapi sebelum itu mereka foto bersama dulu. Pertama foto keluarga besar Kiran dan Darren dulu. Setelah itu barulah berfoto dengan para sahabatnya.
Selesai sesi foto. Para orang tua itupun pamit untuk beristirahat. Orang tua Kiran dan mertuanya memutuskan untuk menginap di mansion. Begitu juga dengan nenek dan Oma Kiran.
" Princess kami pamit pulang dulu ya?" kata Nadia.
" Udah mau pulang aja. Nggak ngobrol dulu?"
" Pengen sih ngobrol sama yang lain. Tapi nanti baby Farel bangun. Dia cuma sama mama di rumah"
Ya Nadia memang tidak membawa Farel, karena dia masih berumur 7 bulan. Dan tadi pun baby tampan itu sedang tidur saat di tinggal tadi.
" Kita jalan dulu ya"
" Ok, hati-hati di jalan"
__ADS_1
Nadia dan suaminya pun meninggalkan mansion mewah itu. Tak berselang lama Nadia dan Romy pergi. Serly dan Doni juga pamit pulang, karena baby mereka juga ditinggal tadi di rumah.
" Kalian juga mau pulang?" tanya Kiran.
" Iya baby Adele juga berdua saja sama si mbak di rumah"
" Rumah kalian kan dekat dibelakang mansion"
" Iya sih, tapi nanti kalau dia nangis gimana? aku juga lupa tadi pompa ASI untuk Adele"
" Ya udah deh"
" Besok bisa ketemu lagi. Balik dulu ya"
" Hhmm"
Setelah berpamitan, Serly dan suaminya juga pulang ke rumah mereka. Karena baby Adele tidak bisa di tinggal lama-lama. Kiran kembali bergabung dengan yang lain.
" Mereka sudah pulang?" tanya sang suami.
" Baru saja"
" Princess kapan nih kita di ajak ke pulau maharnya?" tanya Dira.
" Kapan kakak mau?"
" Kalau kakak sih selalu ada waktu, tapi suami kakak yang nggak punya waktu" jawab Dira sambil melirik suaminya.
" Kalau beberapa bulan ini emang nggak bisa yank. Kan kamu tau aku ada proyek sama Ani dan juga Roma"
" Iya, kalian bertiga kan emang selalu sibuk" kata Keyra.
" Jangan ikut-ikutan juga dong Honey" kata Gian pada istrinya.
" Ya emang kan. Kapan kamu terakhir ngajak aku sama Darel liburan?" tanya Keyra.
Gian terdiam. Ia tidak bisa menjawab ucapan istrinya itu. Karena apa yang dikatakan sang istri memang benar, dirinya sudah lama tidak mengajak istri dan anaknya liburan.
" Apa bedanya sama suami gue?" kata Melodi.
" Lha dia ikutan juga" kata Kenzo.
" Ya harus dong. Seharusnya kamu belajar dari Darren"
" Kenapa aku harus belajar dari Darren?"
" Karena dia selalu punya waktu untuk istri dan anaknya"
" Ya beda lha Yank"
" Beda apa coba? dia juga sibuk kerja. Tapi dia tidak lupa sama istri dan anaknya"
" Aku kan nggak lupa sama kamu dan juga Abi"
" Lupa sih nggak, tapi kamu sudah tidak punya waktu lagi untuk kami"
" Stop! marahnya nanti dilanjutkan lagi di rumah. Malu di dengar sama adik ipar aku" kata Kenzo.
Kiran dan Darren tersenyum melihat ketiga suami tampan itu di marahi sama istri mereka masing-masing. Jarang-jarang kan dapat tontonan kek begini.
To be continue.
Happy reading ππ
__ADS_1